Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Pertemuan yang mengejutkan


Sudah satu bulan Wildan dan Nanda tidak bertemu secara fisik meski mereka masih tetap bertukar kabar lewat telepon ataupun video call tapi bagi Wildan itu sangat menjengkelkan.


" Nanda, kakak ke apartemen ya ?" izin Wildan yang sudah tak tahan ingin bertemu dan melihat Nanda secara langsung.


" maaf kak, Nanda ada janji " ucap Nanda yang memang sejak pertemuan nya dengan Bu Restu kini mereka intens berkomunikasi dan tak jarang mereka pun janjian berbelanja bareng meski hanya di akhir pekan karena Nanda kini sudah mulai fokus pada perusahaan peninggalan orang tuanya.


" janji ? Dengan siapa ?" tanya Wildan yang langsung berpikir macam macam pada nanda.


" kakak ingat wanita paruh baya yang Nanda pernah ceritakan dulu ?" tanya Nanda yang tau jika Wildan mulai curiga dan bisa saja berpikir macam macam tentang dirinya.


" iya kakak ingat, yang katanya ingin menjadikan kamu menantunya ?" jawab Wildan.


" iya, dan hari ini ibu itu ingin bertemu dengan Nanda " ucap Nanda menjelaskan.


" ngga, ngga boleh " ucap Wildan protektif.


" kalo mau ketemu ibu itu kakak harus ikut jadi dia tidak akan berpikir menjodohkan kamu dengan putranya " ucap Wildan yang sudah memutuskan akan menemani Nanda saat bertemu dengan wanita yang Nanda maksud.


" huh... Baiklah jika seperti itu " ucap Nanda mengalah kerena Nanda tau dirinya tidak akan pernah menang jika berdebat dengan Wildan.


" tapi kakak langsung ke supermarket saja ya " ucap Nanda karena memang waktunya bertemu dengan Bu Restu hanya tinggal setengah jam lagi.


" ok, kamu share lock saja jika kamu sudah sampai supermarket" ucap Wildan yang langsung menutup sambungan telepon nya setelah mendapat jawaban dari Nanda.


Nanda hanya bisa geleng geleng sambil bersiap diri karena tak ingin membuat Bu Restu menunggu dirinya, bukan karena Nanda ingin di jadikan menantu Bu Restu seperti yang di inginkan Bu Restu tapi karena Nanda merasa nyaman sekaligus bisa mengobati rasa rindunya pada ibunya yang sudah tiada.


Sedangkan Wildan yang sudah bersiap pergi menyusul Nanda langsung di hentikan oleh Bu restu yang juga sudah terlihat rapih bersama dengan pak Wijaya yang juga tak kalah rapih dari istrinya.


" Wildan kebetulan kamu sudah rapih, ayo ikut mama dan papa " ucap Bu Restu sambil menggandeng tangan Wildan agar Wildan tidak bisa menolaknya.


" tapi mah, Wildan ada janji " ucap Wildan yang mulai curiga saat mamanya mengajak dirinya sedangkan sang papa sudah siap menemani nya pergi.


" mama ngga mau tau pokoknya kamu batalin janji kamu dan kamu harus ikut mama karena ini penting " ucap bu Restu.


" tapi mah ' Wildan melihat ke arah papanya berharap mendapatkan bantuan untuk bisa membujuk mamanya.


" sudah ikut saja, mundurkan waktu janjimu atau jika bisa pindahkan tempat ketemu kalian di supermarket " ucap pak Wijaya yang membuat Wildan mendapat ide yang pas untuk mengatasi semuanya.


" ya sudah Wildan ikut tapi Wildan juga akan mengajak teman Wildan untuk ikut bergabung sama kita ya " ucap Wildan yang mungkin ini saatnya untuk nya mengenalkan Nanda dengan kedua orang tuanya meski masa Iddah Nanda masih tiga bulan tapi tidak masalah jika hanya mengenalkannya saja saat ini.


" ngga, mama ngga setuju karena hari ini mama akan kenalkan kamu sama wanita yang mama yakin akan kamu sukai kali ini " ucap Bu Restu, tapi saat Wildan ingin menjawab ucapan mamanya tatapan pak Wijaya menghentikan niat Wildan untuk membantah ucapan mamanya.


" ayo kita berangkat " ucap Bu Restu sambil menarik paksa Wildan sedangkan pak Wijaya hanya bisa mengikuti istrinya dari belakang.


" papa harap kamu tidak akan mengecewakan harapan mamamu yang ingin melihat kamu bersanding dengan wanita pilihannya " gumam pak Wijaya sambil melihat ke arah dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


Kini ketiganya pun sudah sampai di lobi supermarket yang menurut Wildan sangat jauh dari rumah mereka tapi tak lama Wildan menyadari jika supermarket ini malah lebih dekat dengan apartemen dirinya yang masih di tempati Nanda hingga saat ini.


" ayo pah, mantu mama pasti udah nungguin " ucap Bu Restu yang sudah tak sabar karena pak Wijaya dan Wildan berjalan sangat lambat.


" mantu mama ? Pah .?? " Wildan yang merasa terjebak pun akhirnya menghentikan langkahnya dan hal itu di sadari oleh Bu Restu.


" mama tidak akan memaksa kamu nanti " ucap Bu Restu mencoba mencari cara agar Wildan mau menemui pilihannya dulu.


" tapi setidaknya temui dulu pilihan mama baru setelah itu kamu bisa putuskan sendiri " ucap Bu Restu yang tak ingin pertemuan nya kali Ini gagal mempertemukan Nanda dengan putra bungsu nya.


" nah itu dia " ucap Bu Restu saat melihat Nanda yang sedang membelakangi nya.


" dari mana mama yakin jika itu adalah wanita yang mama pilih untuk Wildan ? Ucap Wildan yang masih berusaha menghindar untuk bertemu.


" sudah jangan banyak bicara kita lihat saja apa mama kamu benar mengenali calon menantu nya atau tidak " ucap pak Wijaya yang juga sama penasarannya dengan Wildan apa benar istrinya bisa mengenali calon menantunya atau tidak.


" sayang " panggil Bu Restu pada sosok wanita yang masih membelakangi mereka semua, dimana saat itu Nanda baru saja duduk di kursi tunggu di samping restoran siap saji yang ada di samping luar supermarket.


Wanita yang Bu Restu panggil pun berbalik dan alangkah terkejutnya Wildan dan Nanda dimana kini mereka bertemu di tempat yang sama, bahkan Nanda tidak pernah menyangka jika wanita yang selama ini berhubungan dengannya adalah ibu dari laki laki yang iya mintai jarak selama masa Iddah nya.


" sayang jadi kamu yang mama maksud ? Tanya Wildan yang tak percaya jika wanita yang mamanya maksud adalah wanita yang sama yang ingin Wildan kenalkan pada mamanya.


" Tante, jadi Ragil yang Tante maksud adalah kak Wildan ? Tanya Nanda yang bukannya menjawab pertanyaan Wildan tapi malah bertanya pada Bu Restu.


" iya dia Wildan anak Ragil ibu atau anak bungsu ibu " ucap Bu Restu menjawab pertanyaan Nanda.


" Ragil itu anak bungsu " jelas pak Wijaya yang dari tadi masih memperhatikan semuanya.


" maaf om saya tidak tau " ucap Nanda menunduk.


" saya pikir Ragil itu nama anak Tante Restu " jelas Nanda mengemukakan apa yang iya pikirkan selama ini.


" pah, dia wanita yang sama yang ingin Wildan kenalkan sama papa dan mama nanti " ucap Wildan yang tak enak menyebut masa Iddah Nanda.


" berarti kalian memang berjodoh " ucap pak Wijaya merasa lega karena wanita yang di harapkan istrinya dan juga putranya adalah wanita yang sama.


" maaf kak, Nanda ngga tau kalo Tante Restu itu mama kakak " ucap Nanda yang tak enak pada Wildan.


" ngga papa sayang, salah Tante yang tidak menyebut nama sebenarnya anak Tante " ucap Bu Restu.


" tapi mah, apa mama sudah yakin pada Nanda ? " tanya pak Wijaya.


" maksud papa apa ?" tanya Bu restu yang mulai menduga jika suaminya yang malah tidak setuju dengan pilihannya.


" bukan seperti itu maksud papa, apa mama tau status Nanda ? "


✍️✍️✍️ iya ya ...🤔🤔 apa Bu Restu tau status Nanda saat ini ? Dan apa kabar dengan pak Alexander, Bu Natasha dan juga Camelia ? kita lihat di episode besok ya..


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘