
Tak ingin membuang waktu Wildan dan Anton langsung menuju tempat dimana Alvaro dan Clarisa mungkin berada saat ini.
" apa kamu yakin jika ini jalan yang benar menuju tempat itu !" tanya Wildan yang memang tidak begitu hapal jalan yang sedang mereka tuju.
" kamu tenang saja ini jalan cepat menuju lokasi dimana Alvaro berada " ucap Anton yang masih terus melakukan mobilnya ke arah yang sedikit berlawanan dengan arah dimana Alvaro berada.
Dan benar saja hanya butuh waktu satu setengah jam lebih Anton sudah berada di lokasi dimana Alvaro berada, tapi Anton tidak segera turun tapi kembali membuka laptop miliknya sekedar untuk mengecek lokasi GPS yang ternyata di Padang Alvaro di handphone nya.
" ayo turun, saatnya kita olah raga " ucap Anton yang langsung turun dari mobil di ikuti Wildan yang juga sudah bersiap memberi pelajaran pada Alvaro dan juga Clarisa.
Sedangkan di dalam rumah yang ternyata sudah di ketahui oleh Anton dan Wildan, Alvaro baru saja terlelap setelah melakukan olah raga malam dengan Clarisa yang selalu memintanya melakukan hal itu di setiap ada kesempatan.
Brakkk
Alvaro dan Clarisa terkejut bukan main, bahkan Clarissa langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, alvaro dan clarisa hanya bisa saling tatap tak percaya jika semudah itu Wildan dan Anton bisa menemukan mereka meski mereka merasa sudah pergi jauh dari jangkauan Wildan dan Anton.
" apa kamu pikir semudah itu bersembunyi dariku ?" tanya Wildan yang langsung mencengkram leher Alvaro di hadapan Clarisa yang hanya bisa menjerit ketakutan.
" dan kamu ja lang, pakai pakaian mu karena kami tak Sudi melihat tubuh kotor mu " ucap Anton yang langsung melempar pakaian yang iya temukan tergeletak di lantai kamar.
Tak ingin membuat kegaduhan di tempat umum yang mungkin saja bisa memancing rasa ingin tahu orang lain membuat Wildan langsung menarik paksa Alvaro menuju mobilnya di ikuti Anton yang saat ini juga menarik Clarisa meski harus dengan membekap mulutnya agar Clarisa tidak sampai berteriak dan memancing kedatangan warga sekitar.
" ikat kaki dan tangannya jangan sampai kita kehilangan mereka lagi " ucap Wildan sambil melempar tali ke arah Anton agar lebih dulu mengikat Clarisa baru setelah itu mereka mengikat Alvaro.
Setelah dirasa Alvaro dan Clarisa sudah tidak bisa lagi berkutik, Wildan langsung melajukan mobilnya menuju sebuah gudang yang sedikit jauh dari permukiman dimana biasanya Anton memberi pelajaran pada siapapun yang berkhianat pada perusahaan yang Wildan pimpin.
" Lepaskan aku " teriak Alvaro yang terus saja membuka ikatan tali yang memang di ikat sangat kencang oleh Anton.
" kalian tidak bisa melakukan hal ini padaku " ucap Alvaro yang masih saja sombong meski kondisi nya sudah tak bisa lagi membela diri.
" benarkah ? Apa kamu yakin orang tuamu akan membantu mu ?" tanya Wildan yang masih fokus mengemudikan mobilnya berusaha tak terpancing dengan setiap provokasi yang Alvaro lakukan.
" tentu saja, mommy dan papi pasti tidak akan tinggal diam saat tau putranya di perlakukan seperti ini oleh kalian yang bukan siapa siapa di dunia ini " ucap Clarisa.
" baiklah mari kita lihat apa kah orang tua mu akan membantumu atau tidak !!" ucap Anton yang sudah menyiapkan cara agar bisa memberikan efek jera untuk Anton dan keluarga nya yang selalu memandang semuanya dari harta.
Dan tak butuh waktu lama Wildan sudah menepikan mobilnya di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi dan tak lama gerbang itu terbuka dari dalam setelah Wildan membuktikan klakson.
" bos " ucap seorang laki laki yang berperawakan tinggi tegap sambil mengangguk hormat pada Wildan, Wildan pun langsung melajukan mobilnya memasuki halaman yang lumayan luas tapi di buat temaram karena hanya ada sedikit penerangan.
" KELUAR " bentak Anton sambil menarik paksa tubuh Alvaro dan Clarisa untuk mereka masukan ke dalam sebuah gudang yang terasa pengap dan gelap.
" LEPAS... LEPASKAN KAMI " teriak Clarisa yang mulai takut dengan apa yang mungkin di lakukan Anton dan Wildan.
" ampun, lepaskan aku " ucap Clarisa sambil bersimpuh di hadapan Anton karena Clarisa masih berpikir jika antonlah atasan Wildan.
" kamu salah meminta ampun padaku ' ucap Anton yang sebenarnya ingin sekali menendang tubuh Clarisa tapi tidak Anton lakukan, tapi Anton memilih memundurkan langkahnya agar Clarisa tidak bisa menyentuhnya.
" jika kalian ingin menghukum seseorang hukum saja Alvaro karena dia yang sudah menganiaya Nanda dan asal kalian tau jika Alvaro ingin melenyapkan Nanda agar bisa menguasai hartanya " ucap Clarisa memutar balikan fakta berharap saat mengatakan itu Anton dan Wildan mau membebaskannya.
" SUDAH ? APA KALIAN MASIH INGIN SALING MENYALAHKAN ? ATAU KALIAN MASIH INGIN SALING MENUDUH DEMI BISA MENYELAMATKAN DIRI KALIAN SENDIRI ?" tanya Wildan yang tak percaya dengan yang di lakukan Clarisa dan juga Alvaro.
" see... Siapa yang sebenarnya menusuk mu dari belakang ? " ucap Anton dengan tatapan merendahkan Clarisa.
" apa Nanda sebanding dengan wanita rendahan seperti dia ? " tanya Anton saat mengingat bagaimana keadaan Nanda saat mereka menemukan Nanda di apartemen nya saat itu.
" hanya karena naf su binatang dan bujuk rayu ja lang seperti dia kamu tega mengkhianati Nanda yang begitu sangat baik "
Buggh
Anton sudah tak bisa lagi menahan hatinya yang mulai membara saat mengingat wajah Nanda saat itu.
" seperti ini kan kamu memukulnya !!" ucap Anton yang kini membalas setiap luka yang di berikan Alvaro untuk Nanda.
" aku memang bukan siapa siapanya Nanda tapi aku tak akan tinggal diam saat ada wanita baik yang telah di khianati suaminya sekarang malah di siksa oleh suaminya juga " ucap Anton yang kini sudah menghajar Alvaro dengan sangat brutal dan membabi buta seolah menyalurkan rasa sesak karena tak bisa menyelamatkan adiknya saat itu.
" LEPAS .. LEPASKAN ALVARO... JANGAN PUKUL DIA ?? teriak Clarisa yang mencoba mendekati Alvaro karena tak tega melihat tubuh Alvaro yang seperti di jadikan samsak hidup oleh Anton.
" kalian bisa membunuhnya jika terus memukulnya seperti itu " ucap Clarisa yang kini sudah berhasil menghalangi tubuh Alvaro dari kaki Anton yang kini bersiap menendang alvaro.
" apa kamu membiarkan Nanda lepas saat Nanda meminta kamu melepaskannya ?" tanya Wildan sambil mencengkram dagu Alvaro dengan sangat kencang.
" TIDAK BUKAN ? BAHKAN KAMU INGIN MERUDAPAKSA NANDA SAAT ITU "
" JAWABBBB !!" bentak Wildan sambil memberikan pukulan yang cukup keras di wajah Alvaro.
Buggh
" ini untuk rasa sakit yang kamu berikan di hati Nanda "
Buggh
" ini untuk pengkhianatan yang kamu lakukan pada pernikahan kalian "
Buggh
" dan ini untuk setiap luka yang kamu berikan di tubuh Nanda hanya karena hasutan dari ja Lang piaraan mu itu "
✍️✍️✍️ apa lagi yang akan Wildan dan Anton lakukan untuk membalas setiap luka yang alvaro berikan pada Nanda ? Dan kejutan apa yang akan Wildan dan Anton berikan pada kedua orang tua Alvaro yang sudah berniat jahat pada Nanda ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘