
Seperti rencananya saat di apartemen kini Nanda, Anton dan Yuna sudah berada di kantor polisi, Nanda pun turun lebih dulu dan tak lama di susul Anton dan Yuna.
" apa kamu yakin ?" tanya Anton untuk yang terakhir kalinya karena tak menutup kemungkinan jika Bu Natasha juga akan ikut terseret jika kasus ini di buka kembali.
" sangat yakin " ucap Nanda yang memang tak terlihat keraguan di wajah Nanda dan Anton bisa melihat itu.
" sudah cukup selama ini Nanda lemah, kini saat nya Nanda memberikan keadilan pada ayah dan bunda yang sudah di perlakukan tak baik oleh papa Alexander " ucap Nanda dan tak menunggu waktu lama ketiganya pun kini sudah berjalan menuju kantor polisi.
Lain halnya dengan Alvaro yang baru saja menerima surat panggilan dari pengadilan agama dan hal itu membuat Alvaro kembali emosi dengan sikap Nanda yang kini sudah sangat berubah.
" siapa al ?" tanya Clarisa sambil melihat ke kanan dan ke kiri tapi tak menemukan siapapun.
" kurir " ucap Alvaro yang langsung memasukan surat tersebut ke dalam saku celananya.
" apa Nanda yang mengirim surat cerai untuk mu ?" tanya Clarisa yang tak sengaja melihat kop surat dari amplop yang di pegang Alvaro sebelum Alvaro memasukannya ke dalam saku celana.
" DIAM DAN JANGAN IKUT CAMPUR DENGAN URUSAN RUMAH TANGGA KU " ucap Alvaro yang kini sudah tidak seperti dulu.
" tapi tidak harus dengan nada marah seperti itu ?" ucap Clarisa yang tak suka mendengar nada suara Alvaro.
Alvaro pun memilih meninggalkan Clarisa dan kini Alvaro bersiap ke kantor berharap masih ada posisi untuknya karena tak mungkin baginya jika tidak bekerja.
Sedangkan Bu Natasha memilih memasuki kamarnya tapi siapa sangka saat dirinya tadi keluar dari kamarnya semua pakaian dan apapun miliknya masih ada di tempat nya tapi kini semua miliknya sudah tidak ada lagi di tempat nya.
" bi....bibi " teriak Bu Natasha yang tak sabar menunggu asisten rumah tangganya untuk menanyakan apa yang terjadi pada kamarnya.
" iya Bu " ucap bi rum dengan tubuh yang tergopoh gopoh menghampiri nyonya besarnya.
" bi, kemana barang barang saya ?" tanya Bu Natasha sambil melihat sekeliling kamarnya.
" aku yang memindahkan semuanya " ucap Camelia yang tiba tiba saja datang bersama dengan pak Alexander yang tanpa perasaan merangkul pinggang Camelia tepat di hadapan Bu Natasha dan Bu Natasha bisa melihat dengan jelas itu semua, bahkan pak Alexander tak mencoba melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Camelia.
" DASAR WANITA KURANG AJAR, BERANI KAMU MENGAMBIL KAMARKU TANPA SEIZIN KU " ucap Bu Natasha yang malah mendapat tamparan yang cukup keras dari pak Alexander.
Plakk
" ingat syarat yang papa berikan pada mommy jika mommy ingin tinggal di rumah ini " ucap pak Alexander setelah menampar Bu Natasha.
Tanpa Bu Natasha dan pak Alexander sadari jika Alvaro melihat semua yang papanya lakukan pada ibunya dan itu membuat darah di tubuh Alvaro semakin mendidih karenanya.
" awas kamu Nanda, aku akan memberikan balasan dari setiap rasa sakit yang mommy dapatkan karena ulah mu " ucap Alvaro yang kembali menyalahkan Nanda dalam berbagai hal.
Alvaro pun pergi ke kantor nya bahkan tanpa berpamitan pada Clarisa yang sejak tadi menunggunya di teras.
" Al " teriak Clarisa mencoba menghentikan langkah Alvaro yang tak menyapanya sebelum pergi ke kantor, tapi alvaro memilih melanjutkan langkahnya meninggalkan Clarisa yang kini malah semakin kesal dengan sikap Alvaro yang tidak sehangat dulu.
Nanda dan yuna baru saja sampai di gedung kantor Nanda tapi siapa sangka kedatangan mereka berbarengan dengan kedatangan Alvaro yang terlihat sangat marah.
" Nanda ngga mau " ucap Nanda sambil menghempaskan tangan Alvaro yang ternyata langsung terlepas dalam satu kali hempasan, tak ingin kecolongan untuk yang kedua kali Yuna langsung menarik Nanda ke belakang tubuhnya agar Alvaro tidak bisa menggapai Nanda sebelum melewatinya.
" ho ho.. Sekarang kamu punya pengawal ?" tanya Alvaro dengan senyum yang terlihat merendahkan Nanda.
" apa kamu takut ? Atau kamu tau jika kamu salah makanya kamu mencari perlindungan dari tubuh orang lain " ucap Alvaro yang kini sudah benar benar merendahkan Nanda.
" kamu tau gara gara Kamu dan antek antek kamu kini mommy dan papa tidak seperti dulu " ucap Alvaro.
" benarkah karena Nanda ?" tanya Nanda yang tau jika Alvaro hanya mencari orang untuk bisa di salahkan atas semua yang sedang mereka alami.
" coba kamu pikir sendiri dengan hati apa itu semua salah Nanda ? Atau itu hanya buah dari semua yang kalian tanam selama ini ?" tanya Nanda yang berhasil membuat Alvaro terdiam.
Tapi tak lama Alvaro kembali mengeluarkan kata kata yang begitu menyakiti bahkan merendahkan harga diri Nanda dimana semua karyawan Kantor kini sudah mulai berkumpul tak jauh dari tempat mereka.
" apa kamu pikir kamu wanita suci ? Wanita baik baik ?" tunjuk Alvaro tapi masih terhalang oleh tubuh Yuna yang menjadi pemisah antara Nanda dan Alvaro.
" asal kalian semua tau, jika pemimpin perusahaan kalian yang baru tak ubah seperti seorang ja Lang " ucap Alvaro sengaja mengeraskan suaranya agar semua orang mendengar apa yang iya bicarakan.
" pakaian syar'i nya hanya untuk menutupi keburukan nya selama dia keluar dari rumah kami"
" dia keluar dari rumah dan menuntut berpisah dengan saya karena dia kini memiliki dua laki laki sekaligus dalam hidupnya yang mau melakukan apapun untuknya "
" bahkan tak segan iya juga menghancurkan rumah tangga orang tua saya dengan menyebar fitnah agar orang tua saya berpisah " ucap Alvaro yang sengaja menjelekkan Nanda karena masalah sebenarnya hanya orang orang penting di perusahaan yang tau tidak dengan pegawai biasa.
" dan Yang lebih parah lagi jika dia tinggal di rumah laki laki lain padahal dia masih berstatus istri saya " ucap Alvaro yang kini sudah merasa puas.
Plak...
Untuk pertama kalinya Nanda mengangkat tangannya setelah menggeser Yuna dari hadapannya, sedangkan Alvaro yang mendapat serangan yang tak terduga dari Nanda pun hanya bisa memegang pipinya yang terasa panas tapi hati dan egonya jauh lebih terluka dari rasa panas di pipinya.
" KALIAN LIHAT ? APA PEMIMPIN SEPERTI INI YANG KALIAN INGINKAN ? PEMIMPIN YANG TAK MENGHORMATI SUAMINYA SENDIRI DEMI MENUTUPI KEBURUKANNYA " ucap Alvaro yang berhasil membuat siapapun yang ada di sana mulai bergunjing tentang Alvaro.
" apa harus serendah ini kamu ingin membalasku ? ingat Tuhan tidak tidur dan aku memiliki banyak bukti perselingkuhan kamu dan kita lihat apa yang bisa aku lakukan untuk membalas kamu " ucap Nanda
✍️✍️✍️ ayo Nanda jangan lemah karena kini Alvaro sudah sangat keterlaluan.
Terkadang diamnya kita akan di manfaatkan oleh orang yang ingin menghancurkan kita maka tegak lah dan lawan setiap siapapun yang ingin menjatuhkan kita.
apa Nanda akan membeberkan apa saja yang sudah Alvaro lakukan selama pernikahan mereka ? Dan bagaimana nasib Bu Natasha menghadapi sikap asli pak Alexander ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘