Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Harga diri vs kebutuhan hidup


Alvaro pun membuktikan apa yang diucapkannya pada Nanda dengan tidak banyak membuat drama saat persidangan dan bahkan Alvaro tidak membantah setiap bukti yang nanda tunjukan saat di persidangan terlebih dengan perselingkuhan nya dengan Clarisa yang Alvaro sendiri bingung Nanda dapat semua itu dari mana.


" mungkin kalimat ini terdengar jahat di telinga kamu, tapi kakak tetap ingin mengatakan selamat atas perceraian kamu dengan Alvaro dan selamat menjalan kan masa Iddah yang pasti akan sangat kakak tunggu waktu habis masa Iddah kamu " ucap Wildan yang tak bisa menutupi rasa bahagia nya setelah hakim mengetuk palu dalam sidang perceraian antara Nanda dan Alvaro.


" memang kenapa kakak menunggu masa Iddah Nanda ?" tanya Nanda yang malah mendapat bisikan maut di telinganya meski masih terhalang hijabnya.


" kakak akan langsung menikahi kamu dan kita akan memiliki banyak anak setelah kita menikah nanti " ucap Wildan yang tentu saja berhasil membuat pipi Nanda bersemu merah karena nya.


" apa kakak yakin akan menikah dengan Nanda ? Dan bagaimana dengan kedua orang tua kakak " ucap Nanda yang merasa rendah diri dengan status yang kini Nanda sandang.


" sangat yakin dan kakak bisa pastikan jika orang tua kakak tidak akan keberatan dengan status yang kamu miliki " ucap Wildan penuh keyakinan.


" ayo kita pulang " ajak Wildan yang mana saat ini mereka masih ada di lingkungan pengadilan agama.


" Nanda tunggu " ucap Alvaro yang sengaja tidak masuk ke ruang sidang saat pembacaan putusan sidang perceraian nya.


" mas ??" Nanda tidak menyangka jika Alvaro datang hari ini.


" mas baru sampai ?" tanya Nanda, Alvaro pun hanya menganggukkan kepalanya meski dirinya harus berbohong pada Nanda karena sebenarnya Alvaro datang sejak tadi pagi bahkan Alvaro tak sengaja mendengar setiap kalimat yang Wildan ucapkan pada Nanda tadi.


" selamat ya " ucap Alvaro yang kini sudah terlihat lebih tulus mengatakan hal itu pada Nanda.


" sekarang saatnya kamu merengkuh Bahagia yang tak bisa mas berikan padamu " ucap Alvaro yang sadar jika dirinya tak bisa memberikan kebahagiaan pada Nanda selama pernikahan mereka.


" mas akan selalu mendoakan agar kamu bisa bahagia dengan siapapun laki laki yang kamu rasa pas untuk menjadi pendamping mu " ucap Alvaro berkata jujur.


" terima kasih, Nanda harap mas kelak mendapat pasangan yang akan bisa mengerti dan bisa mengendalikan mas agar mas tidak sampai melakukan kesalahan yang sama dua kali " ucap Nanda.


" saya titip Nanda karena saya yakin jika anda sangat menyukai Nanda " ucap Alvaro pada Wildan yang masih setia di samping Nanda.


" kamu tenang saja, saya akan menjaga dan melindungi Nanda dengan segenap hati saya " ucap Wildan penuh keyakinan.


" oh iya sekarang anda bekerja dimana ?" tanya Wildan yang sebenarnya tau jika Alvaro tidak memiliki pekerjaan.


" tanpa saya jelaskan pun saya yakin jika anda tau jika saya tidak bekerja dimana pun " ucap Alvaro sambil melihat ke arah Wildan.


" datanglah ke kantor ku besok dan temui aku nanti " ucap Wildan yang memilih memberikan pekerjaan di Perusahaan nya dari pada memasukan kembali Alvaro di perusahaan Nanda dan Alvaro nanti bisa di awasi oleh Yuna yang hingga saat ini masih iya tempatkan di kantor pusat sambil membantu asisten Wildan menghandle semuanya selama Wildan sibuk mendampingi Nanda dalam persidangan.


" apa anda tidak takut jika saya berbuat Salah atau mungkin berbuat curang di perusahaan anda ?" tanya Alvaro yang bingung dengan kebaikan yang Wildan tunjukan padanya.


" itu terserah padamu "


" tapi aku yakin manusia yang berpikir adalah manusia yang tidak akan melakukan kesalahan dua kali dan jika sampai itu terjadi maka dia akan tau sendiri akibatnya " ucap Wildan dengan tatapan yang sangat serius dan Alvaro kini yakin jika Wildan sangat sungguh sungguh dengan tawarannya dan Wildan pun sangat serius dengan ancaman nya.


" akan aku pikirkan dulu " ucap Alvaro yang tak ingin memiliki hutang Budi pada Wildan dengan memberikannya pekerjaan di saat semua orang menolak dirinya.


Alvaro pun memilih pergi lebih dulu karena mommynya yang tidak ikut menemani nya ke persidangan terakhirnya karena kondisi Bu Natasha yang tiba tiba saja menurun.


Ya saat ini Alvaro hanya tinggal berdua dengan Bu Natasha sedangkan Clarisa memilih untuk tinggal bersama kakaknya di rumah besar Alvaro yang masih di kuasai oleh Camelia, sedangkan pak Alexander masih mendekam dalam jeruji besi karena mempertanggungjawabkan semua yang sudah iya lakukan meski sudah tuntutan masih belum di laksanakan.


" mom " Alvaro baru saja tiba di rumah yang iya kontrak berbekal perhiasan Bu Natasha yang harus mereka lepas demi menyambung hidup mereka.


" kamu sudah pulang Al ?" tanya Bu Natasha dengan suara yang sangat lemah.


" ya mom, ayo kita makan dulu abis itu mommy minum obat agar mommy bisa sehat lagi " ucap Alvaro yang mencoba untuk kuat menghadapi ujian yang menurut Alvaro terasa sangat berat.


Bu Natasha pun melihat makanan yang Alvaro beli yang ternyata hanya satu bungkus saja dan hal itu membuat Bu Natasha sangat sedih dan kembali menyesali apa yang sudah iya lakukan dulu pada Nanda dan kini semuanya berbalik padanya dan Alvaro bahkan kini keadaan mereka jauh lebih parah.


" kita makan sama sama ya " ucap Bu Natasha mencoba menahan air mata yang ingin keluar dari kelopak mata nya.


" baiklah " ucap Alvaro yang tak tega menolak ibunya.


" oh ya mom, tadi Al di tawari pekerjaan oleh Wildan laki laki yang selama ini menemani Nanda selama proses perceraian " ucap Alvaro yang tak ingin mengambil keputusan tanpa izin dari ibunya.


" lalu menurut kamu apa kamu akan mengambil pekerjaan itu ?" tanya Bu Natasha yang tau jika Alvaro mengambil kesempatan itu maka Alvaro akan kehilangan harga dirinya tapi jika tidak di ambil entah kapan ada kesempatan lagi yang datang pada mereka.


" entah lah mom, Al sendiri belum tau apa akan mengambil kesempatan itu atau tidak " ucap Alvaro karena kini yang tersisa baginya hanyalah harga diri.


" mommy tidak akan memaksa kamu, karena mommy yakin kamu tau apa yang harus dan tidak di lakukan untuk masa depan kita " ucap Bu Natasha yang memang tak ingin membebani Alvaro.


Nanda dan Wildan pun baru saja sampai di apartemen Nanda dan seperti biasa Wildan hanya akan mengantar hingga depan pintu apartemen jika hanya ada Nanda saja di apartemen nya.


" kamu hati hatinya " ucap Wildan yang sebenarnya ingin sekali menemani Nanda dan menghabiskan waktu lebih lama dengan Nanda wanita yang sangat iya cintai meski Wildan sendiri tidak tau apa Nanda mencintainya atau tidak.


" iya, oh ya kak " Nanda yang sedari tadi memikirkan apa yang tadi Wildan tawarkan pada Alvaro kini sudah tak bisa membendung rasa penasarannya nya dengan niat Wildan yang akan memberi pekerjaan pada Alvaro.


" apa kakak yakin akan mempekerjakan mas Alvaro di perusahaan kakak nanti jika mas Alvaro menerima tawaran kakak ?"


" atau ada niat tertentu yang sedang kakak rencanakan untuk mas Alvaro ? "


✍️✍️✍️ mungkin hanya sebagian orang yang akan melakukan apa yang Wildan lakukan pada mantan rivalnya, tapi sejatinya di dunia ini masih banyak orang baik yang akan dengan mudah memaafkan orang lain.


" apa Alvaro akan merendahkan harga dirinya dengan menerima tawaran yang di berikan Wildan ? Atau Alvaro akan tetap berpegang pada harga dirinya ??🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘