Path To God

Path To God
Ch 167. Rapat


Ren Yuu perlahan bergerak ke arah Aula Utama clan Feng.


Di belakang Ren Yuu, Feng Jue mengikuti perlahan karena penasaran juga mengapa Ren Yuu di panggil oleh banyak Tetua.


Ketika Ren Yuu mencapai depan gerbang Aula Utama clan Feng, penjaga langsung membukanya karena sudah mendapat perintah dari beberapa Tetua clan.


Ren Yuu mengangguk ke arah penjaga itu sambil terus berjalan ke dalam Aula.


Aula Utama merupakan tempat diskusi oleh beberapa Tetua untuk menentukan sesuatu atau memberi perintah penting yang berkaitan dengan clan.


Ketika Ren Yuu mencapai dalam ruangan, ia melihat lebih dari setengah Tetua berada di dalam ruangan yang membuatnya sedikit mengerut di dalam.


Ada juga dua anak di dalam ruangan. Tapi Ren Yuu hanya mengabaikan kedua orang itu.


Ren Yuu perlahan berjalan ke arah dalam lalu berhenti di tengah ruangan. Ia membungkuk sedikit lalu melihat ke arah atas karena semua posisi kursi berada di atas membentuk setengah lingkaran mengelilingi ruangan.


Beberapa Tetua mengerut melihat sikap Ren Yuu yang seperti tidak terlalu menghormati mereka.


Ren Yuu tau akan ada masalah dengan sikapnya. Tapi, ia tidak mau berlutut seperti tunduk kepada orang lain lagi selain kepada Guru, ayah, ibu, kakek serta neneknya.


Terakhir kali ia berlutut kepada orang karena Ren Huanran dijadikan sandera oleh kultivator kuat untuk mempermainkan dirinya.


"Berlutut!" Perintah salah satu Tetua dengan nada dingin.


Ren Yuu tetap diam tidak mengikuti perintah itu sama sekali.


Tetua itu semakin marah melihat Ren Yuu tidak menuruti perintahnya. Ia kemudian langsung menyerang Ren Yuu menggunakan auranya agar membuat Ren Yuu berlutut di lantai.


Ren Yuu merasakan tekanan yang sangat mengerikan dari arah Tetua. Tapi ia sama sekali tidak bergeming walaupun keringat bercucuran di punggungnya.


Tetua itu semakin marah lalu menambah tekanan lagi.


"Ayo lihat sampai kapan kau akan bertahan!" Tetua itu berkata dingin.


Semua Tetua hanya diam melihat itu. Walaupun Ren Yuu adalah salah satu talenta terbaik, sikapnya yang seperti tidak menghormati Tetua membuat beberapa dari mereka merasa marah.


Tekanan semakin tinggi. Ren Yuu tidak mampu menahannya sama sekali. Tulang-tulangnya berdecit kuat. Otot-ototnya semakin menegang serta menunjukkan urat yang sangat banyak.


Tapi, Ren Yuu sama sekali tidak akan mau berlutut.


"Hentikan!" Suara seseorang terdengar lagi. Ren Yuu tau itu adalah suara Feng Jienkong.


Tetua itu melotot ke arah Feng Jienkong lalu berkata dingin, "lebih baik kau mengurus bocah ini agar mengerti akan sopan santun, Tetua Jienkong!"


Tetua itu langsung menarik auranya.


Setelah tekanan terlepas, Ren Yuu menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri sambil melirik Tetua itu sekilas dengan niat membunuh yang tersembunyi.


"Bukankah dia mengerti sopan santun? Jika dia tidak memiliki sopan santun, dia tidak akan membungkuk menunjukkan rasa hormatnya kepada kita, Tetua Li." Ucap Feng Jienkong dengan nada aneh sekaligus melihat ke arah Tetua Li dengan wajah aneh juga.


Beberapa Tetua mengangguk mendengar itu. Feng Li semakin marah mendengar perkataan Feng Jienkong.


"Kita adalah Tetua, sudah seharusnya semua anggota clan Feng berlutut di hadapan kita!" Feng Li terdengar sangat sombong dengan gelar Tetua yang di milikinya.


"Kau bukan Dewa atau Guru semua orang. Jadi, tidak ada kewajiban bagi semua anggota clan Feng untuk berlutut di depanmu!" Seseorang Tetua wanita yang terlihat muda berkata dingin ke arah Feng Li.


"Feng Yin...!" Suara geram Feng Li terdengar lagi sambil melototi Feng Yin.


"Cukup!!" Suara tua serak terdengar. Itu adalah pria tua yang duduk di kursi tengah.


Feng Li langsung diam setelah mendengar suara Tetua Agung clan Feng sambil melototi Ren Yuu dengan intens.


Ren Yuu tau kenapa Feng Li selalu berusaha mencari masalah padanya.


Pertama, Ren Yuu menolak menjadi muridnya.


Kedua, Ren Yuu mematahkan kedua lengan murid baru Feng Li.


Ketiga, Ren Yuu memenangkan taruhan yang besar ketika bertarung dengan murid Feng Li yang lainnya.


Keempat, Ren Yuu tidak pernah memberi wajah kepada Feng Li serta menganggapnya sebagai angin lalu ketika Feng Li berbicara kepadanya.


Dan yang terakhir, Feng Li menjadi bahan tertawaan di clan Feng oleh semua Tetua akibat insiden itu yang akhirnya membuat kebenciannya terhadap Ren Yuu melejit selangit.


Setelah semua Tetua diam, Tetua Agung langsung berbicara, "Feng Yuu, aku serta Patriak telah berdiskusi beberapa waktu lalu. Walaupun belum ada yang tau tentang ini, kami berdua sudah memutuskan sesuatu sehingga harus mengumpulkan hampir seluruh Tetua yang tidak memiliki kesibukan."


Semua Tetua mengerut mendengarnya.


"Kau telah menjadi salah satu kandidat tertinggi untuk memasuki Kuil Jiwa." Ucap Tetua Agung yang membuat semua Tetua mengerut mendengarnya.


Ren Yuu juga mengerut karena sudah membaca apa itu Kuil Jiwa. Kuil Jiwa adalah salah satu tempat istimewa selain Kolam Jiwa milik clan Feng.


Kuil Jiwa adalah tempat untuk menaikkan level jiwa jauh melampaui apa yang di miliki oleh individu itu.


Ini adalah salah satu keunikan clan Feng sehingga ada individu tertentu yang sangat sulit di bunuh. Sebab, jiwanya menjadi sangat kuat.


Tapi, Kuil Jiwa juga adalah tempat yang sangat berbahaya bahkan bagi kultivator Nascent Soul. Sebab, jika jiwa kultivator yang masuk ke dalam sangat lemah, jiwa kultivator itu akan langsung di sedot oleh tempat itu.


Ada ratusan ribu jiwa anggota clan Feng yang terjebak di dalam Kuil Jiwa karena jiwa mereka sangat lemah. Dan banyak juga jiwa yang tidak di bangkitkan di lempar ke sana sebab mereka semua memberontak terhadap clan Feng.


"Tetua Agung, kenapa anak ini menjadi salah satu kandidat tertinggi? Masih banyak individu yang lebih berbakat darinya." Protes Feng Li.


Beberapa Tetua juga setuju tentang itu. Walaupun kemampuan Ren Yuu bisa menandingi tiga tahap kultivasi, beberapa Tetua tidak terlalu menganggap tinggi bakat milik Ren Yuu.


Sebab, menurut mereka, karena Ren Yuu hanya membangkitkan Profound Celestial Ice Hammer. Tapi tidak membangkitkan Profound Great Soul.


Di clan Feng saat ini ada dua individu baru yang membangkitkan kedua Profound tersebut.


Salah satunya lebih tua satu tahun dari Ren Yuu. Dan satu lagi lebih tua hampir dua tahun darinya.


Mereka berdua adalah anak yang saat ini berada di dalam ruangan juga.


Tetua Agung juga merenung sejenak karena merasa perkataan Tetua Li ada benarnya. Kuil Jiwa hanya akan di buka 10 tahun sekali. Akan sangat di sayangkan jika seseorang yang lebih berbakat tidak masuk lebih dulu.


Walaupun Ren Yuu mungkin tidak peduli, tapi karena perintah Moon Sovereign sebelumnya menyuruhnya untuk melatih jiwanya, ia ingin masuk juga ke dalam tempat yang di sebut sebagai Kuil Jiwa.


"Walaupun mungkin anak ini tidak membangkitkan Profound Great Soul, ia masih memiliki hak untuk mengambil tempat." Suara Feng Yin terdengar.


Feng Li mendengus mendengar perkataan Feng Yin.


"Ya. Saya juga setuju dengan perkataan Tetua Yin." Sambung Feng Jienkong.


Beberapa Tetua setuju dan beberapa orang tidak. Karena masih banyak Tetua yang ingin memberi kesempatan kepada Ren Yuu, Tetua Agung merenung sejenak lalu berbicara.


"Baik. Saat ini kita akan menunda rapat. Feng Wu, Feng Ho Zhun dan Feng Yuu akan membuktikan diri siapa diantara mereka bertiga yang berhak untuk memasuki Kuil Jiwa periode kali ini." Tetua Agung mengambil keputusan setelah berpikir sejenak.


Semua Tetua mengangguk mendengar itu kecuali Feng Li yang memasang wajah jelek dari waktu ke waktu karena Ren Yuu masih memiliki kesempatan untuk memasuki Kuil Jiwa.