Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Surat cerai...


Setiap orang pasti punya masa lalu begitu pun dengan pak Alexander yang juga memiliki masa lalu yang selama ini sudah iya tutup rapi, tapi siapa sangka apa yang sudah iya tutup bahkan hampir iya lupakan kini terbuka tapi bukan oleh dirinya tapi oleh seseorang yang tak iya kenal.


" papi tidak menyembunyikan apapun Mom " ucap pak Alexander mencoba membuat sang istri percaya padanya.


" tapi ucapan orang tersebut sangat meyakinkan jika papi menyembunyikan sesuatu dari mommy " ucap Bu Natasha yang tak ingin mudah percaya dengan semua yang di katakan suaminya.


" apa kalian sudah lupa dengan nasib Alvaro ?" Tanya Anton yang malah mendengar perdebatan di antara suami istri.


" aku tau jika kalian hanya menggertak dan kalian tidak memiliki apapun untuk bisa mengancam saya " ucap pak Alexander yang masih tak yakin jika rahasianya di ketahui oleh orang lain.


" apa anda masih ingat dengan Wilson ? Atau mungkin lebih tepatnya Wilson Andrew Darwis "


Deggg


Pak Alexander kini percaya jika orang yang sedang menghubunginya mengetahui semua yang selama ini iya tutupi.


" Papa " ucap Bu Natasha saat mendengar nama ayahnya di sebutkan.


" bongkar saja semuanya, aku tidak perduli karena nama yang kamu sebut adalah nama papaku yang sudah tiada " ucap Bu Natasha yang kini malah yakin jika suaminya tidak memiliki rahasia.


" baiklah " sambungan pun di tutup sepihak oleh Anton tapi Alvaro malah kecewa karena orang tuanya tidak berusaha membebaskannya dari cengkraman dua orang yang tak pernah iya duga bisa begitu sangat kejam jika sudah di ganggu.


" kamu dengar, yang orang tuamu pikirkan hanyalah diri mereka sendiri " ucap Anton yang merasa kasihan pada Alvaro yang terlalu berharap pada kedua orang tuanya.


" Memang rahasia apa yang kalian tau tentang orang tua ku ?" tanya Alvaro yang penasaran dengan rahasia yang di sebut sebut oleh Anton.


" tanda tangani ini " ucap Wildan yang mulai lelah dengan semua yang di lakukan Alvaro dan kedua orang tuanya yang semuanya hanya mementingkan diri mereka sendiri.


" apa ini ?" tanya Alvaro yang mulai membaca secarik kertas yang baru saja di siapkan oleh Wildan di ruangan yang lain.


" surat cerai untuk Nanda " ucap Wildan sambil melepas bolpoin ke hadapan Alvaro.


" kenapa kamu begitu bersikeras memintaku menceraikan Nanda ? Apa Kamu menyukai nya ?" tanya Alvaro dengan sorot mata yang tak rela jika sampai Nanda jatuh pada lelaki seperti Wildan.


" dia akan jauh lebih bahagia dengan ku dari pada dengan laki laki yang tak menghargai apa yang iya miliki " ucap Wildan.


" dan asal kamu tau jika Nanda juga berhak bahagia " ucap Wildan.


" dan kamu yakin Nanda akan bahagia dengan laki laki seperti kamu ? yang ikut campur pada masalah yang bukan urusannya " ucap Alvaro.


" aku yakin jika Nanda tau apa yang kamu lakukan pada kami, aku yakin kalian tidak akan bersama " ucap Alvaro.


" kita lihat nanti " ucap Wildan yang kini sudah menarik kertas yang baru saja Alvaro tandatangani.


" Bereskan semuanya " ucap Wildan yang sudah bersiap pergi meninggalkan Alvaro dan Clarisa yang sudah mereka berikan pelajaran.


Wildan dan Anton pun pergi meninggalkan Alvaro dan Clarisa yang akan di kembalikan oleh Yuna ke rumah orang tua Alvaro, seolah tak takut jika nanti alvaro dan keluarga nya melaporkan apa yang mereka lakukan ke kepolisian.


" Yuna, jika sudah membereskan mereka datang ke rumah besar " ucap Anton sebelum pergi meninggalkan gudang tempat eksekusi orang yang berkhianat.


" coba saja laporkan apa yang kamu alami pada kepolisian, kamu akan tau apa yang bisa bos saya lakukan pada kalian yang bahkan tak mungkin bisa kamu bayangkan selama ini " ucap Yuna mengingatkan Alvaro yang seperti sedang menyimpan dendam di hatinya untuk Wildan dan Anton.


" DIAM LAH "ucap Clarisa yang tiba tiba saja merasa cemburu saat Yuna berusaha memapah Alvaro yang terluka cukup parah.


Sedangkan di rumah besar Wildan, sejak kepergian Wildan Nanda terlihat gelisah bahkan Nanda tak bisa memejamkan matanya lagi hingga pagi hari matanya tetap tidak mau terpejam.


drttt drttt drttt


" nan ? Kamu kenapa ? Siapa yang menghubungimu ?" tanya Rekha yang masih setia menemani Nanda yang terlihat gelisah.


" mommy " ucap Nanda yang terlihat tak nyaman saat menyebut kata mommy.


" angkat siapa tau penting " ucap Rekha yang tidak tau siapa mommy yang di maksud Nanda.


Meski ragu Nanda akhirnya mengangkat sambungan telepon nya meski hatinya merasa kurang nyaman tapi Nanda harus bisa melawan semua yang ingin menyakitinya agar tidak ada lagi yang tidak ada lagi yang akan menyakiti nya baik secara fisik maupun mental.


" halo mom " sapa Nanda saat sudah memutuskan untuk mengangkat sambungan telepon dari ibu mertuanya.


" NANDA " Bentak Bu Natasha dengan nada suara yang tak ramah.


" apa yang kamu lakukan pada Alvaro ? Kenapa kamu menyuruh orang untuk menganiaya Alvaro dan Clarisa ? "


" mommy ngga percaya jika kamu sangat kejam, hanya karena ingin menguasai harta orang tuamu sendiri kamu tega menganiaya suami mu sendiri hingga seperti itu " ucap Bu Natasha yang memang tidak tau apa yang sudah di lakukan Alvaro meski Bu Natasha tau jika Clarisa dan Alvaro sedang melarikan diri dari Wildan.


" Nanda ngga tau apa yang mommy bicarakan "


" dan asal mommy tau jika Nanda yang sudah di siksa oleh mas Alvaro bahkan Nanda hampir di lecehkan oleh mas Alvaro padahal kita sudah jelas jelas berpisah " jelas Nanda.


" TIDAK PERLU MEMUTAR BALIKAN FAKTA, JIKA SALAH AKUI JIKA KAMU MEMANG SALAH " ucap Bu Natasha.


Tanpa di duga Wildan yang baru saja datang langsung mengambil handphone yang masih Nanda tempelkan di telinganya dan langsung mematikan sambungan telepon nya setelah melihat siapa yang menghubungi Nanda.


" apa yang kamu lakukan ?" tanya Nanda yang merasa tindakan yang di lakukan Wildan tidak sopan.


" tidak perlu mengangkat telepon dari orang yang hanya bisa menyakitimu saja " ucap Wildan yang tak sengaja mendengar apa yang terakhir di bicarakan Bu Natasha pada Nanda.


" kenapa ? Apa benar yang di katakan mommy jika Alvaro di siksa ? Dan kalian yang menyiksanya ? " tanya Nanda yang kini sudah melangkah mundur menjauh dari Wildan.


" APA HAK KALIAN MELAKUKAN HAL ITU PADA ALVARO ? "


" APA AKU MEMINTA KALIAN MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU PADA ALVARO ?"


" tunggu " tunjuk Nanda pada Wildan saat mengingat Clarisa wanita selingkuhan mantan suaminya.


" apa kalian juga menyiksa Clarisa ?" tanya Nanda dimana tatapannya tapi bisa di bohongi jika dirinya kecewa pada Wildan dan Anton yang melakukan semuanya tanpa membicarakannya dulu pada dirinya.


" YA.. AKU MEMANG MELAKUKANNYA TAPI AKU MELAKUKAN SEMUA ITU DEMI KAMU !!"


" AKU TAK RELA KAMU DI SAKITI OLEH MEREKA"


" DAN MUNGKIN JIKA AKU TIDAK DATANG TEPAT WAKTU MUNGKIN SAJA KAMU SUDAH ..." Wildan tak melanjutkan kata katanya karena dirinya sendiri tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Nanda sampai mengalami semua itu.


" SEBENARNYA KAMU SIAPA ? KENAPA KAMU BEGITU PERDULI PADAKU !! APA KAMU MEMANG MENGENALKU ??


✍️✍️✍️ kenapa sih Wildan ngga mau jujur tentang jati dirinya pada Nanda ? Tapi iya juga sih siapa sebenarnya Wildan dan apa hubungannya Wildan dengan Nanda ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘