Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Mimpi Itu Lagi


" KELUAR... " teriak Yuna saat pak Damian ikut menerobos masuk ke dalam kamarnya.


" jangan takut, papa hanya ingin menemani kamu tidur " ucap pak Damian yang terus mencoba mendekati Yuna yang semakin ketakutan.


" Yuna tidak perlu di temani, Yuna bisa tidur sendiri " ucap Yuna yang terus mencoba menjauh dari pak Damian tapi mungkin karena kamar Yuna yang tak seluas kamar ibunya membuat Yuna kesulitan untuk lepas dari jangkauan pak Damian.


" diam, dan jangan berteriak karena jika kamu berteriak maka semua orang akan tau apa yang kita lakukan " ucap pak Damian yang sudah membekap mulut Yuna sambil memeluknya dari belakang.


Ya saat itu usia Yuna baru saja menginjak dua belas tahun, tapi karena faktor keturunan membuat Yuna memiliki tubuh yang tidak seperti gadis seusianya, Yuna terlihat seperti anak kelas tiga SMP dengan bagian tubuh yang mulai menonjol yang menambah daya tarik tubuhnya.


" Yuna mohon pah, jangan seperti ini " ucap Yuna dengan keringat yang semakin mengalir deras di tubuhnya.


" jika kamu tidak melawan maka papa akan bermain sangat halus " ucap pak Damian dimana tangannya terus membelai apa yang iya lewati.


Dalam ketakutannya Yuna memejamkan matanya sambil memanggil nama ayah kandungnya dalam hati berharap mendapat kekuatan untuk bisa menjaga diri dari laki laki bia dap yang ada di belakangnya.


Jrekkk


" arrgghhh "


" DASAR SETAN KECIL, TERNYATA KAMU MAUNYA BERMAIN KASAR !! bentak pak Damian yang masih merasa sakit di ujung kakinya saat di injak dengan sangat kuat oleh Yuna.


PLAKKK


Yuna hanya bisa memegangi pipinya yang terasa panas dengan air mata yang tiba tiba saja mengalir di pipinya.


" BERANI KAMU SAMA SAYA ?" ucap pak Damian sambil mencengkram dagu Yuna.


" AKAN YUNA ADUKAN PADA BUNDA APA YANG SUDAH PAPA LAKUKAN SAMA YUNA " teriak Yuna meski dagunya masih di Cengkraman kuat oleh pak damian.


Hahahaha..


" apa kamu pikir bunda kamu akan percaya dengan semua yang kamu katakan tentang saya ?" tanya pak Damian dengan wajah yang sengaja di dekatkan pada wajah Yuna.


" Bunda kamu sangat mencintai saya dan saya bisa bertaruh jika bunda kamu akan lebih percaya sama saya dari pada kamu " ucap pak Damian dengan tangan yang mulai menelusuri pipi Yuna hingga berakhir di bibir Yuna.


Tapi Yuna tak tinggal diam dengan cepat Yuna menggigit jari telunjuk pak Damian dengan sangat kencang yang malah membuat Yuna terhempas karena dorongan dari pak Damian.


" Arrrggggghhhh " pak Damian refleks melepaskan Yuna yang malah terdorong ke atas tempat tidur milik Yuna.


Plak.. PLAKKK..


Pak Damian yang sudah sangat kesal langsung menampar Yuna yang tenaganya sangat kalah jauh dari pak Damian, dan dengan sangat brutal pak Damian menarik paksa pakaian yang Yuna gunakan tapi sekuat tenaga Yuna mempertahankan pakaian nya hingga akhirnya pakaian Yuna pun akhirnya robek di bagian depan yang malah memperlihatkan bagian da da Yuna yang terpampang jelas.


" ampun pah, jangan lakukan ini sama Yuna " ucap Yuna memohon sambil menutup aset yang sangat berharga bagi seorang wanita.


" BI... BIBI..."


" Tolong... YUNA BIIII " teriak Yuna berharap ada seseorang yang bisa menghentikan perbuatan bia dap pak damian padanya.


" TERIAK SAJA SAMPAI URAT DI TENGGOROKAN MU PUTUS KARENA TIDAK ADA ORANG DI RUMAH INI SELAIN KITA " ucap pak Damian yang mulai melucuti pakaian yang iya gunakan.


Dengan mengumpulkan tenaga dan keberanian Yuna memberanikan diri untuk melawan apa yang ingin pak Damian lakukan dengan menendang ************ pak Damian dengan sangat kencang dan ternyata itu berhasil membuat ambruk pak Damian yang tentu saja kesempatan itu tak di sia siakan oleh Yuna untuk bisa lepas dari cengkraman pak Damian.


Grepppp...


" lepas.... lepas.... " teriak Yuna dalam tidurnya yang membuat Nanda yang hari ini tidak berangkat kerja tersadar jika Yuna masih ada di kamarnya.


" hah.... " Yuna pun terbangun dan merasa sangat bersyukur jika itu semua hanya mimpi buruk yang pernah iya alami dan sebenarnya ingin sekali iya lupakan dan jika perlu Yuna ingin sekali bisa menghapus memori itu dari ingatannya.


Mungkin itu yang namanya ikatan batin di antara ibu dan anak disaat Bu Diandra menceritakan saat terakhir dirinya bertemu dengan Yuna di saat yang sama Yuna pun memimpikan kejadian kelam itu yang membuat Yuna termakan ucapan pak Damian jika ibunya akan lebih percaya pada pak Damian dari pada dirinya.


Flashback off


" itu adalah kali terakhir saya bertemu dengan lita putri saya " ucap Bu Diandra.


" andai saya tau jika itu adalah hari dimana Lita akan pergi dari rumah meninggalkan saya, mungkin saya lebih memilih diam di rumah agar Lita tidak akan pernah meninggalkan saya " ucap Bu Diandra.


" tunggu .. Apa ibu tidak penasaran kenapa lita pergi dari rumah ? Apa ibu tidak mencari tau sebab kepergian Lita dari orang yang ada di rumah saat itu " ucap Anton yang heran dengan jalan cerita yang cerita kan Bu Diandra.


" saat saya bertanya sama pak Damian dia bilang tidak tau kapan Lita pergi dari rumah, dan bahkan saat pergi dari rumah lita tidak membawa apapun" ucap Bu Diandra.


" lalu apa ibu langsung lapor polisi setelah kejadian itu ?" tanya Anton yang merasa ada yang janggal.


" semuanya di urus oleh pak Damian, bahkan untuk urusan laporan kepolisian pun suami saya yang mengurus semuanya " ucap Bu Diandra apa adanya.


" apa sekali saja ibu tidak pernah menaruh curiga pada suami kedua ibu yang mungkin saja melakukan hal yang menyebabkan Lita pergi dari rumah ? " tanya Anton yang sangat menyayangkan sikap yang di lakukan Bu Diandra pada Yuna.


" entah lah karena saat itu orang yang saya percayai hanya pak Damian dan tap pernah terpikirkan oleh saya jika pak Damian akan tega menyakiti putri saya " ucap Bu Diandra.


Anton kini mengerti pangkal dari semua penderitaan yang Yuna alami bermuara pada pak Damian dan sayangnya karena cinta buta dan rasa percaya yang buta membuat Bu Diandra mudah di bodohi dan di bohongi pak Damian.


Lain halnya dengan Yuna yang masih mencoba menenangkan diri dari mimpi buruk yang kini tiba tiba muncul dalam ingatannya.


" kamu kenapa Yun ? " tanya Nanda yang khawatir saat Yuna terlihat sangat ketakutan, tapi Yuna hanya menggeleng tak ingin membagi apa yang iya rasakan pada siapapun termasuk Nanda.


" baiklah jika kamu enggan membagi apapun yang kamu alami tapi percaya lah jika aku, kak Wildan dan Anton akan selalu anda untuk kamu " ucap Nanda yang yakin jika Yuna selama ini menyembunyikan luka di hatinya.


" ya.. Aku tau, hanya saja aku masih belum siap membaginya " ucap Yuna dengan suara yang terdengar sangat pelan.


" baiklah, ayo kita sarapan " ajak Nanda saat melihat Yuna yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Anton kini sudah ada di ruangan Wildan dan menceritakan apa yang Bu Diandra katakan terlebih fakta tentang Yuna yang mana memang benar Yuna adalah anak Bu Diandra.


" apa kita akan memberitahu Yuna jika kita tau jika Bu Diandra adalah ibu kandungnya ?" tanya Anton meminta pertimbangan pada Wildan.


" kita akan membuat pertemuan itu senatural mungkin karena Yuna yang tak ingin berbagi pada kita tentang masa lalunya "


" dan dari sana kita bisa lihat apa Bu Diandra masih bisa mengenali putrinya atau tidak, dan apa Yuna merindukan ibunya atau tidak " ucap Wildan yang masih mempertimbangkan perasaan Yuna nanti.


" lalu bagaimana dengan laki laki bia dan itu ? apa kita akan membiarkan dia dengan hukuman yang tidak seberapa di banding apa yang Yuna dan Bu Diandra alami selama ini ? " ucap Anton yang sudah ingin memberi pelajaran pada pak Damian.


" menurut mu hukuman apa yang pantas untuk laki laki hina seperti itu ??"


✍️✍️✍️🤔 apa ya hukuman yang pantas untuk laki laki banci seperti pak Damian ? Yang hanya bisa merusak wanita tanpa bisa bertanggung jawab..


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘