
Akhirnya Nanda dan Wildan baru saja sampai di apartemen Nanda dan seperti ucapannya tadi jika Yuna tidak akan pulang dulu demi memberi ruang untuk Wildan agar bisa menjelaskan semuanya pada Nanda.
" kakak mau minum apa ? Biar Nanda siapkan Karen ananda ingin membersihkan diri dulu " ucap Nanda yang sudah merasa kurang nyaman dengan pakaian yang iya gunakan.
" biar kakak yang buat sendiri kamu buatlah dirimu nyaman dulu biar kakak enak menjelaskan semuanya nanti " ucap Wildan.
Nanda pun memilih masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa Nanda pun mengunci pintu kamar saat mengingat apa yang pernah terjadi antara dirinya dan Wildan saat dirinya lupa tak mengunci pintu kamar nya.
Sama halnya dengan pak Damian yang baru saja pulang dari mall dan kini dirinya baru sampai di rumahnya atau mungkin lebih tepatnya rumah Bu Diandra.
" mih.. " sapa pak Diandra sambil mencium kening istrinya yang sudah berkali kali iya khianati tapi tetap selalu memberinya kata maaf saat pak Damian berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
" hemmm " jawab Bu Diandra singkat yang bahkan menolak kecupan dari pak Damian di keningnya.
Pak Damian tau jika saat ini istrinya sedang marah hingga Bu Diandra pun menolak kecupan dari nya, tapi pak damian tak habis akal iya pun menarik tangan istri nya lumayan kencang hingga akhirnya Bu Diandra pun menabrak dada pak Damian.
" papi minta maaf jika apa yang papi lakukan di belakang kamu sangat melukai kamu "ucap pak Damian yang masih memeluk istrinya begitu erat agar Bu Diandra tidak bisa berontak dan mau memaafkan dirinya.
" tapi kali ini papi begitu keterlaluan dan mami ngga bisa mentolerir apa yang sudah papa lakukan kali ini " ucap Bu Diandra yang tak ingin membalas pelukan suaminya.
" jika sampai masyarakat tau apa yang sudah terjadi antara papi dan banyak wanita di luaran sana maka karir yang sudah susah payah mami bangun akan hancur dalam hitungan detik " ucap Bu Diandra yang sudah berhasil melepaskan pelukan suaminya dari tubuhnya.
" tapi mami tidak harus mencabut semua fasilitas yang papi gunakan selama ini " ucap pak Damian yang tak terima dengan apa yang istrinya lakukan pada dirinya.
" benarkah mami tidak berhak mencabut semua fasilitas yang papi gunakan selama ini ?" tanya Bu Diandra yang kini sudah duduk sambil menyilangkan tangannya di dada dengan kaki yang sengaja Bu Diandra tumpangkan di kakinya yang lain.
" karena papi ikut andil mengembangkan perusahaan kamu dan asal kamu tau jika bukan papi yang sudah bekerja keras mengembangkan perusahaan maka sudah dari dulu perusahaan keluarga mu akan hancur " ucap pak Damian yang merasa memiliki hak atas harta istrinya.
" apa papi tidak sadar apa saja yang sudah papi berikan untuk semua wanita wanita yang papi dekati selama ini " tanya Bu Diandra sambil melempar sebuah map biru yang ternyata di dalam nya pengeluaran pak damian selama lima tahun terakhir yang tanpa sepengetahuan pak Damian jika Bu Diandra selalu mengawasi suaminya.
" apa ini ?" tanya pak Damian sambil membuka lembar per lembar kertas dalam map tersebut dan terkadang pak Damian menatap sekilas ke arah istrinya ya g terlihat biasa saja.
" apa menutup papi itu tidak cukup untuk membayar apa yang sudah papi lakukan untuk perusahaan. Keluarga ku selama ini !" tanya Bu Diandra yang benar benar bisa bersikap tenang seolah tidak ada rasa sakit di hatinya saat sudah di khianati oleh suaminya berkali kali.
" dan mulai saat ini mami mau kita berpisah mami dengan hidup mami dan papi dengan kehidupan yang papi pilih " ucap Bu Diandra yang sudah pada titik lelahnya menghadapi sifat suaminya yang tak pernah belajar dari pengalaman meski sudah berkali kali juga Bu Diandra memaafkan dirinya.
" baiklah jika seperti itu tapi papi mau meminta bagian harta hono gini dari semua aset yang kamu punya karena bagaimanapun papi lah yang sudah mengembangkan semuanya " ucap pak Damian tidak tau malu.
" apa papi yakin akan meminta apa yang papi katakan tadi ?" tanya Bu Diandra yang sebenarnya tidak masalah membagi harta miliki ya untuk laki laki yang sudah menemaninya lebih dari dua puluh tahun.
" baiklah tapi sebelum itu mami akan melaporkan papi dan juga dua wanita itu atas pasal tentang perzinahan dan juga penggelapan aset " ucap Bu Diandra yang hanya ingin memberikan efek jera untuk suaminya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.
" apa kamu punya bukti atas perzinahan yang papi lakukan ?" tanya pak Damian karena yakin jika istrinya hanya menggertak saja bahkan anak buahnya pun selama ini selalu mengawasi setiap gerak gerik yang dia lakukan.
" jangan tanya dari mana mami tau, yang pasti mami memiliki bukti yang sangat cukup untuk bisa menjebloskan papi dan dua wanita itu dalam penjara jika mami mau " ucap Bu Diandra yang kini sudah bangkit meninggalkan pak Damian yang tak percaya dengan apa yang di ucapkan istrinya yang bahkan selama ini selalu diam atas semua ulah yang iya lakukan.
Yuna yang tak tau akan pergi kemana akhirnya terdampar di halte depan kantor tapi sepertinya doa Nanda terkabul dimana Alvaro yang kebetulan melewati jalur yang sama mengenali Yuna yang saat ini sedang duduk melihat orang orang yang sedang berlalu lalang di hadapan nya.
" Butuh tumpangan ?" tanya Alvaro saat sudah membuka kaca pintu mobilnya, yang tentu saja membuat Yuna terperanjat kaget saat ada seseorang yang memanggilnya.
" Al, sedang apa kamu disini ?" tanya Yuna sambil berjalan mendekat ke arah mobil Alvaro.
" aku memang selalu lewat sini setiap hari " ucap Alvaro.
" ayo ikut, mommy pasti sangat senang jika tau kamu ikut pulang dengan ku " ucap Alvaro yang sudah benar benar berubah bahkan meski berkali kali clarisa mencoba menghubunginya Alvaro tak pernah menanggapi Clarisa lagi sekalipun Clarisa datang ke rumah nya Alvaro tidak pernah menanggapi Clarisa.
" tapi aku tak enak Al, baru semalam aku menginap di sana " ucap Yuna seperti yang iya katakan pada Nanda tadi siang.
" memang kenapa ? Apa akan ada yang marah jika kita dekat ?"
" atau mungkin kamu sudah memiliki kekasih ?" tanya Alvaro.
" masuk lah Yun, tak baik jika kita berbicara seperti ini di sini " ucap Alvaro saat melihat tatapan orang sekitar pada Yuna.
Yuna pun menatap sekeliling dan Kat ingin di pandang buruk Yuna pun memilih masuk ke dalam mobil Alvaro dan tak butuh waktu lama Alvaro pun sudah meninggalkan halte bus tempat Yuna tadi duduk.
" kamu belum menjawab pertanyaan ku Yun ? Apa kamu sudah memiliki kekasih ? Atau kamu merasa jika aku tidak pantas dekat dengan mu ?
✍️✍️✍️ apa Yuna bisa benar benar merubah Alvaro menjadi laki laki baik ? dan bagaimana dengan Nanda apa Wildan berhasil meyakinkan Nanda jika dirinya tidak seperti laki laki kebanyakan hanya hanya akan berjuang sebelum mendapatkan dan akan menyia nyiakan setelah mendapatkan 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘