
Nanda terdiam mendengar setiap kata yang di ucapkan Wildan yang memang semuanya benar, Nanda sadar jika dirinya terlalu lemah mudah merasa iba dan mudah memaafkan hingga akhirnya selalu di manfaatkan dan di salahkan oleh orang lain.
" maaf " Ucap Nanda yang menyadari kelemahannya saat ini.
" kakak tidak memerlukan kata maaf dari kamu karena semua itu hak kamu "
" tapi kakak ngga mau kamu terus di manfaatkan dan ditindas oleh orang lain " ucap Wildan yang kini memberanikan diri menggenggam tangan Nanda yang mungkin sedang rapuh dan membutuhkan penguat untuk bisa meyakinkan hatinya jika yang mereka lakukan ini memang benar.
Wildan pun melepaskan genggaman tangannya dari Nanda dan mulai kembali melajukan mobilnya menuju Apartemen yang Nanda tempati.
Dalam kebingungan Alvaro pun mencoba menghubungi papanya berharap papanya masih memiliki rasa belas kasih pada mereka yang entah akan tinggal di mana saat ini.
" Al, apa mungkin papamu mau menolong kita ?" tanya Bu Natasha yang ragu apakah suaminya atau mungkin kini sudah menjadi mantan suami nya mau membantu nya.
" tidak ada salahnya jika kita mencobanya " ucap Alvaro yang tak tau harus berbuat apa apa lagi.
" coba saja Al kamu tidak tergoda pada Clarisa, mungkin kita tidak akan pernah mengalami nasib seburuk ini " ucap Bu Natasha sangat pelan dan beruntung Clarisa tidak mendengar apa yang di ucapkan Bu Natasha.
" sudah lah mom, mau bagaimana pun kita menyesali apa yang sudah kita lakukan, itu tidak akan mengubah apapun jika semuanya sudah terjadi dan semuanya sudah terlanjur " ucap Alvaro yang tak ingin berandai andai karena memang semua nya sudah sangat terlambat untuk di sesali.
" kamu benar " ucap Bu Natasha.
" yang harus kita pikirkan bagaimana kita bisa membalikkan keadaan dan membalas setiap hinaan yang Nanda berikan melalui Wildan dan Anton " ucap Alvaro yang masih mencoba menghubungi ayahnya tapi hingga tiga kali mencoba menghubungi tetap tidak tersambung.
" bagaimana Al, apa papa bisa di hubungi ?" tanya Bu Natasha yang sudah mulai lelah memikirkan kemana mereka akan tinggal malam ini.
Alvaro tiba tiba saja teringat pada saudara Clarisa yang ternyata pernah menjadi istri kedua ayahnya, clarisa yang curiga saat Alan menatap dengan sangat intens padanya pun semakin tidak tenang.
" apa kamu tidak bisa menghubungi saudaramu ?" tanya Alvaro berharap saudara dari Clarisa bisa membantunya setidak nya untuk malam ini saja.
" apa mommy mau tinggal di rumah wanita yang pernah menjadi wanita lain di hati papa ?" tanya Clarisa sambil melihat ke arah Bu Natasha.
" apa tidak ada tempat lain Al selain saudara Clarisa ?" tanya Bu Natasha yang memang tak ingin melihat ataupun bertemu dengan saudara Clarisa meski kata pak Alexander hubungan mereka telah usai.
" tapi kita tak memiliki pilihan lain mom "
" papa saja tidak bisa di hubungi " ucap Alvaro.
" kita menginap di hotel saja " usul Clarisa tapi Alvaro malah terdiam karena apartemen saja bisa dengan mudah di ambil alih oleh Nanda apalagi dengan rekening ATM yang iya pegang, tak menutup kemungkinan jika Nanda pun sudah menutup semua rekening nya.
" aku rasa Nanda sudah menutup semua rekening yang aku punya " tebak Alvaro yang kembali membuat Bu Natasha semakin membenci Nanda.
" dasar wanita tidak tau diri " gerutu Bu Natasha yang sudah sangat lelah menghadapi malam tapi hingga saat ini iya tidak tau akan tidur di mana.
Drttt drttt drttt
Alvaro langsung melihat handphone nya untuk melihat siapa yang berusaha menghubunginya saat ini.
" siapa al ? Tanya Bu Natasha berharap suaminya yang menghubunginya saat ini.
" pah, papa dimana ? " tanya Alvaro yang tidak tau harus berbicara apa pada papanya saat ini, jujur harga diri Alvaro menekannya untuk tidak mengatakan maaf tapi tidak adanya pilihan lain tentang tempat tinggal membuatnya harus mengatakan maaf pada sang papa.
" kenapa ? Apa kalian tidak memiliki tujuan untuk tinggal ?" tanya pak Alexander yang sudah bisa menebak apa yang di inginkan Alvaro saat menghubunginya saat ini.
" Al, biar mommy yang bicara " ucap Bu Natasha sambil mengulurkan tangannya meminta handphone yang masih di pegang oleh Alvaro.
" mommy yakin ?" tanya Alvaro tapi tanpa ragu Bu Natasha langsung mengangguk yakin jika dirinya bisa membujuk suaminya saat ini.
" Al, ada apa ? Jika memang tidak ada yang ingin di bicarakan lebih baik papa tutup karena papa sedang sibuk " ucap pak Alexander yang saat ini sedang bersama dengan seorang wanita yang selama ini menjadi wanita lain dalam pernikahan nya bersama Bu Natasha.
" pah, maafkan mommy "
" bisa kita kembali seperti dulu " ucap Bu Natasha yang sudah menghilangkan harga dirinya demi bisa kembali ke rumah yang selama ini menjadi tempat bernaungnya bahkan rumah itu juga adalah rumah warisan dari kedua orang tuanya.
" bisa saja, tapi mommy tidak boleh protes apapun yang terjadi dan mommy bisa menerima apa yang sudah papi putuskan " ucap pak Alexander tanpa memikirkan perasaan istrinya jika tau apa yang akan iya lakukan jika nanti alvaro dan istrinya kembali ke dalam rumah ini.
" baiklah " ucap Bu Natasha yang tak tau apa yang sedang suaminya lakukan saat ini dan apa yang akan mereka lihat dan alami di rumah itu nanti.
" ok, mommy dan Alvaro bisa kembali ke rumah ini " setelah mengatakan itu pak Alexander langsung menutup sambungan telepon nya dan kembali menikmati apa yang di sajikan oleh wanita ini yang sengaja iya bawa ke rumah nya setelah kepergian Bu Natasha dan Alvaro putranya.
" apa Tante tidak akan melakukan apapun saat nanti tau jika aku dan kamu masih bersama ?" tanya wanita itu yang tak lain adalah saudara Clarisa yang bernama Camelia.
" terserah jika dia tidak bisa menerima kamu biar dia pergi dari rumah ini karena aku sendiri sudah muak dengan sikapnya yang sangat berkuasa di rumah ini " ucap pak Alexander yang memang selama ini pura pura patuh dan mengalah pada Bu Natasha dan kini seolah apa yang iya tahan bisa iya keluar kan dengan bebas.
" tapi clarisa boleh kan tinggal di rumah ini bersama ku " ucap Camelia sambil bergelayut manja di pangkuan pak Alexander.
" selama dia bisa menempatkan diri dan tidak ikut campur dengan semua urusanku makan dia bisa tinggal di rumah ini " ucap pak Alexander yang langsung menyerang Camelia wanita muda yang usianya sama dengan Alvaro putranya.
Nanda baru saja sampai di depan pintu apartemen nya dimana Wildan masih setia mengikuti Nanda seolah menjadi pengawalnya selama dua puluh empat jam.
" nan, mulai besok Yuna akan menemani kamu dan jika perlu Yuna akan tinggal bersama kamu agar bisa menjaga kamu dua puluh empat jam "
" apa harus seperti itu ? Memang siapa yang akan mencelakai Nanda sampai sampai Nanda harus di jaga se protektif itu ? " tanya Nanda yang merasa jika Wildan terlalu berlebihan.
" kita tidak akan tau apa yang akan Alvaro dan keluarga nya lakukan untuk bisa membalas apa yang sudah kita lakukan "
" Wildan benar, apalagi Alvaro kini sudah benar benar hancur dan tidak menutup kemungkinan jika dia akan membalas kamu dengan cara apapun "
✍️✍️✍️ apa kali ini Nanda akan mendengarkan saran dari Wildan dan Anton ? Atau dia akan dengan kenaifannya 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘