
Hari ini mungkin seperti hari hari biasanya tapi ada sedikit berbeda karena hari ini Yuna akan bertemu dengan nama yang sama yang sudah menggoreskan luka yang begitu dalam untuk Yuna dan membuat dirinya berpisah dari orang yang paling dia rindukan hingga saat ini.
" Yun apa kamu sudah mau berangkat ?" tanya Nanda saat melihat Yuna yang sudah sangat rapih dengan stelan kerjanya.
" ya karena aku harus datang tepat waktu agar bisa selesai dengan cepat " ucap Yuna menutupi kegundahan hatinya dari Nanda.
" baiklah, tapi kamu harus sarapan dulu " ucap Nanda yang tak ingin membuat Yuna semakin tak nyaman.
Nanda dan Yuna pun akhirnya menikmati sarapan sederhana yang di buat oleh Nanda, baru setelah selesai sarapan Nanda dan Yuna pergi menuju tujuan mereka masing masing bahkan kini Nanda sudah kembali membawa mobil sendiri agar tidak merepotkan orang lain.
" kak Yuna sudah berangkat " info Nanda pada Wildan yang langsung di sampaikan juga pada Anton yang saat ini sedang bersama dengan Bu Diandra.
" sebenarnya kita akan pergi kemana ?" tanya Bu Diandra yang masih bingung karena Anton yang mendadak menjemput nya pagi ini hingga Bu Diandra harus merubah jadwal kerjanya.
" saya jamin ibu akan mengetahui semua tapi saya mohon kerja samanya nanti " ucap Anton yang tak ingin menjelaskan lebih jauh apa yang sedang mereka kerjakan.
" baiklah, tapi saya harap apa yang kita lakukan hari ini bisa mempertemukan saya dengan putri saya " ucap Bu Diandra penuh harap sambil melihat ke arah Anton.
" kita berdoa saja " ucap Anton yang langsung melajukan mobilnya menuju kantor polisi dimana Yuna juga sedang mengarah ke kantor polisi.
Dalam perjalanan menuju kantor polisi hari dan pikiran Yuna terus berperang, jujur Yuna semakin tak tenang saat jarak dari mobilnya ke kantor polisi semakin dekat tapi Yuna mencoba meyakinkan diri jika dirinya tidak akan bertemu dengan pak Damian karena yang akan Yuna temui hanya polisi yang bertugas mencatat semua laporan nya saja.
" tenang yuna, kamu bukan lagi Yuna yang dulu yang akan mudah ditindas oleh laki laki baji ngan itu lagi " ucap Yuna meyakinkan hatinya sebelum turun dari mobilnya karena kini Yuna sudah sampai di halaman kantor polisi.
Huhhh
Yuna menghirup dalam udara yang ada di sekitarnya dan tak lama Yuna pun turun dari mobil dengan penuh keyakinan dan penuh percaya diri.
" selamat pagi, saya Yuna yang akan melengkapi berkas kesaksian dari kasus pengaduan yang pak Anton ajukan " ucap Yuna saat sudah ada di hadapan salah satu polisi yang sedang bertugas.
" baik tunggu sebentar " ucap polisi tersebut yang sudah diberitahu Wildan dan di mintai tolong oleh Wildan untuk bisa mempertemukan Yuna dengan pak Damian.
Yuna pun hanya mengangguk sambil mendudukkan diri di kursi tunggu yang ada di ruang kepolisian, dan tak butuh waktu lama Yuna pun mulai memberikan kesaksian karena Yuna memang ada saat kejadian pembebasan Anton dan rekha saat itu.
" maaf Bu Yuna, hanya sekedar memastikan apa ini adalah orang yang menyuruh untuk menyekap pak Anton dan juga Bu Rekha ?" tanya polisi sambil menunjuk ke arah pak Damian yang sudah di bawa keluar dari ruangan sel nya.
Degg..
Meski Yuna sudah menyiapkan hatinya tapi jujur masih ada rasa takut di hati Yuna untuk bertemu langsung dengan pak Damian.
" Bu Yuna, anda bisa lihat apa ini orang yang sama ?" tanya pak polisi memastikan.
Yuna pun mencoba mengangkat wajahnya dan melihat ke arah polisi dan laki laki yang ada di hadapannya mulai dari kaki badan lalu wajah yang membuat wajah Yuna berubah pias tapi lain dengan pak Damian yang merasa mengenali wajah Yuna tapi pak Damian ragu dimana dia melihat wajah itu.
" ibu Yuna, apa dia orang yang sudah memerintahkan orang yang menyerang anda saat itu " tanya polisi tapi Yuna yang tiba tiba kehilangan fokusnya malah menatap penuh amarah pada pak Damian.
" ya dia orangnya !!" ucap Yuna dengan suara yang terdengar bergetar.
" DIA ADALAH ORANG YANG HAMPIR SAJA MERUSAK SAYA SAAT ITU " teriak Yuna yang sudah benar benar kehilangan kontrol pada dirinya.
" maaf saya " belum selesai Yuna menyelesaikan ucapannya pak Damian sudah bisa mengenali siapa yang ada di hadapannya saat ini.
" jelita ? Apa benar ini kamu sayang " tanya pak Damian tapi ucapan pak Damian kembali memancing amarah yang di simpan Yuna selama ini.
" JANGAN PERNAH MEMANGGIL KU DENGAN SEBUTAN SAYANG KARENA AKU BUKAN ANAK MU " bentak Yuna dengan sorot mata penuh amarah.
" pak, dia anak saya dan saya tau jika saat ini dia sedang marah sama saya " ucap pak Damian yang terus meyakinkan polisi jika kesaksian Yuna tidak lah bersifat subjektif.
" SAYA BUKAN ANAK ANDA DAN SELAMANYA SAYA TIDAK AKAN SUDI MENJADI ANAK ANDA " teriak Yuna.
" hanya seorang ayah yang be jat yang tega merusak putri sambungnya sendiri " ucap Yuna yang kini sudah terduduk sambil menutupi wajahnya yang sudah berlinang airmata.
" DIA BOHONG " teriak pak Damian yang tak ingin ucapan Yuna malah memperlama masa hukuman yang akan dirinya dapatkan nanti.
" benarkah ? apa anda lupa apa yang anda katakan saat itu ? "
" jika Bunda tidak akan percaya sama saya karena bunda sangat mencintai dan sangat percaya pada anda " ucap Yuna yang kini sudah melangkah maju di hadapan pak Damian.
" wanita ini bohong pak " ucap pak Damian saat melihat pancaran amarah dari tatapan Yuna.
" apa benar kamu jelita putri bunda ?" tanya Bu Diandra yang sudah tak kuat mendengar apa yang Yuna dan pak Damian ucapkan sedari tadi.
" mih.. Mami ada di sini ?" tanya pak Damian yang tak menyangka jika istrinya juga ada di sini, tapi sayang Bu Diandra malah mengacuhkan pak damian dan lebih memilih mendekat ke arah Yuna yang iya yakini adalah putrinya yang hilang dulu.
" maaf anda salah orang " ucap Yuna yang langsung berbalik tak ingin menatap ke arah ibunya yang pastinya akan membuat dirinya kalah dengan kerinduan yang iya pendam selama ini.
" sayang.. Sampai kapan kamu akan lari dari masalah " ucap Bu Diandra sambil memutar pundak Yuna agar menghadap padanya.
" sayang.. kamu jelita yunanda putri Bunda " ucap Bu Diandra sambil memeluk Yuna tapi Yuna malah terdiam seperti patung bahkan Yuna tak membalas pelukan Bu Diandra.
" Jelita yunanda sudah mati dua belas tahun lalu "
" dan yang ada di hadapan anda saat ini adalah Yuna, hanya Yuna " ucap Yuna sambil melepaskan pelukan Bu Diandra dari tubuhnya.
" dia benar sayang, dia Yuna bukan jelita kita "
" DIAMMMM
✍️✍️✍️ Bagaimana cara Bu Diandra meyakinkan Yuna agar Yuna bisa kembali percaya padanya ? Dan bagaimana nasib pak Damian ? Setelah semuanya terbongkar ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘