Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Kejutan lain


Yuna bukan menganggap jika Alvaro tidak pantas untuknya hanya saja Yuna ragu apa Alvaro benar benar bisa berubah atau tidak dan ada sisi trauma dalam diri Yuna yang Yuna simpan begitu rapat hingga tidak ada yang tau baik Anton ataupun Wildan.


" Yun, kamu kenapa ?" tanya Alvaro yang merasa jika Yuna menyimpan sesuatu dalam hatinya selama ini.


" apa jika aku membuka hati padamu, kamu akan mau menerima ku tanpa mencela ku ?" tanya Yuna yang tak berani menatap ke arah Alvaro.


Alvaro pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sebenarnya tak jauh dari rumah Alvaro.


" apa aku laki laki baik selama ini hingga aku harus menghujat seseorang yang mungkin memiliki kekurangan juga " ucap Alvaro sambil melihat ke arah Yuna.


" hei, lihat aku " ucap Alvaro sambil menarik salah satu tangan yuna agar Yuna mau menghadap padanya.


" ada hal yang tidak orang lain tau tentang diriku di masa lalu " ucap Yuna sambil menundukkan wajahnya.


" apa itu hal buruk hingga kamu menutupinya dari orang lain ? atau mungkin calon pasangan mu nanti ?" tanya Alvaro yang mulai menerka apa yang terjadi pada Yuna di masa lalu.


Alvaro pun mencoba tersenyum seolah meyakinkan Yuna jika baginya tak masalah dengan semua masa lalu yang pernah Yuna alami atau lakukan dulu karena yang Alvaro lihat hanya Yuna saat ini dan kedepannya nanti.


" jika kamu mau menerima ku aku juga akan menerima mu karena kamu tau setiap keburukan yang pernah aku lakukan dulu dan aku tak mempermasalahkan dengan semua masa lalu mu " ucap Alvaro sambil mengangkat wajah Yuna dan mengarahkan wajah Yuna ke arahnya.


" apa kamu yakin ? " tanya Yuna yang tak semudah itu percaya dengan apa yang Alvaro katakan, apalagi Alvaro belum tau apa yang sudah Yuna alami di masa remajanya.


" ya apapun itu " ucap Alvaro yakin.


" sekalipun aku sudah tak suci lagi ? "


" Sekalipun aku dulu adalah korban rudapaksa yang mungkin akan memicu timbulnya trauma saat kelak kita benar benar menikah " ucap Yuna yang sudah tak bisa lagi membendung rasa sesak di dadanya.


Ya Yuna adalah korban ruda paksa oleh seseorang yang sangat Yuna kenal hingga akhirnya Yuna memilih kabur dari rumah dan hingga saat ini Yuna belum pernah kembali ke rumah yang menurut Yuna seperti neraka bagi nya.


Tanpa pikir panjang Alvaro menarik Yuna kedalam pelukannya seolah memberi ketenangan dan juga kedamaian serta kepercayaan jika Alvaro tidak terpengaruh dengan masa lalu yang pernah Yuna alami dan jika perlu Alvaro Alan membantu Yuna untuk sembuh dari trauma masa lalunya.


" aku menerimamu apa adanya dan aku tidak akan pernah mengungkit apa yang pernah kamu alami dulu dan jika perlu kita akan mencari solusi agar kamu bisa terbebas dari rasa sesak di dadamu dan dari rasa trauma yang kamu rasakan selama ini " ucap Alvaro yang masih memeluk Yuna yang saat ini sedang menumpahkan rasa sesak yang selama ini iya pendam dalam hatinya yang terdalam.


Yuna pun mencoba melepaskan pelukan Alvaro darinya bukan karena Yuna sudah merasa tenang tapi Yuna hanya ingin melihat kesungguhan dari semua yang di ucapkan Alvaro padanya dan Yuna berharap jika Alvaro benar benar tulus menerimanya.


" tapi apa mungkin mommy mau menerima ku saat tau apa yang pernah terjadi padaku dulu " ucap Yuna yang sudah yakin jika Alvaro bisa menerima nya.


" aku yakin setelah kejadian ku dan Nanda pemikiran dan pandangan mommy pasti sudah berubah dan aku yakin mommy bisa menerima kamu apa adanya " ucap Alvaro sambil menyelipkan rambut Yuna yang menghalangi wajahnya.


Sama hal nya di apartemen Nanda dimana Wildan baru saja menjelaskan semuanya pada Nanda tentang apa yang terjadi padanya dulu, dan setelah pengkhianatan yang di lakukan Andini Wildan sudah tidak pernah bertemu dengan Andini lagi lebih dari tiga tahun lalu.


" dan sekarang terbukti bukan jika Andini kembali muncul di antara kita hanya ingin menyelamatkan anak yang ada dalam kandungannya yang di tolak ke hadirannya oleh ayah kandungnya bahkan sebelum iya dilahirkan " ucap Wildan yang ternyata salah di pandangan Nanda.


" andai kita sudah benar benar menikah bukan hanya hidung yang akan kakak cubit sebagai hukumannya "


" tapi kakak akan menghukum mu sampai kamu benar benar berhasil hamil "


Bluss


Pipi Nanda langsung bersemu merah saat tau hukuman apa yang akan Wildan berikan, tak bisa di pungkiri jika Nanda merindukan hal itu tapi sekuat tenaga Nanda menyimpan rapih hasrat dan keinginan nya itu dengan sangat rapih di lubuk hatinya yang terdalam.


" jadi kakak harap jangan mudah percaya dengan apapun yang orang lain katakan tentang kakak di masa lalu karena setiap orang memiliki masa lalu tapi hanya kamu yang akan menjadi masa depan kakak dan kita akan sama sama menjaga masa depan kita hingga kita bisa menua bersama " ucap Wildan yang di akhiri dengan kecupan di kening Nanda untuk pertama kalinya.


" maaf kakak terbawa suasana tapi kakak janji ini yang pertama dan terakhir sebelum kita benar benar sah sebagai suami istri " ucap Wildan sambil meletakan kedua telapak tangan nya di kedua pipi Nanda.


Seperti nya kejutan yang di berikan Wildan sebagai pelajaran untuk pak Damian karena sudah berani bermain main dengan nyawa asisten kepercayaan Wildan siapa lagi jika bukan Anton, kini sudah tiba beberapa polisi yang baru saja datang di kediaman pak Damian dan Bu Diandra.


Ting Tong Ting Tong


Hampir lima menit menunggu akhirnya pintu rumah yang tadinya tertutup rapat kini baru saja di buka oleh seorang asisten rumah tangga di rumah Bu Diandra yang bernama bi wati


" malam, apa benar ini kediaman pak Damian ?" tanya salah satu polisi yang berpakaian sangat lengkap.


" iya benar pak, ada perlu apa ya ?" tanya Bu Wati yang tak bisa begitu saja membiarkan polisi tersebut masuk tanpa ada urusan yang jelas.


" bisa panggilkan pak Damian " ucap polisi tersebut tanpa menjelaskan tujuan mereka datang ke rumah pak Damian.


" baik mohon di tunggu " ucap bi Wati yang sudah mempersilahkan polisi yang datang untuk duduk di teras rumah.


Bi Wati pun masuk ke dalam rumah atau lebih tepatnya diruang keluarga rumah pak Damian dan Bu Diandra yang masih terjadi perdebatan tentang apa yang sudah pak Damian lakukan Selama ini.


" pak, Bu.. Ada beberapa orang polisi di depan mencari bapak dan saat ini masih menunggu bapak di teras rumah " jelas bi Wati yang tentu saja membuat Bu Diandra menatap tajam ke arah pak Damian seolah memikirkan ulah apa lagi yang di lakukan suaminya kalo ini.


" apa yang kali ini papi lakukan ? Apa salah satu wanita papi melaporkan papi ? Atau ada masalah lain yang sudah papi lakukan tanpa sepengetahuan mami ??


" Wildan awas kau "


✍️✍️✍️ apa yang akan pak Damian lakukan saat Wildan dan Anton tidak main main dalam membalas setiap ulah yang iya berikan ? Dan bagaimana dengan pak Alexander saat tau semua kebenaran nya ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘