Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Harapan...


Semua orang tua dari pihak perempuan selalu memiliki harapan besar pada calon menantunya yang kelak akan menjadi pengganti mereka untuk bisa menjaga mencintai dan mengayomi anak nya, dan itu juga yang di inginkan pak Dimi untuk calon menantu untuk putri satu satunya Rekha yang sudah mereka asuh dan rawat dengan limpahan kasih sayang dan harta yang mereka punya.


" yah.. Apa syarat yang ayah ajukan tidak akan memberatkan Anton nantinya ?" tanya Bu Tantri yang kurang setuju dengan syarat yang menurutnya terlalu tinggi untuk Anton yang hanya seorang asisten di sebuah perusahaan apalagi Anton sebatang kara.


" ibu diam saja dan yakinkan reka jika memang Anton yang terbaik untuknya maka akan selalu ada jalan untuk mereka bisa bersama tanpa harus mengecewakan harapan yang sudah ayah bangun selama ini " ucap pak Dimi yang hanya ingin menguji bagai perjuangan Anton untuk putrinya.


" tapi yah, harta bisa mereka cari sama sama tapi tidak dengan cinta yang entah kapan akan mereka rasakan kembali " ucap Bu Tantri yang masih berusaha membujuk suaminya.


" Bu.. " pak Dimi menggenggam tangan istrinya yang sudah duduk di samping dirinya.


" percaya sama ayah, jika memang Anton sangat mencintai Rekha dan ingin menjadikan Rekha istrinya dan ibu untuk anak anaknya kelak, Anton pasti bisa meyakinkan kita dan dia akan paham dengan yang ayah maksud kan " ucap pak Dimi yang tanpa keduanya sadari jika Rekha mendengar semua perdebatan yang orang tuanya inginkan dari Anton yang kini sudah sangat Rekha cintai.


" Rekha harap mas bisa meyakinkan ayah untuk bisa menerima mas menjadi suami untuk Rekha " ucap Rekha yang memilih kembali masuk ke dalam kamarnya seolah hilang sudah selera sarapannya pagi ini.


aku mencintaimu seumur hidupku


Aku menyayangimu lebih dari apapun


Meski tak seindah yang kau mau


Tak seperti cinta yang semestinya


Tapi aku mencintaimu sungguh mencintaimu....


Suara handphone Rekha pun mendendangkan lagu Naff yang memang sengaja Anton setting sebagai panggilan spesial dari nya di handphone Rekha.


" halo mas " ucap Rekha dengan suara yang sedikit bergetar menahan tangis saat mendengar lagi yang baru saja terdengar di telinga nya sebagai wujud cinta Anton untuknya.


" hei sayang... Kamu kenapa ?" tanya Anton yang tau jika saat ini Rekha sedang tidak baik baik saja.


" Rekha harap mas bisa meyakinkan ayah dan ibu agar bisa merestui kita dan kita bisa bersama untuk selamanya " ucap Rekha yang sejatinya membuat Anton semakin optimis jika dirinya pasti bisa meyakinkan orang tua Rekha meski harus dengan bantuan pak Wijaya dan Bu Restu.


" mas yakin bisa meyakinkan orang tua kamu jika kita bisa hidup bahagia seperti yang mereka inginkan " ucap Anton yang ingin sekali memeluk Rekha saat itu juga.


" oh ya tolong sampaikan sama ayah dan ibu jika mas akan datang ke rumah siang tadi untuk melamar kamu secara resmi dan ama harap kamu siap " ucap Anton yang sebenarnya tanpa mengatakan itu Rekha sudah sangat siap iya peruntungan untuk menjadi istri sekaligus ibu untuk anak anaknya nanti.


" Ya sudah kalo jitu hari ini Rekha izin ngga masuk kerja dulu biar Rekha bisa membantu mas meyakinkan ayah dan ibu " ucap Rekha yang malah mendapat jawaban yang tak terduga dari Anton.


" kamu percaya kan sama mas ? Kamu yakinkan sama cinta yang mas punya untuk mu ?" tanya Anton yang malah menanyakan seberapa Rekha percaya pada cintanya.


" Rekha sangat percaya " ucap Rekha yang tak mengerti apa yang Anton inginkan darinya.


" dan untuk urusan orang tua kamu, kamu percayakan semua nya sama mas aja ok " ucap Anton.


Tanpa sadar Rekha pun mengangguk seolah Anton akan melihat apa yang Rekha lakukan saat itu.


" ya sudah kamu siap siap ke rumah sakit sana, maaf mas ngga bisa jemput karena mas sedang menyiapkan semuanya " ucap. Anton.


" ya sudah Rekha berangkat kerja dulu ya, dan Rekha doakan semoga mas benar benar memperjuangkan kita " ucap Rekha yang sebenarnya ingin membantu Anton meyakinkan kedua orang tuanya.


Anton pun meletakan handphone nya setelah Rekha memutuskan sambungan telepon nya, jujur Anton kurang begitu yakin akan mudah meyakinkan orang tua Rekha nanti tapi Anton percaya jika niatnya tulus dan cintanya juga tulus dan berharap Tuhan akan mempermudah segalanya.


Sedangkan di kamar Nanda dan Wildan dimana setelah sarapan pagi alam pengantin baru selesai Nanda baru sadar jika dirinya melewatkan kewajibannya sebagai umat pada sang pencipta nya kini sedang merajuk pada Wildan.


" Nanda ngga mau mandi bareng lagi sama hubby " ucap Nanda yang saat ini baru saja menggunakan hijab nya.


" sayang, mandi bersama juga merupakan suatu ibadah apalagi di dalam mandi itu di selingi sesuatu yang indah dan membahagiakan satu sama lain " ucap Wildan mengarang cerita agar Nanda tidak semakin marah.


" hubby janji kalo hubby ajak kamu mandi lagi tidak di saat waktunya solat ok " ucap Wildan yang kini sudah merangkul pinggang Nanda agar tidak terlalu lama marahnya.


Nanda pun hanya bisa mengangguk pasrah toh dirinya pun begitu menikmati apa yang Wildan lakukan pada dirinya yang entah berapa banyak pelepasan yang Nanda dapatkan karena ulah Wildan di pagi hari.


" ayo sarapan, nanti siang akan ada orang yang akan membuat peredam suara di kamar kita biar kamu bisa lebih leluasa berekpresi " ucap Wildan yang ingin Nanda tidak memendam suaranya seperti semalam dan Wildan hanya ingin Nanda bisa bahagia dan menikmati apa yang mereka lakukan bersama dan mereka juga akan bisa segera memiliki anak nantinya.


" apa harus ya By ? Nanti kalo mami tanya apa yang akan mereka lakukan di kamar kita, Nanda harus jawab apa ?" tanya Nanda yang sedikit malu dengan apa yang akan Wildan lakukan pada kamarnya.


" di kamar mami dan papi juga di pasang peredam jadi kamu tenang saja, toh papi sama mami juga pernah muda " ucap Wildan yang masih sempat menempelkan bi birnya pada bi bir Nanda, seolah tak cukup sampai di situ Wildan pun memainkan indra perasa nya yang kini sudah menari nari berperang dengan indra perasa Nanda yang sudah bisa mengimbangi apa yang Wildan lakukan.


" hubby suka " ucap Wildan setelah melepaskan pagutannya di bi bir Nanda sambil menghapus sisa Saliva yang ada di sekitar bi bir Nanda.


" jujur hubby mau lagi tapi kamu pasti sangat lapar dan lelah, jadi kita makan dulu baru setelah itu kita akan memikirkan apa yang akan kita lakukan hari ini "


✍️✍️✍️ kamu harus maklum Nanda, Wildan kan baru buka puasa jadi kamu harus siap jika harus mandi setiap saat🤭🤭 apa Anton bisa meyakinkan orang tua Rekha terutama ayahnya dengan bantuan orang tua Wildan ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘