
Nanda benar benar melakukan apa yang iya katakan dengan mendaftarkan gugatannya pada Alvaro meski hatinya sempat ragu tapi saat mengingat apa yang di katakan Anton tentang apa yang terjadi pada orang tuanya kala itu.
" kamu baik baik saja ?" tanya Wildan memastikan karena semenjak pulang dari pengadilan Nanda terlihat lebih pendiam.
" hemm "
" Nanda hanya lelah " ucap Nanda sambil memejamkan matanya sedangkan Wildan mencoba memaklumi apa yang sedang Nanda rasakan karena bagaimanapun Nanda hanyalah seorang wanita yang juga memiliki perasaan, apa lagi apa yang Nanda lakukan adalah hal yang berasa yang akan sangat berdampak pada kehidupannya kelak.
" kamu tau nan, kakak masih ingat waktu kamu kecil dulu saat kamu sedang sedih kamu selalu menyendiri di taman dekat rumah " ucap Wildan yang hanya ingin menghibur Nanda yang masih memilih diam.
" jadi kali ini kakak juga akan membawa kamu ketempat yang akan membuat kamu kembali merasa senang dan tenang " ucap Wildan yang langsung melajukan mobilnya ketempat yang iya bicarakan.
Nanda hanya menatap sekilas ke arah Wildan seolah mempercayakan semuanya pada Wildan yang akan membawanya kemanapun yang Wildan inginkan.
Dan hanya butuh waktu satu jam kini Nanda dan Wildan sudah sampai di tepi pantai saat matahari tenggelam atau mungkin lebih tepatnya senja dengan rona jingga di langit pantai yang menambah kesan cantik sore itu.
" ayo kita turun " ajak Wildan karena Nanda masih menatap ke lepas pantai yang tak bisa di pungkiri lagi keindahannya.
Nanda pun turun setelah Wildan turun lebih dulu dan kini Wildan sudah berada di depan mobilnya menunggu Nanda yang juga sedang berjalan ke arahnya.
" kita duduk di sana " tunjuk Wildan ke arah pohon kelapa yang terlihat rindang sehingga mereka bisa merasakan deburan ombak yang menambah hangatnya sore itu.
Tanpa banyak bicara Nanda pun memilih mengikuti langkah Wildan yang sudah berjalan lebih dulu menuju tempat yang iya tuju, tak lupa Wildan pun memesan dua buah kelapa muda untuk menemani mereka sore itu.
" Kaka tau jika tak mudah bagi kamu mengambil keputusan ini " ucap Wildan membuka suaranya.
" dan jika memang kamu tidak yakin dan ingin memaafkan Alvaro dan memberikan kesempatan kedua padanya pun kakak sama sekali tidak berhak melarang atau bahkan menghentikan kamu " ucap Wildan.
" bahkan kakak akan mendukung setiap keputusan yang kamu ambil yang memang menurut kamu benar " ucap Wildan mencoba menutupi semua rasa yang iya miliki untuk Nanda dan bersikap seperti seorang kakak pada umumnya.
" tapi jika kamu sudah yakin dengan semua keputusan yang sudah kamu ambil, kakak harap kamu tidak akan pernah menyesalinya kapan pun itu " ucap Wildan tapi kini tatapannya mengarah pada ombak yang saling berkejaran menggapai bibir pantai.
" Nanda yakin kak, tapi mungkin Nanda hanya butuh waktu untuk bisa menerima apa yang sedang Tuhan gariskan untuk nanda "
" karena bagaimanapun tidak ada seorang wanita pun yang ingin pernikahan nya gagal bahkan hanya dalam hitungan bulan " ucap Nanda menyampaikan apa yang ada dalam hatinya saat ini.
" dan Nanda harap kakak bisa membantu Nanda melewati semuanya ini " ucap Nanda yang sama sama melihat deburan ombak yang semakin kencang.
Wildan pun menatap ke arah Nanda yang terlihat semakin cantik dan dewasa di bawah warna jingga yang menghiasi langit sore itu.
" andai kamu sudah halal untuk kakak pinang, maka Kaka tidak akan menunggu waktu lebih lama lagi untuk bisa meminang kamu dan menjadikan kamu istri kakak sepenuhnya dan tak akan pernah kakak sia siakan kamu , kakak janjikan itu " ucap Wildan yang sejujurnya ingin sekali menggenggam tangan Nanda yang Nanda letakan di atas kedua pahanya dengan tangan yang saling tertutup.
" lalu apa kedua orang tua kakak mau menerima Nanda yang ternyata seorang janda tanpa anak dimana nantinya akan di pertanyaan.
" apa kakak terlihat tak yakin ?" tanya Wildan dimana kini Wildan berusaha menggenggam kedua tangan Nanda yang ada di atas pahanya.
Nanda hanya menggeleng dengan mata yang sudah berkaca kaca mendengar dan merasakan kesungguhan dari setiap kalian yang di lontarkan Wildan padanya tadi.
" dan untuk membuat kamu percaya kakak akan memberikan ini sama kamu " ucap Wildan yang langsung bangun dan merogoh saku celananya mencari sesuatu yang sudah lama iya simpan di dalam dompet nya.
Mata Nanda semakin berkaca kaca saat melihat apa yang di ambil Wildan dari dalam dompetnya, yang ternyata sebuah kalung bersama dua buah cincin yang di jadikan liontin oleh wildan tapi yang membuat Nanda sedikit bingung adalah ada dua cincin yang ada di dalam kalung tersebut.
" kamu tau kakak menyiapkan ini jauh sebelum kakak bertemu kamu dan kakak belum tau jika kamu dan Alvaro di jodohkan demi untuk menguasai hartamu selama ini " ucap wildan sambil membuka pengait yang ada di ujung kalung yang masih di genggam Wildan.
" mungkin ini terasa begitu cepat tapi kakak hanya ingin tidak terlambat lagi seperti dulu " ucap Wildan dengan senyum yang menghiasi wajahnya sedangkan Nanda yang mendapat perlakukan yang sangat manis dari Wildan pun hanya bisa menitikkan air mata yang mulai deras membasahi pipi.
" tapi kakak tidak akan memasangkan cincin ini di jarimu saat ini, tapi kakak akan melakukannya setelah kamu dan Alvaro benar benar berpisah " ucap Wildan yang masih memikirkan harga diri dan perasaan Nanda di hadapan semua orang.
Wildan pun malah memilih mengalungkan kalung dan kedua cincin yang Wildan jadikan liontin sebagai pengikat dirinya dan Nanda.
" dan untuk kedua orang tua kakak, mereka tidak pernah memaksa atau bahkan melarang kakak menikahi perawan atau janda " ucap Wildan.
" bagi mereka kebahagiaan kakak adalah hal yang sangat penting dan kakak yakin mereka tidak akan pernah membahas status yang kamu miliki " ucap Wildan penuh keyakinan demi untuk tetap menjaga Nanda untuk bisa percaya dengan semua yang dirinya katakan.
Ting
Handphone Nanda pun berbunyi dan ternyata ada sebuah notifikasi dari nomor seseorang yang iya kenal.
" siapa ?" tanya Wildan yang terlihat sangat protektif pada Nanda setelah kejadian itu.
" mommy " ucap Nanda yang malah membuka isi pesan yang baru saja masuk ke dalam handphone nya.
" apa ini caramu untuk membalas setiap rasa sakit yang Alvaro berikan padamu ? kenapa kamu begitu tega Nanda ? bahkan kini kami terusir dari rumah kami sendiri, apa kamu puas ?
✍️✍️✍️ kira kira apa tujuan dari pesan yang di kirim seseorang pada Nanda ? Apa untuk mendapatkan rasa iba dari Nanda ? Atau kah untuk bisa membuat Nanda kembali goyah dengan semuanya dan mau kembali pada Alvaro ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘