Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Mantan oh mantan


Anton terus memperhatikan Camelia yang masih bergelayut manja dengan seorang laki laki paruh baya yang lebih cocok menjadi ayah Camelia tapi mungkin karena dompet laki laki itu yang di pandang Camelia membuat Camelia menutup matanya demi menutupi kebutuhannya.


" ayo kita pulang " ajak Anton saat dirasa dirinya sudah mendapatkan bukti yang cukup untuk menjadikannya kartu as jika saja Camelia suatu saat membuat ulah lagi.


Meski Rekha masih tak mengerti apa yang sedang di lakukan Anton tadi tapi Rekha mencoba memahami apa yang di lakukan Anton yang mungkin saja ada hubungannya dengan pekerjaan mereka.


" mas, bisa kamu jelaskan apa yang tadi kamu lakukan saat di restoran tadi ?" tanya Rekha sedikit cemburu karena sejak memfoto wanita tadi Anton lebih banyak diam.


" kenapa ? Apa kamu cemburu " bisik Anton di telinga Rekha di lanjutkan dengan mencuri kecupan di pipi Rekha.


" ya sudah lah jika mas tak ingin bercerita " ucap Rekha yang tiba tiba saja marah sambil menyilangkan kedua tangannya di dada bahkan kini pandangannya mengarah ke jalanan yang seperti berlarian karena Anton mengemudikan mobilnya lumayan kencang.


" mas akan jelaskan tapi saat kita sudah sampai di apartemen kamu ok " ucap Anton sambil menggenggam tangan Rekha yang ada di atas paha Rekha dan seperti biasa Anton pun mencium mesra punggung tangan Rekha.


Rekha pun langsung luluh saat mendapat perlakuan. Seperti itu dari Anton laki laki yang begitu lembut dan selalu memperlakukan nya dengan istimewa.


Wildan pun baru saja sampai di rumah kedua orang tuanya setelah mengantar Nanda pulang, tapi siapa sangka jika Wildan sudah di tunggu oleh Bu Restu dan juga pak Wijaya bersama keluarga sahabat dari pak Wijaya yang tiba tiba saja datang berkunjung tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


" malam yah, Bun " ucap Wildan menyapa kedua orang tuanya tapi tatapannya mengarah kepada sepasang paruh baya dan juga seorang gadis yang sangat Wildan kenal bahkan sangat Wildan kenal.


" malam Wil, kamu masih ingatkan sama om bima dan tante Tiara " ucap pak Wijaya mengingatkan anaknya Wildan.


" Wildan ingat pah "


" malam om Bima, Tante Tiara " sapa Wildan sebatas sopan santun.


" hai Wil " sapa Andini pada Wildan yang sejak tadi menghindari bertatapan padanya.


" hai ' jawab Wildan singkat.


" maaf Bun, yah, Wildan ke atas dulu " ucap Wildan yang memang tidak suka berbasa basi atau pun bergabung dengan teman teman ayah maupun bundanya.


" kamu mau kemana wil, apa kamu tidak bisa menemani Andini selama kami mengobrol " ucap Bu Tiara tanpa rasa malu ingin mendekatkan Wildan dengan Andini putranya.


" maaf om, Tante, Wildan sangat lelah " ucap Wildan tanpa mendengar jawaban dari semuanya.


Wildan pun langsung berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua sambil memainkan handphone nya dan mulai membuka galeri handphone nya untuk melihat wajah Nanda yang memang biasa iya lakukan.


" om, Andini ikut ke kamar mandi ya " ucap Andini yang langsung bangun tanpa mendengar jawaban dari Bu restu dan pak Wijaya.


" maafkan andini ya, mungkin Andini sudah ngga tahan mau ke kamar kecil " bela Bu Tiara untuk putri nya.


Setelah berada di ruang keluarga Andini tidak meneruskan langkah nya menuju kamar kecil yang di tunjukan pegawai rumah Wildan tapi berjalan ke arah kamar Wildan yang entah untuk apa.


" Wil " panggil Andini saat iya yakin jika yang iya buka adalah pintu kamar Wildan karena kamar itu terlihat sangat manly.


Wildan yang baru saja keluar dari kamar mandi bahkan hanya menggunakan handuk untuk menutupi senjatanya saja di buat kaget dengan keberadaan Andini yang dengan sangat berani duduk di atas tempat tidur nya.


" hai Wil " sapa Andini tanpa rasa malu melihat penampilan Wildan yang seperti itu, tapi tidak dengan Wildan yang langsung mengambil jubah mandinya untuk menutup tubuhnya agar tidak terlalu lama di pandang oleh Andini.


" apa kamu tidak memiliki sopan santun ?" tanya Wildan yang kini sudah ada di dekat pintu kamarnya bahkan tangan Wildan kini sudah memegang handle pintu dan bersiap membuka pintu jika sewaktu waktu Andini lebih berani dari ini.


" tapi ini rumah ku dan aku tidak menyukai wanita yang begitu agresif seperti kamu " ucap Wildan yang kini sudah membuka pintu kamarnya.


" keluar atau aku paksa keluar " ucap Wildan masih mencoba bersikap baik pada Andini karena masih memandang Andini anak dari sahabat ayahnya.


" kenapa sih Wil, apa kamu ngga rindu padaku ? Rindu pada kenangan kita dulu " ucap Andini yang sudah beranjak dari duduknya bahkan kini Andini dengan berjalan ke arah Wildan yang sudah berada di luar pintu kamar miliknya.


" jangan gila karena aku sudah benar benar melupakan mu " ucap Wildan jujur.


" bohong, jika kamu sudah melupakan ku maka aku yakin kamu sudah menikah saat ini " ucap Andini tepat di telinga Wildan.


" aku memang Alan menikah dan kami sedang merencanakan pernikahan kami yang akan di lakukan empat bulan lagi " ucap Wildan penuh keyakinan.


" oh ya !! Tapi kenapa aku tidak percaya !! Apa lagi di kamar mu tidak akan satu pun poto pacar kamu di dalam kamarmu " tanya Andini yang masih keras kepala


" terserah tapi aku sudah lupakan mu dan aku sudah tak memiliki perasaan apapun untuk mu " ucap Wildan yang langsung menarik tangan Andini yang masih menghalangi dirinya yang ingin memasuki kamarnya.


" JAGA BATASAN MU JIKA KAMU INGIN SELURUH ANGGOTA KELUARGA MU AMAN " bisik Wildan bahkan dengan suara yang terdengar menakutkan di telinga Andini.


Andini hanya bisa menghentakkan kakinya sambil pergi meninggalkan Wildan yang ternyata adakan mantan kekasih nya dulu saat mereka sama sama menimba ilmu di luar negri, tapi sayang semua itu kandas saat Wildan tak sengaja memergoki Andini berselingkuh dengan teman sekelas nya.


" aku tidak akan mudah menyerah begitu saja karena aku yakin kamu masih bisa aku gapai dan aku yakin jika kamu masih sendiri saat ini " ucap Andini yang baru saja sampai di ruang tamu rumah Wildan.


" kamu nyasar ?" tanya Bu Restu yang merasa jika Andini menyimpan niat buruk untuk keluarga nya.


" ngga kok Tante, hanya saja tadi sedikit berbincang dengan Wildan sebentar " ucap Andini mengarang cerita.


" benarkah ?" tanya Bu restu tak percaya karena sikap Wildan saat di hadapan mereka saja begitu dingin pada Andini mana mungkin Wildan bisa secepat itu menjadi hangat dengan wanita.


" oh iya Wijaya, niat kami datang kesini ingin mengajak kamu untuk berbeda dengan ku " ucap pak Bima langsung pada niat awalnya.


" maksud kamu ? Andini dan Wildan ?" Tanya pak Wijaya yang langsung mendapat anggukan dari wajah pak Bima, Bu Tiara dan juga Andini.


" Maaf tapi Wildan sudah punya kekasih dan sebentar lagi Wildan dan kekasihnya akan menikah " ucap Bu Restu yang tak ingin memberikan cela untuk keluarga sahabat suaminya.


" apa itu benar Wijaya ? aku pikir kita bisa saling mengeratkan tali persaudaraan kita dengan menikah kan putra putri kita sebagai balas jasa atas bantuan ku dulu pada perusahaan mu " ucap pak Bima sedikit menyinggung pak Wijaya.


" jadi anda ingin menjadikan pernikahan ini sebagai balas jasa ? Anda rela mempertaruhkan kebahagiaan putri anda hanya karena balas jasa ? Bagaimana jika setelah kami menikah aku menyiksa putrimu karena aku tidak mencintainya apa anda rela ?


" tapi Andini mencintai mu "


✍️✍️✍️ wih mantan oh mantan kenapa kamu selalu datang di saat mantan pasangan mu sudah menemukan kebahagiaan nya 😤😤 bagaimana Wildan menjelas kan semuanya di hadapan orang tuanya dan keluarga Andini ? Dan bagaimana reaksi Nanda saat tau mantan Wildan kini sudah kembali dalam hidupnya lagi..


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘