Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Ke galau an Kya.


Sepeninggal nya Kya ke kamar, aku melanjut kan untuk menonton acara tv saja. Tidak lama, Kya pun keluar lagi dan ikut bergabung dengan ku menonton acara tv.



Len, kata nya Yudha, dia dalam proses cerai sama istri nya.



Hah ?!.


Serius Ky ?...kenapa harus cerai sih...bukan nya kamu bisa menerima jadi yang ke dua ?...


Iya sih Len, buat aku itu gak jadi masalah biar jadi yang ke dua juga. cuma istri nya Yudha tetap kekeh gak mau di madu.



Lalu gimana dengan anak - anak nya...kasihan dong mereka nanti kurang kasih sayang ke dua orang tua nya.



Emang Yudha menyetujui untuk cerai ?



Yudha juga gak bisa maksa Len, kalau istri nya minta di cerai. Segala macam cara udah di coba di biacarain baik - baik. Tapi ke putusan nya tetap itu. karena Yudha juga gak mau melepas kan aku. dan sebenar nya juga istri nya Yudha itu gak mau bercerai. dia mau nya tetap bertahan, tapi dia juga gak mau di madu. karena Yudha gak mau melepas kan aku, dan istri nya gak mau di madu, maka nya dia memilih menceraikan istri nya.


gitu Len....ucap Kya berat.


Hem...berat juga ya Ky, kalu sudah seperti ini. Ya sudah lah, kamu gak usah terlalu memikir kan nya. Itu kan masalah mereka berdua. yang penting kamu jangan membuat ke adaan makin memanas. Ya shukur kalau Yudha memilih kamu. berarti dia melihat ada sisi baik dari kamu dari pada sama istri nya. gak mungkin juga kan Yudha asal memilih karena di butakan oleh cinta. sedang kan di sini ada anak - anak yang harus di pikir kan perasaan nya. Berarti Yudha lebih nyaman dengan kamu.



Lalu menurut kamu aku harus gimana Len ?..



Kata Yudha dia akan ambil alih soal hak asuh anak. dia mau nya anak - anak tinggal sama dia. makanya dia nanya tadi, kira - kira aku siap gak mengurus dan membesar kan anak - anak nya.



Laaah... sangat bagus itu ke putusan Yudha nya. kamu yang ambil alih untuk urusan anak - anak nya. jadi dia gak ada lagi urusan dengan istri nya. Apa lagi ketemu untuk urusan anak. dan kalau pun istri nya ingin bertemu dengan anak - anak nya pasti kan yang ngurus segala macam nya kamu. bukan melalui Yudha tapi kamu. jadi gak ada celah lagi untuk mereka bertemu. yaaa walau pun di sini kamu tidak punya hak untuk membatasi anak - anak nya untuk bertemu denga ibu nya. tapi se tidak nya itu masih tetap dalam pengawasan kamu bukan Yudha. Karena gak baik juga kan mereka sudah pisah tapi masih sering ketemu.



Ibarat kata kasar nya ya,



Kalau ingin menguasai, kuasai lah semua nya. kuasai suami nya, kuasai harta nya dan kuasai pula anak - anak nya. jadi kamu juga gak ada curiga macam - macam kalau Yudha ketemu dengan istri nya. Toh di sini kamu tidak bermaksud merebut. memang istri nya lah yang melepas kan. dan Yudha pun sudah memberikan pilihan karena rasa tanggung jawab nya sebagai suami. Tapi karena istri nya memang tidak mau di madu, ya sudah memang itu resiko yang di terima istri nya.


Ya ampun !, kamu sadar gak sih Ky...aku ngomong nih benar - benar kayak orang bijak aja...!


aaagagaga !!!


Tawa Kya lepas melengking.


Ooh...gitu ya Len...


Jahat banget gak sih, aku kayak gitu Len..?!


Jahat Ky, jahat banget...tapi dalam kata jahat ada kata tobat. Jadi setelah kamu melakukan ke jahatan, jangan lupa bertobat !


Ha...Ha...Ha.... !!!


Aku dan Kya tertawa bersamaan.


Sialan kamu Len, malah ngeledek !.


Ucap Kya sambil melempari ku bantal sofa.


Kira - kira aku siap gak ya Len, jadi ibu sambung. Rasa - rasa nya aku masih pengen main - main lho..., masih pengen bebas melakukan aktifitas yang aku mau. Kalau sudah jadi ibu sambung kan otomatis aku berhenti kerja dong kalau gitu... ucap Kya dengan mimik muka galau.



Dan aku juga gak bisa bebas lagi ke sana ke mari, apa lagi untuk menemui kakak tercinta ku ini... ucap Kya dengan muka tambah di buat - buat sedih.




Ini nih, yang bikin masalah tambah rumit. Masih mikir - mikir dulu. plin plan banget. coba kamu pikirkan dulu baik - baik Ky. kamu kan masih ada waktu untuk mengambil ke putusan. biar nanti gak nyesel akhir nya. ingin bahagia tapi malah gak bahagia. kan lucu kedengaran nya. apa lagi yang di ambil punya orang. Habis nanti kamu di tertawai istri nya Yudha.



Yudha kalau tau kamu masih ragu seperti ini, pasti dia kecewa banget.


Iya juga sih Len, he...he...he...


Ya udah lah, dah sore mau bebersih rumah dulu.


oke oke bumil...aku bantu yaa, ucap Kya sambil beranjak dari tempat duduk nya.


Selesai beberes rumah aku dan Kya pun duduk - duduk santai di teras rumah. banyak juga tetangga - tengga yang lalu lalang dengan ke subukan masing - masing. ada pula yang duduk - duduk hanya sekedar mengobrol dengan tetangga lain sambil menyuapi anak - anak nya.


Eeh...mba...tetangga baru ya !?


Tiba - tiba ada se orang ibu - ibu yang menyapa.


Ooh i iya bu....maaf belum sempat berkenalan ucap ku lagi.


Kenalin bu saya Hellen...dan ini Kya teman saya.


Oh iya mba, saya Emma itu rumah saya dua baris dari rumah ini. ucap nya lagi.



Kalau gitu saya tinggal dulu ya mba, Mau buat kopi dulu untuk suami, biasa baru pulang kerja. ucap bu Emma sambil meperlihat kan kantong plastik yang berisi kopi. yang rupanya dia habis dari warung.



iya mba Emma, silah kan... terimakasih. balas ku lagi.



Len, kayak nya ibu - ibu yang lagi pada duduk itu pada ngelihat ke mari deh. ucap Kya yang sedang memperhatikan mereka. Susul gak Len, sekedar berkenalan dan beramah tamah aja. ucap Kya lagi. Hayuk...siapa takuttt.



Setelah dekat dengan mereka, Kya mulai mencolek dan menarik - narik baju ku untuk memberi tanda kalau aku yang harus menyapa mereka duluan.



aku pun langsung ngedumel pelan tanpa memperlihat kan gerak bibir ku.


Iya iya bawelll...!


Kya pun hanya cengar - cengir aja.


Halo ibu - ibu.... waaah sudah pada santai yaa sore ini. basa basi ku.


Iya mba...! sini gabung, tetangga baru ya ?!.


iya bu, " hehehe...


Udah berapa hari pindah nya mba... kok baru kelihatan...?


Baru ada semingguan bu... karena masih sibuk mondar mandir jadi belum sempat berkenalan dengan ibu - ibu di sini. ucap ku lagi.



Oooh...!


ibu - ibu tetangga ku pun saling ber o ria, seperti sedang mengikuti paduan suara.


Setelah selesai bercengkrama dengan ibu - ibu tetangga, aku dan Kya pun kembali ke rumah.


lanjut dengan aktifitas mandi sore.


\*\*\*Terimakasih\*\*\*