Path To God

Path To God
Ch 110. Mode Bersek


Lalu Ren Yuu membawa Lan Xiuro keluar, itu membuat Cai'Zi bingung.


"Apakah kakak tertarik dengan anak manja itu?" Batin Cai'Zi dan hanya mengabaikannya.


Ketika sampai di luar, Ren Yuu di undang oleh anggota Aliansi Pendekar Iblis. Lalu Ren Yuu menatapnya dengan seksama yang membuat Cai'Zi gugup.


Ketika Ren Yuu bertanya apa itu Heavenly Palace, Cai'Zi ingin tertawa melihat kakaknya tapi tetap menahannya sambil berkata dalam hati, "bagaimana kakak tidak tau apa itu Heavenly Palace? Aku merasa heran dengan apa saja yang di pelajari oleh kakak."


Lalu Ren Yuu kabur karena tidak mau berurusan dengan Lan Xiuro.


"Oh? Jika kakak tertarik dengan wanita itu, aku akan kecewa juga." Batin Cai'Zi dan mengejar Ren Yuu.


Setelah bepergian, Ren Yuu berhenti lalu memanggilnya keluar.


Cai'Zi tetap memasang wajah datar dari waktu ke waktu. Dan akhirnya mereka bepergian bersama.


Ketika mencapai pulau yang sunyi, Cai'Zi ingin membunuh semua anggota sekte Sword Heaven tapi tetap menahannya. Akhirnya Cai'Zi seperti sedang menawarkan bantuan kepada Ren Yuu agar Ren Yuu tidak curiga padanya.


Setelah itu, Ren Yuu mengatainya idiot yang membuat Cai'Zi merasa kesal sekaligus senang. Cai'Zi juga ingin tertawa ketika Ren Yuu memanggilnya nona Cai'Zi.


Setelah itu, hari-hari Cai'Zi terlihat sangat menyenangkan karena bisa dekat dengan kakaknya walaupun dia tidak berani membuka ingatan Ren Yuu. Gurunya juga memperingatkan bahwa belum waktunya dan Cai'Zi tidak tau mengapa Gurunya berkata seperti itu.


Dan ketika berada di dalam kastil, Ren Yuu hampir terbunuh. Cai'Zi langsung berteriak memanggil kakaknya karena takut Ren Yuu kenapa-napa.


Ketika selesai pertarungan, Ren Yuu yang mau memulihkan dirinya berkata bahwa dia tidak peduli dengan hubungan mereka.


Cai'Zi merasa frustasi langsung berbalik pergi sambil meneteskan air mata. Cai'Zi tau itu bukan salah Ren Yuu karena ingatan Ren Yuu masih di kunci. Cai'Zi yang pergi memegang kalungnya dengan erat serta mencari mangsa untuk melampiaskan rasa frustasinya.


Cai'Zi mulai membantai orang-orang yang bepergian sendiri dan tentu saja itu yang berasal dari musuh Ren Yuu.


Setelah itu tiba-tiba semua orang keluar dari kastil. Cai'Zi mencari Ren Yuu lagi tapi tidak menemukannya.


"Kenapa aku meninggalkan kakak lagi? Kenapa aku begitu bodoh?" Batin Cai'Zi dan mengutuk dirinya sendiri karena ceroboh.


Lalu tiba-tiba Pelahap muncul. Karena jarak mereka dekat, Cai'Zi menggunakan Royal Bloodline miliknya serta menjadi incaran Pelahap.


Ketika cakar Pelahap menghampirinya, Cai'Zi merasa dia akan tewas lalu berkata dalam hati, "kakak, maafkan aku."


Cai'Zi terpental jauh dan tidak memiliki luka yang dalam sama sekali. Cai'Zi merasakan energi aneh melindunginya tapi tidak tau apa itu.


Lalu Ren Yuu tiba di sebelahnya membuat Cai'Zi merasa senang tapi tidak berani berbicara kepada Ren Yuu.


Lalu Ren Yuu menghalangi Pelahap menerjang ke arahnya. Cai'Zi ingat dengan jelas bahwa Ren Yuu pernah melakukan ini sebelumnya saat pertama kali mereka bertemu.


"Kakak...." Bisik Cai'Zi dengan matanya berkaca-kaca karena sangat ingin memeluk kakaknya.


Lalu Ren Yuu bertempur melawan Pelahap bersama dengan semua orang.


Ketika Pelahap sudah binasa, Cai'Zi terus menatap Ren Yuu dari dekat. Karena tidak fokus, Cai'Zi melihat pedang mencoba menebas Ren Yuu. Cai'Zi terkejut lalu langsung mencoba memblokir tebasan itu. Tapi Cai'Zi berada dalam posisi tidak siap.


Lehernya tertebas dan Cai'Zi tau bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Cai'Zi ingin meraih kalung yang terjatuh agar Ren Yuu tidak melihatnya. Cai'Zi tidak mau Ren Yuu menyalakan dirinya sendiri.


Tapi Ren Yuu lebih dulu memegang kalung itu dan mengingat tentangnya. Cai'Zi takut Ren Yuu membencinya tapi Ren Yuu memeluknya dengan erat sambil meminta maaf agar tetap bersamanya.


Cai'Zi merasa senang bahwa kakaknya tidak membencinya sama sekali.


"Kakak..."


"Aku minta maaf karena tidak menemanimu saat ayah dan ibu meninggal..."


Cai'Zi meneteskan air matanya setelah mengucapkan kata-kata itu karena merasa menyesal tidak menemani Ren Yuu hanya karena ketakutannya bahwa Ren Yuu akan membencinya.


Penglihatannya mulai kabur dan Cai'Zi menutup matanya dengan di penuhi oleh penyesalan karena tidak mampu membalas dendam untuk ayah dan ibunya.


Flashback End


Moon Sovereign yang melihat itu langsung menyelamatkan Cai'Zi.


Moon Sovereign langsung menyalurkan energi ke dalam tubuh Cai'Zi agar Cai'Zi mati suri untuk sementara waktu sambil memulihkan lukanya perlahan.


"Akhirnya Guru bisa menyaksikan kebangkitan dari Kaisar Kegelapan di jaman yang sangat lampau. Aku baru sadar ternyata clan Ren juga bagian dari keturunannya." Moon Sovereign terus menyaksikan kebangkitan dari Profound Emperor Darkness yang pernah muncul di jaman yang sangat lampau dan sekarang yang sedang membangkitkannya adalah murid pertamanya.


Saat ini Ren Yuu sedang dalam keadaan tidak sadar karena merasa baru saja kehilangan anggota keluarganya lagi.


Dalam keadaan tidak sadar, Ren Yuu mengeluarkan seluruh energi Kegelapan miliknya yang baru saja terbangun.


Energi Kegelapan mulai merembes ke segala arah dan berniat menenggelamkan seluruh area di sekitarnya.


Ren Yuu memegang Dagger panjang berwarna hitam di depannya. Mata Ren Yuu berubah putih seluruhnya karena tidak sadarkan diri dan di kendalikan oleh energi Kegelapan.


Sambil memeluk Cai'Zi, Ren Yuu melihat ke arah tertentu. Ren Yuu mengaktifkan God Armor tanpa sadar dan melesat ke arah yang sedang di tatapnya sambil memeluk Cai'Zi dengan satu tangan.


Ren Yuu terus menghilang dan muncul dalam jarak yang sangat jauh dan mengejar sesuatu.


Moon Sovereign melihat itu melebarkan matanya karena dalam keadaan Ren Yuu mengamuk, Kekuatan Ren Yuu mencapai Gold Core tahap kedua dalam sekejap dan itu di bantu juga dengan God Armor.


Sekarang tidak ada yang bisa menghentikan Ren Yuu. Dengan kekuatan Tier Gold Core tahap kedua, Ren Yuu mampu menandingi Gold Core tahap ke tujuh dalam kondisi sekarang.


Bahkan jika Pelahap sebelumnya masih hidup, itu akan kesulitan berurusan dengan Ren Yuu.


Semua orang terkejut dengan kecepatan Ren Yuu dan mencoba mengejarnya tapi tidak mampu mengimbangi Ren Yuu dalam Mode Bersek.


Chu Wentian sedang berlari secepat mungkin dan meninggalkan murid Heavenly Palace di belakang karena kultivasinya sudah mencapai setengah langkah Gold Core tahap pertama juga.


Lalu aura mengerikan mendekat perlahan di belakangnya. Chu Wentian melihat Ren Yuu yang di selimuti oleh Kegelapan melesat ke arahnya dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa di ikuti oleh matanya.


"Apa itu?" Chu Wentian ketakutan melihat seseorang bisa mengejarnya.


"Sialan! Jika aku tau tidak berhasil membunuhnya, aku akan menunggu waktu yang tepat!" Chu Wentian sangat marah dan berhenti untuk melihat siapa yang mendekatinya.


Ketika Ren Yuu mendekat, Chu Wentian melebarkan matanya karena merasa ngeri dengan kecepatan Ren Yuu.


Chu Wentian langsung mengambil pedang miliknya dan bersiap-siap bertempur.


Ketika Ren Yuu mencapai jarak 60 meter, Ren Yuu tiba-tiba menghilang dan menebas lengan Chu Wentian dalam sekejap.


Srak!!


Blug!!


Chu Wentian merasa heran dengan suara itu dan melihat ke arah bawah dan terkejut bahwa lengan kirinya sudah tertebas lalu berteriak kesakitan.


Chu Wentian melihat sekeliling dan tidak menemukan Ren Yuu di mana-mana. Tiba-tiba Chu Wentian merasakan sakit di bahu kanannya dan melihat bahwa lengannya baru saja tertebas lagi.


Banyak orang yang melihat adegan itu tertegun sewaktu tiba tidak jauh dari mereka.


Chu Wentian tercabik-cabik setiap kurang dari satu detik dan mereka tidak melihat siapa yang menebas sama sekali.


"Gerakannya sama sekali tidak terlihat," Mu Xianlan juga mengejarnya karena berniat membunuh Ren Yuu juga setelah mengetahui identitasnya.


Tapi, sekarang Mu Xianlan tidak mau berurusan dengan Ren Yuu yang berada dalam kondisi mengamuk.


Long Jie juga sudah ketakutan melihat pemandangan di depannya.


Ren Yuu kemudian memenggal Chu Wentian dan berhenti sejenak dan melihat ke arah rombongan yang datang.


"Mati..."


Deg!!


Ren Yuu seperti menghilang dalam kegelapan itu sendiri dan muncul di dekat mereka semua.


Ren Yuu langsung menebas satu orang kultivator dalam sekejap dan kultivator itu mati seketika.


Semua orang tertegun melihatnya dan tau bahwa Ren Yuu sudah mirip dengan Pelahap. Hanya saja Ren Yuu jauh lebih cepat dan berbahaya.