Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Musuh dalam selimut


Jujur Camelia sangat marah saat mendengar semua yang di ucapkan sugar Daddy nya tapi Camelia harus bisa meredam itu semua agar tidak kehilangan tambang emas yang hanya ini yang iya miliki.


" baiklah Camelia setuju dan Camelia tidak akan menuntut papi mengakui dia sebagai anak papi tapi papi tetap akan menghidupi kamu nanti " ucap Camelia mengukur waktu.


" baiklah " ucap laki laki paruh baya itu yang kembali menyerang Camelia.


" kamu tepat jika memintaku menghancurkan perusahaan Wijaya karena aku juga memiliki dendam pribadi pada mereka " ucap laki laki itu dalam hati sambil memberikan hen Takan di tubuh Camelia.


Malam pun semakin larut ditambah kegiatan yang menguras tenaga membuat keduanya pun terlelap setelah mendapatkan apa yang mereka ingin gapai.


Pagi ini terasa sangat berbeda dimana untuk pertama kalinya Wildan tidak datang ke apartemen Nanda meski hanya untuk sarapan.


" kenapa ?" tanya Yuna yang heran dengan Nanda yang terlihat lesu.


" ngga papa " ucap Nanda yang tak berani menatap ke arah Yuna.


" pak Wildan ada rapat penting pagi ini jadi seperti nya pak Wildan saat ini sudah pergi ke kantor " ucap Yuna yang mulai menebak jika Nanda lesu karena ketidak hadiran Wildan di apartemen nya pagi ini.


" apa itu benar benar penting ? " tanya Nanda yang langsung menatap ke arah Yuna.


" ya, karena rival perusahaan yang sudah lama tidak membuat ulah kini tiba tiba membuat ulah dan hal itu membuat pak Wildan membutuhkan fokus yang cukup ekstra " ucap Yuna memberikan penjelasan pada Nanda agar bisa mengerti jika Wildan bukan lah laki laki sembarangan yang memiliki banyak waktu.


" terima kasih sudah memberikan penjelasan padaku " ucap Nanda.


" tadinya Nanda sempat berpikir jika kak Wildan sedang ada masalah dengan wanita lain " ucap Nanda meski malu mengatakan semua itu.


" aku yakin jika pak Wildan sangat mencintai kamu dan pak Wildan tidak akan pernah mengkhianati kamu hanya demi wanita manapun" ucap Yuna penuh keyakinan.


" semoga saja " ucap Nanda yang kini sudah melanjutkan sarapannya karena dirinya pun akan berangkat ke kantor.


Di sebuah kantor yang bergerak di bidang yang sama dengan Wildan bahkan menjadi rival di setiap tender yang di perjuangkan laki laki paruh baya yang semalam bersama dengan Camelia kini sudah menjelma menjadi seorang pengusaha bertangan dingin yang siap menghancurkan perusahaan manapun yang iya rasa tidak iya sukai.


" apa kalian sudah menjalankan apa yang aku perintahkan ?" tanya laki laki itu yang bernama pak Damian.


" sudah tuan dan saya dengar jika pagi ini perusahan wijaya sedang mengadakan rapat darurat untuk membahas apa yang kita lakukan pada perusahaan nya " ucap asisten kepercayaan pak Damian.


" lalu bagaimana menurut mata mata kita apa kita bisa mengambil kesempatan itu untuk semakin merusak perusahaan yang bocah itu pimpin " ucap pak Damian.


" sedang dia usahakan karena sudah satu bulan ada pegawai baru yang langsung di tempat kan di posisi yang cukup strategis " ucap asisten kepercayaan pak Damian.


" kamu cari tau tentang pegawai baru yang menghalangi rencana kita dan bila perlu habisi dia " ucap pak Damian.


" baik pak " ucap asisten tersebut yang langsung menghubungi seseorang untuk menjalankan tugas yang di perintahkan atasannya.


Lain halnya dengan yang terjadi di perusahaan Wildan dimana Wildan sedang marah besar pada semua bawahannya tak terkecuali Yuna dan Alvaro yang juga ikut dalam meeting pagi ini.


" kenapa semua ingin bisa terjadi ? "


" saya yakin jika di antara kita ada yang berkhianat dan saya pastikan saya bisa menemukan pengkhianat itu dengan tangan saya sendiri " ucap Wildan yang tak main main jika sudah menghadapi pengkhianat yang ada di sekitar nya.


" pokoknya saya tidak mau tau kalian harus membuat kembali proposal kerja sama yang akan kita gunakan di acara lelang tender besok " ucap Wildan tegas.


" Yuna, Alvaro kalian ke ruangan saya sekarang " ucap Wildan sebelum meninggalkan ruang rapat, sedangkan Yuna dan Alvaro hanya bisa mengangguk siapa mendengar perintah yang di berikan Wildan pada mereka berdua.


" pak, untuk apa bapak meminta Yuna dan anak baru itu ke ruangan bapak ? Apa bapak tidak curiga dengan anak baru itu ? Bisa saja dia yang sudah membocorkan file tender yang sudah kita susun dengan susah payah " ucap asisten Wildan yang lain yang bernama Adrian.


" siapa maksud kamu ?" tanya Wildan yang sebenarnya tau jika yang di maksud Adrian adalah Alvaro.


" Alvaro pak " ucap Adrian yakin tapi hal itu membuat Wildan berpikir ulang dengan setiap kata yang Adrian lontarkan tadi.


" apa kamu punya bukti jika Alvaro yang sudah melakukan semua itu ?" tanya Wildan sambil menatap tajam ke arah Adrian agar Wildan bisa membaca bahasa tubuh Adrian saat ini.


Adrian pun menggeleng karena iya memang tak memiliki bukti yang bisa membuktikan jika Alvaro lah orang yang sudah membocorkan rancangan proposal perusahaan kepada rival mereka.


" kembalilah ke ruang kerjamu dan kerjakan tugasmu dengan baik dan jangan sampai membuat kesalahan untuk presentasi besok " ucap Wildan yang kini sudah berada di depan ruang kerjanya dimana Yuna dan Alvaro sudah ada di depan ruangannya.


Adrian pun hanya melihat ke arah Yuna dan Alvaro yang terlihat sama pentingnya posisinya di perusahaan dengan dirinya, sedangkan Yuna dan Alvaro terlihat cuek karena bagi mereka mereka hanya ingin berkerja dengan baik tanpa ingin menjatuhkan ataupun mengambil posisi orang lain di perusahaan.


" masuk " ucap Wildan setelah dirinya membuka ruangannya terlebih dahulu yang langsung di ikuti oleh Yuna dan juga Alvaro di belakang Wildan.


" saya ingin tau kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi ?" tanya Wildan pada Yuna dan juga Alvaro yang mana mereka berdua bersama dengan Adrian lah yang menyusun rancangan proposal untuk tender yang mereka lakukan kemarin tapi ternyata proposal itu bocor dan berkat negosiasi yang di lakukan Wildan tender itu pun di jadwalkan ulang agar bisa lebih fear.


" saya sendiri tidak yakin pak, tapi terakhir file itu di pegang oleh pak Adrian dan bahkan pak Adrian sendiri yang mengatakan jika dirinya yang akan mengeprint semua proposal yang sudah kami buat " ucap Yuna.


" dan saya bisa menjamin jika pak Alvaro tidak melakukan hal yang bisa merugikan perusahaan " ucap Yuna penuh keyakinan.


" maksud kamu ada yang ingin bermain main dengan saya di perusahaan saya sendiri ? " tanya Wildan yang langsung mendapat anggukan dari Yuna dan juga Alvaro.


" dan semoga saja dia hanya mengincar perusahaan kita bukan perusahaan Nanda yang saat ini masih dalam masa transisi kepemimpinan " ucap Alvaro yang terlihat mengkhawatirkan Nanda.


" maksud kamu Nanda bisa saja menjadi sasaran mereka ?" tanya Wildan.


" ya, karena dalam Peperangan semua cara di halalkan untuk mendapatkan kemenangan termasuk menghancurkan wanita " ucap Alvaro yang malah membuat Wildan tak tenang dan Wildan langsung menghubungi Nanda yang kebetulan sedang ingin menghubunginya.


" halo kak baru saja Nanda mau telepon " ucap Nanda yang terdengar seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.


" ada apa ? Apa kamu baik baik saja ?" tanya Wildan yang langsung beranjak dari duduknya dan hal itu tak luput dari perhatian Yuna dan juga Alvaro.


" kak Anton tidak bisa di hubungi dan juga ponsel nya mendadak mati, apa Kaka tau dimana kak Anton ? Harusnya dia sudah tiba di kantor satu jam yang lalu " ucap Nanda.


" tidak biasanya Anton seperti ini ? Apa jangan jangan ini ulah kakek tua itu ??


" kakek tua siapa ? dan apa yang Diinginkan dari kak Anton ?


✍️✍️✍️ kita masuk drama kriminal dulu ya .. Biar ada drama untuk Yuna dan Alvaro nantinya...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


love you moreee 😘😘😘