Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Akhir Sebuah Penantian


Tak terasa sudah habis masa penantian Wildan menunggu habisnya masa Iddah Nanda selama empat bulan sepuluh hari, meski harus melewati banyak drama bukan hanya di antara dirinya dan Nanda tapi juga di selingi drama Yuna, Alvaro dan juga Anton yang menambah warna penantian Wildan yang ingin bisa mempersunting Nanda.


" sayang, mungkin kaka terkesan terburu buru untuk mengajak mu menikah, tapi jujur kakak ingin kita tak lagi menundanya " ucap Wildan yang saat ini sedang mengajak Nanda makan malam di sebuah restoran tepi pantai yang tak jauh dari ibu kota.


" cukup kakak menunggu kamu selama masa Iddah, jangan biarkan kakak menunggu terlalu lama lagi " ucap Wildan meyakinkan Nanda untuk mau segera menikah dengannya.


" toh Alvaro kini sudah bersama Yuna, dan mereka baru akan menikah setelah kita menikah "


" begitu juga Anton dan dokter Rekha yang akan menikah setelah kita, jadi Kaka harap kamu tidak menundanya lagi ya " ucap Wildan karena hari ini tepat dua Minggu sejak hari masa Iddah Nanda habis.


Nanda bisa melihat kesungguhan dari semua yang di katakan Wildan, dan Nanda bukannya ragu dengan cinta dan ketulusan Wildan selama ini, tapi Nanda ragu apa iya bisa membahagiakan Wildan dan bisa memberikan Wildan anak.


" apa kamu meragukan kakak ?" tanya Wildan karena sejak tadi Nanda diam dan hanya menatap wajahnya saja.


" apa kamu masih tak percaya jika kakak sangat mencintai kamu dan kakak tidak akan mengecewakan kamu ?" tebak Wildan yang malah menyimpulkan sendiri apa yang sedang di pikirkan Nanda pada dirinya.


" apa kakak masih akan tetap mencintai Nanda setelah kita menikah ? "


" apa kakak masih akan tetap bersama Nanda meski mungkin Nanda tak bisa memberikan keturunan pada kakak ? "


" apa kakak masih akan sayang pada Nanda jika Nanda tidak lah seperti yang kakak bayangkan selama ini " ucap Nanda menyampaikan apa yang selama ini menjadi kegundahan dalam hatinya selama dua Minggu ini


Wildan yang merasa jika saat ini Nanda sedang tidak percaya diri akhirnya mencoba menggenggam tangan Nanda yang Nanda letakan di samping minuman yang sudah hampir dingin.


" sayang, jadi selama ini kamu masih belum bisa mengenal kakak dengan baik " ucap Wildan sedikit kecewa dengan semua yang di tanyakan Nanda pada dirinya.


" Nanda tau jika Nanda salah jika berpikir seperti ini, tapi Nanda juga yakin jika kakak juga memiliki harapan besar pada Nanda yang mungkin salah satunya bisa memiliki keturunan " ucap Nanda yang masih membiarkan Wildan menggenggam tangannya.


" kita lihat apa kamu bisa memiliki anak atau tidak setelah kita menikah nanti "


" dan jika sampai beberapa tahun kemudian kamu masih juga belum hamil kita akan menggunakan berbagai cara mulai dari medis hingga menggunakan anak angkat untuk memancing agar kamu bisa segera hamil " ucap Wildan yang tak tau harus bagaimana meyakinkan Nanda agar percaya padanya.


" tapi itu semua tergantung padamu, apa kamu bisa menerima kakak atau kamu memang memilih untuk sendiri " ucap Wildan yang langsung menarik tangannya yang tadi masih menggenggam tangan Nanda.


" ayo kita pulang " ucap Wildan yang mulai lelah meyakinkan Nanda yang terkadang keras kepala.


Wildan pun kini bangkit dan berbalik tanpa menunggu Nanda, seolah ingin menunjukan jika Wildan kecewa dengan sikap Nanda yang tak menghargai penantiannya selama ini, Nanda pun hanya bisa mengikuti langkah Wildan yang sudah sedikit jauh.


" kak, maaf " ucap Nanda setelah berhasil menghentikan Wildan yang baru saja akan membuka pintu mobilnya dengan menggenggam tangan Wildan, hal yang sangat jarang di lakukan oleh Nanda.


Wildan pun berbalik melihat ke arah Nanda yang ternyata berdiri dekat di belakang tubuhnya.


" Nanda .. "


" kakak tau, jadi jangan di teruskan " ucap Wildan yang kembali berbalik hendak membuka pintu untuk Nanda, tapi sesuatu yang mengejutkan pun terjadi dimana Nanda tiba tiba saja memeluknya dari belakang hingga gelayer aneh mulai menjalar di pundak dan punggung Wildan apalagi dua benda kenyal menempel jelas di punggungnya yang mungkin tak di sadari oleh Nanda.


" Nanda mau menikah dengan kakak dan Nanda tak mau kembali kehilangan orang yang Nanda cintai " ucap Nanda yang masih memeluk erat Wildan.


" jadi mulai saat ini kakak tidak akan pernah Nanda ijinkan pergi dari sisi Nanda lagi karena kakak hanya milik Nanda " ucap Nanda yang tak terasa air mata Nanda membasahi kemeja yang Wildan gunakan dan Wildan bisa merasakan jika saat ini Nanda sedang menangis memeluk dirinya.


Wildan pun mencoba melepaskan pelukan Nanda dari perutnya tapi Nanda malah semakin mengeratkan pelukannya pada Wildan karena Nanda berpikir jika Wildan akan meninggalkan dirinya.


" sayang " Wildan kembali mencoba melepaskan tangan Nanda yang masih erat memeluk dirinya dari belakang tapi kali ini Nanda sedikit melonggarkan pelukannya yang membuat Wildan dengan mudah memutar tubuh Nanda menjadi berada di hadapan nya yang malah membuat tubuh Nanda terhimpit diantara body mobil dan Wildan.


" kakak tidak akan pernah meninggalkan kamu apapun yang terjadi, dan jika memang kakak tidak serius padamu tidak mungkin kakak mau menunggu kamu selama ini " ucap Wildan sambil mengangkat dagu Nanda saat Nanda menundukkan wajahnya.


Wildan pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Nanda yang membuat jantung Nanda berdetak hebat mendapat perlakukan seperti itu dari Wildan, tapi siapa sangka jika Wildan hanya ingin mencium kening Nanda begitu dalam.


" kakak tidak akan menyentuh kamu sebelum kita benar benar halal dan kakak pernah menjanjikan itu padamu bukan " ucap Wildan yang memilih memeluk Nanda dari pada melakukan hal lebih yang sejujurnya sangat ingin Wildan lakukan.


" terima kasih kak " ucap Nanda dalam pelukan Wildan karena Wildan masih mau memegang janjinya dulu.


" ayo kita pulang, agar mami bisa menyiapkan semuanya mulai saat ini dan yang harus kamu lakukan hanya duduk diam dan menyiapkan diri dan hatimu untuk bisa menerima kakak apa nanti" ucap Wildan yang sudah melepaskan pelukannya dan langsung membuka pintu mobil untuk Nanda.


Tapi karena tak pikir panjang tarikan pintu malah membuat tubuh Nanda dan Wildan kembali menempel yang membuat Wildan tanpa sengaja mencium bi bir Nanda meski hanya sekilas tapi sentuhan dua benda kenyal di da danya membuat darah Wildan tiba tiba saja berdesir karena Wildan tau apa yang baru saja menempel di da danya.


" maaf " ucap wildan yang langsung memberi jarak di antara dirinya dan Nanda agar Nanda bisa leluasa membuka pintu mobil Wildan.


" sayang, kakak sudah putuskan "


" jika satu Minggu lagi kita akan menikah tidak ada tawar menawar dalam hal itu " ucap Wildan yang kini sudah mencondongkan wajahnya ke arah Nanda yang sudah duduk di dalam mobil.


" kamu tau, tanpa kamu sadari malam ini kamu sudah menempelkan dua benda itu di punggung dan dada kakak, dan itu membuat Kaka semakin tak sabar untuk bisa menikahi kamu "


✍️✍️✍️ ngga kebayang gimana malunya Nanda mendengar semua yang di katakan Wildan barusan, apalagi Nanda selalu menjaga jarak dari interaksi nya bersama Wildan tapi malam ini malah dirinya sendiri yang tanpa sengaja menempelkan benda itu pada Wildan 🤭🤭


Wihhh bentar lagi unboxing dong Nanda Wildan 🤭🤭 Boleh ngga ya rada rada hottt ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘