
Di dekat gerbang terjadi pertarungan. Sementara semua anggota Aliansi Pendekar Iblis pergi dari daerah itu secepat yang mereka bisa. Ren Doushi membawa Ren Yuu, Xing Jianying, Ren Huanran dan Cai'Zi terbang secepat yang dia bisa karena Ren Doushi merasakan kekuatan yang sangat besar dari arah mereka pergi.
Ren Doushi bergerak selama 4 hari tanpa berhenti dan mencapai pinggiran pulau Kematian.
Ren Doushi agak lelah karena sekaligus membawa empat orang bersamanya.
Mereka tidak di kejar karena kultivator yang menginvasi Azure Dragon Continent sedang membuat basis mereka di dekat portal. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang kabur karena cepat atau lambat menurut mereka, mereka akan menguasai Azure Dragon Continent hanya dengan melihat tingkat kekuatan orang-orang di Azure Dragon Continent.
"Sepertinya mereka tidak mengejar kita. Kita aman untuk saat ini. Ayo kita kembali dan memperkuat basis Aliansi Pendekar Iblis!" Perintah Ren Doushi kepada banyak anggota Aliansi Pendekar Iblis di sekitarnya. Masih banyak dari mereka yang tertinggal di sana dan kemungkinan banyak juga yang di bunuh.
"Bagaimana dengan Guru?" Tanya Cai'Zi agak khawatir dengan keamanan Tetua Agung Yi.
Ren Doushi mendesah dan menggelengkan kepalanya. Ia sudah membuat prediksi tentang apa yang terjadi dengan tingkat kekuatan musuh yang muncul. Tidak mungkin kabur dari orang sekuat itu.
Cai'Zi merasa sedih melihat Ren Doushi yang hanya diam. Dia tau Gurunya pasti sedang dalam bahaya.
"Kakek, apa kakek tidak bisa membantu Guru?" Tanya Cai'Zi. Walaupun dia lebih memilih keluarganya dari pada Gurunya, ia tetap saja merasa khawatir karena Tetua Agung Yi sudah merawatnya selama ini.
"Bukannya kakek tidak mau Cai'Zi. Tapi, lawan terlalu kuat. Jika kita ikut bertarung-..." Kata-kata Ren Doushi terhenti dan tidak melanjutkan.
Cai'Zi sudah tau bahwa hasilnya adalah dua. Di tangkap atau di bunuh. Ia mengepalkan tangannya karena merasa sedih dan merasa marah karena sangat lemah.
"Ayo kita kembali dulu. Kita akan mencoba mencari tau bagaimana pertarungan di sana berakhir," Ren Doushi langsung membawa mereka berempat tanpa menunggu jawaban Cai'Zi.
Ren Yuu, Ren Huanran dan Xing Jianying hanya diam karena mereka tau bahwa semua orang yang berada di sana pasti dalam bahaya.
Ini adalah dunia kultivator yang sebenarnya. Jika ada sumber daya yang melimpah, mereka akan melakukan apa saja demi mendapatkannya walaupun harus membantai banyak orang.
Dan Azure Dragon Continent di penuhi dengan sumber daya yang melimpah dan membuat semua kultivator ingin mengklaimnya untuk mereka sendiri.
Tapi, Ren Yuu merasa ada yang tidak beres dengan tingkat kekuatan Azure Dragon Continent.
"Kakek, kenapa tidak ada orang di Tier Ascension di Azure Dragon Continent?" Tanya Ren Yuu.
Ren Doushi yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya karena tidak tau juga.
"Itu karena ada segel yang membatasi benua ini. Mungkin ini di buat oleh Pan Gu agar tidak ada orang yang mencapai Ascension ke atas. Aku tidak tau apa tujuannya. Tapi, Guru merasa itu di lakukan agar tidak ada yang memasuki pulau Kematian dan membebaskan ras Dewa sebelumnya. Dan juga, itu menahan para kultivator untuk menghancurkan penghalang Azure Dragon Continent dari dalam. Penghalang yang di buat oleh Pan Gu sangat rentan di serang dari dalam dan dengan puluhan kultivator Immortal Ascension akan mampu menerobosnya." Ujar Moon Sovereign di pikiran Ren Yuu.
Ren Yuu yang mendengar itu mengerti seketika. Jika banyak Immortal Ascension yang muncul, dunia ini akan seperti semula dan ras Dewa yang di kurung oleh Pan Gu kemungkinan akan di lepaskan oleh seseorang karena mereka tidak mampu membunuhnya.
"Tapi, kenapa Pan Gu meninggalkan kunci ke dalam pulau Kematian?" Tanya Ren Yuu heran.
"Guru tidak tau. Pan Gu adalah seseorang yang misterius dan pemikirannya berbeda dari orang lain. Dia pasti punya alasannya sendiri," jawab Moon Sovereign.
"Kakek... Aku dan Xing Jianying akan pergi sementara ke clan Xing untuk menjemput ayah dan ibu Ying'er," Ren Yuu teringat tentang ayah dan ibu mertuanya. Saat ini invasi sedang berlangsung dan membuat mereka harus bersembunyi sementara.
Ren Doushi melihat Ren Yuu sejenak lalu melihat ke arah salah satu anggota clan Ren yang berada di Tier Nascent Soul.
Melihat tatapan Ren Doushi, anggota clan Ren langsung mengangguk. Ia menangkap Ren Yuu dan Xing Jianying memakai auranya lalu berbalik ke arah lain.
Arah yang mereka tuju adalah kota Huangwu. Karena, clan Xing terletak di pinggiran kota Huangwu.
Tidak sampai setengah hari, mereka tiba di kota Huangwu dan langsung bergerak ke arah clan Xing. Clan Xing di kelilingi oleh penghalang yang di ciptakan agar masyarakat tidak mampu masuk ke dalam. Semua clan yang tidak memiliki dimensi kecil melakukan hal yang sama.
Ketika mereka tiba di clan Xing, seorang penjaga langsung menghentikan rombongan Ren Yuu.
"Siapa kalian? Ini adalah clan Xing. Orang luar tidak di ijinkan masuk!" ucap orang itu dengan nada sedikit tinggi.
Xing Jianying membuka topengnya lalu melihat ke arah penjaga. "Di mana ayah, ibu dan kakakku?"
Penjaga itu terkejut melihat Xing Jianying. "Nona..."
"Tetua Jian..." Kata-kata pemuda itu terhenti karena tidak tau harus bagaimana menjelaskan kepada Xing Jianying.
Ren Yuu mengerut melihat ekspresi penjaga itu. Anggota clan Ren yang memakai topeng juga tau ada yang tidak beres.
Xing Jianying bergetar melihat sikap penjaga itu, ia tau ada yang tidak beres, ia langsung melesat ke arah dalam clan. Ren Yuu dan anggota clan Ren yang bersama mereka langsung juga mengikuti Xing Jianying.
Penjaga itu tidak hanya diam dan tidak menghentikan Xing Jianying, Ren Yuu dan satu lagi orang yang bersamanya. Penjaga itu hanya mendesah sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka bertiga terus masuk ke dalam clan Xing. Xing Jianying langsung menuju rumahnya, ketika sampai di sana, suasana rumah Xing Jianying sangat sunyi. Bahkan tidak ada pelayan yang terlihat.
"Ayah... Ibu...!" Xing Jianying langsung masuk ke dalam rumah memeriksa seluruh rumah tapi tidak ada orang sama sekali.
Lalu Xing Jianying berlari ke arah luar rumah menuju pusat clan Xing tempat Patriak berada.
Ketika sampai di sana, semua orang terkejut karena melihat Xing Jianying masih selamat dan sehat.
"Dari mana saja kamu Ying'er?" Tanya seorang pemuda tampan bernama Xing Fu yang merupakan anak dari Patriak clan Xing, Xing Chun.
"Mana ayah dan ibuku!" Suara dingin Xing Jianying terdengar di seluruh ruangan kediaman Patriak clan Xing.
Xing Fu tidak bisa menjawab pertanyaan Xing Jianying. Patriak clan Xing, Xing Chun muncul di ruangan perlahan-lahan sambil berkata, "ayah dan ibumu di bawa oleh Master Ying Yang Sect karena kau menghilang."