
Wildan tau jika Nanda bukannya masih mencintai Alvaro saat menanyakan hal itu padanya, tapi Nanda hanya tak ingin jika dirinya tidak sampai salah langkah hanya demi merendahkan seseorang.
" kakak tulus ingin membantu Alvaro, dan kakak juga akan membantu Alvaro untuk bisa mengambil alih rumah yang di kuasai oleh wanita simpanan ayahnya " ucap Wildan yang tau bagaimana susahnya Alvaro saat ini di tambah wanita yang menempati rumah Alvaro juga tak memiliki hak untuk tinggal di sana sekalipun iya adalah istri dari pak Alexander.
" syukur lah "
" Nanda hanya takut jika kakak salah mengambil langkah yang nantinya bukan hanya merugikan orang lain tapi juga merugikan kakak sendiri " ucap Nanda.
" ya sudah kakak pulang sudah malam " ucap Wildan yang tak terasa sudah terlalu lama di apartemen Nanda.
" atau mungkin kamu ingin kakak temani " ucap Wildan yang hanya ingin menggoda Nanda yang ternyata hal itu berhasil membuat pipi Nanda bersemu merah.
Wildan pun tersenyum senang melihat tona merah di pipi Nanda, andai saja Nanda seperti wanita wanita lain sudah pasti Wildan akan melu mat bibir Nanda yang tadi memberikannya senyum manis.
" kakak pulang " ucap Wildan yang sudah mulai kehilangan kendali dirinya dengan membayangkan yang tidak tidak tentang dirinya dan Nanda.
" iya " ucap Nanda yang sedikit banyak tau bagaimana mimik wajah saat seorang laki laki sedang memikirkan hal negatif.
Waktu pun berjalan sebagaimana mestinya karena tidak ada yang bisa menghentikan waktu dan tidak akan ada yang bisa menahan siang untuk tidak menjadi malam atau pun sebaliknya.
Alvaro harus berpikir realistis dama hidup dimana harga diri itu penting, tapi ada yang jauh lebih penting saat ini dari sebuah harga diri yaitu kebutuhan hidup dan kehidupannya ke depan.
" Al, kamu mau kemana ?" tanya Bu Natasha saat melihat Alvaro yang sudah terlihat rapih dengan pakaiannya kerjanya.
" Al akan menerima tawaran Wildan karena kita memang membutuhkan bantuan itu jika kita memang ingin melanjutkan hidup " ucap Alvaro yang tak ingin berpikir buruk dengan kebaikan yang di tawarkan Wildan padanya.
" kamu benar, mommy hanya bisa mendoakan semoga Wildan memang ingin membantu kita dengan tulus tanpa ada niatan lain " ucap Bu Natasha yang memang hanya bisa berdoa untuk putranya yang kini menjadi tulang punggung nya.
" Al, mommy ingin bertemu dengan papa " ucap Bu Natasha yang sangat merindukan suaminya karena memang hingga saat ini di antara dirinya dan pak Alexander masih dalam ikatan pernikahan.
Alvaro pun hanya bisa menatap sang mommy dan mencoba mengerti dengan apa yang sedang di rasakan mommynya yang masih sangat mencintai ayahnya meski sudah di sakiti dan di khianati.
" nanti sore atau besok ya mom, nanti al antar ke sana " ucap Alvaro yang tak ingin membiarkan ibunya pergi seorang diri menemui ayahnya.
" janji ya Al " ucap Bu Natasha yang sudah sangat merindukan suaminya.
Alvaro pun hanya tersenyum karena sebenarnya Alvaro sangat marah pada papanya yang sudah membuat dirinya dan Bu Natasha terusir dari rumah nya sendiri hingga akhirnya kini malah di tempati oleh orang yang tidak memiliki hubungan apapun tentang rumah itu.
Seperti hari hari sebelumnya dimana setiap pagi Wildan datang ke apartemen Nanda seperti sebuah kebutuhan untuk imun nya saat bertemu dengan Nanda.
" pagi kak " sapa Nanda yang sudah terbiasa kedatangan Wildan yang hanya datang untuk sekedar sarapan bersama sedangkan Yuna kini sudah tidak lagi menjadi pengawal pribadi Nanda tapi tetap di perintahkan Wildan untuk menemani Nanda di apartemen itu sampai nanti Nanda menikah dengan nya.
" pagi, kenapa ya waktu berlalu begitu lama " ucap Wildan sambil mengikuti Nanda yang sedang menuju ruang makan.
" tapi kakak tidak sabar " ucap Wildan yang malah membuat Nanda mendapat ide untuk mengerjai Wildan.
" ya sudah jika ngga sabar nikah aja sama yang lain " ucap Nanda yang malah mendapat tatapan yang lumayan tajam dari Wildan yang merasa tidak suka dengan apa yang di katakan Nanda meski Wildan tau jika Nanda tidak bersungguh sungguh mengatakan itu semua.
" Yuna, kamu jaga Nanda lebih ketat lagi dan jangan biarkan laki laki manapun mendekati Nanda dan jika Nanda yang mendekati mereka kamu hajar laki laki itu tanpa ampun " ucap Wildan dengan sorot mata yang sangat serius yang tentu saja berhasil membuat Nanda tertawa karena perkataan yang di lontarkan Wildan.
" siap bos " ucap Yuna menimpali bosnya yang terlihat sangat protektif pada Nanda.
" sudahlah jangan di bahas lagi, lebih baik kakak berangkat kerja " ucap Nanda yang tak ingin melanjutkan obrolan yang terkesan absurt ini.
" baiklah sayang kakak berangkat dulu ya " ucap Wildan sengaja memanggil sayang pada Nanda.
Degg
Nanda pun terdiam tapi matanya mengarah ke Wildan yang bisa melihat reaksi yang di tunjukan Nanda saat mendengar kata sayang dari mulut Wildan.
" kak, Nanda tau jika kakak mungkin mencintai Nanda dan kakak berharap kita akan menikah setelah masa Iddah Nanda selesai " ucap Nanda terlebih Nanda teringat ucapan Alvaro yang mengatakan jika dirinya tak ubahnya seperti ja Lang yang tidak bisa menjaga harga dirinya.
" tapi Nanda minta satu hal sana Kaka, bisa ?" tanya Nanda tapi hal itu malah membuat Wildan sedikit curiga dengan apa 6abg akan Nanda katakan padanya.
" katakan, jika Kaka bisa dan kakak mampu maka akan kakak lakukan " ucap Wildan yang akan melakukan apapun demi Nanda selama iya mampu dan iya bisa melakukan nya.
" Nanda ingin kita menjaga jarak selama masa Iddah Nanda "
" bukan karena Nanda tak nyaman berada di dekat kakak tapi Nanda ingin menjaga agar tidak ada orang yang berpikir buruk tentang hubungan kita nanti setelah kita menikah " ucap Nanda yang beruntungnya mendapat persetujuan dari Wildan tanpa harus berpikir panjang dulu.
" baiklah kakak akan mengikuti apa yang kamu inginkan, tapi sebagai gantinya kakak ingin Yuna tetap menjadi pengawal dan asisten kamu selama masa Iddah " ucap Wildan yang mengambil keputusan sepihak untuk Nanda.
" huhh, baiklah selama Yuna tidak keberatan dengan apa yang kakak perintahkan " ucap Nanda yang tak akan bisa membantah Wildan jika Wildan sudah memutuskan sesuatu.
" oh ya, Kaka mendapat kabar dari Alvaro jika hari ini dia akan datang ke kantor dan menerima tawaran yang kakak berikan padanya kemarin " ucap Wildan yang tak ingin menyembunyikan apapun dari Nanda.
" lalu bagaimana dengan rumah mommy Natasha ? Apa kakak bisa mengambil alih rumah itu ?
✍️✍️✍️ kayaknya drama lagi nanti saat pengambil Alihan rumah Bu Natasha dari Camelia !! Apa Wildan bisa mengambil rumah tersebut atau akan ada syarat yang di ajukan Camelia sebelum melepaskan rumah Bu Natasha ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘