
Berita kesiapan Nanda menikah dengan Wildan dengan cepat tersebar dan hal itu juga sampai di telinga Alvaro dan juga Bu Natasha yang ikut merasa bahagia dengan keputusan yang di ambil Nanda untuk masa depan nya.
" lalu kapan Nanda akan menikah dengan bos mu Al ?" tanya Bu Natasha yang sangat ingin menghadiri pernikahan Nanda dengan Wildan.
" lima hari lagi mom " ucap Alvaro yang ikut merasa bahagia dan lega Nanda akhirnya bisa membuka hatinya untuk laki laki lain setelah diri ya menyakiti Nanda sedemikian rupa.
" apa mommy boleh menghadiri pernikahan Nanda nanti ?" tanya Bu Natasha karena hingga saat ini dirinya belum mendapatkan surat undangan dari Nanda.
" tentu saja, bahkan mommy akan menjadi ibu yang akan menemani Nanda nanti " ucap Alvaro seperti yang di pinta Nanda padanya hanya saja Alvaro lupa memberitahu pada Bu Natasha.
" tapi kenapa Nanda tak memberitahu mommy langsung ?" tanya Bu Natasha yang merasa sedih Nanda tidak memberitahu nya secara langsung.
Alvaro yang tau jika ibunya sedikit kecewa dengan Nanda pun akhirnya memberikan pengertian pada mommynya.
" mom, semenjak Nanda memutuskan untuk menikah, pak Wildan semakin protektif pada Nanda bahkan Nanda saat ini sudah tinggal di rumah pak Wildan sedangkan wildan memilih tinggal dengan Anton" ucap Alvaro menjelaskan apa yang iya tau tentang Nanda.
" sampai Nanda tak bisa menghubungi mommy ?" tanya Bu Natasha memastikan.
" ya, karena Nanda saat ini dengan menjalani masa pingitan seperti yang di inginkan Wildan agar terasa lebih istimewa " ucap Alvaro.
" baiklah, sampaikan pada Nanda jika mommy akan datang dan akan menjadi ibu yang akan mendampingi nya di hari spesial nya " ucap Bu Natasha yang akhirnya mengerti dengan alasan yang di berikan Alvaro padanya.
Dan tak terasa waktu berlalu begitu cepat dimana hari ini adalah hari pernikahan Wildan dan Nanda, setelah lebih dari satu Minggu Nanda di pingit tak bertemu dengan siapapun termasuk Wildan tapi itu membuat kerinduan di antara keduanya menjadi semakin menggebu.
Dan acara pernikahan Wildan dan Nanda pun berjalan dengan lancar dan sakral dan suasana haru biru pun tak luput Nanda rasakan karena ketidak hadiran kedua orang tuanya yang sudah lama tiada.
" selamat ya nan, akhirnya kamu sekarang sudah resmi menyandang status ibu Wildan "ucap Yuna sambil memeluk Nanda yang terlihat sangat cantik dengan gaun syar'i bernuansa putih meski sederhana tapi masih terkesan glamor dan mewah.
" terima kasih ya yun, dan mulai saat ini persiapkan pernikahan kamu dan mas Al juga ya " ucap Nanda mengingatkan Yuna dan Alvaro yang menyalaminya beriringan.
" tentu saja tapi sebelum kami biar Anton dan dokter Rekha yang akan menikah lebih dulu " jawab Alvaro sambil merangkul pinggang yuna yang terlihat sangat cantik siang ini.
" baiklah terserah kalian saja " jawab Wildan yan tak ingin kalah langsung merangkul pinggang Nanda di hadapan Alvaro dan juga Yuna yang tentu saja membuat Nanda hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah Wildan.
" sayang, kamu sudah siap untuk malam ini " bisik Wildan saat semuanya sudah menyalami mereka berdua.
" ishh, jangan membahas itu sekarang by malu " bisik Nanda yang kini sudah merubah panggilannya.
" tadi kamu panggil apa sayang ?" tanya Wildan yang hanya ingin memastikan jika pendengaran nya masih baik baik saja.
" by.. Hubby " ucap Nanda dengan pipi yang bersemu merah.
" nanti saja bisik bisik nya kalo kalian sudah di dalam kamar " ucap Anton yang tiba tiba saja ada di hadapan Wildan dan Nanda.
" dihhh bolehnya sirik... " ledek wildan sambil mencium pipi Nanda yang berada tak jauh dari dirinya.
" biarin, dari pada kamu yang hanya bisa membayangkan nya saja " jawab Wildan.
" by, sudah ah malu " ucap Nanda yang memilih duduk di kursi pelaminan.
Dan tak terasa acara pernikahan Nanda dan Wildan pun berjalan dengan sangat lancar meski di selingi kekonyolan yang Wildan dan Anton lakukan tapi tak membuat keduanya bertengkar tapi malah membuat keduanya menjadi semakin akrab.
" Wil, ajak Nanda istirahat sana, Nanda pasti capek dengan semua acara yang kalian lalui hari ini " ucap Bu Restu setelah mereka sampai di rumahnya karena Wildan dan Nanda memang menikah di sebuah ballroom hotel yang cukup mewah.
" iya mih " ucap Wildan yang langsung menuju Nanda menuju kamarnya yang belum pernah Nanda masuki selama ini meski selama satu Minggu ini Nanda tinggal di rumah Wildan.
Jantung Nanda dan Wildan berdegup sangat kencang setelah mereka masuk ke dalam kamar Wildan yang ternyata sudah di hias agar malam pertama mereka berkesan.
" ini hubby yang menyiapkan semuanya ?" tanya Nanda yang tak mengalihkan pandangannya dari atas tempat tidur yang terlihat sangat cantik di tambah temaram cahaya lilin yang membuat suasana menjadi semakin romantis.
" mungkin mommy yang menyiapkan semuanya " ucap Wildan yang memberanikan diri memeluk Nanda dari belakang untuk pertama kalinya, dan tentu saja membuat Nanda semakin panas dingin di buatnya tapi Nanda harus siap karena ini memang kewajibannya.
" sayang " Wildan memutar tubuh Nanda agar menghadap padanya dimana hijab Nanda masih terpasang dengan rapi termasuk hiasan Tiara pengantin masih menempel di hijab Nanda.
" boleh kakak membuka ini " tanya Wildan sambil memegang hijab Nanda, Nanda pun hanya mengangguk karena kini tak ada lagi batasan antara dirinya dan Wildan, dan Wildan berhak melihat dirinya dengan utuh tanpa penghalang.
Wildan pun mulai membuka hijab Nanda dengan jantung yang semakin berdegup kencang begitu juga dengan Nanda dimana Wildan bisa melihat da da Nanda yang berdegup kencang.
Wildan pun menatap penuh kagum pada wajah yang selama ini iya lihat Dengan balutan hijab kini sudah tanggal hijabnya ditambah rambut Nanda yang di biarkan tergerai panjang membuat Nanda terlihat semakin cantik.
" kamu sangat cantik sayang " ucap Wildan sambil melihat wajah Nanda dan tak lama Wildan pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Nanda dan mulai menempelkan bibir tak bertulang miliknya pada milik Nanda dan Wildan pun mulai memainkan indra perasa nya menerobos masuk dan menari nari disana membelit apa yang ada di dalam sana.
Tangan Wildan pun tak tinggal diam mulai membuka pakaian syar'i yang masih Nanda gunakan yang langsung terjun bebas setelah Wildan membuka pengait atasnya.
" by malu " ucap Nanda yang mencoba menutup aset yang kini sudah terpampang di hadapan Wildan.
" hubby suami mu dan kamu juga berhak atas apa yang ada dalam diri hubby " ucap Wildan yang membuka sendiri apa yang iya kenakan agar Nanda tidak merasa malu lagi.
" hubby benar, kini kita sudah menjadi satu dan Nanda kini milik hubby seutuhnya "
✍️✍️✍️ eittt sabar... Unboxing nya di lanjut jangan ya ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘