BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Kebahagiaan


Setelah sedikit insiden di pernikahan Yana dan Richard apalagi melihat buntut dari peristiwa itu membuat Leka yang tiba-tiba harus di larikan ke Rumah Sakit.Apalagi dengan keadaan hamil tua.


" Apa kamu puas sudah mengungkapkan kekecewaan kamu pada Leka ? kenapa kamu se_egois ini Man,aku nggak nyangka kalau Lukman yang mempunyai level yang tinggi bisa berbuat hal yang tidak pernah aku bayangkan.Mungkin Leka pun nggak pernah nyangka kalau kamu bisa berbuat seperti itu tadi." ucap Ranti dengan perasaan yang masih sangat kesal dengan sikap Lukman beberapa waktu lalu.


Lukman hanya bisa tertunduk sambil mengingat kembali apa yang barusan dia lakukan dan melihat respon Leka yang terlihat sangat kecewa padanya.Apalagi berakhir dengan kejadian yang tak diinginkan yang mengakibatkan Leka harus di larikan ke Rumah Sakit.


"Bagaimana keadaan Leka saat ini Ran?" tanya Lukman tanpa menjawab pertanyaan yang di ajukan Ranti tadi.


Ranti menghela nafas panjang.Dia menatap kearah Lukman yang kini juga menatapnya.


"Dia harus segera melahirkan calon anaknya.Karena setelah sampai Rumah Sakit,menurut mbok Tun ketubannya sudah pecah." ungkap Ranti.


"Aku sudah berusaha untuk melepasnya namun,hati ini terlalu sakit jika mengingat bagaimana aku dan dia lama bersama Ran." ucap Lukman.


"Kamu salah Man,bukan kamu dan Leka saja tapi,diantara kalian ada aku.Walaupun memang aku sering melihat kehadiran aku begitu menganggu kamu untuk mendekati Leka waktu itu.Tapi,aku tahu dari dulu hanya ada Nico di hati Leka."ungkap Ranti membuat Lukman menolak untuk percaya dengan apa yang di katakan Ranti barusan.


"Aku nggak yakin kalau Leka dari dulu masih memikirkan Nico." ucap Lukman senyum sinis.


"Terserah kamu Man,kamu mau percaya atau tidak itu bukan urusanku.Tapi, kalau pun kamu masih nekad untuk mengganggu Rumah Tangga Leka dan suaminya,tentu akan sulit dan mereka tidak akan melepaskan mu begitu saja.Cukup tadi mereka melepaskan mu karena memang ada yang lebih penting yaitu menyelamatkan nyawa Leka." ungkap Ranti.


Lukman termangu mendengar penuturan Ranti membuat hatinya sedikit sakit.


"Kita itu beda dengan mereka Man,mereka orang berada sedangkan kita,kamu hanya pegawai rendahan." ucap Ranti.


"Kamu kalau mimpi ,jangan terlalu tinggi.Kamu harus sadar diri." sambung Ranti.


Ucapan Ranti barusan membuat hati Lukman sedikit tersentil.Benar adanya perkataan Ranti barusan.Apalagi dia bisa seperti tadi,yang begitu menggebu-gebu menempatkan diri nya yang seorang manager dan Leka seorang buruh pabrik.


Namun kenyataannya dia seorang wanita dari kelas menengah ke atas.Dia pewaris dari keluarga Nugraha.


"Kamu benar Ran, aku sangat gegabah melakukan hal tadi yang mungkin membuat Leka kecewa bahkan mungkin benci juga dengan ku." ucap Lukman tersadar dengan apa yang tadi dia lakukan yang membuat Leka terkejut dan bahkan mengalami kontraksi dan harus segera melahirkan.


"Berdoalah semoga Leka selamat dengan anak yang ada di dalam kandungan nya." ucap Ranti lalu dia pun langsung berlalu dari hadapan Lukman setelah mendapatkan pesan dari seseorang.


Lukman yang ingin mencegah Ranti namun,dia urungkan.Dia berpikir mungkin Ranti pun sama dengan Leka yang kecewa dengan tindakannya tadi.


...****************...


"Assalamualaikum.."


Ucap Mbok Tun dan yang lain beserta si kembar yang baru saja sampai di Rumah Sakit setelah mendengar berita jika Leka sudah melahirkan.


"Wa'alaikumsalam.." ucap Leka dan Nico serta yang lain yang ada di ruang rawat inap Leka.


"Bunda !!" seru si kembar saat masuk kedalam kamar rawat sang bunda.


"Heiii..anak bunda,sini..!"ucap Leka.


Kedua anak kembarnya itu pun mendekat ke arah Leka dan memeluk tubuh sang bunda walaupun tidak sepenuhnya mereka berpelukan.


"Adik bayi mana bun?" tanya Elang melihat sekitar mereka


"lya bun,Aura sudah jadi kakak kan? sekarang adik kita mana?" tanya Aura menimpali ucapan sang Elang.


"Sebentar lagi adiknya di bawa kesini.Emang kalian nggak kangen sama daddy,malangnya nasib daddy ini.." ucap Nico pura-pura sedih.


"Daddy jangan sedih, kami juga kangen sama daddy.Benar kan bang?!" ucap Aura dengan meminta jawaban dari sang Abang.


"lya dad,kita kangen Daddy,sudah jangan banyak drama juga kali." ujar Elang membuat Nico melotot mendengar sindiran sang putra.Sementara yang lain tertawa mendengar ucapan Elang.


"Permisi,bunda..waktunya dedeknya buat minum asi.." ucap seorang suster yang masuk membawa tubuh mungil yang ada di atas box bayi.


Setelah box itu di letakkan di samping brankar, suster itu pun mengangkat bayi mungil nan cantik itu dan menyerahkan pada Leka untuk di berikan ASI.


Sementara yang lain keluar dari ruangan Leka dan menunggu di ruangan lain.Karena ruangan yang di sewa Nico memanglah besar dan ada tempat khusus untuk tamu jika menjenguk.


Leka dengan telaten menyus*i bayi mungilnya.Sementara dua anak kembarnya sangat antusias melihat sang adik yang begitu menggemaskan untuk mereka.Terutama Aura dia sangat cerewet menceritakan tentang dirinya juga Elang sedangkan Elang hanya bisa melihat jengah dengan ocehan sang adik.


Lain dengan Nico,dia melihat bayi mungil nya sedang menyedot sumber makanannya yang merupakan salah satu vitamin buatnya juga.Rasanya Nico begitu Irawan melihat tingkah bayi itu yang begitu rakus meminum sari makanan dari sumber nya.


Leka yang tak sengaja melihat tingkah suaminya di buat melotot dan dengan reflek menutup sedikit bagian dad* nya membuat Nico seketika menoleh pada sang istri yang saat ini sedang menatapnya tajam.


Nico tak bisa bicara apapun karena ada dua anak kembarnya.


Cukup sehari semalam Leka berada di Rumah Sakit dan kini sudah seminggu kelahiran putrinya dan keluarga besar mereka mengadakan acara aqiqah untuk putri kecilnya.


Terlihat para tamu undangan sudah mulai masuk ke dalam rumah besar keluarga Pramudya.


Papa Gilang,papa Hardi dan juga mama Marina sibuk menyambut kedatangan para tamu. Leka dengan di dampingi oleh Fitri,Ranti,Wulan mereka juga sibuk dengan para tamu yang mengucapkan selamat.


Kelahiran putri kecil yang di beri nama Afiza Ghania Pradipta.Acara aqiqah untuk Afiza pun berjalan lancar.Semua terlihat bahagia menyambut kehadiran anak menggemaskan itu apalagi dua kakak kembarnya yang selalu ikut serta menjaga sang adik.Untuk menjaga mungkin Elang ahlinya dan untuk mendandani bayi cantik itu selalu saja Aura punya cara untuk membuat adik kecilnya terlihat menggemaskan.


"Terimakasih sayang,kamu sudah melahirkan anak-anak yang begitu luar biasa.Maafkan suamimu ini yang belum bisa menjadi suami yang terbaik." ucap Nico dengan memeluk tubuh sang istri sambil melihat ketiga anaknya yang sedang ada di atas tempat tidur.


"Kamu juga ayah yang luar biasa.Walaupun kamu pernah menyakiti ku dan anak-anak.Tapi, kamu menunjukkan bahwa kamu layak untuk di berikan kesehatan kedua dan itu sudah terbukti." ucap Leka menatap kebahagiaan tiga anaknya yang tak pernah dia sangka awal kesakitan nya dulu kini berbuah manis dengan melihat anak-anak tumbuh dengan baik dan mempunyai suami yang saat ini sangat bertanggung jawab.


T A M A T


Terimakasih untuk para readers atas dukungannya pada cerita ini.


Dukung terus lapak ini dengan cerita-cerita barunya.


Semoga Allah memberikan kesehatan untuk para readers dan juga di lancarkan rejekinya.


Maaf jika ada salah kata dan juga masih banyak typo karena memang hp kentang ku.


Jangan lupa Like ,Vote, Subscribe .