Path To God

Path To God
Ch 281. Pertarungan Singkat


"Waktunya bagi kalian mati."


"Gaya Ketiga, Light Slash..."


Light God's Sword!!


Sraing!!


Tebasan tipis seperti bulan sabit yang memiliki jangkauan lebar langsung membelah ketiga kultivator dalam sekali tebas. Ketiga kultivator tersebut bahkan tidak sempat untuk mundur atau menahannya karena tebasan Ren Yuu sangat cepat.


Ren Yuu melihat musuh lainnya dan tatapannya tertuju pada kultivator Tier Immortal Ascension tahap kelima.


"Ayo kita lihat sampai di mana aku mampu melawan kultivator selevel itu." Gumam Ren Yuu. Ia langsung melesat ke arah depan kultivator Immortal Ascension tahap kelima.


Moonlight Reflection!!


Kultivator tersebut merasakan Ren Yuu sedang bergerak ke arahnya. Tapi, ketika ia ingin bergerak, kultivator Tier Immortal Ascension tahap keempat sebelumnya yang di serang Ren Yuu menggunakan teknik Moonlight Streaks Explosion menerjang ke arah Ren Yuu. Ia mengalami luka yang sangat banyak di tubuhnya menerima serangan Ren Yuu sebelumnya.


"Dasar bocah keparat!" Teriak kultivator tersebut sambil mengayunkan Pedangnya ke arah Ren Yuu yang sedang bergerak.


Melihat itu Ren Yuu mengerut karena kultivator tersebut membakar esensi darahnya.


"Ck. Sungguh bodoh.." Bisik Ren Yuu. Ia berhenti dan mengubah jalurnya. Ia mengangkat tangan kanannya lalu memanggil Bloody Mist Sword.


Moonlight Reflection!!


Ren Yuu langsung bergerak ke arah kultivator tersebut. Ia bergerak sambil mengayunkan Pedangnya ke arah kultivator tersebut.


Kultivator itu juga mengayunkan Pedangnya ke arah Ren Yuu sekuat tenaga.


Trang!!


Benturan logam terdengar keras. Tapi Ren Yuu mengerut karena ternyata ia belum mampu menandingi kultivator yang mempunyai kekuatan Tier Immortal Ascension tahap kelima. Ia perlahan di dorong mundur ketika bentrokan terjadi.


Kultivator itu menyeringai lalu mengayunkan Shield di tangan kirinya.


Impact Barrier!!


Shield kultivator tersebut memancarkan aura berwarna putih.


Melihat serangan datang, Ren Yuu ingin mencoba seberapa jauh perbedaannya dengan kultivator di hadapannya.


Ren Yuu menggeser posisi Bloody Mist Sword untuk menahan serangan tersebut.


Trang!!


Drrrrrttttt!!


Percikan enegi menyebar dari bentrokan yang terjadi. Ren Yuu sudah tau dia tidak akan mampu tapi tetap ingin mencobanya.


Crang!!


Ren Yuu terpental jauh akibat bentrokan tersebut. Ia sama sekali tidak kecewa dengan kekuatannya saat ini.


Ketika Ren Yuu terpental jauh, kultivator Tier Immortal Ascension tahap kelima menerjang ke arahnya mengambil kesempatan untuk membunuh Ren Yuu.


Ren Yuu berdecak melihat tebasan kultivator Tier Immortal Ascension tahap kelima menerjang ke arahnya.


"Waktunya kau mati bocah!" Seru kultivator tersebut.


Ren Yuu mendengus dan langsung masuk ke dalam Dimensional Life miliknya.


Sraing!!


Tebasan tersebut melewati posisi Ren Yuu sebelumnya yang membuat kultivator tersebut tercengang. Ia langsung bergerak mundur karena merasakan bahaya tiba-tiba.


Dan benar, Ren Yuu yang muncul kembali mengayunkan Bloody Mist Sword ke arahnya.


Sraing!!


Srak!!


Tebasan Ren Yuu mengenai sedikit lengan kultivator tersebut.


"Orang ini sungguh jeli." Batin Ren Yuu.


Kultivator yang terkena sedikit serangan Ren Yuu mengerut sedikit. "Apa itu? Bagaimana bisa orang ini menghilang begitu cepat? Mungkinkah.." Batin kultivator tersebut.


Kultivator Immortal Ascension tahap keempat tiba di sebelah kultivator yang terkena tebasan beberapa saat lalu.


Mereka berdua saling melirik lalu mengangguk. Mereka berdua langsung bergerak ke arah Ren Yuu bersamaan.


Melihat kedua kultivator datang, Ren Yuu juga langsung menyerang. Ia juga melirik Xiao Xiao sekilas.


Xiao Xiao di sisi lain terus membantai semua kultivator satu per satu tanpa ampun sama sekali.


Ia tidak mengalami kesulitan walaupun puluhan kultivator menyerangnya bersamaan. Tangannya yang sudah menjadi cakar Naga di lumuri oleh darah yang sangat banyak.


Xiao Xiao melihat ke arah Ren Yuu yang sedang bertarung dengan dua kultivator. Melihat Ren Yuu sedikit di tekan, ia kesal tiba-tiba.


Xiao Xiao mengalihkan pandangannya ke semua kultivator di depannya. Mereka semua mencoba menjebaknya menggunakan Rune.


"Graaa..."


Xiao Xiao meraung keras sambil mengepakkan sayapnya.


"Kalian ingin menangkapku dengan Rune itu? Coba kalau bisa!" Xiao Xiao langsung melesat ke arah kerumunan kultivator.


"Cepat lakukan!" Perintah seorang kultivator kepada rekannya.


Lima belas kultivator langsung membuat gerakan bersamaan. Semua tubuh mereka di baluti pola-pola aneh lalu pola tersebut membentuk jaring yang sangat besar.


Jaring tersebut mencoba menyelimuti Xiao Xiao yang sedang bergerak ke arah mereka.


Melihat Rune yang memiliki ruang lingkup luas, Xiao Xiao langsung menggunakan tekniknya. Tubuhnya di baluti cahaya putih. Lalu cahaya tersebut menempel pada semua sisiknya.


Setelah mengeras, energi yang melapisi sisiknya terlepas membentuk sisik yang terbuat dari energi dalam jumlah yang besar.


Assault Dragon Scale!!


Seluruh sisik yang terbuat dari energi mendalam Xiao Xiao menerjang ke arah semua kultivator.


Melihat ruang lingkup serangan tersebut, semua kultivator yang sedang membuat Rune melebarkan matanya.


Serangan Xiao Xiao membentur Rune.


Bomm!!


Ledakan terjadi dan Rune tersebut hancur berantakan. Tapi, serangan Xiao Xiao bahkan tidak berkurang setengah dan terus menerjang ke semua kultivator yang berada di dekat Xiao Xiao.


Crash! Crash! Crash!


Semua kultivator tidak siap karena mencoba mempertahankan Rune sebelumnya. Semua dari mereka terkena serangan Xiao Xiao dan tewas di tempat.


Xiao Xiao melihat ke arah lain lagi. Masih ada beberapa kultivator yang awalnya menjaga jarak darinya untuk menyergapnya mendadak.


Xiao Xiao membuka mulutnya lalu enegi terkumpul dalam waktu singkat.


White Dragon Roar's!!


Duar!!


Xiao Xiao tidak memadatkan energinya yang membuat serangan tersebut memiliki serangan ruang lingkup yang sangat luas.


Beberapa kultivator yang tersisa mencoba menahan serangan Xiao Xiao tapi percuma saja. Energi putih tersebut menelan mereka lalu terus membawa mereka ke arah salah satu pulau.


Bomm!!


Ledakan besar terjadi ketika serangan Xiao Xiao menabrak penghalang pulau. Xiao Xiao kemudian mengambil wujud manusianya dan langsung bergerak ke arah Ren Yuu yang sedang di pojokkan.


Ren Yuu saat ini sedang bentrok dengan dua kultivator tersebut. Mereka telah bentrok ratusan gerakan. Walaupun ia di tekan, ia hanya mengalami sedikit luka.


Melihat Xiao Xiao mendekat, Ren Yuu tersenyum kecil.


Trang!!


Benturan Bloody Mist Sword dengan Shield terdengar kembali.


Kedua kultivator tersebut sudah takut karena Xiao Xiao membunuh semua regu mereka dalam waktu singkat. Mereka mencoba kabur tapi di halangi oleh Ren Yuu terus menerus.


"Minggir bocah!" Teriak kultivator yang memegang Shield.


"Oh? Apa kau sudah tau apa artinya ketakutan?" Ejek Ren Yuu.


Kultivator tersebut marah. Kultivator yang satu lagi mencoba kabur dan langsung di halangi oleh Xiao Xiao.


Karena lawannya kini hanya satu kultivator, Ren Yuu tersenyum kecil.


Blood Demon!!


Iblis Darah muncul dengan wajah tidak puas sambil menghunuskan Pedang yang di ciptakannya karena Ren Yuu hanya memberi satu tumbal.


Kultivator tersebut terkejut melihat Iblis Darah yang tiba-tiba muncul. Ia ingin menghindar tapi percuma saja.


Jleb!


Kepala kultivator itu di tusuk oleh Iblis Darah. Darahnya di sedot sangat cepat, kurang dari 2 detik, kultivator tersebut menjadi mumi.


"Bocah! Kau sungg-..."


Ren Yuu sangat malas berurusan dengan Iblis Darah dan langsung menyedot Iblis Darah ke Bloody Mist Sword tanpa menyelesaikan kata-katanya lalu menyimpan Bloody Mist Sword.


Di sisi lain, Xiao Xiao juga telah selesai merobek kultivator yang mencoba kabur. Xiao Xiao datang ke depan Ren Yuu sambil tersenyum lebar.


Ren Yuu tau bahwa Xiao Xiao ingin di puji dan ia tidak pelit sama sekali.


"Aku tau Xiao Xiao adalah yang terbaik.." Ucap Ren Yuu sambil menepuk kepala Xiao Xiao.


Tentu saja Xiao Xiao akan berbunga-bunga mendengar itu dan langsung memeluk Ren Yuu dengan erat.


Ren Yuu hanya bisa tersenyum melihat sikap Xiao Xiao yang terlihat tidak akan bisa berpisah darinya.