Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya...


Nanda yang baru saja sampai di apartemen setelah berbelanja dan juga sedikit banyak menghabiskan waktu dengan wanita paruh baya yang baru saja Nanda temui di supermarket membuat Nanda merasa lucu dengan kejadian yang baru saja Nanda alami.


" ada ada saja Bu Restu ini " ucap Nanda saat melihat nama yang Bu Restu simpan di handphone nya setelah tadi Bu Restu sengaja meminjam handphone Nanda saat mereka akan bertukar nomor telepon.


" ibu mertua " ucap Nanda yang baru saja membaca nama yang Bu Restu simpan di handphone nya.


" entah nama apa yang Bu Restu simpan di handphone nya untuk nomor handphone ku " ucap Nanda yang tak ingin membayangkan nama yang mungkin Bu Restu berikan untuknya.


Drttt drttt


Handphone Nanda bergetar dan saat Nanda lihat ternyata orang yang baru saja bertemu dengannya di supermarket.


" halo nak Nanda ! Ini Bu Restu " ucap Bu Restu saat sambungan telepon nya di angkat oleh Nanda.


" iya Bu, Nanda baru saja sampai di apartemen, ibu sudah sampai rumah ? " tanya Nanda menimpali apa yang Bu Restu tanyakan.


" ya sudah, lain kali kita belanja bareng lagi ya "Bu ucap Bu Restu sebelum mengakhiri sambungan telepon nya.


Nanda pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bu Restu menurut Nanda mirip seseorang tapi siapa Nanda sendiri tidak tau.


Sedangkan di sebuah rumah yang sangat besar dimana Bu Restu baru saja sampai setelah berbelanja bulanan, kini sedang duduk tersenyum sambil memainkan handphone nya dan hal itu membuat suaminya menatap penuh curiga pada sang istri.


" mama kenapa senyum senyum seperti itu ? Kayak baru Nemu mantu aja " ucap pak Wijaya.


" emang baru Nemu mantu untuk si Ragil yang susah di atur itu " ucap Bu Restu saat mengingat putra bungsunya yang masih betah melajang hingga saat ini.


" tapi apa mungkin Ragil mau dengan mantu pilihan mama " tanya pak Wijaya yang tau bagaimana watak putra bungsunya.


" mama yakin Ragil mau, karena pilihan mama kali ini tidak mungkin salah " ucap Bu Restu yang memang sudah berkali kali mencoba menjodohkan putra bungsunya dengan beberapa anak dari temannya.


" kita berdoa saja, tapi apa wanita itu masih sendiri atau dia seorang ?" tanya pak Wijaya sambil memainkan kedua jarinya.


" mama sendiri ngga yakin, tapi mama harap Nanda masih single " ucap Bu restu yang memang tidak menanyakan dengan jelas status Nanda saat ini karena menurut Bu Restu bukan saat yang tepat menanyakan hal itu sekarang pada Nanda.


" papa doakan apa yang mama mau bisa Ragil penuhi dan Ragil cocok dengan wanita pilihan mama " ucap pak Wijaya yang tak ingin memupus semangat istri nya.


" tapi sebelum berharap lebih jauh mama harus bisa pastikan jika dia masih single atau kalau pun sudah pernah menikah dia harus lah sudah resmi menjadi janda " ucap pak Wijaya yang tak ingin istrinya berharap pada wanita yang salah.


" kalo itu papa tenang saja mama yang akan menyelidikinya sendiri " ucap Bu Resty sambil melangkah ke dalam kamarnya.


" apa sih yang sedang mama dan papa bicarakan kayaknya serius sekali " ucap laki laki yang sejak tadi di bicarakan oleh Bu Restu dan pak Wijaya.


" biasalah mamamu, katanya sudah nemuin calon yang pas untuk kamu " ucap pak Wijaya pada putranya.


" papa tau kan Wildan ngga mau di jodohkan " ucap Wildan, ya kalian benar anak dari pak Wijaya dan Bu Restu itu memang lah Wildan si Ragil yang keras kepala dan tidak ingin di jodohkan karena iya sedang memperjuangkan seseorang di hatinya siapa lagi jika bukan Nanda.


" tapi hargai keinginan mama mu, setidaknya jika nanti mama mu ingin mengenalkannya padamu kamu temui dulu jangan langsung menolaknya " ucap pak Wijaya.


" tapi Wildan sudah menemukan wanita itu pah " ucap Wildan yang tak mungkin bisa membantah jika papanya sudah berbicara seperti itu.


" katanya mama mu bertemu dengan wanita itu di supermarket saat belanja tadi " ucap pak Wijaya masih dengan suara pelannya.


" jadi jangan langsung memutus harapan mama mu kecuali kamu bisa membawa wanita yang kamu pilih ke hadapan mamamu saat ini juga " ucap pak Wijaya tegas.


" tidak bisa secepat ini pah " ucap Wildan terduduk saat mengingat janjinya dengan Nanda yang akan memberi Nanda ruang selama masa Iddah nya selesai.


" kenapa ? Apa dia jauh ? Apa dia istri orang ?" tanya pak Wijaya sedikit meledek putranya.


" dia baru saja berpisah dengan suaminya dan Wildan harus menunggu masa Iddah nya selesai " ucap Wildan lesu.


" hahaha... Ternyata kamu persis seperti papa " ucap pak Wijaya sambil menepuk pundak Wildan tapi hal itu malah membuat Wildan menatap serius ke arah papanya.


" papa juga menikahi mama mu saat mama mu berstatus seorang janda tanpa anak "


" dan papa harus menunggu masa Iddah nya selesai sebelum papa bisa menikahinya " ucap pak Wijaya mengenang jalan cerita pernikahan nya dengan Bu Restu.


" ternyata kita sama pah, tapi bedanya Wildan di larang menemui nya sampai masa Iddah nya selesai agar tak menimbulkan fitnah saat nanti kami bersama " ucap Wildan yang tak menjelaskan siapa nama calon yang Wildan maksud pada sang papa.


Sedangkan di apartemen Yuna baru saja pulang saat Nanda baru saja selesai memasak makan malam untuk mereka berdua karena memang Nanda tak pernah menganggap jika dirinya lebih tinggi dari Yuna hingga harus di perlakukan istimewa oleh Yuna.


" malam nan " sapa Yuna yang terlihat sangat kelelahan bercampur kesal.


" malam, kenapa mukanya kusut gitu ? Mandi sana abis itu kita makan malam sama sama " ucap Nanda seperti seorang kakak pada adiknya.


" kamu tau nan, mantan suami mu sekarang bekerja di kantor bos Wildan dan bos Wildan menempatkannya di bawah pengawasan ku " ucap Yuna yang tak memiliki maksud apapun saat bercerita pada Nanda.


" tapi ternyata dia orang yang sangat menyebalkan dan banyak bertanya " ucap Yuna seolah ingin meluapkan rasa kesalnya pada Alvaro dengan bercerita.


" mungkin karena jenis pekerjaan nya berbeda dari pekerjaan yang dulu mas Alvaro pegang jadi dia harus banyak bertanya " ucap Nanda.


" dan juga mungkin agar tidak terjadi kesalahan agar kak Wildan tidak akan menyesal pernah memberikannya kepercayaan dengan memberikan nya kesepakatan itu " ucap Nanda lagi yang langsung mendapat anggukan dari Yuna.


" kamu benar bahkan apa yang kamu ucapkan sama dengan apa yang Alvaro ucapkan sebelum dia pulang tadi "


" apa mungkin dia bisa benar benar berubah ? Tanya Yuna pada Nanda yang membuat Nanda tersenyum ke arah Yuna yang mulai care pada Alvaro.


" kita doakan saja dengan kedekatan kalian mas Alvaro bisa berubah dan kamu juga bisa menemukan jodoh "


" aku ?? Dan Alvaro ?? No no no "


✍️✍️✍️ apa Wildan akan memberitahu pada mamanya jika dirinya punya pilihannya sendiri ? Dan apa mungkin Alvaro dan yuna berjodoh ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘