
Tidak ada yang pernah tau kapan ajal akan menjemput seseorang, ada juga yang bilang tidak lah tuhan mematikan seseorang kecuali Allah sudah sempurna kan nikmat dan rezeki nya.
Dan ini juga mungkin akhir dari perjalan pak Alexander yang beruntungnya masih memiliki waktu untuk meminta maaf pada orang orang yang pernah iya sakiti, dan siap tak siap Bu Natasha dan Alvaro pun harus bisa merelakan dan mengikhlaskan kepergian suaminya dan ayahnya.
" Al.. papi mu Al " ucap Bu Natasha sambil memeluk putranya yang mencoba menguatkan ibunya meski dirinya pun sama rapuhnya dengan sang mommy yang belum siap kehilangan orang yang dulu menjadi panutan dalam hidupnya.
" lebih baik mommy di depan sama Yuna biar Al yang urus semuanya mih " ucap Alvaro yang harus menjadi pundak yang kuat untuk sang mommy.
" kamu benar Al, papi harus cepat di urus karena mungkin tak mudah mengurus jenazah papi yang sampai saat ini masih berstatus tahanan " ucap Bu Natasya yang sudah bisa menguasai hati dan pikirannya.
Alvaro pun menuntun ibunya menuju Yuna yang masih menunggu dengan setia di ruang tunggu yang letaknya tak begitu jauh dari tempat dimana pak Alexander di rawat, sedangkan dokter yang berjaga langsung memeriksa kondisi pak Alexander seolah memastikan kondisi karena pertanggungjawaban pada instansi yang mereka pertaruhkan.
" Al, bagaimana kondisi papi mu " tanya Yuna yang tidak mengetahui kondisi pak Alexander.
" papi sudah ngga ada " ucap Alvaro yang terlihat sama terpukul nya dengan sang ibu.
" ya Tuhan, aku turut berduka ya Al.. " ucap Yuna yang langsung mengambil alih Bu Natasha dan mendudukkannya di kursi yang tadi Yuna tempati.
" aku titip mommy karena aku harus mengurus prosedur kepulangan papi yang tentunya tidak akan semudah kematian biasa di rumah sakit " ucap Alvaro yang tak ingin menunda kepulangan papinya dari rumah sakit dan jika perlu Alvaro akan memohon pada Nanda agar mau mencabut perkara tentang kasus yang menjerat papinya.
" kamu tenang saja Al, mommy akan aman bersama ku " ucap Yuna yang mencoba memahami kekalutan yang saat ini di rasakan oleh Alvaro dan Bu Natasha.
Alvaro pun langsung menghadap pada para polisi yang saat ini berjaga untuk mengetahui prosedur yang harus di jalani untuk kepulangan papinya saat ini.
Dan berita kepergian pak Alexander pun sampai ke telinga Wildan dan Anton yang tidak menyangka jika pak Alexander harus pergi dalam keadaan seperti ini.
" ton, bagaimana caraku memberitahu Nanda tentang penyebab kematian pak Alexander?" tanya Wildan yang tau jika Nanda orang yang sangat perasa sekalipun pada orang yang sudah menyakitinya.
" katakan saja apa adanya karena kamu tau sendiri bukan jika Nanda paling tidak suka di bohongi " ucap Anton mengingatkan Wildan.
" toh niat awal kita membuat video itu bukan untuk pak Alexander tapi untuk pak Damian tapi mungkin karena rasa bersalah yang begitu besar membuat nya tak kuat menghadapinya " ucap Anton.
" kamu benar " ucap Wildan yang langsung bangkit untuk menuju unit apartemen Nanda yang ada persisi di samping unit milik Anton.
" mau kemana ?" tanya Anton sambil menahan Wildan karena Anton sebenarnya tau tujuan Wildan.
" ke unit Nanda untuk memberitahu semuanya " ucap Wildan yang sudah tak bisa di hentikan lagi.
Anton hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkat kepercayaan diri Wildan yang tak takut di tolak oleh Nanda yang datang bertamu malam malam.
Bu Diandra yang sudah mendapatkan nomor handphone Anton pun tidak langsung menghubungi Anton karena Bu Diandra sadar jika waktu sudah menjelang tengah malam.
Ting Tong Ting Tong
Nanda yang memang tak bisa memejamkan matanya langsung terbangun saat mendengar seseorang yang memencet bel apartemen nya dan langsung berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang bertamu malam malam.
" kak Wildan ? ada apa kak Wildan datang malam malam " tanya Nanda dalam hati tapi Nanda langsung membuka pintu saat ingat apa yang di sampaikan dirinya di telepon saat Nanda menghubungi Wildan nanti.
" kak, ada apa ?" tanya Nanda saat sudah membuka pintu apartemen nya tapi tanpa menyuruh Wildan untuk masuk ke dalam Apartemen nya.
" kita ke rumah sakit " ajak Wildan yang mungkin akan menjelaskan semuanya di jalan menuju rumah sakit.
" apa ada hal serius yang terjadi pada papi Alexander ?" tanya Nanda yang langsung menebak terjadi sesuatu pada pak Alexander.
" pak Alexander sudah meninggal dan mungkin dengan kedatangan kamu ke sana bisa mempermudah proses kepulangan pak Alexander dari sana " ucap Wildan.
Nanda pun langsung berbalik untuk mengambil tas dan juga handphone nya tanpa mengatakan apapun pada Wildan, sedangkan Wildan hanya bisa menarik nafasnya melihat tingkat kepedulian Nanda yang terlihat sangat mudah memaafkan.
" ayo kak " ajak Nanda setelah mengunci pintu apartemen nya, Wildan pun langsung mengikuti Nanda yang sudah jalan lebih dulu menuju basemen tempat Wildan biasa menyimpan mobilnya.
" nan, ada yang ingin kaka sampaikan sama kamu sebelum kita ke rumah sakit " ucap Wildan saat Nanda sudah duduk di samping dirinya yang saat ini sudah bersiap mengemudikan mobilnya.
" apa kak ?" tanya Nanda yang kini sudah menghadap pada Wildan yang juga menghadap padanya.
" pak Alexander meninggal karena terkena serangan jantung " ucap Wildan sambil terus melihat reaksi yang di berikan Nanda.
" dan saat itu pak Alexander tak sengaja melihat video yang kakak dan Anton buat untuk memberi pelajaran pada pak Damian dimana di sana juga dan Camelia dan Andini yang saat ini hamil anak dari pak Damian " ucap Wildan menjelaskan secara garis besarnya saja.
Nanda hanya bisa menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di sampaikan Wildan bukan tentang pak Alexander yang meninggal setelah melihat video itu tapi tak menyangka jika Camelia bisa begitu mudah mengkhianati laki laki yang bahkan lebih memilih dirinya dari pada istri dan anaknya.
" tapi kakak yakin jika Alvaro dan ibunya belum tau kejadian yang sebenarnya " ucap Wildan.
" lalu apa yang harus Nanda lakukan ?" tanya Nanda yang tak tau apa yang harus dirinya lakukan saat nanti bertemu dengan alvaro dan juga Bu Natasha.
" kamu hanya ingin mempermudah proses pemulangan jenazah pak Alexander yang mungkin terbentur proses administrasi pengadilan dan kepolisian " ucap Wildan.
" dan untuk video itu biar Alvaro dan Bu Natasha tau dengan sendiri nya "
" apa mungkin nanti mommy akan menyalahkan Nanda karena Nanda lah yang sudah menjebloskan suaminya dalam penjara ? "
" jangan lemah dan tetap kuat sayang karena yang kamu lakukan pada pak Alexander hanya untuk menegakkan keadilan untuk kedua orang tua mu "
✍️✍️✍️ nah kan nanda nya udah mulai lemah lagi, jangan mudah iba Nanda karena kamu akan mudah di manfaatkan oleh orang lain 😤😤 Camelia sama clarisa kemana ya ? Dan bagaimana saat Bu Diandra tau apa yang sudah pak Damian lakukan pada Anton hingga akhirnya Anton melaporkan pak Damian ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
love you moreee 😘😘😘