
Pak Damian hanyalah seorang pegawai biasa yang menikah dengan Diandra yang ternyata pewaris sebuah perusahaan besar, tapi sayangnya Diandra lebih senang bekerja di bidang pemberdayaan perempuan di sebuah instansi pemerintah hingga iya menyerahkan semua kewenangan atas perusahaan pada suaminya yang lebih faham pada perusahaan di banding dirinya.
" pih, lalu gimana dengan semua barang belanjaan camelia " ucap Camelia merengek di telinga pak Damian yang jelas jelas sedang menahan malu atas gunjingan yang iya dengar tentang dirinya.
" dan itu juga wanita yang sama yang ada dalam video itu kan ?" kata seseorang lagi yang malah semakin membuat pak Damian penasaran dengan video yang mereka maksud.
" bagaimana pak apa mau di bayar cash atau gimana ?" tanya kasir swalayan mengingatkan pak Damian.
" kamu bayar sendiri papi ngga bawa uang cash " ucap pak Damian yang memang tak terbiasa membawa uang cash setiap dirinya pergi.
" Lia ngga bawa cash "
" ada di ATM tapi tidak sebanyak ini juga isinya " ucap Camelia yang sebenarnya tak ingin membayar barang belanjaan nya dengan uangnya sendiri.
" ya sudah jika seperti itu tidak usah di bayar " ucap pak Damian yang memilih pergi meninggalkan camelia yang masih berdiri di depan meja kasir.
" mba gimana ?" tanya kasir tadi karena Camelia tak kunjung membayar barang belanjaan nya.
" ngga jadi mba " ucap Camelia yang langsung menyusul pak Damian yang sudah jalan lebih dulu keluar dari swalayan menuju basemen dimana dirinya menyimpan mobil nya.
" pih tunggu " ucap Camelia sambil mengejar pak Damian.
Tapi bagai sudah jatuh tertimpa tangga dimana saat pak Damian sampai di dekat mobilnya di saat yang bersamaan datang sebuah mobil yang ternyata pengacara yang Bu Diandra tugaskan untuk mengurus semua yang berhubungan dengan suaminya.
" pak Damian selamat sore " sapa seseorang yang sangat pak Damian kenal yang tak lain adalah pengacara keluarga nya atau orang kepercayaan istrinya Diandra.
" sore pak Imanuel " sapa pak Damian tapi dengan wajah yang terlihat pucat apalagi saat Camelia kini sudah bergelayut manja di lengannya.
" pih, kenapa ninggalin Camelia sih " ucap Camelia dengan nada yang di buat semangat mungkin.
" cantik " ucap Imanuel sedikit berbisik di telinga pak Damian.
" ada apa kamu datang ke sini !" tanya pak Damian yang merasa ada yang tidak beres saat Imanuel menemuinya di basemen mall yang seperti nya sangat di sengaja.
" saya hanya di perintahkan ibu untuk mengambil semua aset yang bapak gunakan saat ini dan jika bapak tidak percaya bapak bisa menghubungi ibu untuk konfirmasi lebih jauh lagi " ucap Imanuel sambil menyuruh anak buahnya untuk masuk ke dalam mobil pak Damian dimana tadi pak Damian sudah membuka alarm mobilnya.
" kamu tidak bisa melakukan itu sama saya, saya suami Bu Diandra jadi saya berhak menggunakan fasilitas yang dia punya untuk saya gunakan " ucap pak Damian mencoba menarik keluar orang suruhan Imanuel yang baru saja duduk di belakang kemudi mobilnya.
" KELUAR KAMU, INI MOBIL SAYA "ucap pak Damian yang sudah tak memperdulikan pandangan orang orang yang sedang melihat ke arahnya.
" mohon kerjasamanya pak Damian " ucap orang yang saat ini sudah mulai menyalakan mesin mobilnya.
" pak Damian bisa bertanya langsung pada ibu yang sebenarnya terjadi dan sebagai bocoran saya hanya ingin menyampaikan sesuatu " ucap Imanuel di telinga pak damian.
" BO bisa " ucap Imanuel sambil menyentuh dagu Camelia tepat di hadapan pak Damian.
" JAGA TANGAN DAN BICARAMU "bentak pak Damian sambil memukul lengan Imanuel yang sudah berani menyentuh Camelia.
" aku yakin di belakang mu dia bisa open BO " ucap Imanuel sambil meninggalkan Damian yang kini sudah menatap penuh amarah pada Camelia.
" Dia berbohong pih, Lia ngga mungkin melakukan itu di belakang papi " ucap Camelia dengan wajah yang terlihat pucat pasi.
" benarkan tapi kenapa kamu terlihat sangat takut ? " Tanya pak Damian seolah lupa dengan mobilnya yang sudah di bawa oleh orang kepercayaan istrinya.
" pih, yang harus kita pikirkan bagaimana kita pulang " ucap Camelia mengalihkan pembicaraan.
" kamu pulang sendiri karena ada yang harus papi urus dengan Diandra " ucap pak Damian yang tak memikirkan bagaimana Camelia bisa pulang.
Lain halnya di kantor Nanda dimana saat ini Wildan baru saja sampai dengan wajah yang terlihat sangat bahagia saat mendengar laporan dari anak buatnya yang memberitahu kan apa yang terjadi pada pak Damian di basemen sebuah mall.
" kak, kenapa wajah kakak terlihat sangat bahagia ?" tanya Nanda penasaran
" tidak apa apa, ayo kita pulang karena ada yang harus Kaka jelaskan sama kamu agar nanti tak akan terjadi lagi kesalahpahaman yang akan merusak hubungan kita kedepannya " ajak Wildan sambil menarik tangan Nanda dan untuk kali ini Nanda terlihat tak menolak genggaman tangan Wildan.
Dan hal itu membuat Wildan merasa sangat bahagia karena sangat jarang Nanda mau menerima genggaman tangannya selama mereka dekat.
" kamu tau nan, tadi pagi kakak ingin sekali langsung mengejarnya untuk bisa menjelaskan semuanya tapi ayah menghentikan kakak karena kakak harus mengurus urusan perusahaan lebih dulu baru setelah itu kakak bisa lebih santai menjelaskan semuanya sama kamu " ucap Wildan dimana saat ini Wildan dan Nanda sudah ada di dalam mobil Wildan menuju Apartemen Nanda.
" dan kali ini kakak akan menjelaskan semuanya sama kamu dan kakak janji tidak akan ada yang kakak sembunyikan dari kamu " ucap Wildan sambil mengecup punggung tangan Nanda yang langsung di tarik oleh nanda karena merasa apa yang di lakukan Wildan terlalu intim baginya.
" maaf kak tapi jangan seperti ini " ucap Nanda yang sadar akan kesalahannya yang sudah membiarkan Wildan menyentuh nya meski sebenarnya masih dalam batas yang wajar.
" maaf, kakak hanya terlalu senang kamu sudah tak marah lagi sama kakak saat ini meski kakak ngga tau apa yang di katakan Andini tadi sama kamu " ucap Wildan yang merasa jika pertemuan Nanda dengan Andini malah berdampak baik bagi hubungannya.
" tapi kakak yakin jika apa yang di ucapkan Andini membuka mata kamu jika yang kakak cintai hanya kamu dan itu akan berlaku untuk selamanya " ucap Wildan sambil melihat sekilas ke arah Nanda.
" benarkah ? Bukannya setiap laki laki akan mengatakan itu sebelum mendapatkan apa yang sedang iya incar saat ini "
✍️✍️✍️ nah kan kirain Nanda sudah benar benar memaafkan Wildan kayaknya Wildan harus tetap berusaha untuk bisa meyakinkan Nanda agar kembali percaya padanya lagi..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘