Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Jaga kesucian ku Tuhan


" NANDAAA " Wildan terbangun dari tidurnya padahal iya dan Anton masih dalam perjalanan menuju rumah Wildan.


" ton, putar balik ke apartemen Nanda "


" aku bermimpi buruk tentang Nanda " ucap Wildan yang terdengar jelas deru napas yang memburu yang bisa membuktikan jika memang mimpi yang iya alami begitu menakutkan.


Tak ingin kembali mengalami penyesalan yang hingga saat ini masih di rasakan oleh Anton, Anton langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh meski dalam hatinya berharap jika nanda baik baik saja, bukan karena dirinya mencintai Nanda tapi Anton melihat kemiripan pada diri Nanda dengan mendiang adiknya yang sudah lama tiada.


" ayo ton lebih cepat lagi " ucap Wildan dimana kini hati Wildan semakin tak tenang saat sudah semakin dekat dengan lokasi dimana apartemen Nanda berada.


Kita tinggalkan dulu Wildan yang masih dalam perjalanan menuju Apartemen Nanda, kini kita kembali pada Nanda yang masih mencoba melawan sifat binatang Alvaro yang tiba tiba saja muncul.


" apa kamu tidak rindu padaku ? tanya Alvaro dengan seringai yang mengerikan meski hanya samar samar terlihat oleh Nanda, tapi Nanda langsung menggeleng karena bagi Nanda tak akan Sudi baginya di jamah oleh laki laki yang tidak setia pada satu wanita.


" jangan.. aku mohon " ucap Nanda yang kembali beringsut mundur menjauh dari Alvaro yang sudah mulai membuka kancing kemeja yang iya gunakan.


" kenapa ? Apa kamu jijik padaku !!" tanya Alvaro yang kini sudah melempar kemeja yang iya gunakan tadi ke hadapan Nanda yang malah mengenai wajah Nanda.


" katanya kamu cinta padaku ! " ucap Alvaro lagi dimana kini Alvaro sudah membuka ikat pinggang yang iya gunakan dan malah menggulungnya di tangan.


" aku janji ini yang terakhir karena setelah ini kamu mungkin tidak akan ada lagi di dunia ini " ucap Alvaro yang kini sedang mencoba mengikat kedua tangan Nanda kebelakang menggunakan ikat pinggang.


Jujur Nanda semakin takut dengan Alvaro yang saat ini ada di hadapannya, tapi andai ini adalah saat saat terakhirnya di dunia ini Nanda hanya berharap jika tuhan akan menjaganya dalam kesucian.


" tuhan jika memang ini ajal ku aku ikhlas tapi aku mohon jaga kesucian ku dari laki laki yang sudah tidak halal untuk ku " ucap Nanda yang sudah benar benar tak memiliki tenaga untuk melawan Alvaro yang malah semakin beringas Merudapaksa dirinya yang saat ini dalam keadaan terikat.


" buka matamu nan, agar kamu bisa mengingat dengan jelas apa yang akan aku lakukan padamu di akhir hayat mu " ucap Alvaro dimana saat ini lagi lagi mencengkram dagu Nanda seolah memaksa Nanda membuka matanya untuk mau melihat nya.


Cuih...


" Tak sudi bagiku melihat binatang berwujud manusia seperti mu " ucap Nanda semakin erat memejamkan matanya tapi kakinya terus memberontak mencoba menjauhkan Alvaro dari tubuhnya.


" benarkah ?! Baiklah kalau begitu " ucap Alvaro yang kini sudah benar benar hilang kesabaran dan mulai melakukan apa yang ada dalam pikirannya.


Alvaro langsung menggenggam hijab yang di kenakan Nanda tapi belum sempat Alvaro menarik hijab yang di gunakan Nanda tiba tiba saja pintu apartemen di dobrak dengan sangat kuat hingga membuat Alvaro mematung di posisinya dengan tangan yang menutup matanya yang silau akibat lampu lorong yang sangat terang.


" baji Ngan " ucap Wildan yang tak percaya Alvaro bisa begitu sangat kejam dan keterlaluan terhadap seorang wanita yang bahkan masih menjadi istrinya meski hanya secara hukum negara.


Begitu juga Anton yang tak percaya apa yang pernah adiknya alami dulu kini di alami oleh Nanda tapi bedanya Cika adiknya mengalami hal itu di saat usianya sembilan tahun.


" Wil kamu urus Nanda biar baji Ngan ini menjadi urusan ku " ucap Anton yang melihat bagaimana kondisi Nanda yang begitu memprihatinkan.


" ok, tapi sisakan dia untukku dan bawa dia ke tempat biasa kita mengeksekusi lawan kita " ucap Wildan dengan seri gai yang hanya bisa di mengerti oleh Anton apa arti dari seringai itu.


" kak nata " Nanda menatap nanar wajah Wildan tapi yang di panggil oleh Nanda adalah teman masa kecilnya dulu yang selalu menjadi pelindungnya dulu setiap kali dirinya mengalami kesulitan.


" iya kakak disini " ucap Wildan dengan mata yang berkaca kaca.


" kamu aman sekarang " ucap Wildan yang kini sudah meninggalkan Anton yang sudah berhasil memegangi Alvaro yang berusaha memberontak.


" MAU KAMU BAWA KEMANA NANDA HAHH ?? " ucap Alvaro berteriak saat Wildan membawa keluar Nanda tanpa menjawab pertanyaan nya.


" DIAM.. "


" KAMU SUDAH KEHILANGAN HAK KAMU ATAS NANDA SEJAK KAMU MELUKAI NYA " ucap Anton yang kini sudah mencengkram dagu Alvaro sama seperti yang Alvaro lakukan pada Nanda tadi saat dirinya dan Wildan datang mendobrak pintu apartemen Nanda.


" TAPI DIA ISTRIKU DAN AKU BERHAK MELAKUKAN APAPUN PADANYA " ucap Alvaro yang masih tak mau kalah, kesal dengan Alvaro yang terus berteriak tanpa merasa bersalah pada Nanda membuat Anton langsung menarik keluar Alvaro dengan cara memiting leher Alvaro agar mempermudah Anton membawa Alvaro keluar.


Tapi baru saja keluar dari pintu apartemen Nanda tiba tiba saja sebuah tongkat baseball mendarat di kepala Anton yang tentu saja membuat Anton jatuh tersungkur, sedangkan alvaro berhasil terlepas saat Anton memegangi kepalanya dan tak lama Anton pun tak sadarkan diri.


" ayo Al " ucap Clarissa yang baru saja keluar dari apartemen dimana tadi Clarisa sempat bersembunyi saat melihat Wildan dan Anton yang tiba tiba saja datang di luar rencana yang sudah Alvaro dan dirinya susun saat tak sengaja mengikuti Nanda sejak Nanda menaiki taksi menuju Apartemen.


" kenapa baru sekarang kamu menolongku " ucap Alvaro yang sedikit kesal pada Clarisa yang di nilai lambat menolongnya.


" aku tak mungkin melawan dua laki laki sekaligus Al " ucap Clarisa yang masih terus memapah Alvaro keluar dari apartemen menuju mobil nya karena Clarisa yakin Wildan dan Anton tak akan begitu saja melepaskan mereka berdua yang sudah jelas jelas melukai Nanda hingga tak berdaya seperti itu.


Wildan kini sudah melakukan mobilnya menuju rumahnya dimana Nanda pernah datang di saat terapuh nya dan kini Nanda kembali kerumahnya dalam keadaan tak sadarkan diri dengan tubuh yang sangat mengenaskan.


" halo pak bisa datang ke rumah saya saat ini juga ?" tanya Wildan yang kini sudah menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa kondisi Nanda jika nanti sudah tiba di rumah nya.


" baik pak Wildan saya segera datang " ucap dokter pribadi yang memang sudah terbiasa di panggil di saat Wildan membutuhkannya.


" terima kasih saya tunggu " ucap Wildan yang langsung menutup sambungan telepon nya dan kembali melajukan mobilnya meski sesekali melihat ke arah Nanda yang iya letakan di kursi belakang mobilnya.


" akan ku pastikan kamu akan membayar apa yang sudah kamu lakukan pada Nanda, dan aku janji kamu tidak akan pernah melupakan apa yang akan aku lakukan padamu !!!


✍️✍️✍️ akhirnya Wildan sama Anton datang juga nolongin Nanda.. Tapi bagaimana kondisi Nanda 🤔 dan apa yang akan Wildan lakukan saat tau Anton kehilangan Alvaro 😡😡


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘