Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Karma di bayar lunas...


Tadinya Nanda merasa bahagia karena kini dirinya tak sendiri lagi saat mengingat jika dirinya sedang hamil dan akan memiliki anak, bukan karena ingin di akui atau pun ingin kembali pada Alvaro yang sudah jelas jelas mengkhianati nya.


" kak " Nanda mulai menerka jika kini dirinya sudah kehilangan calon anaknya yang tidak di ketahui oleh Nanda jika iya sedang tumbuh di dalam rahimnya.


" maaf Nanda, mungkin ini yang terbaik untuk anak yang ada dalam kandungan mu " ucap Rekha karena Wildan dan Anton tak sampai hati menyampaikan berita duka ini pada Nanda yang kembali rapuh.


Nanda pun menangis dalam diam bukan karena marah pada Wildan dan Anton tapi marah pada dirinya sendiri yang tidak peka pada kondisi tubuhnya sendiri.


" menangislah jika itu bisa membuat kamu lega tapi setelah itu kembali semangat dan kembali bangkit, jika bisa jadilah Nanda yang baru yang tidak akan lemah di hadapan orang yang hanya bisa menyakiti hatimu saja " ucap Wildan yang langsung menarik Nanda kedalam pelukannya.


Dan akhirnya tangis Nanda pun pecah di pelukan Wildan sedangkan Yuna yang menyaksikan bagaimana sikap Wildan yang begitu sabar dan terlihat begitu menyayangi dan mencintai Nanda membuat Yuna semakin sadar jika tak akan ada kesempatan dan ruang untuk nya di hati Wildan bagaimana pun usahanya.


" lebih baik kita keluar dari makan malam " ucap Anton yang ingin memberikan ruang pada Wildan agar bisa menenangkan Nanda yang sedang membutuhkan sandaran.


" belikan juga untuk ku " ucap Wildan yang masih di peluk erat oleh Nanda, tapi hal itu membuat Nanda sadar jika dirinya sudah melewati batasan antara dirinya dengan Wildan.


" kakak makan saja sama mereka, Nanda akan tidur saja " ucap Nanda yang memilih untuk merebahkan tubuhnya dan kini mulai memejamkan matanya.


" kalian pergi lah, aku akan menjaga Nanda di sini" ucap Wildan yang tak sampai hati meninggalkan Nanda di saat seperti ini.


Anton Rekha dan Yuna pun langsung keluar setelah mendapat izin dari Wildan, sedangkan di rumah Alvaro atau lebih tepatnya di rumah Bu Natasha mereka semua baru saja sampai di rumah mereka tak lama setelah Camelia sampai di rumah ini.


" kenapa kamu masih di sini ?" tanya Bu Natasha saat melihat Camelia duduk di ruang keluarga sambil menikmati camilan yang tadi iya beli di pinggir jalan.


" harusnya aku yang bertanya kenapa kalian kembali ke rumah ini ?" tanya Camelia tanpa rasa takut.


" ini rumah ku, rumah warisan orang tuaku yang di berikan untukku " ucap Bu Natasha yang berpikir jika Camelia tidak tau tentang apa yang di lakukan pak Alexander tentang rumah ini.


" hahaha... anda pikir saya bodoh ? " ucap Camelia yang masih terlihat santai menghadapi Bu Natasha dan Alvaro sedangkan clarisa hanya melihat apa yang akan kakaknya lakukan.


" saya tau jika papa sudah mengambil semua milik mu menjadi milik nya dan apa anda tau jika papa sudah menguasakan semuanya padaku " ucap Camelia yang memang di berikan kuasa jika sampai sesuatu yang buruk terjadi pada pak Alexander suatu hari nanti.


" BOHONG.. KAMI TAK PERCAYA APA YANG KAMU KATAKAN " ucap Alvaro yang tidak percaya begitu saja dengan semua yang di ucapkan Camelia.


" CLARISA BILANG SAMA KAKAK MU UNTUK PERGI DARI RUMAH INI JIKA TIDAK INGIN KAMU YANG PERGI DARI RUMAH INI " bentak Alvaro pada clarisa yang dari tadi hanya diam memperhatikan apa yang terjadi di rumah ini.


" Kak " baru saja Clarisa akan buka suara sudah kembali di hentikan oleh Camelia.


" jika kamu memang ingin pergi dari rumah ini silahkan pergi dan ikuti mereka yang kini sudah tidak memiliki apapun lagi " ucap Camelia menekan Clarisa yang Camelia yakin jika Clarisa akan mencari kubu yang bisa membuatnya aman dan sejahtera.


" maaf Al " cukup kata itu saja bisa membuat Alvaro menyimpulkan jika Clarisa kini sudah mengkhianati nya lagi.


Dan tanpa di duga Alvaro menarik tangan Camelia agar bisa keluar dari rumah yang Alvaro yakini adalah rumah nya rumah mommy nya.


Dengan sigap dan cepat Camelia memutar tangan Alvaro yang tadi mencoba menariknya hingga kini keadaan berbalik dimana kini Alvaro yang di buat berlutut dengan tangan yang Camelia tarik ke belakang.


" auhh, dasar ja Lang kurang ajar " umpat Alvaro sedangkan Bu Natasha yang melihat anaknya yang di sakiti oleh wanita simpanan suaminya pun hanya bisa berlutut di hadapan Camelia.


" Lepaskan Alvaro aku mohon " ucap Bu Natasha.


" kami janji kami akan pergi dari rumah ini " ucap Bu Natasha yang memilih mengalah dari pada dirinya kehilangan putranya.


Brughh


Camelia mendorong Alvaro setelah mendengar ucapan yang di lontarkan bu Natasha, pergilah dan untuk urusan papa biar aku yang akan mengatasinya " ucap Camelia.


Bu Natasha pun membangunkan Alvaro yang tadi di dorong oleh Camelia, sedangkan Alvaro yang merasa harga dirinya di injak injak oleh seorang wanita pun terlihat menahan amarah.


" tadinya aku tak ingin melakukan kekerasan pada seorang wanita, tapi kini tidak lagi karena aku yakin wanita yang ku hadapi tidak selemah wanita wanita di luaran sana " ucap Alvaro yang langsung menyerang Camelia tanpa aba aba.


Dan akhirnya perkelahian pun tak bisa lagi di hindari meski Camelia hanya mencoba menghindar karena bagaimanapun Camelia harus menjaga kehamilannya dari serangan yang Alvaro berikan dimana Alvaro memang mengincar bagian perut Camelia.


" kamu sedang hamil kan ? " tanya Alvaro di sela sela serangannya pada Camelia.


" akan aku hilangkan anak yang ada dalam kandungan mu agar kamu tidak lagi berharga di mata papa " ucap Alvaro ayang kembali melancarkan aksinya seperti seorang pecundang yang berani menyerang seorang wanita terlebih wanita itu sedang hamil.


" kak hati hati " ucap Clarisa yang merasa takut jika kakaknya terkena tendangan dan pukulan yang Alvaro berikan.


" sebenarnya kamu ada di pihak kami atau Camelia ?" tanya Bu Natasha yang mendengar Clarisa yang mengkhawatirkan kakaknya dari serangan Alvaro.


Dan akhirnya satu tendangan dan Camelia menghentikan Alvaro yang kembali ambruk dan kini sudah tidak bisa bangkit lagi.


" anak pintar, terima kasih sayang " ucap Camelia sambil membelai perutnya yang memang terlihat membuncit.


" sebaiknya bawa pergi anak mu dari sini sebelum aku melaporkan kalian dengan tuduhan penyerangan dan penganiayaan terhadap wanita" ucap Camelia yang kini sudah duduk agar kandungannya baik baik saja.


" akan ku balas kau wanita licik "


✍️✍️✍️ boleh ngga ketawa liat nasib Alvaro dan Bu Natasha 🤭🤭 bagaimana dengan perceraian Nanda dan Alvaro apakah akan ada banyak drama atau kah berjalan dengan cepat ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘