Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Posesif


Wildan kembali menggendong Nanda yang masih tak sadarkan diri menuju kamar yang pernah Nanda tempati di rumah ini, dan beruntungnya hijab yang sempat Alan di tarik oleh Alvaro masih terpasang di kepala Nanda.


" malam pak Wildan " sapa dokter Wira yang selama beberapa tahun ini menjadi dokter pribadi Wildan, dimana dokter Wira baru saja datang setelah di persilahkan masuk oleh art Wildan yang telah di beri pesan oleh Wildan jika ada dokter agar bisa langsung di arahkan menuju kamar tamu dimana dirinya membawa Nanda ke sana.


" malam dokter Wira " sapa Wildan yang saat ini sedang menyelimuti tubuh Nanda.


" tolong cek kondisinya dok dia saat ini tak sadarkan diri " terang Wildan yang tak menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjadi.


" tapi pak sebaiknya di bawa ke rumah sakit melihat kondisi wanita iya yang lumayan parah " ucap dokter Wira yang masih belum memeriksa Nanda .


" saya takut ada luka dalam yang mungkin saja bisa berakibat fatal pada kondisi pasien " ucap dokter Wira lagi mengarahkan dan berharap Wildan mau mengikuti saran yang iya berikan.


" apa dokter bisa menjamin keamanan dan menjamin jika polisi tidak akan ikut campur dengan yang terjadi pada Nanda ?" tanya Wildan yang masih enggan membawa Nanda menuju rumah sakit karena jika di luar sana keamanan Nanda jauh lebih riskan.


Dokter Wira pun diam karena tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang di khawatirkan Wildan jika sampai Nanda di periksa di rumah sakit besar.


" sebaiknya anda periksa Nanda sekarang sebelum semuanya semakin memburuk " ucap Wildan yang mulai kesal dengan kelambatan yang di lakukan dokter Wira yang sengaja iya panggil kerumahnya.


Dokter pun langsung melakukan tugasnya dengan memeriksa Nanda meski hanya bagian wajah saja yang boleh iya periksa karena Wildan tak membolehkan nya memeriksa bagian lain dari tubuh Nanda.


" pak Wildan, jika di ijinkan saya akan menghubungi teman saja yang juga merupakan dokter "


" dia seorang wanita jadi dia pasti bisa lebih leluasa memeriksa Bu Nanda dengan sangat teliti tidak seperti saya yang tidak bisa memeriksa kondisi dalam tubuh Bu Nanda " ucap dokter Wira yang berharap usulannya di dengar oleh Wildan.


" lakukan apapun yang terbaik agar Nanda bisa mendapatkan penanganan yang layak " ucap Wildan yang saat ini sedang mencoba menghubungi Anton yang hingga saat ini masih belum ada kabar.


" kemana Anton !! Kenapa sampai saat ini masih belum ada kabar jika dia sudah membawa baji Ngan Alvaro menuju markas " ucap Wildan yang masih terus mencoba menghubungi Anton.


Sedangkan di apartemen Nanda setelah Anton di pukul oleh clarisa dan di tinggalkan begitu saja oleh Clarisa dan Alvaro tak lama setelah kepergian Alvaro dan Clarisa.


Seorang wanita yang mendengar kegaduhan dari unit apartemen yang mendadak keluar tapi apa yang iya lihat adalah seorang laki laki yang sudah terkapar dengan tubuh tertelungkup di lantai.


" ya Tuhan apa yang terjadi " ucap wanita tersebut yang langsung membalikan tubuh Anton dan mulai memeriksa apakah Anton masih hidup atau kah sudah tiada.


" hah syukurlah dia hanya tak sadarkan diri " ucap wanita tersebut yang kebetulan seorang dokter.


Drttt drttt


Handphone wanita tersebut bergetar di saku celananya saat dirinya masih mencoba menyadarkan laki laki yang masih terkapar di lantai lorong apartemen.


" ya wir " ucap wanita tersebut saat melihat panggilan dari teman satu profesinya yang juga seorang dokter.


" kha kamu bisa datang ke jalan x nanti untuk lokasi pastinya aku kirim lewat wa " ucap seseorang yang saat ini sedang menghubunginya.


" ya aku akan kesana, tapi tunggu aku sedang menolong seseorang di lorong apartemen ku dulu " ucap wanita itu yang tak mungkin meninggalkan begitu saja seseorang yang saat ini masih membutuhkan bantuannya.


" baiklah tapi aku minta cepatlah " ucap orang tersebut yang langsung menutup sambungan telepon nya setelah mendapat jawaban yang memang iya harapkan dari rekannya.


" auuhh " Anton yang baru sadarkan diri langsung memegang kepala bagian belakangnya dan berusaha untuk duduk di atas lantai lorong apartemen.


" hemm " ucap Anton yang mencoba untuk berdiri tapi karena kepalanya yang masih terasa sakit dan berat membuatnya limbung dan oleng tapi berhasil di tahan oleh wanita yang masih ada di sana.


" kamu mau kemana biar saya antar " ucap wanita itu yang kini tak sungkan memapah Anton seperti yang Anton arahkan.


" saya akan ke jalan x " ucap Anton yang masih memegang kepalanya yang terasa sangat sakit akibat pukulan benda tumpul saat akan membawa Alvaro keluar dari apartemen Nanda.


" wah kebetulan saya satu arah " ucap wanita tersebut yang tak memperkenalkan diri pada Anton tapi iya begitu akrab dengan Anton.


Keduanya pun kini menggunakan mobil wanita itu karena memang mobil Anton di bawa oleh Wildan untuk bisa membawa Nanda menuju rumahnya.


" alamat lengkapnya " ucap wanita itu yang sampai saat ini Anton masih belum tau namanya.


Anton pun menjelaskan alamat rumah Wildan yang ternyata merupakan tujuan yang sama yang ada di datangi wanita tersebut.


" wah sepertinya kita berjodoh buktinya kita menuju rumah yang sama " ucap wanita itu yang tau jika Anton saat ini masih menahan sakit di kepalanya.


" tarik nafas yang dalam dan hembuskan dengan perlahan agar bisa mengurangi rasa sakit yang kamu rasakan saat ini " ucap wanita tersebut yang sesekali menatap Anton yang masih memegang kepala belakang nya yang langsung di praktekan oleh Anton yang benar saja lumayan mengurangi rasa sakit yang masih iya rasakan.


sedangkan di rumah Wildan saat ini, Wildan seperti nya tak sabar menunggu teman dari dokter Wira yang hingga saat ini masih belum datang dan Nanda juga masih belum sadarkan diri.


" kenapa teman dokter lama sekali sampainya ?" tanya Wildan yang malah semakin mengkhawatirkan Nanda yang masih belum mau membuka matanya.


tin tin


" itu pasti dia " ucap dokter Wira yang langsung bergegas keluar untuk menyusul rekannya yang malah bersama seorang laki laki yang sangat dokter Wira hapal.


" pak Anton ? apa yang terjadi ?" tanya dokter Wira yang langsung menuntun Anton menuju sofa di ruang tamu, dan setelah itu barulah dokter Wira mengajak rekannya menuju kamar tamu dimana Wildan masih berada di sana menunggu Nanda sadar.


" pak ini dokter yang akan membantu ibu agar bisa di periksa dengan teliti " ucap dokter Wira yang tak tau harus memanggil Nanda dengan sebutan apa.


" baiklah " ucap Wildan yang langsung mendorong dokter Wira untuk keluar dari kamar tamu seolah tak rela dokter Wira melihat tubuh Nanda.


" oh iya pak, pak Anton juga ada di sini tapi sepertinya pak Anton sedang tidak baik baik saja" ucap dokter Wira menjelaskan sambil menuju dimana Anton berada, mendengar itu Wildan bergegas mengikuti dokter Wira yang saat ini sudah mulai memeriksa Anton.


" apa yang terjadi padamu ton ? Dan dimana Alvaro ?" tanya Wildan yang kini sudah duduk di hadapan Anton meski terhalang meja tamu.


" aku tidak tau, tapi aku yakin jika Clarisa yang sudah membawa Alvaro dari sana "


" APA ?? BAGAIMANA BISA !!!


✍️✍️✍️ iya ya kemana Clarisa membawa Alvaro bersembunyi ? Dan bagaimana kondisi Nanda yang hingga saat ini masih belum sadarkan diri 😔😔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘