
Kring kring kring !
Ratih mencoba menghubung Hellen.
" Halo Rat ?"
Namun hening, tak ada sambutan suara dari sebrang telepon.
" Ratih, apa kamu baik - baik saja ?"
" Aku kembali bertanya."
" Oh, iya Len, baik aja. kamu apa kabar nya dengan dedek bayi ?" tanya Ratih. " Oh iya, nanti aku hubungi kembali ya Len, aku coma kangen aja kok sama kamu hehehe." ucap Ratih dan langsung memutuskan sambungan tlp se cara sepihak.
" Halo Rat, halo ! ya ampun ini anak kenapa sih." ucap ku heran.
Ratih sedang di salah satu ruang gedung, tempat pernikahan suami nya Ryan andala yang akan segerah di langsungkan. Ratih tampak sangat gelisah memikirkan ke putusan nya untuk menyetujui suami nya menikah lagi dengan wanita lain, hanya karena ingin memiliki anak.
" Ratih ! kamu bisa tenang sedikit tidak sih !" ucap Hanum, ibu mertua Ratih. " kerja mu hanya mondar - mandir saja dari tadi, bikin Mama pusing tau !, salah mu sendiri, kenapa suami mu menikah lagi, kenapa kamu tidak bisa memberikan se orang cucu untuk ku !" ocehan ibu mertua Ratih lagi.
Namun Ratih tidak mendengar kan ocehan ibu mertua nya itu. ibu mertua yang melai jengah melihat Ratih pun langsung menghentikan nya dengan cara menarik tangan Ratih untuk duduk. Ratih pun merasa geram dan kesal pada ibu mertua nya, karena ibu mertua nya menatap nya dengan tajam.
" Ma, aku mau ke toilet dulu," ucap Ratih pada ibu mertua nya.
" Mau sampai berapa kali kamu akan ke toilet terus Ratih !, gak usah banyak alasan, tetap duduk di sini, acara pernikahan suami mu sebentar lagi akan di mulai. Aku tau ini hanya akal - akalan mu saja, untuk menunda waktu pernikahan suami mu." ucap ibu mertua nya lagi.
" Bagaimana mungkin sih ma, aku menunda - nunda waktu nya. kan aku sendiri yang mengijin kan suami ku untuk menikah lagi." jawab Ratih kesal.
Ryan pun menghampiri Ratih dan memeluk nya. sebenar nya dia pun tidak tega ke pada istri nya atas pernikahan nya yang ke dua. Berhubung ini paksaan mama nya yang ingin segerah mendapat kan cucu, mau gak mau dia harus menuruti nya.
Ratih pun menghela napas dengan kasar dan segerah melepas kan pelukan suami nya. Dan dia pun mengapit lengan suami nya untuk ke luar dari ruangan, dan menuju Altar tempat di adakan nya janji suci suami nya dengan wanita lain.
" Kenapa sayang ? kok tangan mu berkeringat sekali." tanya Ryan pada istri nya
" Gak tau mas, aku cuma bingung aja, apa ini sudah ke putusan yang tepat atau tidak, untuk memberikan mu ijin menikah lagi. aku takut mas akan mengecewakan ke percayaan yang aku berikan." ucap Ratih.
" Gak sayang, mas gak akan mengecewakan mu. kita hanya ingin punya anak bukan ?" ucap suami Ratih lagi.
" Iya, tapi... bagai mana kalau mas benar nyaman dengan wanita itu ?" ucap Ratih prustasi dengan ke putusan nya.
Sesampai nya di dalam ruangan, Ratih pun terperangah melihat wanita yang sedang menuju Altar tempat suami nya berdiri.
" Sangat cantik."
Gumam Ratih lirih, ke takutan pun mulai menghampiri diri nya. Saat suara pemandu acara menggema, Ratih pun tak sadar menitik kan air mata, saat mendengar janji suci sakral yang di ucap kan oleh suami nya kepada wanita lain.
Ryan tampak terkesima saat melihat mata jernih dan bulu mata lentik yang di miliki oleh wanita yang sudah resmi menjadi istri ke dua nya itu. Namun saat dia mengingat istri nya Ratih dia pun segera menepis bayangan ke cantikan wanita istri ke dua nya itu.
Deg !
" Apa ?!"
Ucap Rihana ( istri ke dua Ryan ) tak percaya. Rihana pun langsung menatap sendu pada orang tua nya, rasa tak percaya, bahwa ke dua orang tua nya menikah kan diri nya dengan laki - laki yang sudah berstatus suami orang.
" Kamu tidak usah kaget seperti itu, tentu nya kamu sudah mengetahui nya bukan ?" ucap Ryan pada Rihana.
Sekarang ayok kita bergabung bercengkrama dengan tamu - tamu yang hadir." ajak Ryan lagi, Rihana pun hanya menuruti nya.
Saat sedang bercengkrama dengan para tamu - tamu, Ryan mencari keberadaan istri nya yang tak nampak sedari tadi. Ryan pun memisah kan diri nya dengan para tamu, dan pergi mencari istri nya. Rihana yang menyadari tingkah laku suami nya pun, memutus kan untuk mengikuti dari belakang, kemana suami nya akan pergi. dan ingin memastikan apa kah suami nya itu benar - benar sudah beristri atau tidak.
" Sayang, kenapa kamu ada di sini ? aku mencari mu ke mana - mana." ucap Ryan pada Ratih.
" Iya gak masalah toh mas, aku kan hanya mencari udara segar aja. Rupa nya istri baru mu sangat cantik mas. Aku menjadi sedikit cemburu melihat nya." tutur Ratih pada suami nya.
" Ohh, jadi istri ku ini sedang cemburu ?... tenang saja sayang, aku tidak akan pernah mencintai nya. Aku hanya mencintai mu." ucap Ryan.
" Sabar yaa, tunggu sampai wanita itu hamil dan melahir kan anak kita, setelah itu baru nanti aku akan menceraikan nya." ucap Ryan lagi.
" Baik lah mas, aku percaya padamu. semoga mas tidak tergoda dengan ke cantikan nya. karena aku sangat takut kalau mas sampai hati memghianati ku." jelas Ratih.
Rihana yang mendengar sedari tadi percakapan suami istri pun merasa sangat geram dan mengepal kan tangan nya.
" Owh... rupanya dia menikahi ku hanya karena ingin punya anak !" ucap Rihana dengan rasa dada yang penuh sesak, akibat menyesal menerima paksaan ke dua orang tua nya untuk menikah. tanpa mengetahui siapa dulu calon suami nya. " Kalian pikir akan semudah itu kalian membodohi ku, sungguh kalian salah besar. lihat nanti apa yang akan aku perbuat." monolog Rihana dengan senyum kecut nya.
Rihana pun berlalu pergi dari tempat itu dan menghampiri ibu nya.
" Bu !"
Panggil Rihana pada ibu nya.
" Iya kenapa sayang ?"
Tanya ibu nya sambil mendekati Rihana.
" Kenapa ibu tidak jujur dengan ku, kalau laki - laki yang akan menikah dengan ku sudah mempunyai istri ?!, kenapa ibu tega sekali pada ku, apa ibu tidak menyayangi ku ?" ucap Rihana yang berusaha menahan air mata nya. namun tetap terjatuh juga.
" Ibu tidak bermaksud membohongi mu, ibu hanya ingin yang terbaik untuk mu nak. lagi pula suami mu itu kan, anak teman baik nya ibu sendiri. ibu sudah mengenal mereka dengan baik. oleh karena itu, pandai - pandai lah kamu mengambil hati suami mu. Buat dia mencintai mu, ibu percaya pada mu, bahwa kamu bisa melakukan itu." ucap Rania ( ibu Rihana ) pada putri nya.
Rihana yang mendengar ucapan ibu nya pun rasa tak percaya dengan hasil pemikiran ibu nya. Bagai mana mungkin dia akan hidup bahagia, sedangkan suami nya berstatus suami orang.Rihana pun tak habis pikir, wanita yang sudah melahirkan diri nya tega menikah kan diri nya dengan suami orang.
*** Terimakasih, jangan lupa like n komen nya ya teman²***