
" Tadi nya aku ingin bercerita dengan mu Len, tapi rasa aku nya malu " ucap Ratih
" ngapain malu sama teman sendiri ma Rat, toh kita sama - sama sudah saling paham ke adaan masing - masing."
" Lalu sekarang apa yang menjadi beban pikiran mu Rat ?" tanyaku lagi
" ntah lah Len, aku cuma ngerasa sakit aja kalau melihat mas Ryan melirik madu ku itu. gak tau kenapa hati aku gak rela banget. mas Ryan juga orang nya munafik banget, katanya gak akan jatuh cinta dengan perempuan itu, nyata nya dia penasaran dengan perempuan itu dan suka curi - curi pandang." jelas Ratih.
" Ya kamu ini juga lucu Rat, jelas lah suami kamu penasaran dengan istri muda nya, apa lagi itu barang baru. laki - laki mana mau menyia - nyiakan barang baru Rat. apa lagi itu sudah resmi menjadi milik nya, halal pula. sangat gak masuk akal kalau suami kamu tidak terpikat dan jatuh cinta."
" Hari gini laki - laki bisa perpegang teguh pada kesetiaan, gak mungkin Rat. Maaf ya Rat, aku bukan bermaksud Manas - manasin kamu. tapi emang seperti itu kenyataan nya. maka nya kamu harus bisa menerima dan menyesuai kan diri dengan ke adaan seperti itu."
" Toh, itu kan keputusan kamu dan suami kamu. kecuali kamu tidak memberikan ijin, lain lagi cerita nya. Maka nya lain kali, kalau ada persoalan yang berat yang sekiranya kamu tidak bisa memutus kan sendiri, bertanya lah sama orang yang bisa di percaya yang sekiranya bisa memberikan solusi yang tepat."
" Ya sudah lah, ini tidak usah kita bahas lagi. nanti bisa membuat kamu kepikiran dan tambah menyesal. Aku cuma berpesan, belajar lah dengan ikhlas menerima nya. ini kan keputusan kalian bersama, gak ada gunanya di sesali. kalian jalani saja, sampai mana akhir keputusan kalian itu berakhir." ucap ku pada Ratih.
" itu yang aku takut kan Len, kalau mas Ryan jatuh cinta dengan maduku itu. kemungkinan besar pasti mas Ryan akan melanggar ke sepakatan kami. mas Ryan tidak akan menceraikan perempuan itu walaupun dia sudah melahirkan anak."
" Kamu gak usah pesimis dulu lah Rat, jalani aja dulu. kalau semisal nya kesepakatan kalian sudah tercapai, dan ternyata suami kamu tidak mau menceraikan perempuan itu, keputusan nya ya kembali lagi sama kamu. kamu kuat bertahan, tidak kuat ya pilihan nya ada sama kamu."
" Ribet juga ya Len, aku pikir menjalani nya semudah dengan mengambil keputusan nya." ucap Ratih.
" Ya begitu lah Rat, aku cuma bisa berpesan banyak - banyak sabar aja. karena kita semua pun memiliki permasalahan hidup masing - masing."
Tak terasa obrolan ku dengan Ratih pun sudah sampai jam 9 malam. Senang rasanya jika sudah menghabis kan waktu dengan teman.
" Rat, sudah jam 9 malam. apa kamu tidak ke malaman di jalan kalau pulang ? atau kabari suami kamu dulu kalau ingin menginap atau ingin pulang malam. Takut nya nanti dia nunggu - nungguin kamu tapi gak pulang - pulang." ucap ku pada Ratih agar tak lupa waktu.
" Nanti aja lah Len, aku lagi malas bicara dengan mas Ryan. lagi pula aku masih ingin main dengan Helena." jawab Ratih cuek.
" Iya tapi setidak nya kabari lewat chat aja, biar suaminya gak kebingungan. Kalau bisa kamu jangan mencari masalah Rat, takut nya nanti yang di salahin kamu terus. Apa lagi sekarang mertua mu makin terang - terangan ikut campur dengan urusan rumah tangga kalian.
" Kalau memang kamu takut di tinggalkan oleh suami kamu, apa salah nya kamu patuh. toh itu juga akan menjadi nilai plus untuk kamu dari suami kamu."
" Ya udah kalau gitu, aku pulang aja deh Len. Besok aku main lagi ya, soal nya aku cepat bosan sekarang di rumah. Apa lagi melihat istri mudanya suami aku. Huh ! ucap Ratih.
" Kerja Len, dia punya Butik sendiri. cuma ya jarang kesana, pergi ke sana nya ya sekali - sekali aja kontrol."
" Ooh, apa kamu tidak ingin bekerja lagi Rat ? saran aku sih lebih baik kamu bekerja lagi aja, dari pada jenuh di rumah. apa lagi saat melihat suami kamu dan istrinya bermesraan. Toh sekarang yang di andelin untuk punya anak bukan kamu tapi istri muda suami kamu. Gak ada salah nya kan kamu menyibuk kan diri."
" Aku itu bukan nya gak mau bekerja Len, tapi coba deh pikir. untuk apa kita punya suami, kalau kita sebagai perempuan harus sibuk juga cari uang. Apa gunanya suami di rumah ? biar lah Len, toh istri mudanya suami aku juga gak kekurangan uang. pasti mas Ryan memberikan dia uang tidak sebanyak yang dia berikan sama aku." jawab Ratih
" Hem, ya sudah kalau gitu Rat. maksud aku, aku cuma ngasih saran aja gitu. supaya kamu tidak jenuh."
" Iya Len makasih saran nya, tapi kalau ada pekerjaan yang cocok pasti aku juga kerja kok. dari pada di rumah udah kayak pesuruh aku sekarang, kadang ibu mertua juga ngajakin ke toko nya untuk di suruh - suruh juga, angkat ini, angkat itu. antar ini, antar itu. ih malesin banget deh Len... makanya tadi aku buru - buru ke sini sebelum di suruh ke toko hahaha." ucap Ratih di akhiri dengan tawanya.
" Oohalah... tumben mau ?" tanya ku
" Iya terpaksa juga mau nya Len, dari pada di pecat jadi mantu hahaha "
" Hahaha dasarrr !" ucap ku sambil ikut tertawa juga.
" Ya udah aku pulang dulu ya Len "
" Oke lah, hati - hati di jalan Rat !"
Sepulang nya Ratih aku pun langsung ke kamar dan merebah kan tubuh ku di atas kasur. Rasanya udah gak sanggup lagi buat benahin bekas jualan yang berantakan. besok aja lah di lanjut, mata udah gak bisa di ajak kompromi untuk melek. Ngantuk benar - benar ngantuk.
Untung nya anak ku juga jarang rewel kalau malam, minta susu pun jarang. Pengertian banget anak satu ini... tau aja kalau mama nya lagi capek. Tak terasa tidur malam ku pun dengan pulas. di pagi hari nya, aku di bangun kan oleh kokokan ayam tetangga dan juga bunyi alarm yang selalu ku setel setiap mau tidur.
Kuuukkuruyuuukkk !
Bunyi kokokan ayam, aku pun segera terbangun dan melakukan aktifitas pagi nya seperti biasa. sebelum nanti aku memulai berjualan online.
Bebenah rumah sudah, sekarang waktunya buat sarapan bubur untuk tercinta ku Helena. dan juga beberapa buah pisang goreng untuk ku. Umm... sederhana tapi nikmat bestie !
\*\*\*\*Oke sampai di sini dulu. Terimakasih untuk teman yang selalu hadir. jangan lupa tinggalin jejak nya yaa like, komen, and vote nya hehe, biar semangat nyari bahan ceritanya say...\*\*\*