Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
kedatangan Andini


Bu Restu tak pernah menyangka jika Andini tipikal anak yang tidak tau malu bahkan Bu Restu juga heran dengan kedua orang tuanya yang malah seperti mendukung apa yang Andini lakukan saat ini.


" Andini hanya ingin bertemu Wildan Tante karena ada yang ingin Andini katakan sama Wildan " ucap Andini yang malah menerobos masuk saat ada celah bagi dirinya untuk masuk ke dalam rumah Bu Restu.


" dasar anak yang tidak mempunyai sopan santun" ucap Bu Restu sambil menyusul Andini yang kini sedang mencari keberadaan Wildan.


" Bun, dia siapa ?" tanya Nanda saat melihat Andini yang baru saja naik ke lantai dua dimana kamar Wildan berada.


" Andini " satu nama yang merubah pandangan Nanda tentang semua yang terjadi.


Nanda pun tak menanyakan apapun lagi tentang Andini seolah tak memperdulikan apa yang terjadi antara Andini dan Wildan, apalagi di antara dirinya dan Wildan memang tidak ada ikatan apapun yang mengharuskan nya untuk berlaku cemburu dengan wanita yang berusaha mendekati Wildan.


" nan, kamu baik baik saja ?" tanya Rekha yang bisa menebak apa yang sedang Nanda rasakan dalam hatinya, terlebih Nanda yang pernah di selingkuhi tidak menutup kemungkinan adanya rasa trauma dalam diri Nanda atau tidak percaya pada laki laki.


" aku baik kamu tidak perlu khawatir" ucap Nanda sambil menampilkan senyum manisnya pada Rekha.


Tapi tidak di kamar Wildan dimana wajah Wildan langsung berubah marah saat lagi lagi Andini menerobos masuk ke dalam kamarnya bahkan Nanda sendiri wanita yang iya cintai tidak pernah melakukan hal seperti itu.


" SEDANG APA KAMU DISINI ? " ucap Wildan sambil menarik tangan Andini keluar dari kamarnya dan Wildan pun langsung menutup pintu kamarnya setelah mereka berdua sudah di luar kamar Wildan.


" APA KAMU SUDAH TIDAK PUNYA RASA MALU MASUK KE KAMAR LAKI LAKI YANG TIDAK ADA HUBUNGAN APAPUN DI ANTARA KITA " bentak Wildan yang malah menarik perhatian Bu Restu dan juga Rekha yang langsung naik menghampiri Wildan dan juga Andini tapi tidak dengan Nanda yang masih asik menyiapkan sarapan untuk semuanya.


" apa yang terjadi Wildan ?" tanya Bu Restu saat melihat putranya yang terlihat sangat marah pada Andini.


" wanita ini sungguh tidak tau malu " ucap Wildan yang langsung ingat pada Nanda saat melihat Rekha yang kini sudah berdiri di samping bundanya.


" Bun, Nanda mana ?" tanya Wildan yang langsung turun mencari Nanda berharap Nanda tidak berpikiran buruk tentang kedatangan Andini ke rumah nya.


" ada di ruang makan sedang menyiapkan sarapan " ucap Bu Restu yang seolah tak menganggap Andini ada di sana.


" Wildan tunggu " Andini pun berusaha mengejar Wildan tapi tertahan oleh Rekha yang secara spontan memegang tangan Andini meski Rekha tidak mengenal Andini.


" tunggu, kamu siapa nya Wildan ?" tanya Rekha yang tak ingin Nanda semakin menutup diri jika sampai di kecewakan oleh Wildan.


" aku kekasih Wildan " ucap Andini mengaku ngaku.


Setelah mengatakan itu Andini pun langsung melepaskan tangan Rekha yang masih menahan dirinya dan langsung mengejar Wildan berharap jika dirinya tidak terlambat tapi entah terlambat untuk apa.


" sayang " Wildan langsung menghampiri Nanda yang masih sibuk menyiapkan sarapan untuk semua di temani Anton dan juga pak Wijaya.


" duduk, kita sarapan bareng " ucap Nanda tanpa melihat ke arah Wildan bahkan Nanda terlihat sangat sibuk menyiapkan semuanya di bantu asisten rumah tangga Bu Restu.


" sayang, kakak bisa jelaskan " ucap Wildan yang kini sudah menghadang Nanda yang akan mengambil sisa makanan pelengkap untuk sarapan pagi ini.


" sarapan, lebih baik sarapan pake makanan dari pada sarapan pake penjelasan yang tidak Nanda butuhkan " ucap Nanda yang mana terdengar sangat dingin di telinga Wildan.


" tapi sayang " Nanda menatap ke arah Wildan tapi dengan tatapan yang sulit Wildan jelaskan apakah Nanda marah atau tidak padanya.


" kalo kakak ngga mau makan masakan Nanda itu hak kakak tapi Nanda mau sarapan karena Nanda mau pergi ke kantor " ucap Nanda yang langsung pergi menuju meja makan meninggalkan Wildan.


Wildan tak menghiraukan apa yang Andini ucapkan padanya bahkan Wildan memilih untuk duduk di dekat Nanda yang kini sudah duduk di samping Bu Restu sedangkan Rekha sudah duduk di samping Anton.


" minggir " ucap Andini pada Nanda.


" maaf kamu berbicara padaku ?" tanya Nanda sambil melihat ke arah Andini yang kini ada di antara dirinya dan juga Wildan.


" tentu saja aku berbicara padamu " ucap Andini yang dengan sangat berani memegang lengan Nanda dan berusaha menariknya untuk bangun dari duduknya.


" jaga batasan mu, karena kamu di sini bukan siapa siapa tapi Nanda adalah calon istriku " ucap Wildan sambil menatap ke arah Nanda yang juga sedang menatap padanya.


" lalu bagaimana dengan anak yang ada dalam kandungan ku Wil " ucap Andini yang memang sedang mengandung benih laki laki lain yang tak bisa bertanggung jawab atas kehamilan Andini saat ini.


" HAMIL ? " tanya Nanda tapi tatapan kecewa Nanda arahkan untuk Wildan.


" sayang, Kaka tidak pernah melakukan hal tercela seperti itu " ucap Wildan yang kini sudah kehilangan selera makannya pagi ini.


" bahkan kakak tidak bertemu dengan Andini selama lebih dari tiga tahun " ucap Wildan yang tak menyukai tatapan yang di berikan Nanda padanya seolah Nanda percaya dengan apa yang di katakan Andini tadi.


" Wildan benar sayang " ucap Bu Restu yang tak ingin Nanda termakan ucapan Andini yang mengandung kebohongan yang sangat besar.


" jadi ini tujuan kamu dan kedua orang tua mu datang ke rumah saya kemarin malam ?" tanya pak Wijaya yang akhirnya buka suara.


" om, papa tidak tau apapun dengan yang Andini katakan " ucap Andini yang masih menyembunyikan kehamilan nya dari sang papa.


" Benar kah ? Jadi kamu ingin Wildan menjadi ayah dari anak yang kamu kandung " ucap pak Wijaya yang tak habis pikir dengan apa yang sedang di rencanakan Andini saat ini.


" Wil, aku mohon demi masa lalu kita dan demi anak yang ada dalam kandungan ku aku mohon nikahi aku " ucap Andini sambil bersimpuh di hadapan wildan dan juga Nanda.


" bunda, pak, Nanda pamit pulang ya maaf jika Nanda pulang di saat seperti ini " ucap Nanda yang kuat mendengar Andini yang memohon penuh harap pada Wildan.


" sayang " wajah Wildan kini benar benar pias mendengar apa yang Nanda katakan seolah tak perduli dengan keputusan yang akan Wildan berikan pada Andini.


" kakak selesai kan urusan yang masih belum selesai di antara kakak dan wanita itu, toh di antara kita masih belum ada hubungan yang jelas"


" apa maksudmu mu sayang ? Kita akan menikah tiga bulan lagi, lalu kenapa sekarang kamu berbicara seperti itu ? " tanya Wildan penuh kecewa dengan apa yang Nanda ucapkan.


" Nanda hanya ingin menjaga hati Nanda karena Nanda sangat tau bagaimana rasanya pernikahan di rusak oleh orang dari masa lalu pasangan kita dan Nanda tak ingin hal itu kembali terulang pada Nanda "


" Nanda pamit "


✍️✍️✍️ bagaimana Wildan menyelesaikan semuanya dan bagaimana cara Wildan meyakinkan Nanda agar tetap percaya padanya ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘