
Bu Restu yang sudah merasa jika ada niat yang tidak baik dari kedatangan keluarga bima sahabat suaminya kini semakin yakin jika kedatangan mereka pun sudah di rencanakan.
" Andini sangat mencintaimu " ucap Bu Tiara mengulang ucapannya.
" tapi maaf saya tidak mencintai putri anda " ucap Wildan yang tak ingin semua masalah semakin tak terkendali lagi.
" dan saya sudah punya calon sendiri dan kami akan menikah empat bulan lagi " ucap Wildan.
" Andini yakin jika Wildan berbohong, karena tadi saat Andini ke kamar Wildan tidak ada satu pun foto wanita di kamar Wildan selain foto keluarga nya saja " ucap Andini keceplosan.
" kapan kamu masuk ke kamar Wildan ?" tanya Bu Restu tak percaya kelancangan yang di lakukan Andini bahkan tanpa rasa malu mengakui semuanya.
" sudah lah jeng, jangan terlalu kuno jadi orang " ucap Bu Tiara membela putrinya.
" bukan kah jaman sekarang sudah tidak aneh lagi jika laki laki dan wanita menghabiskan malam atau pun berbagi kamar bahkan sebelum mereka menikah " ucap Bu Tiara yang sudah hilang adab ketimurannya.
" Mungkin bagi anda itu adalah hal biasa " ucap Bu Restu sambil melihat ke arah suami dan pak Bima yang dari tadi diam memperhatikan anak dan istrinya masing Masing.
" tapi tidak bagi saya dan saya sudah merestui pilihan putra saya dan maaf jika kami jelas jelas menolak perjodohan yang di tawarkan keluarga anda " ucap Bu Restu setelah yakin jika suaminya juga setuju dengan pendapatnya.
" apa kamu yakin Wijaya ?" tanya pak Bima yang sangat kecewa dengan penolakan yang di lakukan oleh istri dari sahabatnya.
" maaf, bagiku kebahagiaan anak dan istriku di atas segalanya " ucap pak Wijaya meski sejujurnya dirinya tak enak pada sahabat lamanya.
" Baiklah jika seperti itu " ucap pak Bima yang langsung bangkit dari duduknya karena merasa terhina atas penolakan yang di lakukan yang di lakukan keluarga Wijaya yang bahkan sudah iya bantu saat perusahaan Wijaya terancam bangkrut.
" dan jangan salahkan saya jika saya mencabut semua investasi yang saya tanam di perusahaan kalian " ucap pak Bima yang juga sama seperti pak Wijaya yang akan melakukan apapun demi kebahagiaan anak dan istrinya.
" lakukan apapun yang ingin om lakukan dan kami pun akan melakukan apapun untuk mempertahankan perusahaan kami yang sudah kami perjuangkan selama ini " ucap Wildan yang memang sudah menjadi CEO di perusahaan keluarganya.
Dengan penuh kemarahan pak Bima pun pergi dari rumah pak Wijaya di ikuti oleh anak dan istrinya, meski Andini sebenarnya masih ingin berusaha meyakinkan ayah nya agar mau membujuk pak Wijaya.
" yah, kok kita pulang ? Ayah kan sudah janji akan membujuk Wildan untuk mau menikahi Andini " ucap Andini yang memiliki alasan kenapa iya bersikeras ingin memiliki Wildan.
" ayah tidak akan merendahkan diri ayah hanya demi menjadikan Wildan menantu ayah " ucap Bima yang saat ini sudah memasuki mobilnya.
" tapi yah bagaimana dengan Andini " ucap Andini yang tanpa sadar memegang perut nya sendiri dan itu terlihat oleh Bu Tiara.
" mama mau bicara sama kamu nanti saat kita sudah sampai rumah " ucap Bu Tiara yang tak mungkin mengutarakan apa yang iya duga di hadapan suaminya yang bisa saja marah besar pada putri mereka.
" kenapa harus menunggu di rumah, tanyakan saja saat ini " ucap pak Bima yang mendadak curiga karena merasa jika yang akan di bicarakan anak dan istrinya adalah sesuatu yang rahasia dan tak ingin jika dirinya tau.
" nanti mama akan beritahu papa jika sudah jelas" bujuk Bu Tiara sambil mengelus lengan suaminya agar bisa lebih tenang dalam berpikir.
Setelah kepergian keluarga Bima, Wildan pun langsung di interogasi oleh ayah dan bundanya karena merasa jika Wildan dan Andini memang saling mengenal bukan pertama kali bertemu.
" Ragil, ada yang ingin kamu jelaskan sama bunda dan ayah ?" tanya pak wijaya langsung.
" iya, bunda juga merasa jika kamu dan Andini saling kenal sebelumnya " ucap Bu Restu yang sama penasarannya seperti pak Wijaya suaminya.
" dia hanya masa lalu " ucap Wildan yang malah membuat Bu Restu dan pak Wijaya semakin penasaran.
" Andini adalah mantan kekasih Wildan saat Wildan kuliah di luar negri dulu " ucap Wildan yang berhasil membuat Bu restu dan pak Wijaya tak percaya jika putra mereka bisa tertarik dengan wanita seperti andini.
" dimana pikiranmu Wildan !! kenapa kamu bisa suka sama wanita seperti andini ?" tanya Bu restu yang kecewa pada putranya.
" itu dulu bunda, saat itu Andini masih lah lugu dan karena kami merasa satu nasib yang mana jauh dari keluarga membuat kami dekat dan kedekatan kami saat itu membuat kami sepakat menjalin cinta " ucap Wildan jujur.
" tapi Wildan berani bersumpah jika Wildan tidak pernah menyentuh Andini selama kami berpacaran " ucap Wildan yang terlihat bersungguh sungguh.
" dan kejadian itu terjadi empat tahun lalu dan Wildan hanya berpacaran selama enam bulan karena Andini ketahuan selingkuh dengan teman sekelas nya di apartemen tempat Andini tinggal saat itu " ucap Wildan yang mau tak mau harus membuka luka lama yang sudah Wildan kubur dengan sangat rapih.
" emangnya wanita itu sudah jelas jelas wanita ngga bener "
" pantas iya berani masuk ke dalam kamar kamu tadi " ucap pak Wijaya yang akhirnya buka suara.
" tapi kenapa tiba tiba dia datang menemui mu sekarang ? Bahkan terkesan memaksakan perjodohan ini ?" tanya Bu Restu yang sangat peka terlebih untuk melindungi putra bungsunya dari orang orang yang berbuat buruk.
" entahlah, tapi yang pasti Wildan tidak akan mau menikah dengan Andini karena hati Wildan hanya untuk Nanda " ucap Wildan yakin.
" bunda juga ngga akan Sudi jika memiliki menantu seperti Andini " ucap Bu Restu tapi tidak dengan pak Wijaya yang terlihat termenung memikirkan perusahaan yang sudah dengan susah payah iya tertahankan dan perjuangkan selama ini.
" tapi bagaimana jika Bima melakukan apa yang tadi iya ucapkan pada perusahaan kita ?" tanya pak Wijaya yang hanya ingin sharing pada anak dan istrinya.
" papa tenang saja karena Wildan yakin jika Wildan bisa mengatasi semuanya asalkan ayah dan bunda mendukung apa yang Wildan putuskan " ucap Wildan yang tak ingin membuat ayah dan bundanya khawatir.
" Wildan ke kamar dulu ya, mau telpon Nanda " ucap Wildan yang tiba tiba saja merindukan Nanda.
" salam untuk menantu bunda " ucap Bu Restu yang langsung lupa pada masalah yang sedang mereka hadapi.
Wildan pun langsung menelpon Nanda setelah dirinya sampai ke kamarnya.
" halo sayang, Kaka rindu " ucap Wildan yang sengaja video call sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sedangkan Nanda terlihat mengenakan mukena putih yang menambah kesan cantik dan anggun di mata Wildan.
" sabar, masih tiga bulan " ucap Nanda sengaja.
" apa tidak bisa di percepat ? sebelum dia benar benar mengusik kita " ucap Wildan keceplosan.
" dia ? Dia siapa ?
✍️✍️✍️ apa Nanda akan cemburu setelah Wildan menceritakan siapa yang Wildan maksud dengan dia pada Nanda ? dan apa yang di sembunyikan Andini dari orang tuanya ? Apa mungkin Andini hamil dan ingin membuat Wildan jadi ayah untuk anak yang ada dalam kandungan nya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘