
Alvaro dan Bu Natasha kini sudah masuk ke dalam kantor polisi bersama dengan Anton dan Yuna yang sudah membawa berkas yang di butuhkan atas arahan dari pengacara keluarga Wildan dan juga atas persetujuan pak Alexander satu Minggu yang lalu.
" pah " Bu Natasha tak bisa membendung rasa rindunya pada suami yang masih sangat iya cintai sekalipun sudah mengkhianati dan menyakitinya tapi bagi Bu Natasha pak Alexander tetaplah suami yang terbaik yang masih iya harapkan.
" mom " pak Alexander pun hanya bisa menatap dengan penuh sesal pada istri yang iya khianati bahkan iya kuasai hartanya tapi kini iya sendiri yang tak bisa menikmati harta itu.
" pak Alexander bagaimana kabar anda hari ini " sapa Anton yang langsung di mengerti apa maksud tujuan Anton beserta anak dan istrinya datang kesini.
" seperti yang saya utarakan satu Minggu lalu jika saya akan kembali kesini setelah menyiapkan semua berkas yang di butuhkan untuk mengembalikan semuanya kepada yang semestinya " ucap Anton mengingatkan pak Alexander.
" apa kalian akan melakukan apa yang aku minta jika aku mengabulkan apa yang kalian inginkan ?" tanya pak Alexander yang malah berubah pikiran tak ingin semudah itu mengembalikan apa yang menjadi milik Bu Natasha.
" apa anda yakin dengan apa yang anda katakan ?" tanya Anton yang tak suka dengan orang yang terlalu berbelit Belit.
" tunggu, sebenarnya apa yang sedang kalian ributkan ? Apa ini semua ada hubungannya dengan kami ? Tanya Alvaro yang tidak mengerti dengan yang sedang di bicarakan Anton dan ayahnya.
" nanti saya akan jelaskan di mobil, untuk saat ini biarkan pak Anton yang menyelesaikan semuanya " ucap Yuna yang mencoba memberi pengertian pada Alvaro dan Bu Natasha.
" tapi apa suami saya akan baik baik saja ?" tanya Bu Natasha khawatir.
" saya jamin pak Alexander akan baik baik saja atau mungkin akan mendapat keringanan hukuman jika pak Alexander bisa bekerja sama " ucap Yuna menjelaskan.
" saya tidak suka basa basi, jika memang anda mau bekerja sama maka cepat lakukan seperti yang pernah saya katakan tapi jika tidak jangan salahkan saya jika anda akan selamanya mendekam dalam penjara ini " ucap Anton tegas karena bagi Anton orang seperti pak Alexander tidak bisa di beri hati bisa langsung menggigit.
" tapi apa anda akan menepati janji anda yang akan membantu saya meringankan hukuman saya jika saya menandatangani surat itu ?" tanya pak Alexander yang tidak percaya dengan apa yang Anton katakan.
" Al, kita pulang papa mu lebih baik mendekam dalam penjara dari pada mendapat keringanan hukuman " ucap Anton yang dari tadi tetap di awasi salah satu polisi yang bertugas.
Anton dan yang lainnya pun sudah berbalik meninggalkan pak Alexander yang tetap pada pendiriannya tapi baru saja beberapa di langkah pak Alexander pun memanggil Anton yang membuat Anton tersenyum penuh kemenangan tapi tidak dengan Alvaro dan Bu Natasha yang semakin tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan Anton dan pak Alexander.
" baiklah aku akan menandatangani semuanya tapi kamu harus janji akan memberikan bantuan hukum agar bisa meringankan hukuman ku nanti" ucap pak Alexander mengalah.
" tentu saja, pak Wildan adalah orang yang tau berterima kasih " ucap Anton mengatasnamakan Wildan.
Pak Alexander pun menandatangani surat kuasa yang pernah iya gunakan untuk membodohi Bu Natasha saat itu, dan kini iya sudah mengembalikan semua nya hanya dengan satu tanda tangan seperti yang Bu Natasha lakukan.
" terima kasih, senang bekerja sama dengan anda " ucap Anton yang langsung merapihkan berkas dan tinggal mengambil berkas yang sempat di tahan polisi sebagai barang bukti yang di amankan saat penangkapan pak Alexander saat itu.
" ayo kita pergi ke tujuan utama kita " ucap Anton yang langsung di ikuti oleh Alvaro dan Bu Natasha sedangkan Yuna sedang memeriksa semua dokumen agar tidak terjadi kesalahan saat penyerahan nanti pada Bu Natasha dan alvaro.
Kini semua sudah kembali masuk ke dalam mobil yang di kemudikan Anton, karena tidak sabar dan penasaran Alvaro langsung menanyakan tujuan mereka datang menemui papanya hingga berakhir dengan drama tarik ulur berkas yang akan di tandatangani pak Alexander.
" sekarang jelaskan apa yang sedang kalian rencanakan " ucap Alvaro tapi bukannya mendapatkan jawaban malah mendapat kan berkas yang sejak tadi di pegang oleh Yuna setelah Yuma memeriksa kelengkapan berkas tersebut.
" apa ini " ucap Alvaro dan Bu Natasha.
" apa maksudnya ini semua ?" tanya Bu Natasha yang tak mengerti dengan berkas yang kini mereka genggam.
"kami hanya menjalankan tugas yang bos Wildan minta tentunya atas permintaan Nanda yang tak tega melihat Bu Natasha yang harus mengalami apa yang pernah Nanda alami " ucap Anton sedikit menyindir Bu Natasha.
" tunggu, jadi kini semua harta peninggalan orang tua ku sudah kembali lagi pada ku ?" tanya Bu Natasha memastikan.
" benar Bu, dan kini saat nya kita kembali ke rumah itu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ibu dan Alvaro " ucap Yuna dengan senyum manis yang terukir indah di bibirnya yang membuat dada Alvaro berdesir hebat.
" tapi apa mungkin wanita itu akan mengalah begitu saja ? " tanya Bu Natasha yang masih membayangkan jika semua itu tidak lah semudah yang di bayangkan.
" kita lihat saya nanti apa wanita itu bisa menolak atau tidak " ucap Anton dimana kini mereka sudah sampai di depan rumah Alvaro atau mungkin lebih tepatnya rumah keluarga Bu Natasha.
" ayo kita turun " ajak Anton yang ingin semuanya segera selesai, dan tak lama semuanya pun turun menuju rumah besar yang sudah satu bulan lebih Alvaro dan Bu Natasha tinggalkan.
Ting tong
Ting tong
Tak lama pintu rumah besar itu pun di buka oleh orang yang tadi mereka bicarakan di dalam mobil, sama dengan Camelia yang kaget saat melihat Bu Natasha semuanya yang terlihat seperti ingin mengeroyok dirinya.
" selamat siang Bu Camelia " sapa Anton yang sedikit banyak sudah menyelidiki siapa Camelia yang sebenarnya.
" siang, ada yang bisa saya bantu ?" tanya Camelia yang tak mempersilakan Anton dan yang lainnya masuk ke dalam rumah yang sudah memberikan nya rasa nyaman selama satu bulan ini.
" saya ingin anda membaca surat ini dan anda bisa memahami apa maksud dari surat yang saya berikan " ucap Anton sambil memberikan surat kuasa yang sudah pak Alexander tanda tangani tadi.
Camelia pun mulai membaca surat kuasa tersebut tapi reaksi yang di berikan Camelia sudah di prediksi oleh Anton yang sudah mengantisipasi semuanya.
" tidak, saya tidak percaya jika mas Alexander menyerahkan semuanya pada wanita tua ini "
" kalian pasti menipu nya ? saya tidak akan percaya begitu saja !! "
" Dan asal kalian tau jika saya tidak akan keluar dari rumah ini karena sekarang rumah ini adalah rumah saya !!"
✍️✍️✍️ apa Camelia bisa dengan mudah keluar dari rumah Bu Natasha ? Atau kah harus ada drama dulu baru Camelia menyadari kesalahannya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘