Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Sarapan ala Pengantin Baru


Setelah meyakinkan hatinya jika hanya ini cara yang bisa Anton lakukan untuk bisa mendapat restu dari pak Dimi ayah dari Rekha, Anton pun mencoba menghubungi orang tua Wildan yang selama ini sudah Anton anggap keluarga sendiri begitu juga sebaliknya.


" halo om " ucap Anton saat sambungan telepon nya sudah di angkat oleh pak Wijaya yang baru saja merebahkan tubuh tuanya di atas tempat tidur di samping istri tercinta nya.


" iya, ton bagaimana tadi lancar ?" tanya 0ak Wijaya yang tau jika Anton akan menemui orang tua Rekha setelah menghadiri pernikahan Wildan dan Nanda.


" mungkin akan semakin lancar jika om dan Tante bisa membantu saya kali ini " ucap Anton yang tak tau harus pada siapa lagi meminta tolong.


" katakan saja apa yang kamu butuhkan om pasti akan membantu jika memang om bisa " ucap pak Wijaya yakin.


" saya ingin melamar Rekha secara resmi dan saya ingin om menjadi pengganti kedua orang tua saya nanti " ucap Anton yang memang sudah tak memiliki orang tua lagi bahkan Anton hidup sebatang kara di dunia ini.


" baiklah, biar nanti Tante Restu yang akan mempersiapkan semuanya dan tugas kamu hanya memberitahu kapan kita akan datang ke rumah orang tua Rekha " ucap pak Wijaya yang tak akan setengah setengah jika membantu Anton ataupun Yuna.


" terima kasih om, kalo begitu saja tutup dulu teleponnya " ucap Anton yang langsung menutup sambungan telepon setelah mendapat jawaban dari pak Wijaya.


" kapan Anton akan melamar Rekha ?" tanya Bu restu yang dari tadi menjadi pendengar setia pembicaraan Anton dan suaminya.


" mungkin dalam waktu dekat, jadi papi harap mami bisa menyiapkan semuanya agar Anton tidak merasa sendiri " ucap pak Wijaya yang tidak pernah membedakan Wildan Anton dan Yuna.


" ah.. Mami lega akhirnya satu persatu anak anak kita akan menemukan pasangan mereka dan mami harap mereka akan selalu mendapatkan kebahagiaan " ucap Bu Restu tulus.


' ya, tapi setelah semuanya menikah mungkin kita akan benar benar merasa kesepian " ucap pak Wijaya yang sudah bisa membayangkan bagaimana kesepiannya mereka nanti jika Wildan Anton dan Yuna sudah punya keluarga nya sendiri, sedangkan kakak Wildan memang sudah menikah dan kini memilih tinggal di luar negeri.


" kalo soal itu papi tenang saja, mami akan meminta Nanda untuk mau tinggal bersama kita agar kita tidak akan kesepian dan setelah Nanda memiliki anak maka rumah ini tak akan pernah sepi lagi " ucap Bu Restu membayangkan ramainya rumah nya jika Nanda sudah melahirkan penerus untuk keluarga mereka.


" semoga saja Nanda bisa memberikan cucu seperti yang mami harapkan selama ini " ucap pak Wijaya yang tak ingin memberikan harapan palsu pada istrinya.


" aamiin " ucap Bu Restu yang sangat optimis jika Nanda tidak akan mengecewakan drinya.


Pak Wijaya memilih untuk memejamkan matanya mengakhiri obrolannya dengan wanita yang sudah menemaninya selama tiga puluh tahun lebih, begitu juga Bu restu yang akhirnya terlelap dalam pelukan suaminya.


Sang Surya yang sudah mulai muncul kini sudah mengintip di sela sela jendela yang masih tertutup tirai tapi akhirnya berhasil mengusik mata Nanda yang terkena bias cahaya mentari pagi.


" Nanda pikir Nanda tidak akan pernah lagi berada di posisi seperti ini, menjadi seorang istri tapi kali ini istri dari laki laki hebat yang begitu sangat mencintai Nanda " ucap Nanda sambil menatap wajah Wildan yang terlihat sangat tampan pagi ini.


" terima kasih hubby atas cinta dan rasa sayang yang tak pernah lelah hubby tunjukan untuk Nanda " ucap Nanda yang masih asik memandang wajah Wildan suaminya kini.


" sudah puas mandangin wajah hubby ?" tanya Wildan yang masih menutup matanya.


" hubby sudah bangun ? Sejak kapan ?" tanya Nanda malu yang merasa tertangkap basah mengagumi wajah suaminya sendiri.


" sejak kamu bilang kalo hubby hebat " ucap Wildan yang kini sudah ada di atas tu buh Nanda yang masih sama polosnya seperti dirinya.


" ya sudah ayo kita mandi biar sama sama biar efisien " ucap Wildan yang tak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa kembali mengagumi tubuh Nanda dan kini Wildan yakin bisa melihat nya tanpa penghalang.


" tapi by, Nanda malu jika harus mandi sama sama " ucap Nanda yang masih membiarkan Wildan berada di atas tubuhnya.


" kamu tau sayang mandi bersama suami adalah bagian dari ibadah dan apa kamu tidak mau melakukan ibadah itu ?" tanya Wildan yang langsung mengeluarkan berbagai alasan dan rayuan agar apa yang ada dalam pikirannya bisa tersalurkan.


" janji ya hanya mandi ?" ucap Nanda sedikit curiga pada Wildan.


" kita lihat nanti " ucap Wildan sangat pelan dan setelah mengatakan itu Wildan langsung turun dari tempat tidur nya tanpa mengenakan apapun bahkan tanpa rasa malu, lain hal dengan Nanda yang langsung memejamkan matanya tak ingin melihat wildan suaminya dalam keadaan seperti itu.


" mulai sekarang biasakan melihat hubby seperti ini karena kita akan sering melakukannya mulai saat ini agar hubungan kita semakin erat " ucap Wildan sambil menggendong Nanda apa bridal style menuju kamar mandi Yanga da di kamar mereka.


Tapi sayang saat sudah sampai di kamar mandi apa yang Wildan lakukan malah berbanding terbalik dengan apa yang ingin Nanda lakukan.


" by.. " Nanda yang mulai terbawa suasana yang Wildan bangun pun berusaha sekuat tenaga tidak semakin terpancing dengan yang Wildan lakukan pada tubuhnya di bawah guyuran shower yang membasahi tubuh keduanya.


" jangan menahannya sayang, bebaskan hubby jamin papi sama mami tidak akan mendengar apa yang kita lakukan di sini " ucap Wildan yang kembali mengeksplor tubuh Nanda.


" ahhh " akhirnya suara laknat Nanda pun lolos dari mulut mungilnya dan kini Nanda sudah benar benar terbuai dengan permainan yang Wildan lakukan meski mereka melakukannya dalam keadaan berdiri di bawah guyuran shower yang tak terlalu deras.


" ooouuuhhh by.. "


" Nanda udah ngga kuat " ucap Nanda yang lagi lagi harus kalah dalam permainan yang di lakukan Wildan yang memang benar benar lihai memuaskan Nanda.


" kamu suka ?" tanya Wildan di sela sela gempuran nya pada Nanda yang kembali terombang ambing dengan semua yang Wildan lakukan.


" hemm " Nanda yang kembali merasakan nikmat tak lagi memikirkan apakah suaranya bisa terdengar atau tidak sampai ke luar kamar karena yang Nanda pikirkan hanya ingin kembali mendapatkan pelepasan yang semakin dekat.


Dan tanpa Wildan dan Nanda sadari jika Bu restu yang ingin mengajak Nanda sarapan pagi malah mendengar sarapan mode lain di kamar anak dan menantunya akhirnya memilih kembali turun untuk menemui suaminya yang sudah menunggu di meja makan.


" kenapa ? Mana Nanda sama Wildan ?" tanya pak Wijaya yang bisa menebak apa yang baru saja di dengar istrinya dengan wajah yang memerah sambil geleng geleng kepala.


" kita sarapan duluan saja, mereka sedang sarapan ala pengantin baru "


✍️✍️✍️ sebenarnya syarat apa yang di minta orang tua Rekha pada Anton sebelum Anton bisa menikahi Rekha. ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘