
Nanda baru saja sampai di apartemen nya dengan Yuna, bahkan Wildan dengan setia mengantar kemanapun Nanda ingin.
" sayang tunggu " Wildan yang masih penasaran dengan keputusan yang di ambil Nanda pun kini tak bisa membendung rasa penasarannya.
Nanda hanya melihat ke arah Wildan sambil membuka apartemen nya karena Nanda merasa sangat lelah setelah tadi di ajak berkeliling oleh Bu Restu.
" kita bicara di dalam saja tapi kakak tidak bisa lama lama di dalam ya karena tidak ada Yuna " ucap Nanda mengingatkan Wildan.
Tentu saja Wildan tidak membuang kesempatan saat di persilahkan masuk ke dalam Apartemen oleh Nanda karena memang sangat jarang Nanda mengizinkannya masuk terlebih saat tak ada Yuna di dalam.
" sayang, kenapa kamu masih begitu baik pada Camelia padahal kamu tau sendiri jika dia tidak benar benar hamil " ucap Wildan yang masih berjalan mengikuti Nanda yang kini sedang menuju ruang keluarga di apartemen nya.
" soal dia tidak benar benar hamil anak papi Nanda tidak akan ikut campur, biar papa sendiri yang tau " ucap Nanda yang kini sudah membawa minuman dingin untuk Wildan dan juga dirinya.
" tapi satu yang pasti, Nanda tau bagaimana rasanya saat warisan yang orang tua kita berikan untuk kita tapi di ambil dengan cara yang tidak baik oleh orang yang sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan kita "ucap Nanda saat mengingat apa yang akan Alvaro lakukan tapi. beruntung Nanda bisa mencegahnya hanya rumah orang tuanya saja yang ternoda oleh kelakuan bejat yang Alvaro dan Clarisa lakukan malam itu.
" tapi apa kamu yakin jika mereka tidak akan kembali berulah nanti ?" tanya Wildan sambil membuka minuman dingin yang baru saja di sodorkan Nanda untuknya.
" itu semua tergantung mereka dan nanda tidak akan bisa mengatur kehidupan mereka karena Nanda sendiri masih banyak yang harus Nanda urus selain mengurusi mereka berdua " ucap Nanda singkat.
" ah andai waktu bisa berlaku dengan sangat cepat, kakak ingin tiga bulan ini terasa cepat " ucap Wildan yang sebenarnya sangat gemas pada Nanda yang menurut Wildan bukan hanya cantik rupanya tapi juga hatinya.
" sudah sana pulang, terlalu lama kakak di sini nanti bahasan kakak akan terlalu jauh " ucap Nanda yang tak ingin membahas masalah pernikahan bahkan masa Iddah nya saja masih berjalan.
" apa kamu tidak ingin jika kita segera menikah ?" tanya Wildan yang malah berpikiran jika Nanda tidak menginginkan pernikahan ini.
" bukan seperti itu, tapi menurut Nanda terlalu dini jika kita membahas masalah pernikahan sedangkan kita sendiri tidak tau apa yang akan terjadi di tiga bulan ke depan " ucap Nanda yang tak ingin terlalu berharap pada hal yang belum pasti.
" kamu salah jika berpikir seperti di itu " ucap Wildan yang kini sudah menghadap pada Nanda bahkan Wildan mengangkat satu kakinya dan melipatnya di sofa agar bisa mempermudah berbicara dengan Nanda.
" segala sesuatu harus di bicarakan dan di rencanakan terlebih ini tentang pernikahan yang akan kita jalani seumur hidup kita dan kakak harap ini akan menjadi yang pertama dan terakhir untuk kakak dan yang terakhir untuk kamu " ucap Wildan yang kini sudah berhasil menggenggam tangan Nanda.
" mungkin saat ini kamu masih belum bisa mencintai kakak seperti kakak mencintai kamu " ucap Wildan yang kini sudah berani membelai pipi Nanda.
" dan tak menutup kemungkinan jika saat ini kamu merasa takut jika pernikahan kamu yang kedua juga akan berakhir gagal seperti sebelumnya " ucap Wildan yang kini tatapannya tepat di bola mata Nanda, dan seperti terhipnotis dengan apa yang di katakan Wildan dan juga di lakukan Wildan, Nanda hanya diam tanpa adanya penolakan tentang apapun yang Wildan lakukan padanya.
" tapi yang harus kamu ingat jika yang ada di hadapan kamu adalah Wildan laki laki yang begitu sangat mencintai kamu dan juga sangat menyayangi kamu hingga tak akan mungkin kakak mengecewakan kamu seperti yang Alvaro lakukan padamu " ucap Wildan.
Setelah mengatakan itu semua dan Nanda yang masih terdiam mendengar apa yang di katakan oleh dirinya membuat Wildan memberanikan diri mendekat kan wajahnya ke arah wajah Nanda dan entah terbuat atau tertutup mata setan membuat Nanda menutup matanya bersiap dengan apa yang akan Wildan lakukan.
Dan kali ini Wildan pun benar benar menempatkan Bu birnya ke BI bir Nanda yang masih memejamkan matanya, melihat Nanda yang seperti terbuai membuat Wildan semakin berani memperdalam ciumannya dan tak segan Wildan pun mulai bermain dengan indra perasa nya di dalam rongga mulut Nanda.
" kak.. Kak ... Hei... Kak Wildan " panggil Nanda karena sejak Wildan menjelaskan tentang makna pernikahan Wildan malah terlihat termenung di hadapan Nanda.
" eh... Maaf maaf " ucap Wildan yang malu dengan apa yang ada dalam bayangannya tentang dirinya dan Nanda tadi.
" sudah sana pulang, terlalu lama kakak di sini akan semakin banyak kesempatan yang kakak berikan untuk setan setan mengganggu iman kita" ucap Nanda yang bisa menebak apa yang ada dalam pikiran Wildan karena melihat daun telinga Wildan yang bersemu merah.
" baiklah kakak pamit " ucap Wildan yang tak berani menatap wajah nanda wanita yang iya ajak berbuat buruk.
" hati hati kak, dan Nanda harap kakak bisa bersabar dan tidak akan berubah pikiran dengan niatan kakak yang ingin menikahi Nanda " ucap Nanda yang kini sudah semakin yakin jika Wildan memang lah yang terbaik untuk dirinya.
Lain halnya dengan Alvaro yang masih berada di dalam mobil yang sengaja Yuna pinjam karena tak mungkin meninggalkan Alvaro dan Bu Natasha sedangkan Anton sudah pergi lebih dulu karena ada janji dengan Rekha yang kini status keduanya sudah menjadi sepasang kekasih.
" terima kasih Yuna sudah mau mengantar kami kembali ke rumah kami " ucap Bu Natasha yang ingin tau bagaimana hubungan Alvaro dengan yuna.
" sama sama Tante, jangan sungkan jika memerlukan bantuan Yuna katakan saja " ucap Yuna yang ada di samping alvaro yang saat ini sedang mengemudikan mobil Anton tentunya.
" sebenarnya ada satu hal yang ingin Tante mintain tolong padamu " ucap Bu Natasha yang saat ini duduk di kursi belakang mobilnya.
" katakan saja "
" apa kamu sudah memiliki kekasih atau pun suami ? " tanya Bu Natasha.
" mom "
" kenapa ? Apa mommy salah jika berharap Yuna menjadi istri mu dan ibu dari anak-anak mu nanti ?
✍️✍️✍️ kenapa Nanda tidak membongkar kebusukan Camelia di hadapan Bu Natasha dan Alvaro ? Apa yang terjadi saat kebohongan Camelia terbongkar.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘😘😘