
Pak Alexander terdiam menatap istri pertama yang telah menemani hidupnya selama dua puluh lima tahun, dan selama itu banyak cerita dan drama yang mengiringi perjalanan pernikahan mereka selama ini.
" pah, katakan saja jangan terus memendam hanya untuk menjaga perasaan wanita yang tidak tau rasa bersyukur " ucap Camelia yang hanya ingin pak Alexander mengungkapkan yang sebenarnya pada Bu Natasha.
" sekalipun papa berkata Jujur tidak akan merubah kenyataan jika papa lah yang sudah melakukan semuanya " ucap pak Alexander.
" baiklah jika papa ingin terus seperti ini, Camelia pun punya keputusan sendiri untuk hidup Camelia " ucap camelia yang tau jika pak Alexander tidak bisa berpisah darinya.
" jangan sayang " ucap pak Alexander sesuai dengan yang di pikirkan Camelia.
" mungkin semuanya tidak akan berpengaruh, tapi apa yang Camelia katakan memang benar adanya jika papa melakukan semua itu hanya demi mengikuti gaya Hedon mommy yang memang sudah terbiasa bergaya seperti itu bahkan semenjak orang tua mommy masih ada " ucap pak Alexander yang akhirnya buka suara.
" tapi tetap papa yang salah karena papa yang tidak bisa tegas dengan mommy dan papa juga salah sudah mengikuti keinginan mommy membuat papa jadi semakin tamak karena sudah terbiasa hidup mewah " ucap pak Alexander saat teringat apa yang iya lakukan pada mertua dan orang tua Nanda.
Tanpa semua orang sadari jika sejak tadi Nanda dan Yuna mendengar apa yang di katakan pak Alexander dan hal itu semakin membuat Nanda gamang dengan keputusan yang akan iya ambil.
" jangan lemah karena pengakuan seorang penjahat " ucap Yuna yang tau jika Nanda kembali menjadi lemah dan merasa kasihan pada pak Alexander.
" kamu benar, apapun alasan dan alibinya papa tetap salah dan papa harus mempertanggungjawabkan semuanya " ucap Nanda yang memilih berbalik meninggalkan kantor polisi.
" Nanda ?" panggil Bu Natasha saat melihat Nanda yang sudah berbalik untuk pergi dari sana.
" nanda sayang " Bu Natasha pun bergegas mendekati Nanda yang kini terdiam di tempatnya bersama dengan Yuna.
" sayang, mommy tau kamu wanita yang lembut dan baik " ucap Bu Natasha sambil menggenggam tangan Nanda berharap dengan melakukan itu bisa meluluhkan hati Nanda seperti dulu.
" mommy mohon cabut tuntutan kamu sama papa " ucap Bu Natasha to the points.
" mommy tau jika papa sudah melakukan kesalahan yang tidak akan bisa di maafkan, tapi apa dengan kamu memenjarakan papa bisa membuat kedua orang tua kamu hidup kembali ? Tidak bukan " ucap Bu Natasha sedangkan Yuna hanya bisa berjaga dari hal hal yang bisa di lakukan keluarga Alvaro terhadap Nanda.
" maaf Bu, ibu harus menandatangani berkas untuk bisa membuka lagi sidang kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian pada orang tua ibu " ucap polisi sebelum Nanda kembali lemah di hadapan keluarga pelaku.
Bu Natasha menatap Nanda penuh harap, tentu saja berharap Nanda kembali menarik berkas agar semua itu tidak berlanjut.
" maaf mom, tapi Nanda akan tetap pada keputusan awal Nanda "
" dan Nanda harap papa dan mommy bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang sudah mommy dan papa lakukan " ucap Nanda.
" sudah lah mom, jangan mengemis pada wanita yang tak tau terima kasih " ucap Alvaro yang langsung menarik tangan ibunya agar menjauh dari Nanda.
" kita bisa membebaskan papa tanpa harus mengemis pada wanita itu " ucap Clarisa menambahkan.
" tapi Al apa kamu yakin bisa membebaskan papa dari penjara ?" tanya Bu Natasha yang tak yakin jika Alvaro bisa melakukan semuanya.
" percaya sama Al mom " ucap Alvaro yang merasa memiliki cara untuk bisa menekan Nanda nanti dan bukan di sini.
Nanda kini sudah menuju meja salah satu polisi untuk melengkapi berkas peninjauan kembali kasus kecelakaan orang tuanya.
" aku tau kata maaf tidak cukup untuk mengobati luka yang sudah papa berikan untuk mu, tapi aku hanya meminta berikan keringanan pada papa " ucap Camelia berharap Nanda mengerti apa yang ingin iya sampaikan.
" setidaknya kasihanilah anak yang ada dalam kandunganku, dan aku janji setelah papa keluar dari penjara papa tidak akan pernah menyentuh mu lagi " ucap Camelia sambil menuntun Nanda agar memegang perutnya yang sudah mulai membuncit.
Nanda pun tersenyum dan senyum itu sangat tulus dan manis, tanpa Alvaro sadari jika hatinya berdesir melihat senyum Nanda saat itu.
" kita lihat nanti " ucap Nanda sambil mengusap lembut perut wanita yang mengaku hamil anak dari papa Alexander.
" ayo Yuna kita pulang " ucap Nanda tanpa berpamitan pada Alvaro, tapi baru saja beberapa langkah Nanda kembali berbalik dan memanggil Alvaro yang masih terdiam sambil melihat padanya.
" oh iya Al, jangan lupa sidang cerai kita yang pertama, dan Nanda harap kamu bisa datang agar kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa drama " ucap Nanda tanpa basa basi.
" bagaimana jika aku tidak datang ? Apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Alvaro berharap bisa mendapat jalan untuk bisa membebaskan papanya.
" terserah " ucap Nanda cuek dan memilih untuk pergi meninggalkan Alvaro yang sudah bisa Nanda tebak jika Alvaro ingin bernegosiasi dengannya untuk membebaskan papanya.
Sedangkan Wildan meski tak bersama dengan Nanda tapi Wildan tau setiap aktivitas yang Nanda lakukan, siapa lagi jika bukan Yuna yang selalu melaporkan semuanya seperti yang di perintahkan Wildan padanya.
" setelah ini kemana lagi ?" tanya Yuna yang kini sudah mengemudikan mobilnya karena semenjak keluar dari kantor polisi Nanda memilih diam sambil memejamkan matanya.
" pulang saja, aku sangat lelah " ucap Nanda yang memang akhir akhir ini merasa lelah dan sering lemas.
" apa kamu baik baik saja ?" tanya Yuna sambil memegang kening Nanda untuk mengecek suhu tubuhnya.
" ya Tuhan badan kamu sangat panas Nanda " ucap Yuna yang langsung melajuka. Mobilnya dengan kecepatan penuh menuju Apartemen agar Nanda bisa segera beristirahat dan meminum obat.
" aku tidak apa apa " ucap Nanda tapi tetap memejamkan matanya.
" kenapa kamu tidak bilang jika kamu sedang sakit ?" tanya Yuna sambil mengemudikan mobilnya meski dengan kecepatan penuh tapi Yuna tetap berhati hati dalam mengemudikan mobilnya.
" bos Wildan pasti akan marah jika tau aku lalai menjaga kamu " ucap Yuna yang tau bagaimana perhatian nya Wildan pada Nanda meski Nanda masih belum benar benar lepas dari pernikahan nya dengan Alvaro.
" tidak usah memberitahu kak Wildan, aku hanya perlu istirahat dan minum obat " ucap Nanda dengan suara yang terdengar lemah dan lirih.
" ayo turun, kita sudah sampai " ucap Yuna yang baru saj memarkirkan mobilnya di baseman apartemen, Nanda pun turun dari mobil dengan tubuh yang sangat lemah tapi setelah Nanda turun dan menutup pintu mobil Nanda malah tak sadarkan diri.
" NANDA...YUNA ADA APA DENGAN NANDA ??
✍️✍️✍️ ada apa dengan Nanda ? kenapa Nanda sering sekali sakit dan tak sadarkan diri ? Apa Nanda memiliki penyakit serius atau ada hal lain yang menyebabkan Nanda seperti itu ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
love you moreee 😘😘😘