
Pak Wijaya tidak menjawab apa yang di tanyakan Wildan putranya dan memilih pulang karena hari semakin malam dan pastinya istri tercintanya juga sedang menunggunya di rumah pastinya dengan keadaan yang sangat cemas.
" Nanda dan bunda mu pasti sedang menunggu kita " ucap pak Wijaya yang paham dengan rasa penasaran putranya.
" Anton ajak teman mu untuk istirahat di rumah " ucap pak Wijaya saat melihat Anton yang langsung memeluk seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam mobil Wildan.
" biar Yuna ikut saya saja pak " ucap Alvaro yang ingin membawa Yuna pulang ke rumahnya yang dulu sempat di tinggali Camelia.
" bagaimana Yuna ? Apa kamu mau ?" tanya pak Wijaya yang tidak langsung menyetujui permintaan Alvaro.
Yuna pun melihat sekilas ke arah Wildan dan juga Anton dan tak lama Yuna pun mengangguk setelah mendapat izin dari Anton dan juga Wildan.
" Yuna ikut Alvaro aja om " ucap Yuna yang mana membuat pak Wijaya merasa lega karena kini Yuna sudah mau membuka hatinya untuk laki laki.
" saya titip Yuna, dan jika kamu berbuat macam macam kamu akan berhadapan dengan saya " ucap pak Wijaya yang sudah menganggap Yuna seperti putrinya sendiri.
" baik om " jawab Alvaro.
Anton kini sudah mengemudikan mobil Wildan bersama dengan pak Wijaya Wildan dan juga Rekha, sedangkan Yuna menaiki mobil yang tadi Alvaro bawa untuk menuju ke rumah nya masing masing.
Tin tin
Nanda yang mendengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumah Wildan pun langsung berlari menuju pintu utama berharap jika Wildan yang pulang bersama dengan semuanya.
" kak " Nanda merasa sangat bersyukur saat melihat Wildan yang pulang dalam keadaan baik baik saja begitupun Anton dan Rekha, meski sebenarnya wajah Wildan dan Anton di penuhi lebam tapi bagi Nanda bisa melihat Wildan pulang dalam keadaan sehat merupakan suatu kebanggaan bagi Nanda.
" sayang, kenapa belum tidur !" tanya Wildan yang malah menanyakan hal itu pada Nanda.
" Nanda tidak bisa tidur malah menyuruh bunda tidur " ucap Bu Restu yang langsung memeluk suaminya.
" benarkah ?" tanya Wildan yang hanya berjarak beberapa langkah dari Nanda.
" Nanda khawatir sama kakak" ucap Nanda malu karena bagaimanapun tak pantas baginya menunjukan rasa sukanya pada Wildan karena status nya yang masih masa Iddah.
" kak Anton sama mba Rekha tidak apa apa ? Tanya Nanda saat melihat Anton sedang di papah oleh Rekha.
" kakak ngga papa, hanya luka ringan nanti juga di obati Rekha pasti sembuh " ucap Anton yang tau jika Nanda juga mengkhawatirkan keselamatan nya dan hal itu tentu saja membuat Nanda merasa lega.
" Yuna mana ?" tanya Nanda mengalihkan perhatian Wildan yang masih menatapnya.
" Yuna di ajak Alvaro untuk istirahat di rumah nya" ucap pak Wijaya sambil merangkul pinggang Bu Restu untuk memasuki rumah nya.
" Nanda masuk biarkan Wildan di luar jika dia tidak mau masuk dan istirahat " ucap Bu Restu yang berhasil menyadarkan Wildan dari perhatiannya menatap Nanda.
" yah " Wildan memanggil ayahnya yang baru saja mau masuk ke dalam kamarnya.
" kita bicara besok, ayah sudah sangat lelah " ucap pak Wijaya yang tau apa yang akan di tanyakan putranya.
" pak Wijaya benar lebih baik kakak istirahat " ucap Nanda.
" apa kamu bisa menyiapkan kakak makan ? Kakak lapar " ucap Wildan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Nanda.
" apa kakak lapar, Nanda siapkan dulu makannya ya " ucap Nanda yang berjalan menuju ruang makan untuk menyiapkan makan malam menjelang pagi.
Wildan pun mengikuti Nanda berharap bisa merasakan hal itu nanti saat dirinya bersanding dengan Nanda tiga bulan lagi.
" tapi kak Nanda tidak makan semalam ini " ucap Nanda yang memang tak terbiasa makan di jam selarut ini.
" baiklah tapi kamu temani kakak makan ya" ucap Wildan yang memang hanya menjadikan makan malam sebagai alasan untuknya bisa bersama dengan Nanda.
Nanda yang mulai mengerti apa yang sebenarnya di inginkan Wildan dari nya pun kini mulai menyiapkan makan malam untuk Wildan dimulai dari menyendokan nasi beserta lauk pauknya.
Wildan pun makan dengan lahap meski rasa makanan nya sama tapi saat di temani oleh orang yang spesial di hati membuat rasa makanan begitu istimewa.
" terima kasih, semoga kita bisa merasakan hal ini lagi saat status kita sudah halal " ucap Wildan penuh harap.
" semoga "
" dan semoga saja tidak ada ulat bulu yang hinggap yang akan merusak rencana yang kita harapkan " ucap Nanda saat mengingat janji Wildan yang akan menjelaskan tentang dia yang masih belum Nanda ketahui siapa dia yang di maksud Nanda.
" maksud kamu Andini ?" tanya Wildan yang kini mengingat apa yang pernah iya ucapkan pada Nanda kemarin malam.
" mungkin, tapi Nanda tak ingin membahasnya malam ini karena tak baik jika terus berbincang seperti ini bahkan saat ini sudah menjelang dini hari " ucap Nanda yang kini sudah beranjak dari duduknya dan mulai merapihkan sisa makanan dan juga bekas piring yang barusaja Wildan gunakan.
" ya sudah istirahat, mimpiin kakak ya " ucap Wildan yang hanya ingin sedikit menggoda Nanda.
Nanda pun memilih meninggalkan Wildan yang saat ini sedang mengikutiny dari belakang meski pun tujuan mereka berbeda dimana Nanda memilih tinggal di kamar tamu sedangkan Wildan tetap di kamarnya sendiri.
Dan mungkin karena rasa lelah yang sudah mulai menyerang tubuhnya membuat Wildan sangat mudah terlelap begitu pun dengan Nanda yang juga bisa tidur dengan tenang.
" nan, Nanda bangun sudah pagi " ucap Rekha dimana Rekha yang baru saja selesai mandi langsung membangunkan Nanda yang masih tertidur.
" sudah pagi ya " tanya Nanda saat matanya masih terasa berat.
" iya, ayo bangun ngga enak sama bu Restu jika kita bangun siang " ucap Rekha yang masih memikirkan hal seperti itu bahkan disaat dirinya dan Rekha baru saja terlelap saat menjelang pagi.
" mba benar " ucap Nanda yang langsung bangun dan membersihkan diri dulu baru setelah itu mereka berdua pun keluar dari kamar tamu yang semalam mereka tempati.
Nanda dan Rekha yang terlahir dari keluarga mandiri dan terbiasa menyiapkan semuanya sendiri pun langsung membantu asisten di rumah Wildan untuk menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga mereka.
" loh Nanda !! Rekha ? Sedang apa kalian ? ' tanya Bu Restu yang langsung menegur Nanda dan rekha yang malah kini asik membuat sarapan untuk seluruh anggota keluarga nya.
" bunda sudah bangun !!"
" kami hanya ingin membuat sarapan rumahan yang biasa kami makan dan semoga bunda sama yang lainnya suka " ucap Nanda.
Ting tong
" siapa ?" tanya Bu Restu yang kini sudah berjalan ke arah pintu urama.
" KAMU ?? UNTUK APA KAMU DATANG KE SINI ?
✍️✍️✍️ nah siapa lagi yangkini akan membuat ulah ? Dan apakah ini ada hubungannya dengan Wildan dan juga Nanda ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘