
Alvaro dan Yuna baru saja tiba di rumah besar Alvaro yang baru beberapa hari di tempati setelah di bersihkan dulu sebelum nya seolah menghilangkan virus ataupun energi jahat yang mungkin di tinggalkan Camelia dan clarisa di rumah ini.
" mom lihat siapa yang datang ?" ucap Alvaro saat membuka pintu rumahnya tapi apa yang di lihat malam membuat Alvaro berlari menghampiri ibunya yang saat ini sedang terdiam dengan pandangan kosong.
" mom ada apa ?" tanya Alvaro dan juga Yuna yang saat ini sudah merangkul Bu Natasha agar bisa sedikit lebih baik.
" papi mu Al " ucap Bu Natasha sambil menyerahkan handphone miliknya yang baru saja mendapat pemberitahuan dari kantor polisi tentang apa yang terjadi pada pak Alexander.
" papi ? kenapa papi ?" tanya Alvaro yang langsung mencoba menghubungi nomor terakhir yang menghubungi ibunya, cukup lama Alvaro menunggu panggilan itu di angkat hingga panggilan ke tiga akhirnya panggilan itu tersambung.
" halo saya Alvaro anak dari pak Alexander yang saat ini di tahan di kantor polisi atas kasus kecelakaan " ucap Alvaro memperkenalkan diri pada seseorang dari seberang telepon sana.
" halo saya dengan Aiptu Nirwan tadi sudah mengabarkan pada Bu Natasha jika saat ini pak Alexander ada di rumah sakit polri karena mendadak terkena serangan jantung " ucap Aiptu Nirwan.
" jantung ? Bagaimana bisa ?" tanya Alvaro yang langsung panik saat mendengar kondisi ayah ya saat ini.
" untuk lebih jelasnya kenapa pak Alexander kenapa bisa terkena serangan jantung kami pun tidak tau yang pasti saat ini jika bapak ingin tau kondisi pak Alexander bisa datang ke rumah sakit polri " ucap Aiptu Nirwan.
" baik terima kasih atas informasinya " ucap Alvaro yang langsung menutup sambungan telepon dan kini Alvaro menarik ibunya yang sudah tak bisa membendung rasa khawatirnya pada suaminya yang saat ini belum di ketahui bagaimana kondisinya.
" mommy mau ke rumah sakit sekarang ?" tanya Yuna yang mencoba mengerti apa yang saat ini ingin di lakukan Bu Natasha.
" apa kita bisa melihatnya ?" tanya Bu Natasha yang sangat ingin melihat kondisi suaminya saat ini.
" kita coba saja " ucap Yuna karena dirinya sendiri tidak tau apa bisa melihat pak Alexander atau tidak.
" tunggu, Yuna kabari Nanda dulu kalo yuna tidak akan pulang malam ini " ucap Yuna yang langsung memisahkan diri dari Alvaro dan juga Bu Natasha.
" halo nan " sapa yuna saat sambungannya sudah di angkat oleh Nanda.
" halo kamu jadi nginep di rumah mommy ?" tanya Nanda yang saat ini sudah bersiap untuk beristirahat.
" entahlah tapi saat ini kami akan menuju rumah sakit polri karena papinya Al masuk rumah sakit " ucap Yuna menjelaskan secara singkat.
" papa Alexander masuk rumah sakit ? Bagaimana bisa ?" tanya Nanda yang langsung terduduk di atas tempat tidur miliknya.
" ya sudah nanti kalo sudah sampai rumah sakit kabari aku agar aku tau kondisi papa saat ini " ucap Nanda yang ikut mengkhawatirkan kondisi pak Alexander meski pun pak Alexander juga lah yang sudah melenyapkan kedua orang tuanya.
" ya sudah aku tutup dulu " ucap Yuna yang akan selalu loyal pada orang yang bisa membuat nya nyaman.
" ayo Al, mom kita ke rumah sakit biar mommy tau kondisi saat ini pak Alexander " ucap Yuna yang sudah kembali bergabung dengan Alvaro dan Bu Natasha.
" apa kita bisa melihat papi !" tanya Bu Natasha ragu bisa mendampingi suaminya dalam keadaan seperti ini.
" kita hanya bisa berusaha mom setidaknya papi tau jika kita akan selalu ada di saat dirinya seperti sekarang ini " ucap Alvaro yang langsung menuntun Bu Natasha untuk bangkit dan bersiap menuju rumah sakit polri yang lumayan jauh dari rumah mereka saat ini.
Alvaro, Bu Natasha dan Yuna pun menuju rumah sakit dimana suaminya berada, meski dalam perjalanan hanya ada keheningan tapi Yuna yakin jika Bu Natasha dan Alvaro sangat mengkhawatirkan pak Alexander.
Begitu pun dengan Nanda yang malah tidak bisa tertidur setelah mendapat kabar dari Yuna, hingga tanpa Nanda sadari Nanda menghubungi Wildan yang mungkin bisa mencari tau apa yang terjadi pak Alexander di dalam penjara.
" halo sayang, kamu rindu sama kakak ?" tanya Wildan yang langsung menebak jika Nanda merindukannya.
" apa kakak tau kenapa papi ya mas Alvaro masuk rumah sakit ? " tanya Nanda yang tak ingin menjawab apa yang di katakan Wildan tadi.
" kakak ngga tau " ucap Wildan apa adanya.
" memang kapan pak Alexander masuk rumah sakit ?" tanya Wildan yang malah ikut penasaran dengan kondisi ayahnya Alvaro.
" Nanda ngga tau tapi yang Yuna katakan jika saat ini mereka baru saja menuju rumah sakit untuk melihat kondisi papi Alexander " ucap Nanda.
" ya sudah kamu istirahat saja, kakak akan cari tau apa yang terjadi dengan ayahnya Alvaro dan semoga semuanya baik baik saja " ucap Wildan yang sebenarnya bisa menebak mungkin saja pak Alexander tanpa sengaja melihat video pak Damian dan juga Camelia.
" ya sudah Nanda tutup dulu, Kaka juga jangan lupa istirahat ya selamat malam " ucap Nanda yang langsung menutup sambungan telepon nya setelah mendengar jawaban dari Wildan.
Sama halnya dengan Nanda, Wildan pun kembali merebahkan tubuhnya tapi sambil menghubungi Anton berharap Anton sudah tau kabar tentang pak Alexander saat ini.
Begitu pun dengan Alvaro dan yang lainnya yang baru saja sampai di lobi rumah sakit tempat dimana pak Alexander di rawat saat ini, dan setelah melewati serangkaian prosedur yang harus di lewati Alvaro dan Bu Natasha kini keduanya di izinkan untuk melihat kondisi pak Alexander sedangkan Yuna tidak di izinkan karena bukan bagian dari keluarga pak Alexander.
" papi " sapa Bu Natasha saat melihat suami yang begitu iya cintai selama lebih dari dua puluh lima tahun kini terbaring lemah tak berdaya dengan selang infus yang menghiasi pergelangan tangannya.
" mom " suara parau pak Alexander terdengar di telinga Bu Natasha yang langsung meluruhkan semua rasa rindu yang Bu Natasha rasakan selama ini, hingga akhirnya Bu Natasha pun langsung memeluk suaminya yang kini terbaring lemah.
" maafkan papi " ucap pak Alexander yang juga memeluk Bu Natasha meski pak Alexander harus menahan rasa sakit di dadanya.
" maafkan papi yang sudah mengkhianati mommy dengan wanita kotor yang juga simpanan laki laki lain " ucap pak Alexander saat mengingat video yang di perlihatkan penjaga penjara saat tak sengaja pak Alexander melihat video itu saat melintas di lorong penjara.
" papi menyesal sudah membuat kamu dan Alvaro terlunta lunta saat awal papi masuk penjara "
" papi sungguh menyesal " ucap pak Alexander yang kini terlihat jelas menahan rasa sakit di dadanya yang terus menjalar.
" pih, Al panggilkan dokter ya " ucap Alvaro yang yakin jika papinya sedang tidak baik baik saja, tapi pak Alexander menggeleng sambil mengulurkan tangannya ke arah alvaro agar mendekat padanya.
" papi minta maaf Al, dan papi minta jaga mommy kamu "
" jangan pernah kecewakan dia lagi Al " ucap pak Alexander yang kini sudah terlihat berkeringat dingin dengan wajah yang terlihat semakin pucat.
" AL PANGGILKAN DOKTER !!! PAPI MU BUTUH DOKTER AL... "
" PIH .. PAPI HARUS KUAT, PAPI HARUS SEMBUH... "
" PIH... PAPIIIIIII
✍️✍️✍️ waduh pak Alexander kenapa ? bagaimana dengan Nanda saat tau kondisi pak Alexander nanti ? dan bagaimana dengan Camelia dan Clarisa setelah video Camelia tersebar sebagai simpanan laki laki tua...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘