Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Misi Anton dan Yuna


Bu Restu memang tak main main saat sudah memutuskan untuk menjadikan Nanda sebagai calon menantunya, bahkan tanpa bertanya pada Nanda Bu Restu sudah menyelidiki Nanda dengan meminta seseorang untuk mengawasi Nanda dan mencari data diri tentang Nanda.


 " mama yakin " ucap Bu Restu menjawab pertanyaan suaminya.


" tapi apa mama tau status Nanda saat ini ?" tanya pak Wijaya sedikit berbisik karena tak ingin Nanda tersinggung dengan apa yang mereka bicarakan.


" mama tau, bahkan mama sangat tau apa saja aktivitas Nanda selama sebulan ini " ucap Bu Restu sambil menampilkan senyum termanisnya pada Nanda.


" jadi gimana Ragil, apa kali ini kamu akan menolak jodoh yang sudah mama siapkan ? Atau mama akan menjodohkannya dengan Anton saja kalo " Bu Restu tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Wildan sudah memotong pembicaraan nya.


" ngga, Wildan mau dan kali ini Wildan tidak akan menolaknya " ucap Wildan yakin.


" tapi mah Wildan dan Nanda tidak bisa buru buru menikah " ucap Wildan yang malah membuat pipi Nanda bersemu merah saat mendengar kata menikah dari mulut Wildan.


" mama tau, menunggu tiga bulan lagi tidak akan lama " ucap Bu Restu menjawab rasa penasaran Wildan jika mamanya tau status Nanda dan tak mempermasalahkan status yang Nanda miliki.


" terima kasih mah " ucap Wildan sambil memeluk mamanya Karena sangat mudah menerima Nanda menjadi menantunya.


" tapi ada satu hal yang harus kamu lakukan " ucap Bu Restu yang tidak ingin Nanda tinggal lagi di apartemen kecil itu.


" apa mah, apapun akan Wildan lakukan selama mama tidak meminta Wildan meninggalkan Nanda " ucap Wildan yang kini sudah menggenggam tangan Nanda tapi malah di pukul oleh Bu Restu saat melihat apa yang di lakukan Wildan.


Plakk


" jangan dulu menyentuhnya sebelum kamu menghalalkannya " ucap Bu Restu tanpa rasa bersalah, Wildan pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal Atas apa yang sudah iya lakukan.


" mama ingin mulai saat ini Nanda tinggal di rumah kita dan kamu yang tinggal di apartemen yang Nanda tempati " ucap Bu Restu yang juga tau jika apartemen yang Nanda tempati adalah apartemen Wildan.


Nanda langsung menggeleng sambil melihat ke arah Wildan berharap Wildan bisa membujuk dan membatalkan pemikiran yang ibunya yang memintanya untuk tinggal di rumahnya.


" Terima kasih atas tawaran yang Tante berikan pada Nanda, tapi maaf Nanda tidak bisa " ucap Nanda sambil melihat ke arah wildan agar Wildan bisa membantunya membujuk ibunya.


" Nanda masih nyaman tinggal di apartemen itu karena di sana juga kak Wildan meminta Yuna untuk menemani Nanda di sana " ucap Nanda mencari alasan yang tidak membuat Bu Restu mengkhawatirkan dirinya.


" Nanda benar mah " ucap Wildan


" baiklah jika seperti itu, tapi jika kalian sudah menikah, kalian akan tinggal di rumah mama dan untuk hal itu mama tidak menerima penolakan " ucap Bu Restu tegas.


 Lain halnya dengan Anton dan Yuna dimana hari ini meski hari Minggu tapi Anton masih ada tugas dari Wildan, apa lagi jika bukan mengurus apa yang harusnya menjadi hak Bu Natasha dan Alvaro.


" Anton, apa tidak perlu kita memberi kabar pada Alvaro jika kita akan datang ke rumahnya ?" tanya Yuna yang memang semakin dekat dengan Alvaro dan kini sudah mulai memahami karakter Alvaro.


" tidak perlu, kita akan memberinya kejutan seperti yang bos perintahkan " ucap Anton yang memang Wildan ingin Alvaro merasa di apresiasi atas kerja keras dan perubahan yang iya tunjukan dalam sikap dan pekerjaan nya selama di kantor.


Tanpa butuh waktu lama kini Anton dan Yuna sudah ada di depan rumah Alvaro atau mungkin bisa di sebut rumah kontrakan Alvaro dan Bu Natasha.


 Tok tok tok


Yuna mengetuk pintu rumah Alvaro dan tak butuh waktu lama suara derap langkah pun terdengar dari dalam rumah Bu Natasha dan ternyata yang membuka pintu rumah memang Bu Natasha.


" siang Tante " sapa Yuna, sedangkan Bu Natasha yang hanya mengenal Anton kini menjadi pias karena berpikir jika Anton akan melakukan hal yang buruk padanya saat Bu Natasha mengingat apa yang pernah Alvaro alami.


" Al... Alvaro... " Bu Natasha pun memanggil Alvaro yang tadi ada di ruang keluarga yang tak jauh dari ruang tamu rumah kontrakan mereka.


" apa mom " ucap Alvaro yang tak menyadari jika ada Anton dan Yuna di depan nya.


Pipi Yuna bersemu merah saat melihat Alvaro yang hanya menggunakan kaos singlet dan celana selutut dengan dada bidang yang membuat Alvaro terlihat sangat macho di mata Yuna.


"ehhmmm "


Suara Anton menyadarkan Yuna dan juga Alvaro yang langsung berbalik menuju kamarnya untuk memperbaiki penampilannya karena merasa kurang sopan menghadapi tamu dengan pakaian rumahan yang sangat sederhana.


" maaf, Alvaro baru saja mandi setelah tadi olahraga pagi " ucap Bu Natasha yang sudah mulai berkurang rasa gugupnya.


" tidak apa apa Tante " ucap Anton.


" oh iya Tante agar tak membuang banyak waktu saya minta pada Tante untuk bersiap karena kita akan pergi ke suatu tempat yang saya yakini akan bisa membuat Tante dan Alvaro senang " ucap Yuna atas perintah Anton.


" kita akan pergi kemana ?" tanya Bu Natasha yang kembali curiga pada Yuna dan Anton.


" percaya sama saya Tante jika kita tidak akan melakukan apapun yang akan merugikan Tante dan juga Alvaro " ucap Yuna meyakinkan Bu Natasha.


" Al percaya mah, jadi sebaiknya mama siap siap untuk ikut kemana mereka akan membawa kita " ucap Alvaro yang sudah kembali dengan pakaian yang jauh lebih baik dan lebih terlihat seperti eksekutif muda.


" baiklah, mommy siap siap dulu " ucap Bu Natasha yang masih tidak tau akan di bawa kemana dirinya dan Alvaro oleh dua orang yang baru saja datang menemui nya.


" maaf memang kita akan pergi kemana ?" tanya Alvaro pada Anton.


" kamu akan tau nanti " ucap Anton, dan tak butuh waktu lama setelah Bu Natasha keluar dari kamarnya, mereka pun bersiap untuk pergi menuju kantor polisi terlebih dahulu.


" kantor polisi ?" tanya Alvaro dan Bu Natasha berbarengan saat mobil yang di bawa Anton berhenti di halaman depan kantor polisi.


" iya kita akan bertemu dengan pak Alexander karena ada yang harus pak Alexander tanda tangani sebelum kita pergi ke tujuan utama kita " ucap Anton yang masih menutupi tujuan utama mereka hari ini.


" kalian tidak akan melakukan hal buruk pada suami saya kan ?" tanya Bu Natasha yang masih sangat mencintai pak Alexander.


" untuk apa mommy masih perduli sama papa yang sudah jelas jelas membuat kita seperti ini " ucap Alvaro yang masih kesal saat membahas masalah papanya.


" AL KAMU JANGAN BERBICARA SEPERTI ITU ?? SEBURUK APAPUN DIA TETAPLAH PAPAMU "


" iya, papa yang lebih memilih memberikan harta kita pada wanita simpanan nya dari pada memberikannya pada kita !"


✍️✍️✍️ apa yang akan Alvaro lakukan saat bertemu dengan papanya ? Dan bagaimana reaksi Bu Natasha saat tau jika setelah dari kantor polisi mereka akan mendatangi rumah peninggalan orang tuanya yang saat ini masih di tempati oleh Camelia ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘