Path To God

Path To God
Ch 57. Fungsi Menara Adven


Reruntuhan kuno


Semua orang perlahan masuk ke dalam. Ada juga puluhan orang yang tidak ikut masuk kedalam karena merasa ragu.


Mereka semua hanya menunggu apa yang akan terjadi pada semua orang yang masuk kedalam. Ren Yuu sudah merasakan mereka masuk kedalam dan sudah mencapai lantai kedua. Ren Yuu mengatur seperti mereka akan mengikuti ujian dan mengunci lantai dua menara agar tidak ada yang bisa keluar.


"Aku juga akan masuk," Lan Xiuro bersemangat dan langsung pergi bergerak lalu di hentikan Ren Yuu walaupun Ren Yuu agak masih kesal dengan Lan Xiuro.


"Ada apa?" Tanya Lan Xiuro heran karena Ren Yuu menghentikannya lagi.


Beberapa bawahan Lan Xiuro juga heran bahwa Ren Yuu menghentikan mereka masuk.


"Banyak jebakan di dalam. Dan orang yang masuk hanya punya 1% kemungkinan selamat," Ren Yuu berbisik pelan yang hanya di dengar oleh regu Lan Xiuro.


Lan Xiuro bingung dan cemberut tiba-tiba. "Apakah kamu tidak ingin aku mendapatkan item yang bagus dari dalam?"


Ren Yuu tidak bisa berkata-kata mendengar pertanyaan Lan Xiuro. Ren Yuu mendesah dan hanya menggelengkan kepalanya karena terlalu malas menjelaskan.


"Baiklah, itu terserah kalian. Aku sudah memperingatkan kalian untuk tidak masuk karena aku sudah di dalam sebelumnya," Ren Yuu langsung berbalik dan pergi menuju keluar dari reruntuhan kuno. Karena, ketika Ren Yuu menjauh, Ren Yuu akan mengambil Menara Adven dan menyimpan semua orang di dalam.


Ren Yuu sudah melihat bahwa beberapa dari mereka yang berasal dari clan Zhang, sekte Pengadilan Surgawi dan sekte Sword Heaven.


Ren Yuu akan membunuh mereka semua dan terutama Gong Da'i. Ren Yuu berencana menyiksa Gong Da'i sampai-sampai ingin meminta ampun untuk meluangkan hidupnya.


Melihat Ren Yuu yang pergi, Lan Xiuro tercengang dan langsung mengejarnya karena Lan Xiuro sangat menyukai Ren Yuu.


"Tunggu Yuu Shaw!! Kemana kamu pergi?" Lan Xiuro langsung mengejar Ren Yuu dan ingin ikut bersamanya.


Yang Sun dan Yuan Ni juga langsung pergi mengejar Lan Xiuro. Semua murid Frozen Sect merenung sejenak dan masuk ke dalam Menara Adven karena merasa Ren Yuu hanya berbohong.


"Ada apa Xiuro?" Tanya Ren Yuu agak cemberut karena Lan Xiuro terus mengejarnya.


"Aku ingin ikut denganmu," Lan Xiuro berkata sedikit malu-malu dan menatap wajah tampan Ren Yuu. Lan Xiuro semakin lama semakin terpesona melihatnya. Lan Xiuro tidak tau mengapa Ren Yuu begitu menarik minatnya. Aroma tubuh Ren Yuu membuatnya bersemangat dan ingin terus menempel padanya.


"Untuk apa kamu ikut?" Ren Yuu bertanya dengan nada tidak puas karena tau Lan Xiuro adalah pengacau besar semenjak kejadian dengan Gong Da'i.


Lan Xiuro mendengar itu cemberut dan menggandeng Ren Yuu lagi sambil berkata semanis mungkin, "maaf oke? Aku tau kamu masih marah soal yang seminggu lalu, aku tidak sengaja melakukan itu."


Lan Xiuro memasang mata anak anjing manja dan berharap Ren Yuu langsung luluh karena semua pria biasanya luluh jika dia memelas.


Yang Sun dan Yuan Ni hanya diam dan merasa sedikit malu melihat tingkah laku Lan Xiuro.


"Lain kali jangan seperti itu. Dan, lebih baik kalian pergi bersama. Aku akan pergi sendirian," Ren Yuu langsung berkata dan tidak mau membuang waktu lalu pergi dari hadapan mereka bertiga.


Lan Xiuro kesal mendengarnya dan langsung melompat ke arah punggung Ren Yuu.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ren Yuu tidak senang karena Lan Xiuro main panjat sembarangan ke punggungnya.


"Aku ikut denganmu!!" Jawab Lan Xiuro marah tiba-tiba.


"Kenapa kamu begitu ingin ikut denganku?" Tanya Ren Yuu lagi dengan wajah lelah.


Lan Xiuro malu-malu lagi dan bertanya balik, "bukankah aku adalah kekasihmu?"


Yang Sun dan Yuan Ni tercengang mendengarnya dan menyumpahi Lan Xiuro karena hanya membuat mereka malu.


"Aku sudah punya istri," ucap Ren Yuu datar dan membuat Lan Xiuro tercengang dalam sekejap.


"Kau pasti berbohong," Lan Xiuro turun dari punggung Ren Yuu dan menunjuk wajah Ren Yuu dan menatap Ren Yuu dengan wajah buas.


"Untuk apa aku berbohong padamu?" Tanya Ren Yuu pelan dan langsung berbalik pergi meninggalkan Lan Xiuro lagi karena sudah lelah meladeni wanita yang tidak masuk akal.


Lan Xiuro membeku di tempat mendengar itu dan tau bahwa Ren Yuu tidak bercanda sama sekali.


Lan Xiuro marah mendengarnya dan langsung mengejar Ren Yuu lagi sambil berteriak, "kau hanya milikku dan tidak ada orang lain!!"


Tapi sayangnya Ren Yuu sudah tidak terlalu tertarik lagi karena sudah memiliki Xing Jianying sekarang.


"Tidak mungkin, aku bukan milikmu," Ren Yuu langsung membantah perkataan Lan Xiuro dan terus bergerak.


Mereka berdua berdebat di sepanjang jalan. Sekarang Ren Yuu tau bahwa Lan Xiuro bahkan lebih keras kepala dari Xing Jianying.


Yang Sun dan Yuan Ni hanya mendengarkan argumen mereka yang tidak akan berakhir. Ketika lebih dari 5 meninggalkan daerah Menara Adven, Ren Yuu berhenti sebentar lalu mengeluarkan proyeksi Miniatur Menara Adven.


Ren Yuu tidak keberatan memperlihatkan ini di depan mereka bertiga karena Ren Yuu tau mereka adalah orang baik, hanya saja Lan Xiuro mungkin ember suatu hari nanti.


"Apa itu? Bukankah itu persis dengan Menara sebelumnya?" Lan Xiuro bertanya dengan nada terkejut melihat miniatur Menara Adven.


"Hehehehe!! Tentu saja," Jawab Ren Yuu sambil tersenyum tipis.


Yang Sun bingung dengan miniatur Menara Adven dan tidak berpikir jauh. Sementara Yuan Ni mengerti dan bergetar di seluruh tubuhnya.


"Sebuah Artefak!!" Yuan Ni berseru sambil melebarkan matanya.


"Apa?" Yang Sun tiba-tiba berteriak keras.


Sementara Lan Xiuro tercengang karena ternyata Menara Adven adalah sebuah Artefak.


"Hehehehe!! Itulah sebabnya tidak mungkin mereka mendapatkan hadiah lagi dari Menara Adven," Ren Yuu menyerengai puas karena berhasil memenjarakan semua orang di dalam.


"Rahasiakan ini dari orang lain. Jika seseorang tau ini, aku akan di buru oleh orang lain. Aku percaya kepada kalian bertiga sebab itulah aku menunjukkan Artefak ini," Ren Yuu berkata dengan nada serius.


Lan Xiuro langsung mengangguk serius dan menatap Yang Sun dan Yuan Ni seolah-olah mereka berdua adalah orang yang suka membocorkan rahasia.


Yang Sun dan Yuan Ni tidak tau harus berkata apa karena di tatap dengan tatapan maut oleh Lan Xiuro.


"Tenang saja, aku tidak mungkin mengatakan ini kepada orang lain yang membuat kekasihku menderita," Lan Xiuro tanpa malu-malu mengklaim Ren Yuu lagi dan merasa bangga pada dirinya sendiri seolah-olah Ren Yuu hanya miliknya seorang.


Wajah Ren Yuu bergerak-gerak karena tidak tau harus bagaimana merespon Lan Xiuro. Apapun yang di katakan olehnya, Lan Xiuro tidak mau mengalah sama sekali dan terus berkata bahwa dia adalah kekasihnya.


Ren Yuu hanya mendesah lalu memfokuskan inderanya ke miniatur Menara Adven. Menara Adven yang di kejauhan perlahan mengecil seketika dan melesat ke arah Ren Yuu.


Beberapa orang yang menunggu di luar terkejut karena Menara Adven tiba-tiba menghilang dan merasa takut bahwa mereka selamat dari maut karena tidak jadi masuk ke dalam.


Menara Adven tiba di depan Ren Yuu dalam bentuk satu meter. Ren Yuu tau apa fungsinya Menara Adven. Menara Adven di gunakan sebagai penjara untuk mahkluk hidup dan jiwa juga.


Ren Yuu membuat Menara Adven melayang di tangannya. Menara Adven sangat terkait dengan jiwa pemiliknya. Ren Yuu bisa menghancurkan Menara Adven jika dia ingin walaupun jiwanya akan menderita sedikit.


Jika Ren Yuu bisa menyadari jiwa Patriak clan Song di dalam, Ren Yuu akan mendapatkan untung karena Patriak clan Song masih menyimpan beberapa item yang bagus padanya.


Kelemahan Menara Adven adalah, Menara Adven tidak bisa menyerang atau bertahan. Dan ketika di gunakan, pengguna harus membuat Menara Adven membesar terlebih dahulu dan sangat mudah bagi seseorang untuk menyerangnya.


"Aku tidak menyangka bahwa Menara acak di sini adalah sebuah Artefak. Jadi, apa guna Artefak ini?" Tanya Yuan Ni penasaran.


"Ini hanya bisa di gunakan untuk menjebak lawan dan memenjarakannya di dalam seperti yang aku lakukan sebelumnya. Semua orang sekarang berada di dalam Menara ini dan tidak akan bisa keluar jika tidak memiliki kekuatan yang cukup menghancurkan Menara," jawab Ren Yuu pelan.


Ren Yuu ingat bahwa Patriak clan Song berkata Artefak Dimensional Life miliknya lebih tinggi dalam hal kelas dari Menara Adven. Sekarang Ren Yuu mengerti itu hanya dengan melihat fungsi dan kelemahan Menara Adven.


"Walaupun itu tidak bisa menyerang, itu tetap saja hebat," Lan Xiuro bersemangat dan memeluk Ren Yuu lagi lebih erat dan langsung mencium Ren Yuu lagi dan kali ini lebih panas dari sebelumnya.


Yang Sun dan Yuan Ni hanya memalingkan wajah mereka karena tidak tahan melihatnya.


Ren Yuu tidak tau apakah harus tertawa atau menangis dan mencoba melepaskan diri dan mendorong Lan Xiuro dengan lembut.


"Bisakah kamu tidak melakukan itu tiba-tiba?" Ren Yuu bertanya dengan nada sedih karena dia sudah menganggap dirinya berselingkuh dengan wanita lain.


Ren Yuu mendesah dan meminta maaf dalam hati kepada Xing Jianying.