
Setelah berhasil menyelamatkan Alvaro, Clarisa langsung membawa Alvaro ketempat yang lumayan jauh dari ibu kota karena Clarisa yakin jika saat ini Wildan dan Anton tidak akan tinggal diam dan akan membalas apa yang sudah Alvaro lakukan pada Nanda.
" kita akan pergi kemana RI ?" tanya Alvaro yang kini duduk di kursi samping Clarisa yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya menuju tempat yang Clarisa yakini aman dari pantauan Wildan.
" ketempat yang menurutku aman " ucap Clarisa yang hanya menatap sekilas ke arah Alvaro.
" sebenarnya kamu kenapa sih Al ? Rencana awal kita kan hanya membunuh Nanda tapi kenapa kamu jadi menyiksanya dan kamu sepertinya ingin melakukannya dengan dia " tanya Clarisa yang kesal dengan tindakan yang di lakukan Alvaro yang menurutnya keluar dari kencana yang malah membuatnya menjadi buronan seperti ini.
" aku hanya ingin sebelum Nanda mati Nanda bisa mengingat dengan jelas jika akan sangat percuma jika dia melawanku " ucap Alvaro yang kini sudah memalingkan wajahnya keluar dari jendela mobil yang kini melaju sangat kencang.
" apa kamu mencintainya hingga kamu tak rela jika dia ada yang membela di saat kamu sendiri sebagai suaminya malah tidak membelanya " tanya Clarisa yang mendadak cemburu dengan apa yang Alvaro lakukan karena bagaimanapun Clarisa bisa mendengar dengan jelas apa yang Alvaro katakan pada Nanda karena keduanya menggunakan earphone agar saling terhubung.
" sudah lah tidak usah di bahas karena yang harus kita pikirkan bagaimana cara kita agar bisa lolos dari Anton dan Wildan " ucap Alvaro.
" apa mommy dan papi akan aman dari Anton dan Wildan ?" tanya Alvaro yang tiba tiba saja mengingat kedua orang tuanya yang harus iya tinggalkan demi menyelamatkan dirinya terlebih dahulu.
" berdoa saja " ucap clarisa karena dirinya pun tak tau bagaimana kondisi orang tua Alvaro bahkan Clarisa tidak memberitahu jika mereka benar benar menjalankan rencana yang sebenarnya tidak di setujui oleh Bu Natasha.
Lain halnya di rumah besar Wildan dimana dokter Rekha baru saja selesai memeriksa Nanda yang juga baru saja sadarkan diri.
" saya dimana ?" tanya Nanda yang baru saja membuka mata setelah dokter baru saja selesai memeriksa Nanda.
" saya tidak tau kita ada di rumah siapa tapi saya dokter yangbaru saja memeriksa anda " ucap dokter Rekha menjelaskan.
Nanda mengingat saat saat terakhir dirinya sebelum tak sadarkan diri, Nanda menghirup nafas begitu dalam saat merasakan sesak di dadanya saat mengingat bagaimana beringasnya Alvaro yang ingin melenyapkannya hanya demi harta yang iya miliki.
Tak terasa air mata Nanda mengalir di setiap sudut matanya yang kini terpejam menyembunyikan bagaimana luka hati yang iya rasakan dari orang yang menurutnya begitu dekat dengan dirinya.
" saya tidak tau apa yang kamu rasakan sampai mendapatkan luka seperti ini " ucap Rekha yang merasa iba dengan apa yang di alami Nanda.
" tapi yang kamu harus ingat akan ada pelangi setelah hujan dan akan ada kebahagiaan dari setiap luka yang pernah kita lewati "
" jadi ikhlas dan bangkitlah untuk melawan setiap orang yang ingin menyakitimu karena ada banyak orang yang menyayangimu di luaran sana " ucap dokter tadi.
Mendengar semua yang di katakan wanita yang ada di hadapannya yang katanya seorang dokter membuat Nanda akhirnya membuka mata dan mencoba untuk duduk meski harus di bantu oleh Rekha.
" dan jika kamu mau kamu bisa menganggap ku sebagai teman yang bisa kamu ajak berbagi " Nanda yang merasa terharu dan memang sangat membutuhkan tempat untuk berbagi akhirnya memeluk Rekha yang langsung di sambut baik oleh Rekha yang kini sudah memeluknya juga.
Tanpa Nanda dan Rekha sadari jika Wildan mendengar semua pembicaraan yang di lakukan Rekha dan Nanda.
" wil, biarkan mereka berbicara dari hati ke hati agar Nanda bisa sedikit merasa lega " ucap Anton yang langsung menarik Wildan agar membiarkan Nanda melepaskan semua beban yang sulit iya bagi dengan siapapun.
" tapi ton, Nanda kan bisa berbagi dengan ku " ucap Wildan yang merasa jika dirinya bisa saja menjadi tempat untuk Nanda berbagi tidak dengan orang yang bahkan belum dirinya kenal apalagi Nanda kenal.
" memang kamu siapanya Nanda hingga Nanda harus berbagi beban sama kamu " ucap Anton setelah memukul kepala sahabat sekaligus atasannya yang mendadak bodoh karena cinta.
" buat Nanda halal dulu untuk mu baru kamu bisa menjadi tempatnya berbagi beban " ucap Anton yang malah membuat Wildan tersadar apa yang harus iya lakukan untuk bisa melepaskan Nanda dari Alvaro yang sudah jelas jelas tidak pantas lagi untuk Nanda.
" kamu ingat saat terakhir kamu sebelum kamu tak sadarkan diri ?" tanya Wildan yang belum mendengar jelas apa yang terjadi pada Alan saat itu.
" pak maaf menggangu " ucap Rekha yang malah membuat Wildan dan Anton langsung menatap pada wanita yang tadi masih ada di kamar bersama Nanda.
" iya, bagaimana kondisi Nanda saat ini " ucap Wildan yang langsung berdiri menghampiri Rekha yang tak jauh darinya.
" sejauh ini kondisi Bu Nanda sudah jauh lebih baik dan insyaallah tidak ada luka dalam hanya luka luar dan luka memar di tubuh Bu Nanda tapi sudah saya berikan obat " ucap Rekha menjelaskan.
" tapi mungkin klluka psikis yang harus kita pantau apalagi Bu Nanda seperti tak memiliki tempat untuk nya berbagi " ucap Rekha yang sudah bisa menyimpulkan apa yang harus Wildan lakukan untuk Nanda.
" jadi saya harap jangan membiarkan Bu Nanda sendiri karena saat ini yang Bu Nanda butuhkan hanya dukungan dan kehadiran orang orang yang menyayanginya " ucap Rekha yang tentu saja membuat Wildan melihat ke arah Anton yang juga sedang mendengarkan dengan seksama.
" maaf apa dokter bisa menjadi teman Nanda untuk saat ini ?" tanya Anton yang kini sudah berjalan mendekat pada Wildan dan Rekha.
" kenalkan saya Anton asisten pak Wildan " ucap Anton yang memang belum berkenalan dengan wanita yang sudah menolongnya tadi.
" saya Rekha rekan dokter Wira " ucap Rekha yang melihat sekeliling mencari rekannya yang tadi menghubunginya.
" dokter Wira sudah pulang setelah memeriksa saya tadi " ucap Anton yang tau siapa yang sedang di cari oleh Rekha.
" lah kok pulang duluan " ucap Rekha yang sedikit kesal dengan rekannya yang menurutnya tidak setia kawan.
" dokter aman disini dan jika saya boleh minta tolong bisa tidak dokter menginap di sini malam ini saja untuk bisa menemani Nanda yang seperti nya masih sangat membutuhkan teman " ucap Anton yang malah mendapat tatapan tajam dari Wildan.
" biarkan Nanda bersama dokter Rekha "
" karena kita akan mencari Alvaro agar kita bisa memberi pelajaran pada Alvaro yang sudah membuat Nanda seperti ini "
" Lo bener setelah kita memberi pelajaran pada Alvaro, kita juga akan memberi pelajaran pada Clarisa dan kedua orang tua Alvaro "
✍️✍️✍️ sakit yang benar benar sakit adalah di lukai oleh orang yang kita anggap bisa menjadi pelindung untuk kita dan itu di alami oleh Nanda yang juga terluka begitu dalam oleh Alvaro, apa Nanda akan tramua dengan semuanya atau Nanda akan bisa bangkit dan menjadi lebih kuat untuk bisa melawan Alvaro dan semua yang ingin menghancurkannya ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘