
Yuna dan Nanda pun baru saja sampai di apartemen mereka tapi hingga detik ini Anton masih belum di ketahui keberadaan nya bahkan kini Rekha juga ikut menghilang.
" na, kira kira siapa yang sudah menculik Kak Anton dan Rekha ? Tanya Nanda yang baru saja mendudukkan diri di ruang keluarga di apartemen nya.
" aku sendiri tidak yakin karena bos Wildan pun masih belum bisa menemukan keberadaan Anton saat ini " ucap Yuna tapi tak lama bel pintu apartemen Nanda pun berbunyi yang langsung di buka oleh Yuna saat melihat jika Wildan yang ada di hadapannya.
" Nanda dimana ?" tanya Wildan yang langsung masuk mencari Nanda.
" di ruang keluarga pak " jawab Yuna di belakang Wildan.
" sayang " Wildan langsung memanggil Nanda yang baru saja memejamkan matanya dalam keadaan duduk.
" kak " Nanda yang merasa tak tenang sejak tadi pun akhirnya memeluk Wildan untuk pertama kalinya dan hal itu tentu saja membuat Wildan cukup kaget dengan apa yang Nanda lakukan, sedangkan Yuna memilih untuk masuk kedalam kamarnya membiarkan Nanda menyalurkan rasa khawatirnya satu hari ini.
" kakak baik baik saja, dan kakak juga akan bisa menemukan Anton dan juga Rekha secepatnya " ucap Wildan sambil mengusap usap lembut punggung Nanda yang malah menyadarkan Nanda dengan apa yang iya lakukan pada Wildan.
" maaf " ucap Nanda yang langsung melepaskan pelukannya dari Wildan.
Wildan pun hanya tersenyum melihat apa yang Nanda lakukan saat menyadari jika dirinya sudah menabrak batas yang Nanda garis sendiri untuk mereka berdua.
" kakak kesini mau pamit karena Kaka sudah tau dimana Anton dan Rekha saat ini berada " ucap Wildan yang mana membuat Nanda khawatir akan keselamatan Wildan.
" dan kakak mohon untuk saat ini kamu tinggal bersama bunda dan ayah karena hanya disana tempat paling aman yang bisa kakak percaya " ucap Wildan menyampaikan maksud tujuannya datang ke apartemen Nanda.
" kan ada Yuna di sini ?" tanya Nanda sambil melihat ke arah Yuna yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Yuna akan ikut dengan kakak karena Yuna juga bisa membantu melindungi Rekha nantinya " ucap Wildan yang memang harus membawa serta Yuna bersamanya.
" baiklah Nanda akan ikut apa yang kakak putuskan, tapi kakak harus janji sama Nanda kalo kakak akan pulang dengan selamat tanpa terluka sedikit pun " ucap Nanda.
Wildan pun mengangguk demi membuat Nanda tenang dan bisa mengijinkannya pergi.
" kamu sudah siap Yuna ?" tanya Wildan yang sebelum mengetuk pintu apartemen Nanda sudah mengirim pesan pada Yuna.
" siap bos " ucap Yuna yang memang sudah benar benar siap dengan pakaian yang terlihat fleksibel jika dirinya di haruskan bertarung di sana.
Nanda pun memasuki kamarnya untuk bersiap dan mengambil beberapa pakaian untuk nya tinggal di rumah Wildan, dan setelah melihat Nanda siap untuk pergi Wildan pun beranjak dari duduknya di ikuti Yuna.
" Kita ke rumah bunda dulu " ucap Wildan pada Yuna yang saat ini sedang mengemudikan mobil wildan.
Tanpa banyak bicara yuna pun mulai melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Wildan yang tidak terlalu jauh dari apartemen Nanda. Bahkan Wildan pun sudah memberitahu Bu Restu jika Nanda akan menginap malam ini di rumahnya pun kini sudah menunggu Nanda datang.
" sayang " sapa Bu Restu saat Nanda, Wildan dan Yuna turun dari mobilnya yang langsung menghampiri Bu Restu seolah tak ingin membuang banyak waktu.
" bunda, Wildan titip Nanda " ucap Wildan yang sudah memberitahu bundanya lebih dulu sebelum meminta Nanda ikut dengannya ke rumah Bu Restu.
" iya kamu tenang saja " ucap Bu Restu.
" tapi kamu juga harus hati hati dah harus pulang dalam keadaan sehat dan baik baik saja " ucap pak Wijaya yang sedikit khawatir karena yang Wildan hadapi adalah rivalnya dulu saat dirinya menjabat sebagai CEO di perusahaan yang saat ini sudah di pegang Wildan.
" Wildan tau yah, doakan saja semoga semuanya bisa berjalan lancar dan selamat " ucap Wildan.
" kakak pamit sayang " ucap Wildan sambil mengusap lembut kepala Nanda yang terhalang hijab, Nanda hanya bisa memberikan senyum dan doa pada Wildan.
Wildan dan Yuna pun kini sudah menuju tempat dimana Anton dan Rekha berada sesuai dengan pelacakan yang Wildan lakukan, sedangkan Alvaro yang masih berada di kantor pun mencari bukti dengan mengecek cctv yang tentunya sudah mendapat izin dari Wildan untuk mengecek setiap cctv yang ada di setiap sudut perusahaan.
Lain lagi dengan Wildan dan Yuna yang kini sudah berada di depan sebuah gudang yang lumayan jauh dari hiruk pikuk kehidupan tapi Wildan yakin jika di dalam sana ada Anton dan Rekha.
" apa bos yakin jika Anton ada di dalam ?" tanya Yuna yang mulai mengawasi sekeliling seolah mengatur strategi jika sampai hal buruk terjadi pada mereka.
" yakin, ayo turun " ajak Wildan yang langsung turun dan mencari tempat bersembunyi untuk bisa menyelinap masuk di ikuti Yuna dari belakang.
Sedangkan di depan gudang saat Wildan dan Yuna sudah lumayan dekat baru terlihat dua orang bertubuh tinggi tegap sedang menjaga gudang tersebut.
" bos, biar Yuna yang memancing mereka untuk menjauh dari pintu gudang sedangkan bos masuk ke dalam untuk menyelamatkan Anton " ucap Yuna yang akan selalu menjadi tameng untuk keselamatan Wildan.
" ok " ucap Wildan yang yakin jika Yuna bisa menjaga diri dan bisa mengecoh dua penjahat yang terlihat mulai mengantuk.
Krussukk
Yuna sengaja melempar beberapa batu ke semak semak yang tak jauh dari dua orang yang sedang berjaga di depan pintu.
" SIAPA ITU " ucap salah satu penjaga yang langsung bangkit dari duduknya dan mulai memeriksa asal suara.
Krussukk brakkk
Yuna kembali melempar sesuatu ke arah yang berlawanan yang berhasil membuat satu penjaga lagi bangkit dari duduknya menuju asal suara.
" KELUAR JIKA KALIAN JAGOAN, JANGAN MENJADI PENGECUT YANG BERSEMBUNYI DI KEGELAPAN " ucap penjaga satunya lagi.
Tapi dengan sigap Wildan membekap dan melumpuhkan salah satu penjaga yang mendekat padanya hingga penjaga itu tak sadarkan diri.
" BANG SAT BERANINYA MAIN BELAKANG " ucap salah satu penjaga yang menyadari jika temannya sudah jatuh tersungkur tak sadarkan diri oleh Wildan.
" HAI LAWAN AKU JIKA KAMU BISA " teriak Yuna mengalih kan perhatian penjaga yang ingin menghajar Wildan.
" HAH WANITA BISA APA KAMU ??" penjaga itu pun tak mengindahkan ucapan Yuna dan memilih menghajar Wildan yang menurutnya jauh lebih imbang jika bertarung.
" kamu selamatkan Anton dan Rekha biar aku yang mengatasi cecunguk ini " ucap Wildan yang langsung merubah strategi.
Yuna pun tak membantah ucapan Wildan karena yang utama saat ini adalah menyelamatkan Anton dan rekha, sedangkan di dalam gudang Anton yang mendengar kegaduhan di luar langsung menarik Rekha ke belakang tubuhnya jika sesuatu yang buruk terjadi nanti.
Brakkk
Pintu pun berhasil di buka oleh Yuna akibat kecerobohan dua penjaga yang malah menggantungkan kunci gudang hingga mempermudah Yuna membuka pintu gudang tersebut.
HIATTTT
" STOPPP
✍️✍️✍️ apa Yuna bisa menghindar dari serangan yang di berikan anton ? Dan bagaimana dengan Wildan yang saat ini masih berusaha melumpuhkan penjaga yang ada di depan gudang ? Dan bagaimana dengan Alvaro apa dia akan aman setelah bisa membongkar keburukan yang Adrian lakukan ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘