Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Mulai bergerak


Mungkin karena merasa Nanda masih membutuhkannya membuat Rekha mau mengikuti permintaan Anton laki laki yang baru saja iya tolong saat di temukan tak sadarkan diri di lorong apartemen.


" baiklah Bu dokter di samping kamar Nanda ada kamar tamu satu lagi bisa anda tempati dan kami titip Nanda karena saya dan Anton ada utusan di lantai atas " ucap Wildan yang langsung menarik tangan Anton agar bisa mengikutinya untuk mulai melacak dimana Alvaro sekarang.


" baik pak, terima kasih " ucap Rekha sebelum Wildan dan Anton semakin menjauh dari mereka.


Rekha pun melangkah menuju kamar yang tadi di tunjuk Wildan untuk nya tempati tapi sebelum masuk ke dalam kamar Rekha terlebih dahulu melihat kondisi Nanda agar tidak terjadi hal yang buruk.


" ah syukurlah dia masih tertidur " ucap Rekha yang langsung menutup pintu kamar Nanda saat melihat Nanda masih tertidur karena pengaruh obat yang iya berikan demi membuat Nanda lebih tenang.


Rekha pun akhirnya memilih beristirahat di kamar yang sudah di sediakan oleh pemilik rumah untuk dirinya tempati malam ini karena hari memang mulai menjelang malam.


Sedangkan Wildan langsung menuju ke ruangan kerjanya yang ada di rumahnya di ikuti oleh Anton yang masih setia padanya selama lebih dari sepuluh tahun atau lebih tepatnya semenjak Wildan diamanatkan memegang perusahaan keluarga nya.


" keluarkan semua kemampuan mu agar kita bisa menemukan baji Ngan itu di manapun dia bersembunyi " ucap Wildan yang kini sudah duduk di sofa yang ada di ruang kerja, sedangkan Anton langsung mengerjakan semua yang di perintahkan Wildan bukan karena semata mata tugas dari Wildan tapi juga karena Anton ingin membalas setiap rasa sakit yang Nanda rasakan saat ini.


Hampir dua jam Anton meretas setiap cctv dan juga saluran telepon yang di gunakan Alvaro Clarisa dan kedua orang tua Alvaro bahkan cctv rumah Alvaro pun tak luput dari tangan kreatif Anton yang dengan sangat mudah meretas setiap data bahkan file yang tersembunyi yang seolah di simpan rapih oleh pak Alexander ayah dari Alvaro.


" ternyata memang keluarga mereka keluarga nya sangat bobrok dimana bukan hanya anaknya saja yang baji ngan tapi ayahnya pun sama baji ngan nya dengan anaknya " ucap Anton setelah mendapatkan kartu as yang bisa iya gunakan kelak untuk menghancurkan Alvaro dan keluarga nya hingga ke dasar jurang paling dalam.


" memang apa yang kamu dapat dari keluarga baji Ngan itu ?" tanya Wildan yang kini sudah berdiri di samping Anton yang masih menyimpan file ke dalam folder khusus dimana setiap barang bukti yang ada sangkut pautnya dengan Nanda ada semua dalam satu folder.


" lihat lah " ucap Anton yang memperlihatkan beberapa file video yang iya dapat pada Wildan dimana kini Wildan tersenyum penuh misteri yang hanya bisa di mengerti oleh anton.


" simpan dulu, saat ini yang harus kita fokuskan adalah mencari keberadaan Alvaro " ucap Wildan mengingatkan Anton tujuan awal mereka berada di kantor saat ini.


" aku tau " ucap Anton yang kembali memfokuskan matanya pada layar laptop yang ada di hadapannya tapi tak lama senyum Anton mengembang dimana saat ini Clarisa sedang menggunakan panggilan di handphone seluler nya.


" lihat, akhirnya yang kita cari sudah muncul dari persembunyiannya " ucap Anton yang berhasil membuat Wildan melihat ke arah layar laptop Anton.


" dimana itu ?" tanya Wildan tak sabar.


" seperti nya ini berada di pinggiran kota " ucap Anton yang kini sedang mengecek data pasti dimana letak Clarisa melakukan panggilan telepon nya saat ini.


" DAPAT " teriak Anton yang langsung di sambut senyum yang cukup mengerikan di wajah Wildan.


" kita bergerak sekarang " ucap Wildan yang langsung meninggalkan Anton yang saat ini sedang mengemasi laptop nya dan mengambil kunci mobil yang akan mereka gunakan saat ini.


" Wil jangan lupa pamit pada Nanda agar dia tidak mencari mu " ucap Anton yang yang berhasil mengejar Wildan.


" hemm, dan kamu juga akan pamit pada dokter itu bukan ?" tanya Wildan yang ternyata tepat sasaran karena berhasil membuat Anton salah tingkah.


" eh.. Maaf maaf " ucap Wildan yang malah kembali keluar dengan pipi yang merona merah yang tak sengaja melihat tubuh Nanda yang masih menggunakan handuk karena Nanda baru saja membersikan diri.


" kenapa lu ?" tanya Anton yang sebenar yanya bisa menebak apa yang di lihat Wildan tadi, tapi Wildan tetap bergeming dengan pipi yang masih bersemu merah.


" makanya kalo mau masuk kamar wanita itu ketuk pintu dulu jangan asal masuk aja " ucap Anton yang kini sedang mengetuk pintu kamar tamu yang di tempati oleh dokter Rekha.


" ya tunggu " ucap dokter Rekha yang tak butuh waktu lama sudah membuka pintu kamarnya.


" dok saya dan pak Wildan akan pergi keluar , ada pekerjaan yang harus kami kerjakan saat ini " ucap Anton sambil melihat Wildan yang hanya menatap pada pintu kamar Nanda tanpa berani mengetuk pintu tersebut.


" pak Wildan kenapa ?" tanya Rekha yang merasa aneh dengan apa yang di lakukan Wildan di depan pintu kamar Nanda.


" pak Wildan abis melihat penampakan " bisik Anton yang masih terdengar oleh Wildan.


" awas Lo " ucap Wildan yang malah berusaha menendang Anton yang malah bersembunyi di belakang dokter Rekha.


ceklek


Pintu kamar tamu yang Nanda tempati kini baru saja terbuka dan tak lama Nanda pun keluar dari sana menggunakan gamis yang ada di kamar nya yang tempati Anton siapkan beberapa hari yang lalu saat pertama kali dirinya menginap di rumah Wildan.


" saya akan pergi dulu, kamu di rumah bersama dokter Rekha " ucap Wildan yang tak berani menatap wajah Nanda, sama halnya dengan Nanda yang tak berani menatap ke arah Wildan.


" ingat jangan pernah keluar dari rumah ini atau aku akan benar benar mengikatmu agar kamu tak akan pernah jauh dari pengawasanku lagi " ucap Wildan yang kini harus mengangkat wajahnya saat mengatakan semua itu agar Nanda benar benar mematuhi apa yang iya katakan agar tak ada lagi kejadian mengerikan yang menimpa Nanda.


" iya " ucap Nanda patuh karena kini iya menyadari jika apa yang Wildan katakan ada baiknya juga untuk dirinya.


" dok saya titip Nanda, tolong jaga dia untuk saya" ucap Anton yang lagi lagi mendapat pukulan di kepalanya dari Wildan karena dirinya kalah cepat mengatakan itu dari Anton.


" kami pamit " ucap Wildan yang kini sudah berjalan meninggalkan Nanda dan Rekha yang merasa lucu dengan tingkah dua laki laki yang menurut Rekha tidak muda lagi.


" hati hati ...


✍️✍️✍️ waduh Wildan liat apaan sampe membuat pipinya dan tingkahnya jadi malu malu gitu🤔🤔 apa Wildan dan Anton bisa menemukan Anton dengan mudah ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘