Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Yakin


Seperti yang di perintahkan Anton padanya jika Yuna harus mengantarkan Alvaro dan clarisa kembali kerumahnya, bahkan Yuna membiarkan Alvaro dengan tampilan yang sangat mengenaskan.


" harusnya kamu bersyukur karena tuan Wildan hanya memberikan pelajaran padamu tidak benar benar menghukum mu " ucap Yuna yang baru saja menepikan mobilnya di halaman rumah alvaro.


" memang hal buruk apa yang mungkin akan Wildan lakukan jika dia tidak memberikan belas kasih nya ?" tanya Clarisa yang hanya ingin memastikan kekejaman yang mungkin di lakukan Wildan.


" kamu tidak akan bisa menebak hal mengerikan apa yang bisa tuan saya lakukan " ucap Yuna sambil melihat ke dua orang yang ada di jok belakang mobilnya.


" jadi jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian lebih baik jangan membuat masalah dengannya LAGI " ucap Yuna dengan sengaja menekan kata lagi untuk Clarisa dan Alvaro tentu saja yang dari tadi hanya mendengarkan.


" apa kalian tidak ingin turun ?" tanya Yuna yang mana Alvaro dan Clarisa malah terdiam setelah mendengar apa yang baru saja Yuna katakan.


Tanpa banyak bicara Alvaro dan Clarisa langsung turun yang bahkan tanpa mengucapkan terimakasih pada Yuna karena sudah mengantarkan mereka pulang, Alvaro yang berjalan tertatih pun di bantu Clarisa yang juga tampilannya tak kalah mengenaskan dari Alvaro.


" lalu apa yang akan kita lakukan sekarang ?" tanya Clarisa sambil membantu Alvaro menuju pintu rumah besarnya.


" entahlah, tapi mungkin saat ini kita harus memulihkan diri kita dulu " ucap Alvaro dimana kini mereka baru saja sampai di depan pintu rumah kedua orang tuanya.


Ting tong Ting tong


Clarissa memencet bel rumah Alvaro karena rumah Alvaro terasa sangat sepi.


" mom, kami pulang " ucap Clarisa yang merasa sudah jadi bagian keluarga Alvaro.


Dan tak butuh waktu lama pintu rumah Alvaro pun terbuka dan Bu Natasha langsung berjalan menghampiri putranya yang terlihat menyedihkan dengan sisa darah kering yang tersisa di sudut mata dan di pakaian yang Alvaro gunakan.


" apa yang terjadi padamu sayang ?" tanya Bu Natasha yang seolah lupa dengan video yang di kirim Anton beberapa waktu yang lalu.


" sudah lah mom, jangan pura pura tidak tau apa yang terjadi pada Al " ucap Alvaro saat menguat apa yang sudah orang tuanya lakukan tadi.


" kamu istirahat di kamar saja dan kamu Clarisa istirahat lah di kamar tamu, nanti mommy panggilkan dokter pribadi kita untuk datang memeriksa kalian " ucap Bu Natasha yang tau jika putranya sedang marah padanya.


" sebenarnya apa yang papi sembunyikan dari kita ? " ucap Alvaro yang masih penasaran dengan rahasia yang di sembunyikan papinya hingga bisa menjadi sebuah ancaman untuk nya.


" papi tidak menyembunyikan apapun dari kita " ucap Bu Natasha yang memang sangat percaya pada suaminya.


" apa mommy yakin ? Lalu kenapa mereka menggunakan nama kakek untuk mengancam papi saat itu ?" tanya Alvaro yang masih tak percaya jika ayahnya tidak menyembunyikan apapun dari mereka.


" kamu hanya termakan hasutan orang yang di suruh Nanda untuk menyekap mu " ucap Bu Natasha yang bingung harus bagaimana menghentikan kecurigaan putranya pada ayahnya sendiri.


" harusnya kamu percaya pada keluarga kamu sendiri dari pada orang lain " ucap pak Alexander yang tiba tiba saja berada di hadapan Alvaro dan istrinya.


" sudah lah lebih baik kamu masuk dan istirahat, biar mommy kamu menghubungi dokter pribadi kita " ucap pak Alexander yang tau bagaimana keras kepalanya sang putra bila sudah ingin mengetahui sesuatu.


Alvaro pun memilih untuk masuk kedalam kamarnya dan bertekad untuk mencari tau sendiri kebenaran nya, sedangkan Clarisa sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar tamu seperti yang di perintahkan Bu Natasha.


" Kamu ingat apa yang kamu katakan saat terakhir kamu mengadakan rapat darurat " ucap Wildan sedangkan Anton dan Rekha baru saja menyelesaikan sesi masak bersama mereka yang di selingi canda tawa yang ternyata bisa mendekatkan keduanya menjadi semakin akrab.


" iya dan besok kita akan melanjutkan rapat dadakan kita untuk bisa mendepak keluar mas Alvaro dan Nanda juga akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agar bisa segera lepas dari mas Alvaro " ucap Nanda yang tentu saja seperti memberi angin segar pada Wildan saat mendengar rencana kedua yang di katakan Nanda tadi.


" apa kamu sudah sangat yakin ?" tanya Wildan karena Wildan tau jika Nanda tipe wanita yang mudah merasa kasihan.


" yakin kak, dan kini Nanda tidak akan lemah saat nanti berhadapan dengan mas Alvaro dan keluarga nya " ucap Nanda dimana Wildan bisa melihat kesungguhan dari kata kata yang di ucapkan Nanda padanya.


" tapi kak, apa bisa kasus kecelakaan orang tua Nanda bisa di buka kembali ?" tanya Nanda karena yang di hadapi nya kali ini bukan hanya keluarga Alvaro saja tapi juga pejabat kepolisian yang di suap oleh keluarga Alvaro untuk menutupi kejahatan mereka.


" itu akan menjadi urusan Kaka "


" yang harus kamu lakukan hanya meminta peninjauan kembali kasus kecelakaan yang di alami orang tua kamu, selebihnya itu akan menjadi urusan kakak dan juga Anton " ucap Wildan saat melihat Anton yang kini sedang berjalan ke arahnya.


" Wildan benar, kami akan memberikan keadilan padamu dan kamu harus percaya jika Wildan tidak akan pernah mengecewakan mu lagi " ucap Anton sambil menaikan kedua alisnya sambil tersenyum penuh arti pada Wildan.


" ayo kita makan " ajak Wildan yang sudah berjalan lebih dulu yang tak lama di ikuti oleh Nanda demi menghargai usaha Rekha yang mau bersusah payah memasak untuk mereka semua.


" bagaimana apa Nanda sudah tau semuanya tentang Alvaro dan keluarga nya ?" tanya Anton yang sudah sangat ingin membongkar kejahatan yang sudah di lakukan orang tua Alvaro.


" Hem, tapi kita akan mengurus masalah perusahaan dulu dan perceraian " Wildan pun menghentikan langkahnya saat mengingat surat cerai yang sudah di tanda tangani oleh Alvaro tapi masih iya pegang dan belum iya berikan pada Nanda.


" sudah lah kita makan dulu, nanti baru kamu berikan surat itu pada Nanda saat aku mengantar Rekha ke rumah sakit " ucap Anton karena mereka sudah sampai di ruang makan.


" tapi apa Nanda akan senang saat tau aku memaksa Alvaro menandatangani surat itu ?" tanya Wildan sambil melihat kedekatan Nanda dan Rekha sambil menyiapkan makan untuk mereka berempat.


" untuk kali ini aku jamin Nanda akan sangat senang melihat surat cerai yang sudah Alvaro tanda tangani tanpa harus banyak drama yang harus dia lalui lagi " ucap Anton.


" benarkan Nanda ? " tanya Anton tiba tiba.


" apa itu ? " tanya Nanda sambil melihat ke arah Wildan dan Anton yang juga sedang menatap padanya.


" kamu akan senang bukan jika Alvaro sudah menandatangani surat perpisahan kalian ?


✍️✍️✍️ gebrakan apa yang akan Nanda berikan pada Alvaro dan keluarga nya saat kembali ke perusahaan nanti ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘