
Pan Gu mengerut melihat gambar. Sementara Moon Sovereign dan Xing Jianying tercengang.
"Gege..." Bisik Xing Jianying. Matanya berkaca-kaca karena sudah lama tidak melihat Ren Yuu. Walaupun Ren Yuu sedikit lebih berbeda, ia tau pasti itu adalah Ren Yuu.
Moon Sovereign di sisi lain tidak bisa berkata-kata bagaimana muridnya bisa berada di sana.
Mereka menonton dan melihat Ren Yuu perlahan kehilangan kekuatannya.
"Guru.. apakah Gege baik-baik saja?" Xing Jianying bertanya sembari menggoyang-goyangkan tangan Moon Sovereign.
Moon Sovereign tetap diam. "Bagaimana bisa segel yang aku buat juga di hisap? Aku bahkan tidak bisa merasakannya." Batin Moon Sovereign.
"Di mana tempat itu?!" Tanya Moon Sovereign.
Pan Gu sudah tau bahwa seseorang yang mencoba mencabut Trident Of Destiny adalah murid Moon Sovereign. Ia mendesah lalu menjawab. "Aku tidak tau. Tempat itu di ciptakan oleh generasi pertama Goddess Of The Sea. Itu adalah ruangan aneh yang selalu berpindah pindah. Hanya Goddess Of The Sea yang bisa membuka tempat itu. Aku heran bagaimana cara muridmu bisa masuk ke sana."
"Dan yang aku tau, Goddess Of The Sea saat ini tidak akan tau cara masuk ke tempat itu karena pengetahuan itu sudah hilang 300.000 tahun yang lalu." Ujar Pan Gu.
Moon Sovereign sedikit mengerut. "Apa kau bisa mengirim sedikit energi ke sana? Aku ingin membantu muridku." Ucap Moon Sovereign.
"Jika itu energi untuk membantunya, itu tidak akan bisa. Aku hanya meninggalkan setitik energiku di sana. Sebab, jika banyak energiku yang tertinggal di dalam sana, itu akan di sedot oleh ruangan tersebut. Aku hanya bisa mengirim proyeksimu ke sana jika kau ingin menyemangati muridmu yang sedang di ambang kehilangan seluruh kekuatannya." Ujar Pan Gu.
Moon Sovereign melototi Pan Gu dengan intens karena berkata seperti itu.
"Kehilangan kekuatannya? Apa maksudmu?" Tanya Xing Jianying buru-buru. Ia tentu saja tidak akan tau sejarah tentang Trident Of Destiny. Sementara Pan Gu dan Moon Sovereign tau senjata seperti apa Trident Of Destiny.
Pan Gu tidak menjawab pertanyaan Xing Jianying dan terus menatap Moon Sovereign.
"Hubungkan aku ke tempat itu, aku ingin berbicara dengannya." Ucap Moon Sovereign.
"Baik. Kau hanya punya waktu kurang dari 1 menit. Setelah itu energiku yang ada di sana akan lenyap." Pan Gu menggelengkan kepalanya karena sudah tau bahwa kesempatan melacak Trident Of Destiny akan hilang ketika energinya di tempat itu hilang.
"Guru, apakah aku bisa berbicara dengan Gege?" Xing Jianying memohon dengan sangat kepada Moon Sovereign.
Moon Sovereign melihat Xing Jianying sejenak lalu mendesah.
"Baiklah." Jawab Moon Sovereign karena merasa itu lebih baik Xing Jianying yang berbicara. Nyawa Ren Yuu akan bergantung pada itu karena Moon Sovereign juga tau bahwa Ren Yuu akan mati jika semua kekuatannya di sedot.
Dan tempat itu tidak bisa di jamah sama sekali yang artinya, jiwa Ren Yuu tidak akan bisa keluar dari sana ketika dia mati walaupun dirinya berasal dari clan Feng.
"Kemarilah." Perintah Pan Gu.
Xing Jianying langsung menghampiri Pan Gu.
Pan Gu mengangkat tangannya di atas kepala Xing Jianying lalu menyalurkan energi mendalamnya.
Energi tersebut menghubungkan Xing Jianying ke tempat setitik energi miliknya yang berada di tempat Ren Yuu berada saat ini.
***
Saat ini Ren Yuu terlihat lesu karena kultivasinya terus-menerus turun.
Tidak akan sampai setengah menit, seluruh kultivasinya akan dilucuti oleh Trident Of Destiny.
Itu membalikkan takdir Ren Yuu dalam sekejap dari seorang jenius menjadi seorang yang cacat. Itulah betapa mengerikannya ujian untuk mengklaim Trident Of Destiny.
Tatapan Ren Yuu sangat kosong seolah-olah dia sedang berada di dalam ilusi. Walaupun ia tau bahwa kultivasinya dilucuti, ia seperti tidak melawan sama sekali.
Ren Yuu sudah menyerah sejak awal karena ada energi aneh yang membuat semangatnya hilang. Namun, saat ia ingin menutup matanya, di dekat patung raksasa di depannya proyeksi seseorang muncul.
Awalnya Ren Yuu tidak lagi peduli. Tapi, ketika melihat siapa itu, ia tercengang.
"Ying'er.." Bisik Ren Yuu.
Xing Jianying menatap Ren Yuu dengan mata berkaca-kaca. Ia tentu saja dapat merasakan kekuatan Ren Yuu yang hampir di ambil seluruhnya oleh Trident Of Destiny.
"Gege.. Apa kamu ingin menyerah di sini? Aku dan Guru masih menunggumu di Alam Ilahi." Bisik Xing Jianying. Ia tidak tau bagaimana cara menyemangati Ren Yuu.
"Tapi aku.." Kata-kata Ren Yuu di potong oleh Xing Jianying.
"Tidak ada tapi. Aku akan ikut bersamamu jika terjadi sesuatu padamu. Lalu bagaimana dengan ibu? Apakah kamu telah menemukannya?" Tanya Xing Jianying lagi.
Tubuh Ren Yuu bergetar karena mengingat ibunya yang masih sekarat di dalam Dimensional Life miliknya.
Gambar-gambar mereka terlintas di dalam pikiran Ren Yuu. Ia ingat juga tentang kakek dan neneknya yang masih ada di Vermilion Bird Continent dan Azure Dragon Continent.
Awalnya Ren Yuu sudah melupakan semua itu. Tentang tujuannya dan segalanya akibat pengaruh dari Trident Of Destiny. Ia merasa begitu bodoh dan marah karena bisa di pengaruhi oleh sebuah senjata. Jika Xing Jianying tidak muncul di hadapannya, ia pasti melupakan semua itu.
"Maaf Ying'er.." Bisik Ren Yuu dengan nada menyesal. Tatapan matanya berubah seketika. Semangat juangnya naik kembali.
Xing Jianying yang menatap tatapan Ren Yuu berubah tersenyum sedikit.
Xing Jianying merasa bahwa koneksinya ke tempat tersebut sudah hampir terputus.
"Gege.. Aku akan menunggumu selalu di Alam Ilahi. Jangan pernah menyerah." Bisik Xing Jianying lalu proyeksinya perlahan memudar.
Melihat proyeksi Xing Jianying memudar, Ren Yuu hanya bisa menjawab dengan nada tegas. "Ya. Apapun yang terjadi aku akan datang ke sana!"
Xing Jianying tersenyum mendengar jawaban Ren Yuu. Proyeksinya menghilang begitu saja dari hadapan Ren Yuu.
Ren Yuu melihat kembali ke Trident Of Destiny. "Takdir? Akulah yang mengendalikan takdirku! Bukan benda mati sepertimu!"
Ren Yuu memaksa tubuhnya untuk menarik Trident Of Destiny.
Ren Yuu berteriak keras sambil menarik Trident Of Destiny. Aura putih menutupinya. Tapi itu bukan aura energi mendalam.
Itu adalah aura takdir yang menyelimuti Ren Yuu. Takdir saat ini berada di sisinya dan mendukungnya.
Ujian sesungguhnya dari Trident Of Destiny adalah seseorang yang mampu melawan kehendak takdir. Jika individu itu terpengaruh saat takdirnya di balikkan, tidak akan ada kesempatan untuk mengambil Trident Of Destiny. Tidak ada yang tau tentang fakta itu sama sekali selain Atlantis Race yang datang dari Alam Semesta lain.
Ren Yuu awalnya terpengaruh oleh itu dan akibatnya, semua yang di miliki olehnya disita begitu saja. Namun, ketika ia mengingat semua kehidupannya dan tujuannya, ia tidak mungkin lagi terpengaruh oleh Trisula itu.
Batu tempat Trident Of Destiny di letakkan retak perlahan. Retakan semakin lama semakin lebar.
Dari Trident Of Destiny, lima aura perlahan bocor dan masuk ke dalam tubuh Ren Yuu.
Itu semua adalah energi milik Ren Yuu yang dilucuti oleh Trident Of Destiny. Kultivasi Ren Yuu perlahan naik sedikit demi sedikit.
Trident Of Destiny perlahan tercabut. Tidak sampai setengah menit, Trident Of Destiny hampir di cabut.
Shek!!
Ren Yuu berhasil menarik Trident Of Destiny lalu menancapkannya di depannya.
Jleb!
Drrrrrttttt!!
Seluruh area bergetar hebat dan energi yang ada di dalam tempat tersebut di sedot oleh Trident Of Destiny perlahan-lahan.
"Dia berhasil?" Iblis Darah tercengang melihat kejadian tersebut. Ia tidak menyangka seorang manusia fana seperti Ren Yuu berhasil mengambil Trident Of Destiny.
Lalu energi yang di cerna oleh Trident Of Destiny di salurkan ke dalam tubuh Ren Yuu.
Origin Core Ren Yuu yang awalnya sudah menjadi bubuk langsung tercipta kembali.
Tubuh Ren Yuu kini di tutupi oleh aura biru. Aura itu membentuk sebuah pakaian yang memiliki banyak motif seperti sisik.
Iblis Darah yang melihat itu semakin tercengang karena Ren Yuu benar-benar menjadi pemilik sah Trident Of Destiny.
Di dahi Ren Yuu, gambar Trisula semakin bersinar terang tanda Heavenly Bloodline Atlantis miliknya semakin berkembang.
Bushhh!!!
Aura biru, putih bercampur emas meletus ke segala arah seperti badai menandakan seorang individu berhasil mengklaim Trident Of Destiny.
***
Di tempat yang sangat jauh
Seseorang yang sangat mirip dengan patung raksasa di tempat Ren Yuu mengambil Trident Of Destiny, membuka matanya.
Ia melihat ke arah tertentu sambil memasang wajah serius. "Bahkan aku pun tidak mampu melakukan itu."
"Individu yang mampu menentang takdir telah terlahir!"