Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Kegilaan Alvaro


Nanda menyadarkan tubuhnya di toilet kantor dimana dadanya terasa sangat sesak menghadapi Alvaro dan keluarga nya yang seperti nya sudah sangat tamak akan harta membuat Nanda ingin menyerah dan membiarkan peninggalan orang tuanya di miliki oleh Alvaro dan keluarga nya.


" huhhh kamu pasti bisa Nanda "


" kamu pasti kuat " ucap Nanda yang kini sedang menatap cermin yang ada di toilet wanita.


Nanda pun keluar dari toilet setelah hati dan pikirannya sudah jauh lebih tenang tapi saat membuka pintu toilet Nanda di buat kaget dengan kehadiran Wildan yang menunggunya tepat di depan pintu toilet yang iya masuki.


" sedang apa bapak di sini ?" tanya Nanda yang merasa heran dengan kehadiran Wildan di depan pintu toilet.


" saya sedang menunggu kamu " ucap Wildan yang kini sudah menyandarkan tubuhnya di pinggir toilet sambil melipat satu kakinya.


" saya khawatir kamu akan melakukan hal bodoh hanya kerena laki laki bodoh itu " ucap Wildan yang malah mendapat Hadian pukulan di pundak nya dari Nanda.


" jika saya ingin melakukannya maka sudah sejak malam itu saya melakukan nya " ucap Nanda yang kini sudah berjalan di depan Wildan.


" dan saya masih punya iman dan saya punya Tuhan yang pasti akan membantu saya menyelesaikan semua masalah yang sedang saya hadapi " ucap Nanda yang sudah berhasil di susul oleh Wildan.


" tapi nan, sebaiknya kamu pindah dari tempat itu sekarang karena saya takut Alvaro melakukan hal gila demi mendapatkan apa yang iya inginkan " ucap Wildan yang entah kenapa malah merasakan firasat yang kurang baik untuk Nanda.


" pak Wildan tenang saja " ucap Nanda yang tak ingin berpikir macam macam meski hatinya mendadak tak tenang setelah pertemuan nya dengan Alvaro tadi.


" baiklah tapi saya mohon hubungi saja jika terjadi sesuatu padamu kapan pun itu "ucap Wildan yang kini sudah menggenggam tangan Nanda, Nanda yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa menatap tangannya yang masih di genggam oleh Wildan.


" maaf maaf " ucap Wildan sambil melepaskan kedua tangannya dari genggaman nya pada Nanda.


" baiklah saya pulang " ucap Nanda yang kini sudah kembali melangkah meninggalkan Wildan dan perusahaan mendiang orang tuanya yang kini menjadi rebutan suami dan mertuanya yang ingin menguasai perusahaan miliknya.


Wildan hanya menatap kepergian Nanda dan berharap firasat yang iya rasakan saat ini tidak sampai menjadi kenyataan dan Nanda akan baik baik saja.


Wildan kini menuju mobilnya dimana Anton sudah menunggunya seperti yang di perintahkan Wildan padanya sebelum mengejar Nanda yang baru saja masuk toilet tadi.


" sudah ?" tanya Anton yang kini sudah melakukan mobilnya menuju rumah Wildan yang tak jauh dari kantor Nanda.


" sudah, tapi aku tak tenang jika Nanda masih saja di apartemen itu ! Apa lagi wanita itu ada di samping unit yang Nanda tempati " ucap Wildan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


" lalu mau mu apa ?" tanya Anton yang malah ikut mengkhawatirkan Nanda setelah mendengar apa yang di katakan Wildan tadi.


" tunggu ? Apa kamu melihat ada cctv di lorong unit Nanda saat tadi kamu menemui Nanda ? " tanya Anton yang berpikir akan meretas cctv apartemen jika ada cctv di lorong unit yang di tempati Nanda.


" aku tidak tau " ucap Wildan yang kini sudah menyadarkan tubuhnya di kursi mobil dan mencoba berpikir positif jika semuanya akan baik baik saja.


Nanda kini sudah berada di dalam taksi menuju Apartemen tapi entah kenapa Nanda merasa seperti sedang di ikuti tapi Nanda mencoba menepis rasa curiga dan bersikap tenang.


" terima kasih pak " ucap Nanda yang baru saja turun setelah membayar ongkos taksi, Nanda langsung berjalan menuju Apartemen nya meski begitu sesekali Nanda melihat kebelakang karena rasa di ikuti itu semakin terasa dan membuat Nanda semakin takut dan tak bisa tenang.


Ceklek


Nanda membuka pintu apartemen nya tapi siapa sangka setelah Nanda membuka Apartemen nya seseorang mendorongnya masuk dan membuat Nanda jatuh tersungkur ke dalam Apartemen yang masih gelap gulita.


" siapa kamu ? Dan mau apa kamu di sini ?" tanya Nanda yang kini sudah beringsut mundur menjauhi laki laki yang kini sudah melangkah maju menghampirinya.


" to... " laki laki itu langsung menutup mulut Nanda sebelum suara Nanda keluar dari mulutnya.


" DIAM " bentak laki laki yang kini sudah Nanda kenali suaranya.


Nanda yang kini sudah yakin jika orang yang ada di dalam Apartemen nya adalah alvaro kini berusaha memberontak dengan cara menggigit tangan Alvaro yang masih membekap mulutnya.


" arrhh " teriak Alvaro saat mendapatkan perlawanan dari Nanda, tapi kini Alvaro tidak tinggal diam, dan Alvaro malah menampar pipi Nanda dengan cukup keras.


PLAKKK


" auuhhhh " Nanda memegang pipinya yang jika saja saat ini lampu apartemen nya menyala akan terlihat jelas jejak tangan Alvaro di pipinya.


" tadi kamu begitu berani menantang ku kan ? " ucap Alvaro yang sudah mencengkram dagu Nanda dengan sangat keras dimana saat ini Nanda masih tersungkur akibat tamparan Alvaro tadi.


" mana Nanda yang tadi begitu sombong dan percaya diri ingin menantang ku ?" ucap Alvaro yang malah sengaja menancapkan kuku tangannya di dagu Nanda.


" dimana laki laki yang katanya akan melakukan apapun untuk bisa melindungi kamu ? bahkan tadi dia mengancam ku jika saja aku berani melukai mu meski hanya seujung kuku ?" ucap Alvaro yang kini lebih seperti seorang psikopat yang akan merasa puas setelah melukai korbannya.


" kamu lebih sayang pada hartamu kan dari pada nyawa mu dan kebebasan mu !! " tanya Alvaro yang kini malah menampar Nanda bahkan perut Nanda di tahan menggunakan lutut Alvaro.


" baiklah jika itu mau mu " ucap Alvaro yang malah semakin menggila dalam menyiksa Nanda yang tak bisa berbuat apa apa karena tubuhnya di kunci menggunakan kaki Alvaro.


" bunda .. Ayah . Tolong Nanda " ucap Nanda dalam hati karena Alvaro masih saja menyiksanya dengan terus menampar pipi Nanda dengan cukup keras.


" ayo lawan jika kamu bisa " ucap Alvaro kembali mencengkram dagu Nanda.


Nanda mengumpulkan sisa tenaga yang iya miliki dengan mencoba mendorong Alvaro yang kini sedang berjongkok dihadapan Nanda.


Nanda berlari menuju pintu setelah berhasil menjatuhkan Alvaro tapi Alvaro tak kalah cepat dengan menggapai kaki Nanda yang tentu saja membuat Nanda kembali terjatuh karena di jegal oleh Alvaro.


" KAMU PIKIR SEMUDAH ITU LEPAS DARI KU HAH "


" KITA LIHAT SAMPAI MANA KAMU BISA LEPAS DARI KU !!"


" ATAU MUNGKIN SAMPAI KAPAN MALAIKAT PELINDUNGMU BISA MENYELAMATKAN MU ?"


✍️✍️✍️ malangnya nasib mu Nanda 😔😔 mana Wildan dan Anton kenapa masih belum muncul buat menyelamatkan Nanda dari psikopat Alvaro 😡😡


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘