Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Di ikuti


Anton yang baru saja sampai di apartemen nya setelah mengantarkan Rekha ke rumah sakit langsung menghubungi Nanda karena Anton tau jika Nanda sedang membutuhkannya.


" halo nan, kakak sudah di apartemen " ucap Anton yang juga sudah memberi tau pada Wildan jika Nanda ingin berbicara penting padanya.


" halo kak, Nanda ingin semua bukti kejahatan pak Alexander dan Alvaro di kumpulkan dan tolong kirim file nya pada Nanda " ucap Nanda tanpa basa basi.


Anton terdiam sejenak karena mendengar permintaan Nanda yang terdengar sangat serius.


" apa kamu sedang ada masalah ?" tanya Anton yang merasa jika Nanda sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


" tidak kak, Nanda baik baik saja " ucap Nanda apa adanya.


" tapi hati Nanda yang saat ini tidak baik baik saja"


" Nanda tidak mau menunda lebih lama lagi menghukum orang yang sudah menghilangkan nyawa orang tua nanda " ucap Nanda tegas.


" apa Bu Natasha menghubungimu lagi ?" tanya Anton yang curiga jika Bu Natasha yang sudah memancing kesabaran Nanda.


" kakak benar, dan Nanda akan melakukan apa yang mereka tuduhkan pada Nanda " ucap Nanda.


tapi sebelum itu Nanda ingin tau apa yang sudah mereka lakukan selama ini pada semua harta peninggalan orang tua Nanda " ucap Nanda yang memang salahnya yang terlalu mempercayakan semuanya pada orang lain setelah kedua orang tuanya tiada.


" Nanda mau dengarkan Kaka ?" tanya Anton yang tau jika saat ini Nanda masih terbawa emosi yang tentu nya akan berakibat tidak baik untuk nya nanti.humoni.


" Nanda sekarang istirahat dan jangan memikirkan apapun, apalagi tentang Alvaro dan keluarga nya " ucap Anton yabg langsung mendapat jawaban iya dari Nanda.


 Anton pun meletakan handphone nya setelah Nanda mematikan sambungannya, Anton pun langsung membuka laptop nya dan mulai menyalin file yang mungkin akan Nanda butuhkan untuk pelaporannya nanti atas kecelakaan yang menimpa orang tuanya.


Seperti yang di perintahkan Wildan kemarin malam, dimana pagi ini Yuna sudah ada di depan pintu apartemen Nanda saat pagi buta


Ting tong


Yuna menunggu dengan setia pintu di buka oleh Nanda karena sejak di perintahkan untuk menjadi pengawal atau mungkin lebih tepatnya bayangan Nanda, dirinya pun akan belajar mengubur rasa yang iya miliki untuk Wildan bosnya.


" Yuna ? Sepagi ini ?" ucap Nanda yang baru saja terbangun saat mendengar bel apartemen nya berbunyi.


" maaf jika aku mengganggu mu " ucap Yuna tak enak.


" tidak apa apa " ucap Nanda yang langsung mempersilahkan Yuna masuk bahkan Nanda langsung menunjukan kamar yang akan Yuna tempati di apartemen ini.


" Yun, aku bersih bersih dulu ya " ucap Nanda setelah Yuna masuk ke dalam kamarnya.


" makasih " ucap Yuna yang kini tau kenapa Wildan bisa menyukai nanda setelah hati Wildan yang membeku lama.


Nanda pun langsung menuju kamarnya karena mulai hari ini Nanda akan sangat sibuk mulai dari perusahaan, mempersiapkan untuk proses persidangan perceraian nya dengan Alvaro dan yang paling penting hari ini dirinya akan ke kantor polisi untuk pelaporan kembali kasus orang tuanya.


Lain lagi dengan Yuna yang kini sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Nanda, meski Yuna tidak terlalu pandai memasak tapi rasa masakan Yuna tidak kalah dari rasa masakan buatan chef.


" nan kamu sudah siap ?" tanya Yuna yang baru saja menyelesaikan masaknya dan kini sedang menghidangkan sarapannya.


" iya " jawab Nanda tapi matanya menatap semua semua yang sudah terhidang di meja makan yang baik langsung membuat perut Nanda berdangdut ria.


" ayo kita sarapan " ajak Yuna yang tak sengaja mendengar suara perut Nanda, lain lagi dengan Nanda yang kini merasa malu pada Yuna.


" oh iya hari ini sebelum ke kantor aku akan ke kantor polisi terlebih dahulu " ucap Nanda sebelum duduk untuk memulai sarapannya.


" ke kantor polisi ?" tanya Yuna yang memang tidak tau apapun tentang masalah yang sedang Nanda hadapi.


Ting tong


Baru saja beberapa suap Nanda menikmati sarapannya bel apartemen nya kembali berbunyi, tapi saat Nanda akan bangun untuk membuka pintu langsung di hentikan oleh Yuna.


" biar aku saja, kamu teruskan sarapannya " ucap Yuna yang langsung bergegas membuka pintu dan ternyata Wildan dan Anton yang kini sudah ada di depan apartemen Nanda.


" bos " Yuna pun mempersilahkan Wildan dan Anton untuk masuk dan beruntung Yuna membuat sarapan yang lumayan banyak pagi ini.


" pagi " sapa Wildan saat melihat Nanda yang terlihat sudah siap untuk berangkat ke kantor dan kini masih menikmati sarapannya.


" pagi kak, ayo sarapan " ajak Nanda yang baru saja selesai sarapan nya.


Wildan dan Anton yang memang belum sarapan pun langsung menikmati sarapannya yang Wildan pikir sarapan ini buatan Nanda.


" kak, apa yang Nanda minta sudah kakak siapkan " tanya Nanda sambil menatap ke arah Anton.


" sudah, biar nanti kakak yang menemani kamu ke kantor polisi " ucap Anton.


" Anton benar " ucap Wildan yang memang sudah tau apa yang di minta Nanda dari Anton.


" tapi kan ada Yuna " ucap Nanda sambil melihat ke arah Yuna yang masih menikmati sarapannya.


" tidak apa apa nan, Anton hanya ingin memastikan jika kamu benar benar aman " ucap Yuna bukan tersinggung tapi kini Yuna tau jika Nanda mungkin benar benar dalam bahaya.


" huhhh, baik lah " jawab Nanda pasrah dengan keputusan yang sudah di tetapkan Anton dan Wildan untuknya.


Kini semuanya pun sudah bersiap menuju kantor masing masing, Wildan kini sudah menuju kantor nya sendiri sedangkan Anton di perintahkan menemani Nanda dan Yuna seperti rencana awal yang sudah Wildan tentukan.


Tanpa Anton dan Nanda sadari sejak Wildan pergi lebih dulu, ada dua pasang mata yang mengawasi bahkan mengikuti kemanapun mobil Nanda pergi.


" bos, ternyata wanita itu di temani oleh laki laki dan perempuan " ucap orang yang mengikuti mobil Anton.


" ikuti saja terus, dan jika kalian mendapatkan kesempatan langsung gunakan kesempatan itu untuk bisa menghabisi wanita itu " ucap seseorang dari seberang telepon saja.


" ternyata kamu sudah tidak bodoh lagi kelinci kecil " ucap seseorang yang baru saja menutup sambungan telepon dari bawahannya.


" tapi sekalipun kamu di kawal oleh dua orang sekaligus, aku yakin akan bisa mendapatkan kamu seperti nasib orang tuamu saat itu " ucap orang tersebut sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kerja di rumah nya.


" pih, Camelia mau ke salon " ucap Camelia dengan nada suara di buat semangat mungkin dan tanpa keduanya sadari jika pintu ruang kerja tak tertutup rapat dan tak sengaja Bu Natasha melihat bagaimana sikap manja wanita itu pada suaminya.


" apa ini yang Nanda rasakan saat melihat suaminya dengan wanita lain " ucap Bu Natasha sambil menghapus air mata nya yang tak sengaja mengalir.


" apa ini karma untuk keluarga ku... tidak memang siapa Nanda hingga aku bisa mengalami karma karenanya "


" semua ini salah Nanda karena pengaruh buruk dari Nanda membuat aku harus mengalami hal buruk seperti ini "


✍️✍️✍️ dihhh 😡😡 kirain sadar atas semua kesalahannya pada Nanda !! ngga taunya malah tetap menyalahkan Nanda untuk semua yang sedang iya alami 😤😤


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘