
Terkadang kita sadar siapa yang salah jika sedang mengalami masalah, tapi kita enggan mengakui kesalahan itu dan malah melemparkan kesalahan pada orang yang menurut kita penyebab semua itu terjadi.
Dan itu juga yang di lakukan Bu Natasha yang merasa jika semua ini salah Nanda hingga akhirnya keluarganya hancur bahkan kini dirinya terusir dari rumah nya sendiri.
" mom, apa yang mom kirim ke Nanda ?" tanya Alvaro yang tak sengaja melihat pesan yang baru saja di Kirin Bu Natasha.
" mommy hanya mengatakan apa yang ingin mommy katakan "
" karenaemang Nanda lah akar dari masalah kita saat ini " ucap Bu Natasha yang tentu saja membuat Clarisa tersenyum puas meski itu hanya sebentar karena mulai saat ini Clarisa tidak bisa hidup mewah lagi bahkan kini Bu Natasha akan menjadi bebannya mulai saat ini.
" Al, mommy ngga akan selamanya kan bersama kita ?" tanya Clarisa sambil berbisik tapi tetap saja terdengar oleh Bu Natasha.
" apa kamu keberatan jika mommy ikut dengan putra mommy sendiri ?" tanya Bu Natasha yang tidak tau harus kemana lagi jika Alvaro juga mengusirnya.
" Al ngga keberatan Mom " ucap Alvaro lalu memberikan tatapan tajam pada Clarisa.
" tapi Al, kamu tau jika apartemen itu sangat kecil yang tak mungkin di tinggali oleh tiga orang " ucap Clarisa yang masih tak ingin jika Bu Natasha ikut dengan mereka.
" apa kamu lupa jika apartemen itu aku yang membelinya " ucap Alvaro mengingatkan Clarisa.
" aku tau tapi kamu membelikannya untuk ku " ucap Clarisa yang sudah tak bisa berkata apa apa.
" sudah lah, ayo kita turun " ucap Alvaro yang baru saja sampai di baseman apartemen nya.
Ketiga nya pun berjalan menuju unit apartemen Alvaro yang bersebelahan dengan unit apartemen Nanda yang kini sudah tak boleh di isi oleh Wildan.
Dengan percaya diri Clarisa pun membuka pintu apartemen nya tapi siapa sangka jika apartemen nya sudah tidak bisa di buka lagi, Clarisa pun kembali mencoba membuka lagi pintu apartemen nya tapi masih belum bisa di buka.
" Al, kenapa pintu apartemen tidak bisa di buka ?" tanya Clarisa yang kini sudah benar benar panik.
Tanpa banyak bicara Alvaro pun mencoba membuka pintu apartemen yang iya beli untuk Clarisa, Alvaro melihat ke arah Clarisa dan juga ibunya tapi tetap saja pintu apartemen nya tidak bisa di buka.
" pak " sapa seorang security yang memang di titipi pesan oleh seseorang.
" ya " jawab Bu Natasha dan tak lama Alvaro pun menghentikan usahanya yang sedang membuka pintu apartemen lalu menghampiri security yang ada di dekat ibunya.
" pak kenapa pintu apartemen saya tidak bisa di buka ?" tanya Alvaro berharap security itu tau penyebab pintu apartemen nya terkunci.
" maaf pak, pemilik apartemen ini yang sengaja mengganti apartemen ini " ucap security sambil memberikan secarik kertas yang iya serahkan langsung pada Alvaro.
Alvaro langsung merampas surat yang di sodorkan security tersebut bahkan tanpa mengucapkan terima kasih pada nya, security itu langsung pergi setelah menggelengkan kepalanya melihat apa yang di lakukan Alvaro yang menurutnya tidak memiliki sopan santun.
" apa isinya Al ?" tanya Clarisa dan Bu Natasha berbarengan tapi Alvaro tidak menjawab apapun malah meremas kertas itu dengan amarah yang sudah benar benar tidak bisa iya tahan lagi.
" BANG SAT " teriak Alvaro sambil melepas kertas itu tapi di tahan plileh Bu Natasha yang ingin tau isi surat tersebut yang membuat Alvaro terlihat sangat marah.
" MAAF KAMI MENGGANTI KUNCI APARTEMEN INI TANPA IZIN ANDA TAPI KAMI MELAKUKANNYA ATAS IZIN PEMILIK UANG YANG MEMBAYAR UNIT APARTEMEN INI "
" Nanda "
" ya ini pasti ulah Nanda " ucap Clarisa yang langsung menuduh Nanda yang melakukan semua ini karena disana tertulis jika pemilik uang yang sudah melakukannya.
Nanda dan Wildan baru saja pulang dari pantai, bahkan saat ini mereka masih dalam perjalanan menuju ke apartemen Nanda yang ternyata masih milik Wildan.
Drttt drttt drttt
Handphone Nanda pun bergetar dan nanda pun langsung melihat siapa yang menghubunginya tapi Nana spontan melihat ke arah Wildan yang ternyata sedang melihat ke arahnya.
" mommy " ucap Nanda yang masih memanggil Bu Natasha dengan panggilan mommy.
" angkat tapi gunakan load speaker agar aku bisa mendengar apa yang iya katakan " ucap Wildan yang menebak apa yang akan di katakan Bu Natasha pada Nanda.
" halo " sapa Nanda saat mengabg6 sambungan telepon nya.
" DASAR WANITA SERAKAH " ucap Bu Natasha saat sambungan telepon nya di angkat oleh Nanda.
" SETELAH KAMU MENGHANCURKAN KELUARGA KU KINI KAMU AMBIL JUGA HARTA YANG KAMI MILIKI " ucap Bu Natasha
" APA SEKARANG KAMU SUDAH PUAS HAH " ucap Bu Natasha, tapi bukannya mendapat jawaban Wildan malah langsung menutup sambungan telepon Nanda sebelum perkataan Bu Natasha semakin jauh dan semakin kasar.
" memang apa yang terjadi pada mommy ? Kenapa mommy terus mengatakan jika Nanda telah menghancurkan keluarga nya ?" tanya Nanda pada dirinya sendiri.
" sudah jangan memikirkan orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa ingin introspeksi diri dengan semua yang sudah iya lakukan selama ini " ucap Wildan yang tak ingin membuat Nanda memikirkan orang yang hanya ingin menyalahkan dirinya saja.
" tapi Nanda hanya penasaran " ucap Nanda mengatakan paa yang iya rasakan.
" mulai sekarang belajar untuk tega dan menutup mata dan telinga dari orang orang yang sudah menyakiti kamu "
" apapun yang mereka katakan dan mereka lakukan selam itu tidak menyakiti dari pun melukai kamu ABAIKAN " ucap Wildan sampai menekankan kata abaikan pada Nanda.
" kakak tau jika kamu mudah iba, tapi tidak untuk kali ini "
" toh selama ini pun mereka sangat kejam sama kamu bahkan tega melukai orang tua kamu hanya demi harta yang ingin mereka kuasai " ucap Wildan yang merasa jika Nanda kembali bimbang dengan apa yang sedang mereka lakukan.
" tapi apa harus sejahat ini ?" tanya Nanda yang merasa jika yang iya lakukan saat ini adalah suatu kesalahan.
Wildan pun menghentikan laju mobilnya dan menghela nafas begitu dalam melihat sifat naif yang di miliki Nanda, Wildan pun memiringkan tubuhnya menghadap pada Nanda yang saat ini sedang menatap jalanan yang terlihat gelap hanya di terangi lampu jalan.
" kamu tidak melakukan apapun Nanda, semua yang terjadi pada keluarga Alvaro dan keluarga nya itu merupakan akibat dari apa yang mereka lakukan selama ini "
" tapi Nanda tak tega ..
✍️✍️✍️ hadehhh😤😤 Nanda nanda pantas kamu terus di perlakukan seperti itu oleh keluarga Alvaro, kamu terlalu lemah kamu naif.. 😡😡 ayo dong Nanda kuat belajar tega biar Alvaro dan keluarga nya merasakan apa yang sudah iya tanam selama ini.
Apa Wildan berhasil meyakinkan Nanda jika apa yang di alami Alvaro dan keluarga nya memang sesuatu yang pantas mereka dapatkan ..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Love you moreee 😘😘😘