
Pasangan hidup itu bukan soal dia yang kita cintai atau yang mencintai kita, tapi dia yang bisa menuntun kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa mensupport kita pada kebaikan.
Dan itu juga yang Wildan lihat dari Nanda yang menurut Wildan bisa membawanya menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam hal kebaikan.
" kakak akan usahakan yang terbaik untuk bisa mengambil apa yang memang menjadi hak Bu Natasha " ucap Wildan yang tak ingin semua itu menjadi beban pikiran Nanda kedepannya.
" kakak tidak bisa janji tidak akan dekat dekat dengan mu tapi kakak akan usahakan mengikuti apa yang kamu inginkan " ucap Wildan yang mencoba menghormati keputusan yang Nanda ambil untuk dirinya dan untuk masa depannya.
" terima kasih kakak " ucap Nanda yang bersyukur Wildan bisa memahami maksudnya tanpa harus berdebat atau beradu argumen.
" kakak berangkat " ucap Wildan yang kini benar benar meninggalkan Nanda sedangkan Yuna juga memilih ikut berangkat dengan Wildan agar bisa lebih efisien dan efektif.
" bos, apa bos yakin bisa jauh dari Nanda ?" tanya Yuna yang kini sudah jauh lebih baik dalam mengendalikan perasaannya untuk Wildan bosnya.
" Nanda hanya memintaku jaga jarak buka melarang Ku untuk melihatnya bukan " ucap Wildan santai.
Yuna pun memilih diam karena Yuna sendiri tau bagaimana rasa nya jika cinta itu sedang menggebu di hati, lain halnya dengan Alvaro yang baru saja sampai di depan kantor dimana Wildan memimpin.
" maaf bapak ingin bertemu siapa ?" tanya security yang sedang berjaga di depan lobi kantor.
" saya ada janji dengan pak Wildan dan pak Wildan sendiri yang mengundang saya untuk datang ke kantor nya " ucap Alvaro yang untuk pertama kalinya merasa rendah diri di hadapan orang lain.
" biarkan dia masuk " ucap Anton yang tak sengaja melihat Alvaro yang tertahan oleh security.
" mari pak Alvaro kita tunggu pak Wildan di dalam" ucap Anton yang memang akan datang dulu ke kantor Wildan sebelum 0ergi ke kantor Nanda dimana Anton masih di tunjuk Nanda untuk memegang kendali perusahaan nya saat Nanda fokus pada perceraian nya dengan Alvaro.
Alvaro pun mengikuti langkah Anton yang menuntunnya menuju ruangan Wildan dimana dulu Alvaro sempat berpikir jika Anton lah atas Wildan tapi ternyata sebaliknya.
" apa pak Wildan masih lama ?" tanya Alvaro yang merasa kurang nyaman berhadapan dengan Anton apa lagi Alvaro mengingat apa yang sudah Anton lakukan padanya saat dirinya menyiksa Nanda kala itu.
" pagi Al, pagi Anton " sapa Wildan yang baru saja datang dan masuk ke dalam ruangan nya dimana disana sudah ada Anton dan Alvaro.
" pagi pak Wildan " sapa alvaro yang baru benar benar sadar jika Wildan bukan lag orang sembarangan jadi sangat wajar bila Wildan bisa melakukan apapun apalagi jika hanya membalik keadaan seperti saat Nanda terusir dari rumahnya sendiri.
" bagaimana ? Apa anda sudah yakin jika anda akan menerima tawaran saya untuk bekerja di perusahaan ini ? " tanya Wildan yang tak ingin membuang waktu.
" iya, saya menerima tawaran anda untuk bisa bergabung di perusahaan anda " ucap Alvaro berharap Wildan bisa memberikan kepercayaan padanya untuk mau menerima nya tidak hanya tawaran fiktif di hadapan Nanda.
" Anton, mulai hari ini kamu akan tetap menjadi pembimbing dan pengawas Nanda dalam mengelola perusahaan nya " ucap Wildan yang memang sudah memikirkan semuanya sejak dalam perjalanan.
" lalu yang membantu mu siapa di sini ?" tanya Anton yang sebenarnya bisa menebak jika Alvaro lah yang akan menggantikan posisinya di perusahaan Wildan.
" Yuna yang akan menjadi pengganti mu di sini dan posisi Yuna akan di pegang oleh Alvaro " ucap Wildan yang langsung dapat di pahami oleh Anton jika bukan hanya ingin memberikan pekerjaan untuk Alvaro tapi Wildan juga ingin menjaga agar Alvaro tidak akan pernah mengusik Nanda lagi kedepannya jika dalam pengawasan Yuna.
" baiklah jika seperti itu, aku pergi ke kantor Nanda dulu karena Nanda sudah memberitahu jika dirinya sudah dalam perjalanan menuju kantor " ucap Anton berbohong.
" apa ? Kenapa tadi Nanda ngga bilang kalo mau pergi ke kantor hari ini ?" tanya Wildan yang merasa hilang kesempatan untuk bisa berada lebih dekat dengan Nanda.
" Yuna ? apa Nanda bilang jika akan pergi ke kantornya hari ini ?" tanya Wildan.
" Anton hanya berbohong bos, Nanda tidak ke kantor hari ini " ucap Yuna sambil menendang kaki Anton dan hal itu terlihat jelas di mata Alvaro.
" Anton hanya bercanda " ucap Wildan membela Yuna apalagi saat melihat wajah Alvaro yang terlihat pucat.
" Yuna hanya akan meluruskan yang bengkok dan jika yang bengkok masih saja enggan lurus biasanya Yuna akan mematahkannya langsung dari pada yang bengkok itu menjadi barang yang tak berguna " ucap Wildan sengaja menakuti Alvaro.
" bohong, aku hanya akan menghajar orang yang salah " ucap Yuna yang mengerti jika maksud Wildan dan Anton hanya ingin Alvaro tidak memandang rendah pada dirinya.
" permisi pak saya akan langsung bekerja hari ini " ucap Alvaro yang tak ingin membuang waktu untuk bisa segera menghasilkan uang demi kehidupan nya dan sang mommy menjadi lebih baik lagi.
" ya, dan saya harap anda bisa benar benar serius bekerja " ucap Wildan.
Setelah kepergian anak buahnya dan juga Alvaro, Wildan pun mulai mengerjakan tugasnya yang sempat di ambil alih oleh asisten nya yang lain saat Wildan mendamping Nanda kemarin, Wildan pun teringat akan janjinya pada Nanda yang akan membantu mengambil alih rumah Bu Natasha dan mengembalikannya pada yang seharusnya.
" halo " sapa Wildan pada salah satu pengacara perusahaan untuk meminta pandangan nya atas kasus pak Alexander dan juga Bu Natasha, dan setelah berbicara lebih dari setengah jam lamanya Wildan pun kini sudah memiliki solusi untuk membantu Bu Natasha memiliki rumahnya kembali.
" baik pak Dika terima kasih atas waktu dan penjelasan nya " ucap Wildan yang sudah mendapat solusi untuk membantu Bu Natasha dalam mengambil alih semua yang memang menjadi hak nya.
Nanda baru saja sampai di supermarket yang tak jauh dari apartemen tempat tinggalnya karena Nanda merasa bosan di apartemen saat dirinya masih cuti bekerja.
" memang obat bagi wanita untuk menghilangkan kejenuhan ya hanya dengan berbelanja " ucap Nanda yang sedang melihat bahan makanan apa yang ingin iya beli.
" kamu benar, wanita akan sangat senang berbelanja tapi sayang para suami malah enggan menemani istrinya untuk berbelanja dengan berbagai alasan "
" ibu benar " ucap Nanda yang langsung akrab dengan wanita paruh baya yang terlihat keibuan dan mengayomi wanita yang usianya jauh lebih muda.
" kenalkan nama saya Bu restu " ucap ibu paruh baya itu mengenalkan diri pada Nanda yang langsung di sambut dengan hangat oleh Nanda yang menyambut uluran tangan Bu restu.
" Nanda " ucap Nanda singkat.
" nak nanda sudah menikah ? Tanya Bu restu tanpa Tedeng Aling Aling.
" uhhukkk uhhukk " Nanda yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Bu restu hanya bisa menunduk karena merasa malu dengan status nya saat ini.
" maaf jika pertanyaan ibu kurang sopan, tapi ibu memang sedang ingin menantu untuk putra ibu yang masih senang melajang " ucap Bu Restu yang memang orang yang hamble dalam bergaul.
" nanti juga putra ibu akan membawa jodohnya sendiri jika memang sudah waktunya " ucap Nanda yang tak ingin Bu mematahkan semangat Bu Restu yang ingin memiliki menantu.
" kamu benar, dan ibu harap kamu yang akan menjadi menantu ibu "
✍️✍️✍️ wih... siapa tuh yang di temui Nanda di supermarket ? Apa mungkin ibunya Wildan ? Ataukah hanya seseorang yang kebetulan sedang mencari menantu idaman ?? tapi masa iya nyarinya di supermarket Bu 🤭🤭
sebenarnya apa niat Wildan menjadikan Alvaro bawahan Yuna ? Dan bagaimana hari hari Wildan yang di larang untuk menemui Nanda selama masa Iddah nya ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘